
Bu Agus saat ini sedang terpuruk. Dia masih sakit hati karena kalah dalam pemilihan ketua pengajian. Dia mengutuk para jamaah mesjid.
Aku selama dua periode mengabdi sebagai ketua. Kok bisa bisanya kalah sama orang pendiam macam Bu Aswin. kutuknya
Sore ini, Sinta anak sulungnya masuk rumah sakit karena kehamilannya bermasalah. Sedangkan suaminya adalah staf pengawas kebun di sebuah perusahaan sawit. Jadi pulang seminggu sekali. Ini cucu pertama buat Bu Agus.
“Hamil anak pertama di usia 30 tahun tidak apa apa bu. Selama rahim dan kondisi fisik baik. Bu Sinta rahimnya memang lemah. Dia harus bed rest selama 4 bulan.” kata dokter
Akhirnya Sinta dibawa pulang ke rumah Bu Agus. Sinta merasa sakit hati oleh ibunya. Orang tuanya mengeluarkan uang 200 juta rupiah waktu dia menikah. Hal itu terus diungkit karena suaminya tidak terlalu kaya. Sedangkan untuk Reza, orang tuanya menjual semua aset berharga. Bahkan mobil Bu Agus diberikan pada Reza.
Semua anak Bu Agus sakit hati karena orang tuanya pilih kasih. Rafa sebagai anak bungsu merasa tersisih. Dia satu sekolah dengan Rangga dan sama sama kelas 3. Dia digerebek polisi ketika sedang pesta shabu di rumah temannya.
Pak Agus sudah tidak punya tabungan. Dia akhirnya menggadaikan rumah senilai 100 juta. Uang itu untuk menebus Rafa agar tidak masuk penjara. Dia sudah punya pinjaman ke bank untuk DP kredit rumah Reza sebesar 200 juta juga. Karena usianya sudah 60 tahun, bank menyetujui kredit untuk jangka 5 tahun saja. Jadi total cicilan pokok dan bungan selama 5 tahun itu adalah 450 juta. Pak Agus gak keberatan karena gajihnya sebagai manajer itu 17 juta. 9 juta dari gajinya dipakai untuk membayar pinjaman.
Witni, anak ketiga juga sangat kecewa. Dia disuruh menunggu tahun depan untuk menikah dengan pacarnya. Dia sesama pegawai Bank. Orang tuanya ingin pernikahan yang mewah. Biaya minimal 200 juta seperti pernikahan Sinta. Tapi saat ini mereka sudah tidak punya uang. Witni dan kekasihnya harus membiayai sendiri. Orang tua pacarnya sangat marah. Dasar matre ! begitu umpat mereka. Akhirnya Witni dan pacarnya putus.
____________________***______________________
Satu bulan setelah pernikahan Anna
Pak Ben memanggil Adnan
“Adnan kontrakmu akan berakhir tiga bulan lagi. Saya mohon maap tidak bisa memperpanjang kontrakmu. Saya akan mengangkat Bu Dian sebagai PM. Semoga dalam waktu 3 bulan ke depan, kamu bisa dapat pekerjaan baru yang lebih baik. Terima kasih atas kerja baikmu selama disini.” kata Pak Ben sopan tapi to the point
Adnan sungguh kecewa. Tapi dia tidak bisa berbuat apa apa. Pak Ben sudah memberikan pemberitahuan sesuai aturan, yaitu 3 bulan sebelumnya.
Adnan setelah pulang kantor, mengirim pesan pada Riska untuk datang ke rumah kontrakannya.
Riska merasa takut ketika mendapatkan pesan itu. Tubuhnya masih memiliki bekas memar meskipun sudah pudar. Kejadian setelah pesta pernikahan Anna merupakan puncak kekerasan yang dia terima dari Adnan.
Riska memutuskan untuk datang meskipun takut. Dia penasaran dengan pesan Adnan.
Isi pesan Adnan: Bisa ke rumahku ? Aku mau ngomong. Pesan yang tidak jelas tapi mensiratkan kalau Adnan mau berdialog dengan Riska.
“Kakak mau membicarakan apa denganku ?.” kata Riska begitu bertemu Adnan di kontrakannya
“Kamu ngadu sama Bu Dian atau Pak Ben soal kita?.” tanya Adnan ketus
“Enggak kak. Aku bersumpah. Aku cinta kakak. Buktinya aku datang sekarang.” kata Riska memelas
“Bohong ! kamu pasti ngadu. Aku dipecat gara - gara kamu. Dasar pembawa sial.” kata Adnan ngotot
Riska menangis dan bersumpah. Adnan tidak menggubris. Dia melampiaskan kekesalannya pada Riska dengan brutal.
#Di rumah Riska
Ibunya Riska khawatir karena Riska izin mau keluar tapi belum pulang juga.
“Elsa coba telepon kakakmu. Dia pergi kemana sih ? ini sudah jam 10 malam.” kata ibunya khawatir.
Elsa tidak bisa menghubungi Riska. Dia akhirnya menghubungi kakaknya, Naomi.
“Aku sudah curiga dengan Kak Riska. Kayaknya dia punya pacar. Tapi tampaknya hubungannya rumit karena dia merahasiakannya dari kita.” kata Naomi prihatin
“Apa dia jadi selingkuhan orang kah ?.” kata Elsa
“Entahlah. Coba kakak tanya Bu Dian. Dia kan bosnya tapi sudah akrab dengan keluarga kita.” kata Naomi
“Ya udah kakak telepon dia sekarang.” kata Elsa
Bu Dia sudah tidur jam 10 malam. Dia terbangun ketika HPnya berbunyi. Dia mengambil hpnya di atas nakas sebelah ranjang.
“Halo.” katanya dengan mata masih setengah terpejam
“Bu Dian, maap ini Naomi. Kami sedang khawatir. Kak Riska izin keluar sebentar sama mama tapi sampai sekarang belum pulang. Hpnya tidak bisa dihubungi. Kira kira kemana ya kami harus nyari ?.” kata Naomi sedih
Bu Dian langsung terjaga.
“Aku khawatir dia ada di rumah pacarnya. Naomi temui aku di gerbang komplek Giobos III dekat Pom Bensin. Semoga aku salah.” kata Bu Dian.
Bu Dian langsung menutup hp. Dia pergi ke garasi mengambil mobil. Dia telepon Jamilah. Semoga jamilah masih bangun.
10 menit kemudian, Bu Dian dan Jamilah serta Naomi bertemu. Mereka konvoi menuju rumah kontrakan Adnan. Naomi naik mobil Bu Dian. Dia titipkan motornya pada pemilik warkop.
__ADS_1
Bu Dian menjelaskan secara ringkas tentang hubungan Riska dan Adnan pada Naomi. Naomi berlinang air mata. Kenapa kakaknya yang cerdas dan bertanggungjawab pada keluarga, tetapi begitu rapuh dan bodoh di hadapan pria yang dicintainya.
Mereka berhenti di depan rumah kontrakan Adnan. Mereka melihat motor Riska terparkir di depan teras.
Bu Dian sudah bulat tekadnya. Dia akan datang mengkonfrontir Adnan. Kalau ternyata Riska dan Adnan dalam keadaan baik atau tidur bareng, ya gak apa apa. Bu Dian tinggal minta maap. Pokoknya sekarang mau terang terangan.
“Assalamu’alaikum…Assalamu’alaikum.” kata Bu Dian sambil mengetuk pintu. Dia ulang sampai tiga kali. Akhirnya dia melongok ke dalam jendela yang gordennya terbuka sedikit.
“Kayaknya ada yang tidur di karpet.” kata Bu Dian
“Dobrak aja. Aku kok gak enak hati ya.” kata Jamilah
Braaakk !! pintu di dobrak. Ternyata tidak dikunci. Tiga perempuan ini masuk ke ruang tamu. Riska tergeletak tanpa baju dengan memar sekujur tubuh dan darah mengalir dari dahinya.
“Kakaaaaak.” jerit Naomi histeris
Bu Dian sangat marah. Dia berteriak memanggil Adnan dan berkeliling rumah. Jamilah menelepon RS minta ambulance.
#Di Rumah Sakit
Polisi sudah datang dan bicara dengan Jamilah. Beberapa saat kemudian satu polisi menelepon markasnya.
“Tolong hubungi polisi di bandara. Cegat dan tangkap orang yang saya kirim foto dan datanya via WA. Trims.” kata si Polisi
“Pak Bagaimana kalau dia tidak ada di bandara ?.” kata Bu Dian
“Kita akan ambil langkah antisipasi. Kalau dia sembunyi dulu di kota lebih bagus. Kita masih bisa mengejarnya. Sekarang DPO akan disebar ke bandara di Kota B. Perlu 3 jam ke sana. Jadi kemungkinan dia naik bis malam atau taksi online ke sana.” kata polisi yang bertubuh kurus tinggi.
“Kita juga sebar DPO ke admin taksi online dan mobil travel antar kota, hotel dan losmen.” kata Polisi yang agak gemuk.
#Keesokan harinya
Anna dan suaminya berada di dalam lift mau berangkat kerja.
“APA ! dipukuli ? kamu dapat info darimana Dino ?.” kata Anna kaget
Beberapa detik kemudian, Anna terkulai jatuh di lantai lift
Rye memandu istrinya untuk berdiri. Dia memeluk Anna dan merapihkan beberapa rambutnya yang maju ke muka.
“Ada apa sayang ?.” kata Rye lembut
“Adnan mukulin Riska. Mereka ternyata ada hubungan hiks hiks hiks.” kata Anna mulai menangis.
“APA ?.” kata Rye terkejut
Anna mengangguk sambil berlinang air mata.
“Untung aku gak jadi pacaran sama dia. Oh ya Allah. Terima kasih kamu hadir dalam hidupku Bou Bei.” kata Anna disela tangisnya. Diapun memeluk Rye dengan erat.
“Alhamdulillaah kita dipertemukan sayang.” jawab Rye dengan haru
#Di Rumah Sakit
Semua staf LSM Hijau Lestari datang ke rumah sakit. Pak Ben tampak sedih. Matanya berkaca kaca.
“Dokter ini salah saya. Kemarin di kantor, saya bilang pada Adnan kalau dia tidak akan diperpanjang kontraknya. Jadi dia melampiaskan pada Riska.” kata Pak Ben dengan suara bergetar
“Pak Ben. Adnan punya masalah kejiwaan. Dia akan melakukan kekerasan ketika ada alasan atau tidak. Bisa jadi karena ada pemicu seperti kehilangan pekerjaan, tidak suka dengan makanan, atau ada cecak lewat, atau tidak ada alasan sama sekali. Jadi jangan merasa bersalah.” kata dr. Lisna menenangkan hati Pak Ben
"Betul Pak Ben. Riska sungguh beruntung. Teman temannya penuh perhatian. Sehingga dia dapat diselamatkan.
#Keesokan harinya
Adnan tertangkap di sebuah losmen di Kota B. Dia tidak jadi masuk ke bagian kedatangan di bandara, ketika melihat ada dua polisi memandanginya.
Pemilik Losmen Mawar langsung telepon polisi begitu Adnan masuk kamar.
_____________________***______________________
Lima bulan kemudian
Adnan dipenjara dua tahun potong tahanan karena penganiayaan berat. Sungguh tidak adil kata teman dan keluarga Riska. Tapi mereka percaya, hidup Adnan tidak akan mudah setelah keluar penjara.
__ADS_1
Riska mengundurkan diri dari LSM Hijau Lestari. Pak Ben dan semua orang menahannya untuk tetap tinggal. Tapi Riska tidak mau. Dia tidak sanggup menanggung rasa malu dan mendapat tatapan kasihan dari orang orang.
Anna menawarkan Riska pekerjaan di perusahaan suaminya, PT. Eka Prakarsa. Riska menolak karena nanti masih ketemu orang orang di Kota P. Dia memeluk Anna sebagai ucapan terima kasih.
Pak Ben akhirnya memberikan rekomendasi pada Riska untuk bekerja di sebuah LSM nasional di Jakarta. Riska menerimanya dengan senang hati. Dia juga berjanji akan bergabung dengan komunitas penyintas (survivor) korban kekerasan. Komunitas itu juga menyediakan konseling.
Bu Dian dan Jamilah tetep jadi jomblo fisabilillah. Mereka mensyukuri takdir yang diberikan Tuhan. Mereka mengisi hidup dengan kebaikan dan bekerja dengan profesional.
Dino akhirnya berhasil meluluhkan hati orang tua Cecen. Mereka akan menikah tahun depan.
Pak Agus kena stroke karena stress dengan hutang yang banyak dan anak anaknya yang bermasalah. Witni hamil diluar nikah dan menikahi pacarnya yang pengangguran. Rafa pindah sekolah dengan menyogok. Uang ! uangggg terus dikeluarkan, sehingga tidak punya tabungan.
Pak Agus diberhentikan dari pekerjaannya karena dia kena stroke sehingga lumpuh. Dia diberi pesangon tiga bulan gaji. Sejak saat itu, biaya hidup dan cicilan hutangnya hanya mengandalkan pensiun dari PLN, sebesar 4 juta rupiah.
____________________***_____________________
Anna dan Rye baru bulan madu ke New York di bulan ke-empat. Bagi mereka tidak penting karena setiap hari adalah bulan madu buat mereka.
Anna ingin segera punya anak. Rumah barunya sudah jadi di bulan ke-7. Rye meminta kontraktor menggunakan banyak tukang sehingga rumah bisa cepat selesai.
Mereka pergi ke dokter kandungan untuk program hamil.
“Baik saya sudah cek kondisi mas dan mbak. Tampak secara fisik sehat dan subur. Saya tanya berapa prekuensi kalian berhubungan ?.” kata dokter Miko. Dia dokter kandungan paling top di Kota P. Meskipun sudah mau 60 tahun tapi terlihat segar.
“Kalau saya di rumah sering dok hampir tiap hari. Kecuali dia halangan.” kata Rye agak jengah. Anna juga merona dan menunduk
dr. Miko senyum senyum saja. Ahh…para pengantin baru ini. batinnya
“Nah mungkin dari situ. Ibarat menanam bunga, kalau kebanyakan disiram atau dipupuk malah mati. Jadi bukan hanya jumlah tapi waktunya harus tepat.” kata dokter Miko
Pulang dari dokter, Rye menyampaikan aspirasinya pada Anna.
“Program anaknya nanti aja tiga tahun lagi ya. Kamu juga kan baru mau 25 tahun. Masih muda.” kata Rye sambil nyetir.
“Kenapa Bou Bei gak mau punya anak sekarang ?.” tanya Anna heran
“Iya aku kan masih pengen bulan madu sama kamu sampai 3 atau 5 tahun ke depan. Aku belum rela harus berbagi kamu dengan anak.” kata Rye santai
“Oooh jadi kamu mau punya anak kalau sudah mulai bosen sama aku ?.” kata Anna nyolot
“Loh siapa yang bilang bosen ?.” kata Rye mulai panik.
Rye gak nyangka reaksi Anna akan seperti itu. Adu mulutpun terjadi sampai rumah. Rye harus memohon mohon agar Anna tidak marah terus. Dia akan melakukan apa saja agar jatahnya tidak berkurang.
Anna seperti biasa gak bisa marah terlalu lama. Meskipun tekad sudah bulat tapi hasrat juga kuat. Jadi malamnya mereka sudah baikan lagi.
Setelah lewat satu tahun, Anna masih belum hamil. Rye dan Anna makin rajin ibadah. Rye juga belajar agama dengan ustad Hamdran kalau tidak keluar kota.
Masuk tahun ketiga pernikahan, Anna dan Rye dikaruniai seorang putri yang cantik.
“Aduuuh cucu enin cantik banget. Dia mirip Chelly, cucu Cece Silvy. Iiih gemess.” kata mamih sambil menimang cucu pertamanya
“Siapa namanya Al ? Awas kalau masih maen rahasia.” kata mama Hany sambil mengagumi cucunya yang sedang digendong mamih
“Meilani NurAnna Erlangga.” kata Rye sambil memberi pipet pada Anna agar mudah meminum jus.
“Halaaaah Cina banget.” kata mamih, Derri, Rangga, dan Mama Hany serempak
“Lagian gak kreatif banget kasih nama. Ketahuan dia lahir Bulan Mei he…he .” kata Nancy terkekeh
Suasana suka cita mewarnai ruangan bersalin VVIP itu. Dua keluarga hadir menyambut Meilani si buah hati.
___________________
Readers yang budiman,
Terima kasih telah setia membaca novel ini. Semoga selain terhibur juga mendapat manfaat bertambahnya pengetahuan tentang pluralisme dan isu gender
Terima kasih atas semua like, komen, dan votenya
Baca juga ya novel kedua otor dengan judul CINTA DI DUNIA PARAREL. Ada cinta dan petualangan yang mendebarkan.
Love you all
__ADS_1