
Di kantor Hijau Lestari semua staf berkumpul dan dua staf baru telah direkrut. Hari ini CEO PT. Eka Prakarsa akan datang untuk penandatanganan kontrak kerjasama. Ini permintaan khusus Pak Rye Adrian Raharja, sang CEO. Dia ingin mengenal mitra kerjanya dari dekat dan merasakan suasana kerja di LSM.
Riska sudah kembali dari Vietnam sejak minggu lalu. Dia bawa kue khas vietnam dua kotak dan gantungan kunci untuk semua orang. Cuma Adnan yang dapat oleh oleh istimewa: kaos, mug, gantungan kunci, topi, dan tas goni buatan tangan.
Di kantor termasuk Riska belum ada yang tau kalau Adnan dan Anna pacaran. Hal itu sengaja dirahasiakan. Dino pun belum tau.
Pak Rye datang dengan baju kemeja biru, celana jeans hitam, dan sepatu kets biru. Meskipun jam tangannya seharga motor baru Agus, penampilan Rye bisa dibilang cukup sederhana untuk seorang konglomerat.
“Daebaaak ! gile mukanya kayak oppa di film Teman Makan Malam cuy !” Omest berbisik pada Neni. Bukan hanya Omest dan Neni yang terpesona. Cewek cewek di kantor itu termasuk Mbak Jamil yang tomboy pun ikut meleleh.
Rye didampingi Pak Ridzy -Manager Humas, Salman staf Humas, Mbak Stefani Bagian Hukum, Daniel Asisten Eksekutif, dan Lidya Sekertaris CEO.
Para staf sudah berjejer di depan pintu masuk loby lantai satu. Pak Ben memperkenalkan sambil Rye menyalami satu satu.
"Ini Wira, Koordinator Comdev. Dan ini anak buahnya: Bambang, Prajudi, Elsi, Dessy, Agus, Minoy. Ini tambahan staf baru khusus untuk ditugaskan pada program kita, Nova dan Frans. Let’s move on to Information & Communication ( I & C): Indri dan Arinata. Tim Lingkungan: Ibu Dian, Anda sudah bertemu dengannya. Ini stafnya: Riska SPO, Winda, dan Dodi - PO…
“SPO itu apa ?” Rye menyela.
“Senior Program Officer” Riska dan Pak Ben berbarengan. Semua tertawa.
“Ok lanjut. Ini Jamilah, Manajer HR dan Keuangan. Ini stafnya: Tiara akunting, Hendra Kasir dan pengadaan barang, Neni Administratur umum. Dan inii…Adnan Program Manager. Pak Rye sudah sering ketemu tentunya (seandainya Pak Ben tau kejadian malam itu). Nah ini supporting staf yang langsung dibawah Adnan: Dino untuk Pelatihan & Pengembangan Kapasitas, serta Anna untuk Riset dan Kebijakan Publik. Pak Rye mungkin masih ingat sebulan yang lalu pernah rapat dengan Anna.” (bagaimana mungkin lupa. Dua kali bertemu dan dua kali pula harus gendong dia) batin Rye geli sendiri.
“Hallo bagaimana kabar ?” sapa Rye menatap sekilas tapi berbekas di hati Anna. Tatapan penuh sejuta makna yang dia sendiri gak paham artinya.
Adnan merasakan panas di dadanya.
Pak Ben mengajak Pak Rye tour keliling kantor sementara para staf menunggu di ruang rapat. Setelah sambutan kedua belah pihak, maka dilakukanlah tanda tangan kontrak untuk tiga tahun ke depan, dengan syarat dan ketentuan berlaku tentu saja.
Pak Ben dan para senior staf: Adnan, Jamilah, Bu Dian, Wira, dan Riska, tetap tinggal di ruang rapat untuk berdiskusi dengan Pak Rye dan timnya. Tim I & C juga tinggal untuk dokumentasi foto dan notulensi. Sedangkan staf lainnya kembali ke ruang kerja di lantai dua.
__ADS_1
Omest dan para cewek gank rusuh langsung mengerubuti Anna.
"Ini foto Rye mirip aktor film hot Korea, Song Seung - Heon" kata Neni
“Annaaaa…pantesan loe sampai gak balik ke kantor. Bos Bos telepon dan kirim pesan gak loe jawab. Ya ilaaaah rapat sama oppa guanteeng poolll…” Dessy mencubit kedua pipi Anna dan mengguncang guncangnya.
Anna mencoba melepaskan diri.
“Apaan sih kalian ini lebay banget. Biasa aja kali.” kata Anna sambil mengusap pipinya.
“Alaah sesama jomblo gak usah ja-im cuy." kata Tiara.
Selanjutnya teman temannya bertanya bersahutan sampai Anna bingung menjawabnya.
“Ya itu kan soal selera. Meskipun gua juga pecinta drakor, drapan, dan dracin tapi menurut gua mah, dia biar cakep, mukanya kurang macho. Kayak pemain badminton gitu. Gue senengnya yang kayak Henry Cavill atau siapa tuh pemain Cristian di Fifty Shades of Grey ?” Anna membela diri meskipun tidak tau salahnya dimana.
“Hadeuuuh si Anna bener bener harus mendapatkan Tausiah soal memilih pria idaman. Kak Elsi silahkan ?” Winda dengan jenaka mempersilahkan Elsi memberi wejangan. Elsi mengangguk dan maju selangkah. Teman temannya tertawa geli.
Gubraaak…para cewek itu saling pandang dan kemudian ada yang tepuk jidat, ada yang melongo speechless he…he…he…Neni merangkul pundak elsi dengan satu tangan dan tangan lainnya memegang tangan Elsi. Dengan gaya serius dia menuntun Elsi.
"Kakak pulang aja ya daripada jaka sembung makan cireng ! "…
Teman temannya yg lain tertawa
“Oiiiiy maksi !” Yuddis yg bergerombol di tangga dgn staf cowok lainnya (kecuali Omest) memanggil Anna dkk untuk turun makan.
Cewek cewek masih juga ngomongin Rye.
“Eh Pak Rye punya ruang khusus di ruang kerjanya kayak di novel novel itu nggak ya ?” kata si Minoy. Yang lain saling memberikan komentar. Ada yang ragu karena Rye terlihat sederhana. Ada yang yakin punya dll.
__ADS_1
Anna yang berjalan paling belakang hanya senyum saja. Seandainya mereka tau kalau dia sudah lihat kamar panhousenya Rye dan bahkan terkunci di lemarinya he…he…he…
___________________***________________________
Adnan kesal harus berpisah lagi dengan Anna. Besok Anna pergi lagi ke lapangan selama dua minggu. Mereka sudah pacaran selama satu bulan tapi Adnan belum berhasil mencium Anna. Dua minggu pertama, Anna di lapangan. Seminggu pertama kencan banyak gangguan. Seminggu ini baru bisa kencan dua kali dan Anna gak mau dicium karena saryawan.
" Ayo sayang…sariawan itu tanda kurang vitamin C. Tau gak C itu kepanjangan dari apa ? itu Cium !" rayu Adnan putus asa
" Idih kakak jorok aku mah sariawan ke gigit waktu makan cilok ternyata dalamnya masih panas. "
Adnan menyerah dan hanya memeluk Anna.
Pernah dengar ada pelangi sebelum badai tiba ?
Hari ini tim berangkat lagi ke lima kabupaten lokasi studi. Cuaca cukup cerah di kota tapi setelah dua jam perjalanan, hujan turun cukup deras. Saat ini memang sudah masuk musim hujan.
Pada saat tiba di Kabupaten X, hujan masih belum berhenti. Sebagian sudah ngantuk dan sebagian lagi masih ingin makan lagi. Hanya Nukila yang tampak ceria dan tidak sabar ingin hari esok segera tiba. Pertemuannya dengan Rye adalah langkah konkrit pertama untuk mewujudkan rencananya.
Deni benci dengan Kabupaten X sejak kejadian malam itu. Apalagi mendengar nama Rye, rasanya ingin melemparkan benda yang ada di sekitanya.
____________________
Dear Readers,
Apakah persaingan akan semakin memanas ? cari tahu di episode lanjutannya
Jangan lupa like, komen, dan vote
Oh ya yang penasaran wajah Anna dan Rye, silahkan lihat di bawah ini
__ADS_1