
Lin membawa Alice kembali keruangannya. Kepalanya terasa berputar-putar, pembicaraan Gara dengan Menteri terus terngiang. Dia mencoba menutup kedua telinganya.
Lin membaringkan Alice ditempat tidur, dia bingung harus bagaimana dalam kondisi seperti itu, dia berjalan kearah pintu hendak menutupnya namun terkejut dengan kedatangan Gara, Lin segera menghilang dalam kegelapan.
Gara berjalan ke arah Alice, pandangan mata Alice kosong, matanya lurus memandang ke depan, namun menembus tebalnya dinding.
"Alice..
"Sayang.."
Gara membelai rambut Alice, dan mengecup keningnya.
Alice tidak merespon apapun, air matanya hendak terjatuh dari pelupuk matanya, namun Alice tetap bungkam.
"Alice..
"Tatap aku sayang.
"Aku mohon.."
Gara menggenggam tangan Alice yang mungil, tangan itu sedingin es, tidak ada kehangatan disana.
"Sayangku..
"Cintaku..
"Aku mohon, tatap Aku.."
Gara mengangkat tangan Alice dan menciumnya.
"Alice, Aku tidak akan pernah mengkhianati mu!
"Aku sudah bersumpah Alice.
"Aku tidak akan pernah dan tidak pernah terpikirkan sedikitpun tentang hal itu.
"Aku mohon Alice, tatap mataku."
Tetap tidak ada respon, air mata Alice mengalir membasahi wajahnya yang dingin dan tampak lebih tirus.
Gara memeluk tubuh Alice dengan lembut.
"Alice, apa kau percaya dengan perkataan mereka?
"Atau kau percaya perkataanku?
"Ingat janji pernikahan kita?
"Sumpah kita? sumpah ku?
"Kau ingin aku menghilang?"
"Tidak!!
"Tidak Gara, jangan lakukan itu padaku..
"Jangan.."
Alice terisak, dia tidak mau Gara pergi dan menghilang dari hidupnya. Alice tidak pernah membayangkan akan hidup tanpa Gara disampingnya.
"Maafkan aku Gara..
"Maafkan aku.."
Uuuh
Huuuuu
__ADS_1
Air mata Alice membasahi dada Gara, Gara mendekap nya lebih erat lagi.
Setelah Alice lebih tenang, Gara melepaskan pelukannya, dia membelai rambut Alice dan menciumnya.
"Haruskah aku memberhentikan mereka sayang?"
Alice menggosok matanya yang perih, namun Gara menghentikannya dan meniup lembut matanya.
"Lebih baik?"
"Aku mencintaimu.
"Aku tidak ingin kehilanganmu!
"Jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi!
"Atau aku benar-benar akan marah!"
"Maafkan aku Ma'am, aku tidak akan mengatakan hal seperti itu lagi.
"Jadi..
"Apakah aku harus memberhentikan mereka?"
"Ooh Gara!!
"Jangan lakukan itu. Itu akan membuatku malu..
"Sebaiknya mereka menghilang.
Alice memberikan pandangan jail.
"Oh tentu saja Ma'am, mereka akan menghilang saat ini juga.."
"Tidak, tidak Gara..
"Jangan lakukan itu!
Alice memukul dada Gara dan menunjukkan raut wajah cemberut.
"Ah..
"Jika itu keinginanmu.."
Gara mencium bibir Alice yang cemberut seperti bebek.
"Aku merindukanmu..
"Tidak bisakah kau tinggal disini lebih lama lagi?"
"Aku sangat merindukanmu..
"Tapi kurasa kondisimu sedang tidak baik sayang.."
"Aku baik-baik saja,
"Aku sangat sehat."
"Lin, apakah sesuatu terjadi saat aku tidak ada?"
Alice menatap Lin, dia memelototinya.
"Aah, Alice..
"Apakah sekarang kau sedang mengancam bawahan ku??"
Gara menatap Alice yang sedang menatap Lin.
__ADS_1
Alice tertawa terbahak-bahak, dia merasa malu Gara memergokinya.
"Aku?
"Mana berani?"
"Lin katakan padaku."
"Setelah meminum segelas darah, Ma'am muntah Yang Mulia."
Gara memandang Alice, dia menatap dan mengangkat wajahnya.
"Alice..!
"Lin keluarlah!
"Alice, sayang..
"Katakanlah,
"Apa yang kau rasakan?"
"Aku baik-baik saja, sungguh."
"Baiklah, Hisaplah darahku.
"Ini perintah."
Alice mendengus mendengar perkataan Gara, dia tidak ingin membuat Gara lemas karena kekurangan darah.
"Oh Alice, percayalah..
"Aku tidak akan mati karena kehabisan darah.
"Kemarilah..
Gara membuka kancing kemeja atasnya, memperlihatkan lehernya yang jenjang dan terlihat menggoda dengan kulit yang dingin dan pucat. Alice tidak dapat mengalihkan pandangannya dari leher Gara yang berdenyut penuh dengan darah segar.
Gara merangkul leher Alice dan mencium aroma tubuh Alice yang sangat menggoda, sudah cukup lama Gara tidak melakukan hal yang intim dengan Alice. Bibir Gara menyusuri tulang dagu Alice yang lembut dan dingin, tangannya membelai tengkuk Alice dengan lembut. Perlahan dia membuka mulut Alice dengan jari-jari yang panjang, menyusuri setiap sudut bibir Alice, memasukan jarinya kedalam mulut Alice yang penuh dengan cairan hangat dan lidah yang lembut diujungnya.
Gara membuka mulutnya, mencium bibir Alice yang telah siap menerima bibirnya, gairah yang beberapa saat yang lalu tidak ada kini sepenuhnya hadir dan perlu untuk dipadamkan kembali.
Tangan Gara menopang punggung Alice dan tangan lainnya dengan lihai membuka blouse yang Alice kenakan. Satu persatu kancing terlepas memperlihatkan belahan payudara Alice yang masih tertutup. Tangan Gara membuka penutup payudara Alice dengan sekali tarik, payudaranya dengan puncak yang telah membusung telah siap untuk Gara. Alice mengerang pelan saat bibir Gara perlahan turun dari bibir, kelehernya dan berakhir di puncak payudaranya.
Garaaa ooh..
Alice menyembunyikan raut wajahnya yang memerah didalam dada Gara yang bidang dan kekar. Ototnya begitu kencang dan kuat sehingga membuat Alice berdebar-debar ketika menyentuh nya.
Alice menjilat payudara Gara dengan lembut, Gara merintih saat Alice berulangkali menjilat dan menggigit payudaranya.
Ooh Alice..
Gara tidak dapat menahan gairahnya lagi, dia menjatuhkan tubuh Alice ditempat tidur, kemudian melepas semua pakaian Alice, lalu membuka semua pakaiannya dengan cepat.
Gara duduk diatas tempat tidur, lalu menarik tubuh Alice dan mendudukkannya diatas pengakuannya, kaki Alice memutari pinggang Gara. Dengan sangat jelas Alice melihat bagian intim Gara telah sangat besar dan tepat berada diantara perutnya.
Gara mengangkat tubuh Alice, sesuatu yang besar dan tumpul tepat berada dibagian intim Alice, mencoba masuk, Alice mencengkram punggung Gara, kukunya yang tajam menggores punggung Gara saat semua bagian intim Gara masuk kedalam tubuhnya.
Hhhng
Ahhhhk
Alice mengangkat tubuhnya perlahan lalu menurunkannya lagi, lama-lama gerakannya lebih cepat dan intens, Gara mengerang lembut ketika tubuh mereka menyatu dan berpisah. Mulut Gara melumat payudara Alice, memenuhi bagian dalam mulutnya, payudaranya yang lain berada dalam genggaman tangan Gara.
Alice mencium leher Gara, dia menjilatnya berulang kali, kemudian membenamkan taringnya yang tajam disana, lalu menghisap darah Gara. Terdengar erangan dari mulut Gara saat Alice menghisap lehernya, darah segar membasahi leher Gara, dan turun kepayudara Alice.
Uuuhk
__ADS_1
Alice..
Gara membalikan tubuh Alice dengan cepat, dia berada diatasnya. Alice masih menghisap lehernya, Gara semakin cepat masuk dan keluar dari tubuh Alice, dia sudah tidak dapat menahannya lagi, kemudian tubuh Gara menegang, cairan kental dan hangat membanjiri bagian intim Alice yang berdenyut, sebagian keluar dari bagian intimnya.