
Angin musim dingin masih berhembus kencang, butiran butiran salju mulai beterbangan. Bulan tanggal kelahiran Lady Alice masih beberapa minggu lagi, namun persiapan kelahiran telah dilakukan dari sekarang.
Istana kerajaan dipenuhi oleh dokter dan bidan yang telah melahirkan keturunan kerajaan selama beberapa dekade. Ketika jumlah penghuni di dalam istana bertambah, kediaman Lady Alice yang luas terasa sesak.
Perhatian semua orang terfokus pada Alice. mereka dalam keadaan waspada, menunggu tanda-tanda sakit persalinan yang bisa datang kapan saja.
Saat ini, Alice tidak dapat sendirian, di mana pun. Dia merasa tidak nyaman diawasi dengan seksama sepanjang hari, tetapi dia tidak mengeluh, ketika dia memikirkan bayi di dalam perutnya.
"Ah.."
Alice meletakkan cangkir tehnya, mulai memegangi perutnya dan mengerutkan keningnya lagi. Sudah beberapa hari perutnya terasa kaku dan perut bagian bawahnya terasa sakit. Namun sejak dia bangun pagi ini, rasa sakit kesemutan yang naik di pinggangnya sering datang. Itu datang lebih awal dan sekarang mulai lagi.
"Apakah anda merasakan sakit lagi Ma'am?" Dokter Reina menemaninya sepanjang waktu setelah William dan Kent pergi.
Dokter Reina memeriksa jam pasir di dekat jendela. interval nya masih berjauhan tetapi reguler.
"Saya pikir persalinannya sudah mulai. Tolong bawa Ma'am kedalam ruangan yang telah disiapkan."
Tiba-tiba, semua orang mulai bergerak dengan panik. Lin yang berdiri di dekat pintu terlihat putih pucat. Dengan pandangan kosong Lin menyaksikan para pelayan dan bidan membantu Alice keluar dari kamarnya, kemudian Lin sadar kembali dia ingat hal pertama yang harus dia lakukan, Dia mengirimkan lagi pesan kepada tuannya.
Sebuah kereta kuda melesat ke kediaman kerajaan. Sebelum pelayan bisa membuka pintu dari luar, Gara membukanya secara pribadi dan melompat keluar dari kereta dengan sangat cepat.
Lin mengirim pesan untuk memberitahu Gara, tetapi pada saat itu Gara berada dalam konferensi nasional yang sangat penting bahkan dilarang menggunakan sihir di dalamnya, sehingga Gara menerima pesan tepat setelah konferensi nasional itu selesai beberapa jam kemudian.
Gara sangat terkejut melihat pesan yang dia terima, dia menaiki kereta kuda dengan cepat.
Setelah masuk kedalam Istana, Gara berlari menaiki tangga membuka pintu ke kamarnya namun kemudian dengan tiba-tiba dia berhenti. Kamar tidur itu sunyi tidak ada siapapun di dalamnya, dia melihat sekeliling kemudian menemukan Lin sedang berdiri di depan sebuah pintu.
"Dimana istriku?"
"Didalam Tuan.." Lin membuka pintu dengan cepat.
Gara berjalan ke dalam, terlihat istrinya sedang berbaring di tempat tidur, dia tersenyum manis.
Gara mendekati tempat tidurnya dengan kebingungan, dia berlari pulang bersiap menghadapi kekacauan namun..
"Kamu sudah melahirkan?"
'Pffft.
Alice tertawa terbahak-bahak dan orang-orang yang berdiri di sana menunggunya memalingkan muka untuk tertawa. Alice memberi isyarat agar semua orang pergi kemudian dengan cepat mereka mengosongkan kamar, hanya ada Alice dan Gara disana.
"Kemarilah.." Alice memeluk Gara dengan erat.
__ADS_1
"Mereka bilang itu sudah mulai, namun cukup misterius..
"Aku akan baik-baik saja, namun pada saat berikutnya perutku terasa sakit, lalu kemudian Aku kembali baik-baik saja.
"Apakah kau mengerti?"
Alice menatap Gara ragu.
"Jika ini awal..
"Lalu berapa lama?"
"Reina mengatakan bahwa, karena ini persalinan pertama saya, itu akan memakan waktu lama.
"Bayi ini mungkin akan dilahirkan besok.." Alice sendiri tidak yakin dengan perkataannya.
Alice tampak riang dan santai. dia hanya khawatir saat kontraksinya datang secara tiba-tiba. Gara cukup paham dengan konsep nya, namun dia tidak ingin melihat Alice kesakitan. Ketika Gara sedang berpikir, Alice memegang perutnya, wajahnya tampak kesaksian, kemudian dia meringkuk.
Alice bahkan tidak bicara, wajahnya putih dan memucat, dia terengah-engah menahan sakit. Melihat istrinya yang seperti ini, Gara merasa mual, perutnya seperti dihantam batu yang besar, Dia berjalan mengelilingi tempat tidur Alice, kemudian dia berteriak didepan pintu.
"Apakah ada orang diluar?"
Pintu terbuka, dan orang-orang menghambur masuk. Dokter dan Bidan mengerumuni tempat tidur Alice. Bidan mulai membelai punggung Alice, dan memberi tahu Alice bagaimana cara bernafas. Ketika Alice mengikuti instruksi Bidan, mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafas, ekspresinya berangsur-angsur membaik dan kembali rileks.
Meskipun hanya beberapa saat berlalu, butiran-butiran keringat terbentuk didahi Alice.
"Sekarang Aku akan baik-baik saja, itu terjadi secara teratur." Alice mencoba tersenyum.
Dia ingin bertanya kepada istrinya, yang tersenyum manis seolah-olah tidak ada yang terjadi. Bagaimana dia bisa tersenyum seperti itu setelah merasakan sakit yang begitu dahsyat, walaupun itu hanya sesaat?
"Kau harus menjalani proses ini sampai besok?" Gara tertegun konyol.
Namun, situasinya memburuk di luar harapannya. Interval persalinan menjadi lebih pendek, rasa sakit bertambah parah, dan mulai sekitar tengah malam. Alice mulai menjerit sambil memegangi perutnya dan berguling-guling.
Gara tidak bisa bertanya apakah Alice baik-baik saja. sudah jelas Alice tidak baik-baik saja!
Ketika Gara mendengarkan teriakan istrinya, dia menggenggam erat tangan Bidan.
"Alice akan benar-benar terluka! lakukan sesuatu."
"Ini adalah proses memasuki persalinan Tuan Muda."
"Alice bisa mati kalau terus begini!"
__ADS_1
"Dengan penuh hormat Tuan Muda, Ma'am tidak bisa konsentrasi jika Anda terus begini."
Bidan benar-benar mengusir Gara yang mengganggunya. Gara diusir dengan dalih bahwa itu dilakukan demi Alice, dan Gara tidak bisa membantah.
Gara menatap pintu kamar yang tertutup rapat dan mendengarkan jeritan Alice yang datang dari dalam, wajah Gara sama pucatnya dengan seseorang yang berdiri di pintu ambang kematian. Gara akan mengingat malam ini sebagai malam terburuk dalam hidupnya.
"Ma'am, jalan bagi anak anda untuk keluar dibuka. Jangan terlalu menekan perutnya seperti itu."
Ketika Gara mengawasi situasi, Bidan terus memberi nasihat kepada Alice untuk melahirkan. Kelihatannya, kemajuan nya lambat karena itu adalah kelahiran pertama.
Bidan yang membantu Alice melahirkan adalah Bidan yang telah berpengalaman, kadangkala dalam membantu proses melahirkan banyak faktor yang terjadi dan kesulitan yang kadang tidak terduga.
Seorang asisten bidan mendekat dan membisikkan sesuatu.
"Tuan Muda Gara bertanya tentang kemajuan."
Bidan itu mendecakkan lidahnya. Dia tidak tahu berapa kali dia menanyakan hal ini, pembukaan baru saja dimulai sekitar 2 jam. Dia telah menjawab beberapa kali pertanyaan yang sama, situasi ini masih jauh dari selesai.
Bidan bertanggung jawab atas kelahiran kehidupan yang berharga. Bayi yang lahir sangat penting namun orangtua juga tidak bisa diabaikan. Tidak peduli seberapa sibuk dan sibuknya proses melahirkan, tingkat kebijaksanaan yang tepat sangat diperlukan.
"Sepertinya aku harus pergi menemui Tuan Muda, tolong awasi Ma'am dan jika anda melihat sesuatu yang aneh beritahu saya segera."
Bidan pergi meninggalkan kamar dan meninggalkan asisten yang terampil untuk menggantikannya.
Begitu Gara melihat Bidan keluar, dia segera lari dan bertanya.
"Bagaimana?"
"Masih ada jalan panjang Yang Mulia.."
"Kapan tepatnya 'Jalan jauh' itu? kamu sudah memberi tahu hal yang sama sejak tadi!"
"Yang Mulia, Saya telah mengatakan ini beberapa kali, ini akan memakan waktu yang lama karena ini ada proses kelahiran yang pertama bagi Ma'am. Dari situasi yang berkembang, saya tahu bahwa bayi tidak bisa dilahirkan dalam waktu dekat, jadi tolong, tenanglah. Jika Anda tidur.."
"Istriku seperti sedang sekarat didalam sana dan kau menyuruhku tidur?"
Gara berjalan menjauh dan menendang sesuatu yang ada didekatnya.
"Biarkanlah Aku melihat istriku."
"Zona melahirkan terlarang bagi pria Tuan Muda."
"Aku hanya akan melihat wajahnya dan pergi."
__ADS_1
Bidan tua ini telah ratusan kali membantu melahirkan, tapi baru saat ini dia mendapati seorang pria yang rela menunggu lama-lama didekat ruang bersalin. Gara tidak seperti seseorang yang didengarnya lewat rumor yang beredar.
Dia sangat berbeda dengan sosok yang selalu dikatakan orang-orang yang telah menemuinya. Gara terlihat baik dan sangat mencintai istrinya.