CEO TAMPAN MENCARI RESTU

CEO TAMPAN MENCARI RESTU
Bab 29 RIVAL


__ADS_3

Stefani Hanusa berusia 31 tahun. Nama panggilannya Stefi. Dia teman Rye waktu SMA di Australia. Dia naksir Rye. Tapi Rye malah pacaran dengan Hannah. Saat tau Rye akan mengambil S2 di London Business School, Stefi memilih sekolah yang sama.


Restoran Tulip ada di lantai 30 di Hotel The Dutch. Stefi melangkah masuk dengan elegan. Dia menggandeng tangan ibunya.


Nyonya Henidar dan beberapa istri horang sangat kayah berdiri menyambut mereka. Ny. Lala Hanusa cipika cipiki sambil memperkenalkan putrinya, Stefani.


“Oh ini Stefi yang temennya Rye waktu SMA ya ? aduuuh cantiknya. Kok baru kelihatan ?” Ny. Heni membelai kedua lengan Stefi dengan kedua tangannya.


“Iya tante. Aku tinggal dan bekerja di London. Baru datang kemarin. Aku ditawarin kerja sama Kak Rye he…he…he.” Stefi tersipu sipu


“Itulah…Mbak Hen. Dia itu dari dulu diajak papanya ngurusin perusahaan. Gak mauuu dia. Giliran Rye yang ajak, mau dia.” kata Ny. Lala sambil memasang serbet di pangkuannya.


Hal itu direspon dengan godaan dari ibu ibu yang hadir di acara makan siang itu.


“Udah jadiin aja. Mereka berdua selevel dalam semua hal kecuali agama. Gimana Bu Heni dan Bu Lala ?” tanya Ny. Stela Priambodo, istri CEO pabrik terigu Nusa Indah dari Grup Nusa Indah Food.


Stefani tertawa kecil dengan wajah merona.


" Saya sih gak keberatan kalau Stefi pindah agama. Selama dia tetap jadi orang yang baik dan bahagia." Ny. Lala merespon sambil tersenyum


Ny. Henidar hanya merespon dengan senyum.


Sepulang dari acara makan siang, Ny. Henidar kirim pesan pada Rye, " Mama mau ketemu sama Anna."


_______________________***____________________


Tim Prospect akan selesai masa tugasnya dalam satu bulan ke depan. DR Ririn menyampaikan review atas komitmen 5 pemda yang jadi lokasi studi dan persiapan.


“Bupati Kabupaten V, Y, dan W memiliki komitmen yang baik. Kabupaten X dan Z tampaknya akan jadi batu sandungan. Mereka punya banyak kepentingan bisnis di sektor industri pertambangan, perhutanan, dan perkebunan. Mafia bisnis ini sulit diberantas meskipun presiden sudah memberi instruksi untuk memsukseskan Program Prospect ini. Jadi rekomendasi kita adalah proyek fokus di tiga kabupaten. Sedangkan untuk X dan Z rekomendasinya ya penegakkan hukum dulu.” DR. Ririn tampak kesal dengan situasi di Kabupaten X dan Z.


Saat jam istirahat, Anna mencari Cecen untuk makan siang. Dia menemukan Cecen sedang bertelepon ria dengan seseorang.


“Aku selama ini selalu jadi penurut. Dari mulai sekolah, pakaian, model rambut. Semuanya ! mami sama papi yang menentukan. Tolong untuk jodoh biar Cecen tentukan sendiri miii.” Cecen terdengar emosional.


Entah apa jawaban di sebrang sana tapi Cecen tampaknya sudah pada puncak emosinya.


" Mami dan Papi mengaku kristen yang taat. Apakah Tuhan Yesus mengajarkan diskriminasi ? sehingga kalian ingin menjaga kemurnian suku dan keturunan. Tuhan mengajarkan agama kasih miiii. Maap Cecen gak bisa berdebat lagi. Kalau Cecen gak boleh pacaran sama Dino, Cecen jadi jomblo aja !." Cecen mengakhiri teleponnya.


Anna menghampiri dan memeluk Cecen.


“Sabar ya Cen. Aku juga sebelumnya ditentang mamih, tapi sekarang sudah merestui. Kak Rye datang ke rumah dan meyakinkan mamih. Dino bisa mencoba itu. Nanti aku bicara dengan dia.” Anna menenangkan Cecen.


Cecen tampak sanksi kalau orang tuanya akan luluh. Tapi dia berharap Dino bisa merubah pikiran mereka.


_____________________***______________________


Mamih tampak murung beberapa hari ini. Derri yang lagi libur kuliah, mengorek informasi dari Bi Sumi.


“Kasian mamihmu itu de. Beliau sudah menyampaikan ke Bu Agus soal keputusannya memberi restu pada pilihan teteh. Jadi sejak saat itu, mamihmu kayak dicuekin gitu. Kasian. Mamih kan sudah berteman lama dengan Bu Agus dari kalian bayi.” kata Bi Sumi sambil melipat cucian kering.


“Lebih tepatnya ajudan ! bukan teman.” kata Derri kesal.


Sebenarnya Derri senang sih, kalau ibunya itu berhenti bergaul dengan grup keong racun itu. Siapa lagi kalau bukan Bu Agus, Bu Joni, Bu Fauzi, dan Bu Aston. Tapi dia juga menyadari lingkup kehidupan ibunya itu memang sempit. Beliau merantau dengan ayahnya dari Jawa Barat. Mereka tidak kenal siapapun selain teman kantor dan tetangga.


Ibu ibu pengajian yang tergabung dalam grup musik habsyi (semacam qosidah tapi isinya banyak sholawat dan do’a) sedang latihan di Mesjid Al Barokah. Mamah Adit vocalis. Mamih termasuk salah satu penabuh rebana. Bu Agus penabuh tam dan tentu saja sekaligus pemimpin grup.


“Aduuuh stop stop. Ini tim rebana kok hambar gitu sih. Empat orang tapi terdengar seperti tiga orang. Sudah kita akhiri aja latihannya.” Bu Agus ngomel.


Mamih dan tiga rekannya saling pandang kebingungan. Tapi mereka gak berani protes.


“Eh Bu Agus ayo cerita. Itu rencana mau mantu bulan depan” kata Bu Joni sambil memberi kode pada ibu ibu lain

__ADS_1


“Iya Alhamdulillaah. Reza anak saya mau menikahi dokter gigi. Itu anak dokter umum Parlan. Kebetulan bulan lalu ketemu di kondangan. Terus papanya dan dokter Parlan sepakat deh kita besanan. Anaknya cantik dan gak sombong.” Bu Agus senang sekali diberi panggung oleh Bu Joni


“Eh bukan cuma itu loh ibu ibu. Pak Agus dan Bu Agus ini mau bikin pesta besar besaran. sudah booking Hotel Andromeda kan bu ?” Bu Joni ibarat tukang obat, promosi terus.


“Ah Bu Joni bisa aja. Iya maklum kita besanan dengan keluarga terpelajar dan cukup terhormat. Kami cuma ingin besan kami tau, bukan hanya Reza itu tampan, baik, dan punya masa depan cemerlang di kepolisian. Tetapi juga istrinya akan hidup terjamin oleh mertua.” kata Bu Agus sambil mesem mesem centil. Sesekali dia melirik sinis pada mamih


" Aduuuh beruntung sekali punya mertua kayak Bu Agus. Ayo tukeran sama mertua saya yang cerewet dan pelit itu." kata Bu Adit sambil ketawa. Hal itu disahuti oleh ibu ibu yang lain.


Mamih hanya menghela napas dan diam.


Habis sholat Isya, Bu Fawzi datang ke rumah Anna. Dia mau mengembalikan tupperware milik mamih.


Rangga yang buka pintu.


“Siapa de ?.” tanya Derri sambil mencuci piring bekas dia makan. Di keluarganya, anak anak diminta membantu bersih bersih di rumah meskipun ada pembantu.


“Mama Tedi.” kata Rangga sambil naik ke tangga. Dia menuju ke kamarnya.


“Mama Tedi itu kan Bu Fawzi. Wah keong racun nomor 3 nih. Nguping ah.” guman Derri sambil masuk ke ruang keluarga


“Sebentar saya buatkan teh ya bu.” Terdengar suara mamih di ruang tamu.


“Gak usah. Saya sebentar aja kok.” jawab Bu Fawzi alias Mama Tedi.


“Saya cuma bilang sama Mama Anna. Bu Agus itu kok habis habisan jual aset. cuma buat pesta anak satu hari. Padahal dia masih punya si bungsu yang masih kuliah.” Bu Fawzi mulai bergosip


“Maksud ibu habis habisan itu gimana ?.” tanya mamih penasaran. (mohon maklum dia hanya manusia biasa he…he…he)


“Lah Bu Anna orang terdekat Bu Agus dan paling lama kenal dibanding kami. Masa ibu gak tau. Bu Agus itu kan jual semua tanahnya. Kebun karet yang di kampung sebanyak 5 hektar dan 3 kavling tanah di pinggir kota. Itu semua dijual untuk bayar biaya paket pernikahan di Hotel Andromeda. Saya juga termasuk yang disuruh bantu jualin. Total semua tanah dan kebun itu dapat 600 jt. Nah bayar hotel untuk 500 orang itu 1 M !. Jadi sisanya ngambil semua tabungan Pak Agus katanya.” kata Bu Fawzi bersemangat.


“Oh ya untuk hajatan dan keperluan keluarga di luar hotel seperti siraman, ngunduh mantu, pengajian, penginapan keluarga dari luar kota, baju seragam, waah pokonya semua detailnya itu. Bu Agus ambil tabungannya yang cuma 10 juta itu. Dia juga jual satu gelangnya seharga 10 juta. Gila nggak tuh ?.” lanjut Bu Fawzi.


_____________________***_____________________


Anna sangat gugup mendapat ajakan dari Rye untuk bertemu keluarganya. Namun dia menyadari, hal itu pada suatu saat akan terjadi. Dia menyampaikan hal itu pada ibunya.


“Mih akhir pekan ini Kak Rye mengajak teteh ketemu ibu dan keluarganya. Kebetula hari sabtu, ibunya ulang tahun. Berharap teteh bisa nginep barang dua atau tiga hari untuk saling mengenal.” kata Anna kelihatan sedikit gugup


“Ya udah pergi aja. Jangan bikin malu orang tua. Kalau makan yang kalem jangan sampe ngeces ke baju. Terus jangan terlalu santai. Bersikap anggun dan penuh perhatian. Cari tau apa yang calon mertuamu itu sukai dan tidak sukai.” mamih mulai ceramah


Anna berangkat dari Kota P ke Jakarta menggunakan penerbangan jam 4 sore pada hari Jum’at. Rye juga terbang dari Bangkok dengan penerbangan siang. Dia akan tiba lebih dulu dari Anna.


Rye menunggu Anna d Hotel Transit. Dia kembali ke bandara menjemput Anna.


“Aduuh anggun sekali pacar Bou Bai.” si pria tampan itu menilik Anna dari ujung rambut sampai ujung kaki.


“Apa-an sih” Anna tersipu malu dilihatin orang lain yang juga sedang menjemput di depan ruang kedatangan.


Rye mengambil koper kecil Anna. Mereka berjalan berpegangan tangan menuju mobil.


Anna disambut Ny. Henidar di ruang tamu.


“Mamamu mirip Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno.” bisik Anna pada Rye ketika Ny. Heni ke kamarnya dulu untuk mengambil sesuatu.


“Iya orang orang bilang begitu he…he…he.” kata Rye sambil nyosor ke leher Anna yang duduk disampingnya. Anna langsung mendorongnya.


“Jaga sikap ya !” kata Anna sambil melotot


Rye mau ngeyel tapi ibunya keburu datang.


“Ini album foto Rye dari lahir sampai wisuda S2.” kata Ny. Hani sambil menyerahkan foto album ke Anna

__ADS_1


“Mama punya foto album semua anak anak mama. Meskipun era digital. Mama lebih senang mencetaknya dan dikumpulkan dalam album. Punya Rye cuma satu album. Nanti nambah kalau sudah menikah dan punya anak. Nah Rye ajak Anna tur keliling rumah. Kalian bisa terusin ngobrol di taman belakang dekat kolam renang, atau mau istirahat terserah. Makan malam nanti jam 7 habis Insya. Snack sore tinggal pesan ke pelayan ya.” kata mama sambil beranjak pergi.


“Makasih ma” jawab Anna pendek dan masih grogi


Aku mengerti mengapa Rye jatuh cinta pada Anna. Dia perpaduan cantik dan cerdas. Sikap santun dan bicaranya gak dibuat buat. Rye bilang otentik. batin mama sambil menuju dapur.


Rye mengajak Anna tur dan makan pempek di taman belakang. Mereka dua makan dengan lahap


“Ini pempek terenak yang pernah kumakan Bei.” kata Anna dengan mulut penuh.


Anna makan tiga adaan, satu kapal selam ukuran sedang, dan sedang berjuang menghabiskan satu lenjer. Padahal perutnya sudah terasa kenyang. Dia lupa semua wejangan ibunya agar jaim, ketika melihat aneka pempek di nampan besar.


_____________________***____________________


Ulang tahun mama dirayakan bersama keluarga saja. Anna diperkenalkan pada semua orang saat makan siang bersama.


“Kalian sudah menentukan konsep pernikahan kalian seperti apa ?.” tanya Rosita


“Belum.” jawab Rye dan Anna serempak.


Semua tertawa dan tentu saling bersahutan menggoda Rye dan Anna. Kecuali Felicia tentu saja. Dia datar aja.


“Anna sudah siapkan gaun untuk acara ulang tahun Erlangga Group ?. Kalau belum, pergilah shopping dengan Feli atau cece yang lain.” kata Hendra sambil melirik ke Feli dan Rosita.


“Aku sudah belikan untuk dia. Sore ini dikirim dari butik Dior.” kata Rye merespon kakaknya.


“Kalau gak cocok nanti kamu bisa beli sendiri ya, dianter cece atau cece ipar. Aku masih harus rapat sama Ko Hendra.” Rye beralih pada Anna.


gila, pinter juga si Rye cari bini. batin Robi


gimana ya caranya agar Anna jadi milikku. batin Sonny


Setelah makan siang, Anna bermain main dengan keponakan Rye, dan ipar iparnya. Ruang bermain ada di dekat kolam renang dengan tembok dan pintu kaca. Di teras ada meja dan kursi makan dekat kolam. Anna bertemu Rye saat makan malam. Saat itu hanya ada dia, Rye, Feli, dan mama.


______________________***__________________


Para tamu memandang takjub penampilan Anna malam itu. Dia tampak gugup menggunakan gaun strapless, bling bling pula. Tapi dia menyukainya karena mirip baju yg dipakai Anne Hatheway pada acara Oscar. Giwang emerald kecil dengan satu bintik berlian membuat penampilan Anna sempurna.


Beberapa wajah tamu tampak sinis menahan kecewa. Ada kekecewaan, satu pupus mimpi bisa besanan dengan keluarga terkaya no 14 di Indonesia, dan satu lagi kecewa karena pupus harapan untuk jadi gebetan Rye.


Sonny dan Robi sangat ramah dan mencuri curi kesempatan untuk bisa ngobrol dengan Anna. Ini dunia baru bagi Anna. Dia masih canggung dan merasa kesepian diantara banyak orang. Dia hanya mau Bou Bei disampingnya. Tapi sang pujaan sibuk kesana kemari, ngobrol dengan kolega dan rekanan.


“Hai senang bertemu denganmu. Perkenalkan aku Stefani. Dipanggil Stefi.” kata Stefi mengulurkan tangan pada Anna.


Anna menyambutnya dan ngobrol basa basi dengan Stefani. Ketika Stefani pamit, Feli mendekat.


" Hati - hati ! dia ngincer si Rye dari SMA." bisik Feli


Anna termenung. Stefani tadi cerita, kalau dirinya besok sudah bergabung di PT. Eka Prakarsa dan akan tinggal di site di Kabupaten X.


Keesokan harinya, Anna pamit pulang pada mama. Dia pulang naik helikopter dengan Rye. Ternyata di hanggar Stefani sudah menunggu untuk bergabung dengan mereka. Anna sangat kesal.


_____________________


Readers yang budiman,


Akankah Stefani berhasil merebut Rye dari Anna ? ikuti kisah selanjutnya


Tolong dukung otor dengan like, komen, dan voter


Trims

__ADS_1


__ADS_2