CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 12 MENCARI CINTA


__ADS_3

Adnan mengetuk pintu kamar Anna. Setelah menemukan dompet pesta milik Anna, dia pamitan pada tim Prospect kalau dia pulang duluan mengantar Anna. Dia bilang Anna sakit perut karena kebanyakan makan sate taichan di food counter di pojok dekat pintu belakang menuju taman. Teman temannya tertawa. “Hadeeuh itu mah Anna banget !” kata Bu Dian.


Anna membukakan pintu. Dia menggunakan kimono handuk. “Kakak sudah pulang ?” Adnan mengangguk dan menyerahkan dompet berisi hp pada Anna. Anna mengucapkan terima kasih. Anna minta maap tidak bisa ngobrol dengan Adnan karena dia belum selesai mandi. Adnan memeluk Anna…“I love you. Maap semuanya jadi berantakan”. Matanya berkaca kaca. “I love you too”. Jawab Anna. Adnan bermaksud mencium Anna ketika Anna mengantarnya ke luar pintu. Tetapi Anna keburu berlalu dan menutup pintu.


Adnan hanya ikut tim Prospect sampai Kabupaten X. Hal ini sesuai arahan Pak Ben.


Ketika tim melanjutkan tugas di kota berikutnya, Adnan tinggal untuk menemui manajemen PT. Eka Prakarsa. Dia sangat galau bagaimana dia bersikap jika bertemu Rye. Namun ternyata Rye sangat profesional. Dia menerima Adnan dengan baik dan bersikap seolah olah tidak terjadi apa apa. Pertemuan berjalan lancar. Rye memberi beberapa catatan sebelum penyusunan kontrak kerjasama.


Sesungguhnya kejadian malam itu telah menumbuhkan kecurigaan pada Rye. Apakah Anna mengalami kekerasan atau pelecehan ?. Tapi hal seperti ini sulit dikonfrontir langsung karena korban biasanya merasa malu dan memilih menutupi. Ada juga yang bersikap denial atau menyangkal bahwa itu terjadi pada dirinya. Dia memilih untuk menganggapnya sebagai mimpi buruk saja. Maka Rye akan secara hati hati mengamati dan mencari tau.


____________________***_______________________


Deni sangat senang sekali. Akhirnya dia terbebas dari si ikan buntal, Adnan. Dia cukup agresif minta duduk disebelah Anna dalam setiap perjalanan antar kota. Dia duduk disebelah Anna ketika makan. Deni juga jadi mitra di lapangan. Hari itu Deni dan Anna melepas lelah di padang rumput setelah wawancara kelompok petani karet. Deni memetik beberapa bunga liar. Dia memberikannya pada Anna.


“May Mas Deni mau to the point aja. Anna sudah punya pacar belum ?”


“Sudah” jawab Anna santai sambil senyum tersipu. Deni terkejut. Dia gak nyangka si cantik yang cuek dan seringkali polos ini sudah punya pacar.


“Apakah Mas mengenalnya ?” Deni mencoba peruntungannya. Dia deg degan juga. Dia bermohon dalam hati, jangan sampai laki - laki itu si Ikan Buntal.


" Kak Adnan he…he…he" Anna menjawab sambil cengengesan.


“Kok kalian gak kelihatan pacaran. Apa ada yg disembunyikan ?” Deni ngeyel berharap Anna bercanda.


“Ehmm kami baru jadian. Terus kami sibuk banget. Jadi ya gitu deh gak sempat honeymoon” Neng Anna enteng aja ngomong


Gubraaak, jebreet, clebb ! Deni merasa terpukul dan tertusuk belati tajam di hatinya. Dia gak percaya si Ikan Buntal itu sudah berhasil mendapatkannya. Padahal kejadian malam itu, Anna tampak lebih dekat dengan Rye !. Chemistry diantara mereka begitu kuat. Mengancingkan bajunya …, dibelai rambutnya di depan mereka. Tapi malah Adnan yg dia pilih ?. Baah komedi apa yang sedang dimainkan ?. Deni benar benar tidak terima Adnan jadi pemenangnya. Dia bertekad mencari cara untuk memisahkan mereka. Semua sah dalam perang dan cinta ! begitu sesumbar dalam batinnya.

__ADS_1


___________________***_______________________


Nukila datang dan bergabung di tim Prospect untuk mendekati Rye. Dia tipe orang yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Dia bisa menjadi mimpi buruk siapapun yang dia anggap musuh atau saingannya …


Dia lawan yang tangguh dan jarang kalah.


Seperti apa hebatnya Nukila ? mari kita lihat pada cerita empat tahun yang lalu …


Nukila membuat proyeknya di Maluku berasal dari pertemuannya dengan Proyogo. Dia seorang geologis handal dan bekerja di perusahaan tambang emas, Giant Mining di Maluku. Nukila berkenalan di ruang tunggu keberangkatan internasional Bandara Soetta. Dalam perkenalannya itu, Prayogo akan menjadi pembicara pada suatu konferensi internasional tentang tambang di Mongolia.


Di Italia saat itu mulai masuk musim gugur. Tapi bagi Nukila terasa seperti musim semi 😊. Hal ini karena dia baru saja memenangkan proposal untuk proyek di Maluku. Dia mengalahkan proposal Rowena untuk proyek di Rwanda…


“Saudara saudara sekalian, kita telah banyak menghabiskan investasi di banyak tempat seperti negara Rwanda. Sekarang kita membutuhkan sebuah proyek dengan stabilitas yang akan menciptakan kesempatan yang lebih besar untuk sukses. Maka hal itu akan membawa lebih banyak manfaat yang disukai donor (pemberi dana) dan menambah praktek baik dimana tempat lain bisa mencontohnya termasuk Rwanda. Maluku menawarkan kesempatan itu !.”


Dewan direksi mengangguk angguk dan bertepuk tangan. Mereka akhirnya setuju untuk memilih proyek Maluku. Rowena tentu kecewa tapi dia harus mengakui kalau argumentasi Nukila memang solid.


Nukila keluar dari ruang presentasi dengan senyum dan mata yang berbinar binar. Sambil melangkah ke lobby, dia berkata lirih…


Pada hari pertama Nukila memulai proyeknya di Maluku…


Nukila menyanggul rambutnya model kasual. Sambil memasang jam tangan dengan tali kulit bergaya gelang etnik, dia mengamati jadwal kegiatannya hari ini: rapat staf lokal untuk proyek baru, makan siang dengan Direktur Giant Mining dan Manajer CSRnya, observasi nelayan sebagai calon penerima manfaat proyek dst. Itulah hebatnya Nukila Ambarwati. Dia dan proyeknya semata mata untuk kepentingan pribadi mengejar Prayogo. Tapi dia bisa membuatnya bermanfaat juga untuk kemaslahatan umat ! he…he…he


Mau tau ngototnya Nukila kayak apa ?


Saat itu sedang rapat di divisi CSR Giant Mining. Orang orang tampak bingung. Dahinya berkerut dan sebagian garuk garuk kepala.


“Pokonya keterlibatan geologis dalam proyek kerjasama kita sangat KRUSIAL !!” begitulah Nukila mengakhiri presentasinya. Lola berbisik pada Rhonda atasannya, " Bos baru kali ini kudengar geologis berperan besar pada program UMKM. Ikan pula yang diurusin !"…

__ADS_1


“Yaah aku juga begitu. Tapi dia itu kan komisioner tingkat dunia. Mungkin dia banyak tau yang kita tidak tau”, timpal Rhonda mencoba meyakininya.


“Maap bu. Saya masih belum paham. Kenapa geologis begitu penting untuk pemberdayaan nelayan perempuan ?” Eko bertanya ragu - ragu.


“Itulah kesalahan umum kita para pegiat ekonomi rakyat. Kita tidak pernah menyadari bahwa ilmu eksakta seperti geologi itu sangat penting. Bagaimana kalau ada tsunami ?” Nukila bener bener blunder karena dibutakan oleh obsesinya pada Prayogo.


Rhonda, manajer divisi CSR Giant Mining memutus diskusi sudah cukup. Dia sepakat untuk memasukkan kegiatan pendidikan tentang lingkungan dengan cara mewaspadai pergerakan bebatuan untuk mencegah gempa. Hal ini bisa menjadi sistem pendukung untuk pengembangan usaha nelayan perempuan. Setiap bulan geologis akan dihadirkan untuk ngasih ceramah (hadeuuuh 🤦). Nukila tersenyum puas. Jalan untuk ketemu Prayogo sudah terbuka. Gila kan ?


Kesempatan bertemu dengan Prayogo datang lebih cepat. Dia ternyata sudah bertunangan dengan seorang pramugari. Namun itu tidak menjadi penghalang untuk Nukila menyatakan cintanya. Pada pertemuan ketiga dimana mereka suka saling merayu secara halus, Nukila berkata, …" kamu tau Mas saya harus melintasi benua lain untuk bisa bersamamu hari. Tapi itu semua kandas karena kamu sudah bertunangan. Aku datang terlambat ya…" katanya sendu. “Jika kamu bersedia memberikan kenangan indah yang bisa saya bawa pulang dan tidak bertemu denganmu lagi…” Nukila tidak melanjutkan bicaranya. Dia malah mengambil hp dan mengetik pesan.


Notifikasi pesan masuk ke hp Prayogo. Dia tidak membukanya. Dia bingung melihat Nukila beranjak dari duduknya, mencium bibir Prayogo perlahan, dan diapun berlalu. Prayogo tergagap. Dia membuka pesan singkatnya, …kamar 12 you know where…


Prayogo mencium bibir Nukila dengan rakus. Nukila membuka baju Prayogo. Prayogo kesetanan melihat penampilan Nukila yang hanya memakai baju tidur tembus padang dan di dalamnya tampak jelas tanpa ada penutup lagi. Prayogo melempar Nukila ke ranjang dan mereka melakukannya lagi dan lagi.


Malam itu bukan malam perpisahan tetapi awal perselingkuhan penuh gairah. Sampai suatu hari, Prayogo pulang mengunjungi ibunya di Jawa. Tiga hari kemudian, dia mengirim pesan pada Nukila bahwa dia terpaksa menikahi kekasihnya karena hamil.


Prayogo mengganti nomor handphonenya. Nukila sangat terpukul. Dia hand over pekerjaan di Maluku pada project manager yg dia tunjuk. Dia kembali ke Italia untuk bekerja di kantor pusat sebagai salah satu komisioner.


____________________***_______________________


Anna sangat senang, lusa sudah kembali ke rumah setelah dua minggu menjelajah lima kabupaten. Dia berencana akan tidur selama 7 jam perjalanan dari Kabupaten Z ke Kota P. Maka dia memberitahukan Bu Ririn kalau dia mau naik mobil ranger saja. Dengan demikian Dino punya kesempatan duduk dengan Cecen di mobil van.


Anna memakai baju Carolina Herrera lagi untuk makan malam penutup dengan Wakil Bupati. Dua baju baru dan dua baju kondangan lamanya sudah terpakai di empat kota sebelumnya. Dino tampak sumringah jalan bareng Cecen yang baru saja resmi pacaran.


Triana dan Bu Dian pakai baju batik senada karena memang janjian. Bu Ririn istiqomah dengan baju padu padan etnik Sasak. Deni dan Omar biasa aja dengan baju batiknya. Nukila bisa dibilang bintangnya. Rambutnya disanggul modern, baju tunik dengan kain batik yang pas membentuk tubuh. Asesoris yang indah membuat Nukila tampak semakin eksotis.


Mereka telah duduk bersama beberapa pejabat mitra tim yang diundang. 10 menit kemudian, Wakil Bupati masuk diikuti ajudannya. Badannya tinggi besar. Sedikit gemuk tapi terlihat gagah. Beliau populer dengan panggilan Pak Pongky. Nama aslinya Prayogo Adiyatmo. Ketika menyalami tim Prospect, Pak Pongky tampak kaget melihat Nukila. Sesekali Pak Pongky melihat ke arah Nukila ketika sedang ngobrol dengan Bu Ririn.

__ADS_1


Mereka duduk berhadapan. Wakil Bupati duduk di tengah dan diapit para pejabat. Bu Ririn dan timnya ada di sebrang meja makan.


Nukila yakin itu adalah Proyogo yang empat tahun lalu mengisi malam malamnya dengan erangan penuh gairah. Meskipun pada akhirnya ditinggalkan. Dia heran kenapa Prayogo orang Jawa yang kerja di Maluku malah jadi Wabup di Kalimantan ?


__ADS_2