
Suasana kastil tampak sangat mencekam
Udara yang terhirup terasa menusuk dada
Semua manusia yang ada di kastil merasakan sesak nafas yang sangat hebat.
Mata Gara semakin merah, tubuhnya mengeluarkan aura gelap yang sangat menakutkan, sehingga tidak ada yang berani mendekatinya sedikitpun.
Gara menunjuk telunjuknya keatas.
Dari sana keluar ratusan kelelawar hitam yang langsung terbang menuju suatu tempat.
Gara diliputi emosi yang tidak bisa dipadamkan oleh siapapun kecuali dia melihat Alice.
Kelelawar yang pergi telah kembali, mereka membawa seorang Vampire yang tidak lain adalah Luca.
Dengan cepat Gara menyerang Luca yang tidak tau apapun.
"Gara... Apa yang terjadi?" Tanya Luca ketakutan.
"Kau.. jangan berpura-pura! Kembalikan Alice!" Jawab Gara dengan marah.
"Gara, sumpah demi abu ibu dan ayahku! Aku tidak tau apapun! Kau boleh membuatku tidak sadar dan menemukan kebenarannya.." Jawab Luca frustasi, dia sangat ketakutan Gara akan membunuhnya dengan racun vampire.
Dengan cepat Gara menatap mata Luca, dan menembus pertahanan nya.
Gara merasa kecewa, dia tidak menemukan apapun tentang Alice dan dia melepaskan Luca begitu saja.
Kemudian dengan cepat Gara keluar mencari Aroma tubuh Alice, William dan Eric menyusulnya.
Didalam kamar Gara, Luca tersenyum. Kepribadian Luca sangat misterius, seakan-akan dia mempunyai banyak hal yang dia sembunyikan.
Kelelawar-kelelawar Gara berputar-putar diatas kereta kuda kerajaan, Gara membuka kereta dengan cepat, namun terlambat.
Tidak ada seorangpun didalam kereta. HP dan Jas Gara tergeletak didalam kereta. Ketika melihat keluar, seorang kusir telah kehilangan sebagian tubuhnya.
Dari kejauhan terdengar suara lolongan Werewolf.
Auuuuuuuuuuuuu
Auuuuuung
Auuuuuuu
Mata Gara membesar, warna matanya semakin merah, emosi membuatnya tidak bisa berfikir jernih, dia dapat mencium aroma Alice bertebaran dimana-mana, namun Gara tidak melihat Alice dimanapun.
"Gara..Garaa!!! sadarlah!!" Eric mengingatkannya.
__ADS_1
Gara tersadar dan melihat ke arah Eric dan William yang khawatir terhadapnya.
"Tenanglah Kak, kita pasti akan menemukannya, Aku yakin!" William mencoba menenangkannya.
Gara masih bisa merasakan tanda kehidupan Alice, dia mencoba mengatur emosinya.
William dan Eric mencoba membujuk Gara untuk pulang terlebih dahulu dan menyusun rencana.
Malam terasa begitu panjang, mereka tidak bisa melakukan apapun karena Bulan Purnama. Saat Bulan Purnama bersinar kekuatan Vampire akan melemah, dan sebaliknya kekuatan Werewolf akan meningkat.
Gara menyesal dia tidak dapat membujuk Alice untuk mengantarnya, seandainya saja dia lebih bersikukuh untuk mengikuti Alice, mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi.
Beberapa jam telah berlalu.
Kini malam bulan purnama telah lewat, Gara tidak membuang-buang untuk waktu berdiam diri. Dengan cepat dia pergi ke rumah Alice.
Bibi Anna dan Hans berada dirumah, mereka menunggu kabar dari kerajaan. Bibi Anna tidak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan, dia rela menukar nyawanya dengan Alice jika Alice bisa kembali kerumah ini.
Hans terlihat berantakan, rambut dan bajunya sudah tidak dia pikirkan lagi. Dia menyesali apa yang sudah terjadi, seandainya Hans mengantarnya pulang atau mengawasi nya dari kejauhan, pasti hal ini tidak akan terjadi.
Tiba-tiba suara angin yang kencang menghantam pintu rumah, Bibi Anna dan Hans terkejut. Gara berjalan mendekati Bibi Anna. Bibi Anna menutup mulutnya.
"Yang mulia..." Bibi Anna dan Hans berlutut.
"Maafkan saya yang mulia.." Tubuh Bibi Anna bergetar menahan tangis.
"Bangunlah.."
"Ini bukan salah kalian.. seandainya aku mengantarnya pasti Alice akan baik-baik saja." Jawab Gara.
"Aku akan mendapatkan Alice kembali, kalian diam saja disini." Gara menghilang bersama ratusan kelelawar.
Bibi Anna dan Hans mencoba tenang, malam sudah berganti pagi. Tak ada satupun dari mereka yang tertidur, rasa khawatir menghantui mereka.
Mereka mencoba melakukan kegiatan dengan normal, namun hati mereka tetap tak tenang. Hans keluar rumah mencoba menenangkan diri dengan menghisap sebatang rokok.
Ketika Hans menghirup rokoknya, seseorang melayang di udara dan masuk melalui lantai 2 kamar Alice.
Hans berlari seperti orang kerasukan, dia membanting pintu dengan cepat dan masuk ke lantai 2 tepat dimana kamar Alice berada.
Disana telah berdiri seseorang yang sangat dibenci oleh Hans, seorang Werewolf!
Dengan cepat Hans mengeluarkan pistol dan menembakan pistol kearah Kent. Namun Kent sangat cepat sehingga peluru hanya mengenai pakaiannya.
Kent mencoba untuk berbicara, namun Hans sudah terlalu emosi sehingga dia tidak mau mendengar kan sepatah kata apapun dari Kent.
Dor
__ADS_1
Dor
Dor
Tak ada satupun tembakan yang kena. Bibi Anna bergegas menuju lantai 2 karena mendengar suara tembakan, saat Bibi Anna membuka pintu Kent menggunakan kesempatan itu untuk menjadikan Bibi Anna sebagai tameng. Refleks Hans menahan tembakannya. Bibi Anna secara tidak langsung menghambat Hans, namun dia tidak mau terjadi pertumpahan darah dirumahnya, terlebih dikamar Alice.
Kent mengendus-endus aroma kamar Alice. Dia tidak sengaja bergumam "Alice.."
Hans dengan cepat menarik tangan Kent kebelakang dan kakinya dijepit diantara kakinya sehingga badan Kent terkunci untuk sementara. Bibi Anna mundur kebelakang dan mengunci pintu serta jendela dengan cepat.
"Kau tau Alice? MANA ALICE!!!
"MANA ALICE!!!" Hans berteriak dengan kencang.
Bibi Anna menangis dan memukul Kent dengan keras.
Kent mencoba berbicara dengan tenang.
"Alice ada di rumahku." Jawab Kent tenang.
Hans masih mengunci tangan Kent, namun sedikit melonggarkannya. Bibi Anna berhenti memukuli Kent. Dia terduduk lemas dilantai, dengan cepat Hans membantu Bibi Anna duduk di kasur Alice.
Kent berdiri dan tidak pergi kemanapun.
"Lalu mana Alice? mengapa kau kesini sendiri? Dan ada apa dengan tubuhmu? ini bukan malam purnama, mengapa kau seperti itu?" Tanya Hans penasaran.
"Aku tidak mau membawa Alice kesini." Jawab Kent.
"Mengapa??" Bibi Anna meninggikan suaranya.
"Kurasa aku akan kesepian dirumah, dan aku pikir aku menyukainya." Jawab Kent jujur.
Bibi Anna dan Hans berpandangan.
Kent tidak berbuat hal mencurigakan selama ada dirumah Alice, Bibi Alice membawa turun Kent dan memberinya minum. Sekarang Bibi Anna tampak tenang, wajahnya berubah cerah setelah tau Alice baik-baik saja semalam.
Memang Kent tidak menceritakan bahwa Alice hampir dimakan Werewolf adalah tindakan yang tepat dan benar. Seandainya saja Kent mengatakannya, dia tidak yakin akan diberi minum seperti itu.
Namun berbeda dengan Hans, dia tetap merasa curiga terhadap Kent, Hans tetap membawa pistolnya. Dia akan menembak Kent langsung jiga dia berbuat hal yang mencurigakan.
Kent tidak canggung berada diantara Hans dan Bibi Anna, karena rumah ini dipenuhi aroma Alice, namun dengan cepat Kent dapat mencium aroma lain yang begitu tajam dan berbahaya, aroma Vampire.
Bulu-bulunya berdiri dia menjadi siaga. Dengan cepat Hans menyadarinya, dia menepuk pundak Kent dengan keras.
Bbuukk
"Tidak ada vampire disini, Yang Mulia sudah pergi." Hans berkata.
__ADS_1
Seketika Kent bangkit dan langsung melompat keluar, Bibi Anna yang sedang membawa makanan menjatuhkan nampannya karena terkejut. Hans mencoba mengejar Kent, namun percuma. Kent sudah menghilang.