Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia
Pulang Kerumah


__ADS_3

Tidak ada yang dapat meragukan segarnya udara dipegunungan, namun Alice merasa dadanya terasa sesak sekarang. Dia dapat merasakan ketegangan yang terjadi diantara Gara dan Kent saat ini.


Tidak ada satupun yang mencoba memulai pembicaraan diantara mereka bertiga.


Alice tidak mau menambah masalah. Dia memutuskan untuk diam dan pura-pura tidak melihat apapun.


Alice mencari makanan didapur, dia menemukan sebuah jambu air, buah berry dan pisang yang segar, tanpa ijin dari siapapun dia memakannya dengan lahap.


'Setidaknya Aku tidak ingin kelaparan saat ini.' Gumamnya.


Setelah kenyang Alice meneguk air putih dalam kendi. Rasanya segar sekali. Pemandangan yang sangat indah dari atas sini.


Gara melihat semua hal yang Alice lakukan. Dia tersenyum, rasanya baru beberapa jam yang lalu dia tidak dapat mengontrol emosinya. Sekarang semua itu telah berlalu dan Gara merasakan dirinya hidup kembali.


Semakin lama aroma tubuh Alice semakin tercium, Gara mencoba menenangkan dirinya. Namun berbeda dengan Kent, matanya berubah buas, dengan cepat dia menerkam Alice dan menjilat seluruh tubuhnya, Alice tersentak, dia bingung dengan keadaan yang berubah tiba-tiba, jantungnya berdegup kencang dan tubuhnya lemas saat lidah Kent menjilati bagian punggungnya kemudian Kent menciumnya dengan paksa.


Hmmp


Gara yang melihat langsung kejadian itu mencoba memisahkan Kent dari Alice, Mata Gara memancarkan kemarahan. Dia melempar Kent sejauh mungkin.


Bruugh


Tubuh Kent menghantam sebuah pohon yang cukup besar, dia terbatuk-batuk dan mulai sadar dengan apa yang terjadi.


Didalam rumah Alice shock, dia tidak mampu menopang tubuhnya sendiri, dengan cepat Gara mengangkat tubuhnya dan membawanya ke kursi.


Alice memeluk leher Gara dan tidak membiarkannya pergi, Alice takut Gara akan melukai Kent lagi.


Gara mencoba melepaskan tangan Alice yang begitu kuat menahan lehernya, dia menahan nafasnya, aroma darah Alice tercium begitu kuat. Gara berbisik ketelinga Alice.


"Alice sayang, jika kau tidak melepasku, mungkin aku akan menghisap lehermu baby.."


Refleks Alice melepaskan leher Gara.

__ADS_1


Alice memandang mata Gara yang merah, dia suka warnah merah matanya, Gara tidak kuasa menahan godaan yang ada didepannya. Gara menjauh.


Kent masuk kedalam rumah, dia menatap Alice dengan hati-hati, Gara mengawasinya dari sebrang ruangan.


"Alice.. kau tau, aku tidak bermaksud seperti itu." Kent menyesal.


Alice berjalan mendekati Kent yang sedang menundukkan kepalanya.


Alice mengusap kepala Kent perlahan, Gara yang melihat dari kejauhan merasa kesal dan marah, Gara mengepalkan tangannya mencoba menahan emosi.


"Kent, Aku baik-baik saja. Terimakasih telah menyelamatkan ku malam itu, aku tidak yakin akan tetap hidup jika kau tidak ada saat itu. " Alice berkata.


Kent melihat wajah Alice, membelainya dengan lembut dan mencium tangan Alice dengan lembut.


Gara yang sejak tadi melihat tidak kuasa melihat adegan tersebut, dia berjalan keluar.


Alice mengobati tangan Kent yang terluka karena terbentur benda tajam, Kent sengaja tidak menjilat lukanya, ia ingin menahan Alice berlama-lama disana.


Gara mendengarkan pembicaraan Alice dan Kent dari kejauhan, telinga vampire memang dapat mendengar suara dengan jangkauan yang jauh. Gara sudah tidak nyaman berada disana, ia ingin cepat-cepat membawa Alice pulang.


"Bibi mu baik-baik saja, dia hampir membunuhku tadi pagi." Jawab Kent asal.


"Astaga.. aku tidak tau jika Bibiku lebih kuat dari Gara.." Alice masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


Gara masuk kedalam rumah memperhatikan Alice dan Kent. Alice berjalan ke arah Gara.


"Bisakah kita pulang sekarang? Aku tidak mau Bibiku menunggu terlalu lama.." Ucap Alice pelan.


Gara tersenyum, dia senang mendengar keputusan Alice. Gara mengangguk dan menggendong Alice.


Alice melambai ke arah Kent.


"Jaga dirimu Kent, pastikan kau selalu sehat..!!" Kemudian Alice dan Gara menghilang.

__ADS_1


Kent masih duduk ditempat yang sama, dia tidak beranjak sedikitpun, hatinya mendadak kosong, rumah yang biasanya dia tinggali sendiri terasa hampa sekarang. Ada sesuatu yang hilang pikirnya. Kent masih bisa mencium aroma tubuh Alice yang tersisa. Dia menghirupnya dalam-dalam.


Gara melompat sangat cepat. Gara melompati pohon demi pohon dengan tepat. Alice memegang leher Gara dengan kuat. Mereka sudah sangat jauh meninggalkan rumah Kent. Alice takjub dengan pemandangan yang dia lihat.


Hutan begitu misterius dengan pesonanya. Sinar matahari memaksa masuk dengan menerobos ranting-ranting yang saling terhubung. Pemandangan yang menakjubkan untuk dilewatkan.


Setelah melewati sungai yang besar, mereka tiba di jalan raya. Alice familiar dengan jalan itu. Sekarang Alice sudah sangat dekat dengan rumah nya.


Gara menurunkan Alice didepan gerbang, dia membiarkan Alice berlari memasuki rumahnya.


Gara mengikuti Alice dari belakang, Bibi nya kaget mendengar suara pintu yang terbuka, dia melihat kearah pintu, Alice berlari ke arahnya dengan cepat.


Bibi Anna memeluk Alice dengan erat, dia menangis, air matanya membasahi bahu Alice. Alice tak kuasa menahan air matanya lagi. Pertemuan yang sangat mengharukan.


Hans berada di lantai 2, dia berlari menuruni anak tangga karena mendengar keributan. Matanya langsung menangkap sosok Alice yang berantakan.


Dengan cepat Hans berjalan ke arah Alice, dia memeluknya dengan erat. Hans tidak mampu menyembunyikan kebahagiaannya.


"Alice.. Alice apa kau terluka??" Tanya Hans sangat khawatir.


Alice menggeleng, dia tersenyum dan memeluk Hans lagi. Alice sangat senang pulang ke rumah dan berjumpa dengan keluarga terkasihnya.


Gara berdiri didepan pintu, dia memperhatikan kedekatan Alice dan keluarganya. Bibi Anna yang pertama melihat Gara langsung menghampirinya.


"Yang Mulia.. terima kasih telah menemukan Alice.." Bibi Anna berkata dengan menahan tangis.


Hans berjalan ke arah Gara dan bersujud.


"Terimakasih yang Mulia.."


Alice sedang memikirkan sesuatu dalam kepalanya, namun dia terlalu lelah untuk berfikir, Alice menyimpannya untuk dirinya sendiri, dan akan bertanya nanti saat berjumpa lagi dengan Gara.


Alice sudah terlihat lelah dan Gara menyadarinya. Dia berjalan ke arah Alice.

__ADS_1


"Beristirahatlah, kau terlihat pucat. Nanti aku akan menemuimu, panggilah namaku.." Kemudian Gara menghilang.


Bibi Anna mengantar Alice kekamarnya, Alice berbaring ditempat tidurnya, dia sangat rindu kamar ini, kamar yang selalu ditempatinya sepanjang hidupnya, tidak berselang lama Alice tertidur dengan lelapnya.


__ADS_2