CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 25 UJIAN CINTA


__ADS_3

Cinta tidak selalu mulus. Banyak tantangan dan ujian untuk menguatkannya. Pertanyaannya adalah cinta yang seperti apa yang patut diperjuangkan ?


Anna dan Rye mulai cekcok di video call. Pasalnya biasa, Anna gak terima kalau Rye pernah ML di masa lalu.


“Itu tidak adil ! giliran aku, dicium aja belum pernah hiks. Tiga kali punya pacar, semuanya layu sebelum berkembang. Dan kamu lagi mencuri ciuman pertamaku. Harusnya itu indah dan romantis. Ini malah ke rumah sakit !” Anna merajuk setengah protes.


“Ya ampun qiiin. Berapa kali Bou Bei harus minta ampun. Kalau ada mesin waktu, aku akan ralat semuanya. Dan sebentar…aku mencuri ciuman pertamamu ? men - cu - ri ? hallooow…yang mendarat dari lantai 2 dan nyosor bibirku itu siapa ? sehingga aku nyaris geger otak !” Rye kesal juga dengan kelakuan pacarnya yang gak masuk akal itu.


Anna terdiam. Bener juga sih dia yang nyosor.


“Ya udah kita udahan dulu. Udah malem banget”. Anna mencoba lari dari dari rasa malu.


“Eeeh enak aja. Giliran salah mau lari ya.” Rye gak rela mereka berpisah


“Terus mau ngobrol apa ?” tanya Anna masih belum bisa mikir karena kalah berdebat.


“Ehmmm apa ya. Kamu sih suka ngomel yg gak masuk akal. Buyar deh tele-kencan kita.” Rye juga bingung mau ngobrol apa setelah berantem barusan…“Oh ok. Aku mau tau ukuran BHmu 36 C itu, maksudnya apa sih ?”


“Bou Bei !!! apa-an sih ngomongin BH !” Anna merasa jengah.


" Ya udah kamu punya topik lain ?" Rye serius


“Ehmm…” Anna berpikir keras tapi gak nemu juga. Akhirnya dia menyerah…" kalau 36 itu lingkar badan. Kalau C itu ukuran cup payudara."


" Oh emang ada berapa hurup dalam satu nomor ?" Rye serius pengen tau.


" Dari A sampai F". Jawab Anna datar


" Wow sampai F ? segede apa ?" komentar Rye spontan


“Mau ?? ya udah cari sana yang 36F atau 40F biar puas !” Anna kumat lagi ngambeknya


“No no no ! Bou Bei cuma suka 36 C. Perfect !” Rye buru buru memberi penjelasan


" Halah alasan saja. Sudah aku mau tidur !" Anna memutus sambungan video dan mematikan hp. Dia menarik selimut dan mencoba tidur dengan muka cemberut.


Rye mengacak ngacak rambutnya. Long distance relationship biar cuma seminggu tetep challenging.


______________________***___________________


Ada dua puluh pesan di WA Anna dari Rye. Ada yang tulisan, emoji, rekaman suara dan video. Anna membalas singkat, " Iya aku juga minta maap. Love u. Take care"


Anna berangkat ke kantor seperti biasa. Jam 3 sore mamih kirim pesan WA : anter mamih. diundang syukuran anaknya Bu Agus hari sabtu. Anna membalas: OK.


Hari sabtu pagi mamih sudah heboh nyuruh Derri mandiin mobil.


“Emang mamih mau kondangan kemana mih ?” tanya Derri sambil menguap menyeret badannya yang masih ngantuk ke garasi.


" Mamih diundang syukuran kelulusan anak Bu Agus. Tau kan Mas Reza ? dia dua tahun lebih tua dari kakakmu." Bu Agus menyerahkan kanebo baru pada Derri. Beliau masuk lagi ke rumah.


Siang itu Anna pake kulot biru selutut bekas kemarin. Sayang baru sekali pake pikirnya. Atasnya pake batik motif biru juga. Kalau soal cantik mah gak usah disebut. Anna cantik pake apa saja.


“Eeeh kenapa pake baju kerja ?” sini ganti. Mamih lupa kasih. Kemarin mamih habis shopping sama Bu Jony dan Bu Fawzi." Mamih menyerahkan satu tas kemasan baju.


“Ini mah formal kasual mih. Cocok buat kondangan juga” Anna membantah.

__ADS_1


“Sekali mah nurut sama orang tua napa.” Mamih melotot


Anna nurut dan berganti baju. Derri turun dari kamarnya di lantain 2. Dia melihat kakaknya bebaju terusan putih bercorak. Dia memakai pantofel hitam dengan hak 3 cm. Dia menyelipkan kacamata hitamnya di dada.


“Loe mau kemana ?” tanya Derri sambil garuk garuk pantat.


“Ngantar mamih undangan ke syukuran Bu Agus” kata Anna sambil membawa tas kecil di atas sofa.


“Loe dandan secantik ini ? elo udah gak cinta sama si koRye ?” Derri narik Anna masuk ke dalam kamarnya. Kamar Anna sebelahan sama kamar ibunya.


“Apa hubungannya dandan dengan cinta gue ke kak Rye ? terus jangan panggil pacar gua koRye.” Anna kebingungan diseret adiknya ke kamar.


“Itu singkatan dari Koko Rye cilok ! nnn…loe mau dijodohin sama anak Bu Agus.” Derri setengah berbisik


“APA ?” Anna kaget seperti disamber geledek." Udah gua batal ikut kalau gitu"


“No no no itu bukan langkah tepat. Sama aja dengan loe ngajak perang sama mamih. Gua punya ide. Loe datang tapi malu - maluin disana. Loe kan jorse kalau makan. Ada aja yang ngeces. bikin dua kali lipat !. Jika perlu loe ngupil di meja makan” bisik Derri


Plaaaakk…tangan Anna nyambit kepala Derri dari samping. " Gue jorse by accident bukan sengaja kanjii" Anna gak terima kalau dirinya dituduh jorok karena kebiasaan.


Anna sudah mau menangis. Dia gak mau pergi. Dia sakit hati sama ibunya. Kenapa ibunya tidak memberikan kesempatan pada Rye untuk membuktikan dirinya layak sebagai calon menantu.


Anna terdiam selama menyetir mobil. Ibunya sibuk teleponan dengan beberapa kawan. Siapa lagi kalau bukan Bu Jony yang paling heboh neleponin. Mamih sesekali ngasih kata kata kode sambil ketawa dan melirik ke Anna.


_____________________***_____________________


Tema acara makan siang keluarga Bu Agus adalah : Bersyukur di dalam taman 😌


Anna memakai kacamata hitamnya. Entah dia lupa atau abai pada pesan Bou Bai " jangan pake kacamata hitam ini kecuali denganku. Soalnya kacamata ini membuatmu terlihat 10x lebih seksi".


Tiga ruang makan yang menghadap taman semuanya sudah ada pemesan. Seorang petugas restoran mengantarkan Anna dan ibunya ke ruang makan melati.


Pak Agus Wicaksono, 59 tahun mantan bos ayah Anna di PLN dulu. Setelah pensiun, beliau jadi manajer untuk hubungan pemerintah di sebuah perusahaan sawit. Bu Agus nama aslinya Laila orang Dayak Kapuas berumur 54 tahun. Putrinya sinta 29 tahun baru menikah tahun lalu. Dia datang sendiri karena suaminya tugas luar kota. Reza, 26 tahun baru lulus hari kamis kemarin dari akademi polisi. Sebelumnya dia punya gelar S-1 di bidang hukum. Witni, 24 tahun baru bekerja di BNI satu tahun. Dan si bungsu Rafa kelas 3 SMA.


Sekedar info, Di Kalimantan pada umumnya istri sering dipanggil dengan nama suami terutama karena pengaruh budaya jawa, dan orang tua dipanggil dengan nama pertama anaknya.


Bu Rosidah Suparman, 52 adalah ibunya Anna. Dia dan Anna disambut dengan suka cita. Anna bingung kenapa cuma dia dan ibunya yang hadir. Apakah mereka kepagian ?


“Aduuh Mbak Anna makin cantik aja sejak pulang dari Belanda. Gimana sudah punya calon ?” tanya Pak Agus sambil mempersilahkan Anna dan ibunya mengambil makanan dan minuman.


“Papa ! orang baru duduk sudah ditembak.” Bu Agus menegur sambil tertawa


“Gpp bu. Iya pak saya sudah punya calon. Kalau mamih setuju, Insya Allah kami menikah secepatnya” Anna menjawab dengan tenang. Thank u cireng. Karena elo gua siap menghadapi perangkap ini. Begitu hati Anna memuji adiknya.


Bu Rosidah dan Bu Agus yang lagi minum es jeruk langsung tersedak. Reza langsung menolong ibunya dengan memberikan tissue. Anna juga sama tapi ditepis oleh ibunya.


" Gak usah" jawab mamih tanpa melihat wajah Anna. Mamih terus bertanya tentang Reza. Sementara Anna mulai ngobrol dengan kakaknya Reza.


“Mbak Anna bisa tolong temenin Reza ngecek makan siangnya sudah siap belum ?” Bu Agus mulai menjalankan aksinya.


Anna tau maksud Bu Agus. Dia menurut saja.


" Maapin kedua orang tuaku ya. Kayaknya mereka mau menjodohkan kita" kata Reza sambil melangkah disamping Anna.


" Iya mas gpp. Namanya orang tua. Tapi saya benar benar sudah punya pacar dan dalam tiga hari ke depan, Insya Allah mau perkenalan sekaligus melamar" jawab Anna panjang lebar. " Mas Reza sudah punya calon ?"

__ADS_1


“Belum. Tadinya mau pendekatan sama kamu. Tapi tampaknya terlambat he…he…he” Reza tampak senyum ironis.


“Makasih Mas. Semoga dapat yang lebih baik ya” kata Anna.


Makan siang berjalan canggung. Tapi Pak Agus telah berhasil memperbaiki suasana. Dia fokus dengan nostalgia dengan ayah Anna. Hal ini membuat Anna merasa mulai terpojok, apalagi melihat ibunya yang memendam kesal kepadanya. Pak Agus menggunakan strategi jitu. Secara tidak langsung, dia sedang mengingatkan kalau hubungan diantara keluarga mereka lebih dekat dari yang Anna sadari.


Anna merasa sedih. Dia diam diam membuka hp di bawah meja. Dia kirim WA ke Rye: I miss u. Beberapa menit kemudian ada bunyi WA masuk. Anna terkejut. Ternyata itu balasan dari Rye: I miss u too a million times.


Loh emang di New York jam berapa sekarang ? ketik Anna di WA nya.


Aku baru transit di Hongkong. Tiga jam lagi terbang ke Jakarta. Kerjaan dikebut semalam jadi bisa cepat pulang. Kamu sedang apa sayang ? Rye menjawab panjang lebar.


Anna senang sekali mendengar kabar dari Rye. Senyumnya merekah. Anna baru sadar semua orang memperhatikan, ketika ibunya memukul tangannya pelan.


_____________________***______________________


Diperjalanan pulang, mamih dan Anna tidak saling bicara. Ketika sudah sampai rumah mamih bilang, " kamu gak usah bawa pacarmu ketemu mamih. Mamih sudah memutuskan tidak setuju. Jika kamu mau ngotot, silahkan. Tapi gak usah libatkan mamih dan adik adikmu." Beliau masuk ke rumah dan mengunci diri di kamar.


Anna menangis di kamar sampai adzan ashar…Matanya sembab. Dia turun dari ranjang dan sholat. Dia memohon pada Allah agar hati ibunya lunak dan mau merestui.


______________________***_____________________


Rye tiba di Kota P jam 9 malam. Dia


menginap di Penhousenya di Hotel Andromeda. Dia kirim pesan pada Anna kalau dia sudah sampai. Dia juga bilang, besok pagi dia akan menemui Anna di rumahnya.


Anna masih merasa bimbang untuk merespon WA dari Rye. Akhirnya dia putuskan untuk mempersilahkan Rye datang. Anna bilang agar Rye datang sore saja. Soalnya sejak pagi ibunya sudah punya acara rutin mingguan: senam pagi di CFD, jam 9 pengajian pagi mesjid agung, pengajian siang jam 2. Pulang ke rumah jam 4 sorean.


" Besok pagi, aku mau nge-gym di tempatmu Bei. Aku masih punya voucher gratis dari hotel" Anna menyampaikan idenya.


Rye tentu sangat senang. So, jam 6.30 pagi mereka sepakat ketemu di gym hotel.


Di gym mereka treadmill selama satu jam. Anna istirahat dulu setelah 30 menit. Sementara Rye memperlambat saja agar bisa ngobrol dengan Anna.


Anna mandi duluan. Rye mandi sementara Anna mengeringkan rambut. Rye keluar kamar mandi dengan handuk melilit pinggangnya. Anna bisa melihatnya dari cermin yang sangat besar itu. Anna baru saja memakai CD. Dia urung melepas jas mandinya karena Rye keburu keluar dari kamar mandi. Rye mendekat sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Duh kayak di cerita novel novel itu…


“Sini ku keringkan pakai hairdryer Bei” Mereka saling mendekat. Rye menurut. belum selesai Anna mengeringkan, Rye berbalik. Dia mengambil hairdryer itu dari tangan Anna. Dia mematikannya. Anna bingung dan mengikuti gerak gerik Rye dengan matanya. Rye merangkulnya.


“Aku kangen banget”. Rye melepaskan pelukannya dan memandang Anna. Bibirnya menyesap bibir perempuan yang sangat dirindukannya itu. Anna meresponnya dengan agresif. Rye sangat senang. Mereka saling pandang dan berlalu menuju kamar.


Handuk Rye sudah lepas. Dia membuka ikatan jas mandi Anna yang sudah terlentang.


“Kamu yakin ?” tanya Rye sambil menindihnya. Anna mengangguk.


“Anggap aja ini hadiah ultahmu bulan depan, kukasih lebih cepat” kata Anna. Dadanya tiba tiba terasa perih. Dia menahan diri agar suaranya terdengar ceria.


“Tapi pas ultah aku dapet lagi kan ?” Rye serius banget setengah memohon. Anna tertawa geli dan diapun menarik leher Rye agar mendekat.


Rye melahap Anna dengan rakus dan Anna membalasnya. Rye membuat tanda kepemilikannya di leher dan buah dada Anna. Tapi baru sampai pinggang, Anna menghentikannya.


“Maap gak jadi buka kado sayang. Kayaknya aku dapet”. Kata Anna sambil mendorong Rye perlahan.


Rye yang sudah nafsu jadi kebingungan. Dia berdiri dengan ujang yang siap tempur. Dia melihat ada bercak merah tembus di CD Anna. Diapun mengerti. Dia langsung bergegas ke kamar mandi.


Anna menelepon manager VVIP. Dia minta dibelikan pembalut dan CD.

__ADS_1


Setelah sarapan Anna dan Rye memilih bergelung di atas kasur. Hanya 10 menit Rye sudah terlelap karena masih sedikit jet leg. Anna memeluk erat Rye. Airmatanya menetes dari sudut matanya ketika dia memejamkan mata. Dia sadar bahwa dia sudah harus menjelaskan pada Rye kenyataan yang sesungguhnya.


__ADS_2