Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia
Main Tengah Malam


__ADS_3

Tok tok tok


Clak


Pintu kamar Alice terbuka


Alice masih tertidur pulas, sudah seharian Alice tertidur, Bibi Anna khawatir, Alice belum makan apapun sejak kemarin.


Hans menyusul Bibi Anna keatas, dia menepuk pundak Bibi Anna.


"Biarkan saja Alice tertidur, sepertinya dia sangat kelelahan, liat saja mukanya. Dia tertidur seperti bayi baru lahir." Hans berkata pelan.


Bibi Anna dan Hans memutuskan untuk turun ke bawah. Mereka tidak tau bahwa selama ini Gara sudah berada di kamar Alice sejak kemarin. Dia tidak pulang ke istana, melainkan berdiam diri dikamar Alice. Dia terus-menerus memperhatikan Alice yang sedang tertidur dan tidak membuatnya bosan sedikitpun.


Gara membelai rambut Alice dengan lembut, tatapan matanya penuh kasih. Gara mengontrol hasratnya untuk meminum darah Alice. Sudah 2 hari Gara tidak minum darah, dia terlalu khawatir meninggalkan Alice sendiri.


Gara mencium kening Alice, menyentuh bibirnya yang kering, Gara minum dari botol dan memberikannya pada Alice lewat mulutnya, Alice meneguknya.


Malam semakin larut, Alice merasakan seseorang berada disampingnya. Sensasi dingin terasa ditubuhnya, ia ingat dengan jelas perasaan yang selama ini dia rasakan. Lelaki itu adalah Gara, meskipun suasana kamar gelap, namun Alice dapat dengan mudah mengenali Gara.


"Aku sangat suka wangi tubuhmu, Gara.." Alice menempelkan hidung dan mengendus pakaian Gara.


Alice tidak menyangka akan mengatakan hal tersebut. Lalu Dia membelai rambut Gara, rambutnya begitu lembut dan wangi, Alice tidak sadar dia telah mencium kepala Gara.


Gara yang berpura-pura tidur tidak tahan dengan perbuatan Alice, dia membuka matanya. Sorot matanya lembut dan penuh kasih, Alice dapat merasakan itu.


"Sudah puas?" Ucap Gara tiba-tiba, Alice merasa malu beberapa detik kemudian.


Gara mencium kedua tangan Alice, sensasi dingin terasa ditempat Gara menyentuhnya. Kedua tangan Gara memegang pipi Alice, pipinya menjadi dingin, dan Alice pun melakukan hal yang sama. Mereka saling berpandang-pandangan.


Alice mencium kening Gara,


lalu bibirnya turun ke hidung, dan turun kebibir Gara. Alice mencium bibir Gara ragu-ragu, bibirnya terasa lembut dan dingin.


Alice berhenti, dia menatap Gara.


Gara tersenyum, Gara tidak melakukan apapun, dia takut Alice akan ketakutan.


Gara memeluk Alice, tubuh Alice terasa hangat, dia mendengarkan detak jantungnya dan desahan nafasnya. Gara sangat bahagia.


kruuuk


kruyuuuk


Gara tertawa,


Alice diam, pipinya merona merah.


Dia sangat malu.


"Maukah kau ikut bersamaku?" Tanya Gara.

__ADS_1


Alice ragu, tapi dia belum ingin berpisah dengan Gara.


"Baiklah.. tapi, aku akan menulis pesan untuk Bibi, pasti dia akan khawatir." Alice menulis sebuah pesan di secarik kertas, kemudian meletakkannya di atas kasur.


Gara membuka jendela kamar Alice, dia menggendong Alice dan melompat keluar. Hans yang sedang diluar melihat Gara menggendong Alice dan menghilang. Dia tidak berkata apapun. Hans masuk kerumah dan bertemu Bibi Anna. Dia mengatakan bahwa Alice sedang bermain bersama Gara, Bibi Anna hanya mengangguk.


Gara membawa Alice ke istana, dia berjalan bersama Alice menuju kamarnya. Banyak pelayan berapapasan dengan Alice, mereka hanya menunduk dan tidak mengatakan apapun. Istana seperti tidak dihuni oleh siapapun. Sepi dan sunyi, hanya terdengar suara jangkrik yang sedang bernyanyi sambil bersembunyi diluar sana.


Alice berjalan bergandengan tangan, Gara membuka pintu kamarnya dan membawa Alice masuk. Alice melihat berkeliling. Dia sudah pernah kemari sebelumnya. Pada saat pesta Alice menerima undangan merah, Gara mengobati luka Alice. Alice masih ingat.


Gara duduk disamping tempat tidur, Alice mengikutinya. Alice memandang wajah Gara, dia menaikan sebelah alisnya.


"Mengapa kita kesini? " Tanya Alice.


Gara tersenyum, taringnya terlihat jelas. Namun, Alice tidak takut sedikitpun.


Terdengar suara pintu diketuk.


Tok Tok Tok


"Tuan Muda, saya membawa makanan untuk anda.."


Terdengar suara Dean dari balik pintu. Gara membuka pintu dan mengambil nampan penuh makanan.


"Makanlah sayang.. Aku tau Kau lapar.." Gara berkata.


Alice dengan senang hati menerima kemurahan hati Gara.


Gara memperhatikan Alice dengan seksama. Alice terlihat lebih hidup sekarang, mulutnya tidak berhenti mengunyah, Gara membelai rambutnya.


"Tenanglah.. mereka tidak akan pergi kemanapun.."


Alice terlalu malu untuk melihat Gara, dia menelan makanannya dengan lebih pelan.


"Aku sudah selesai..!" Alice tersenyum penuh kemenangan.


"Jadi... Apa yang kau inginkan Gara?" Tanya Alice mengetahui niat tersembunyi Gara.


Gara hanya menyeringai memperlihatkan taringnya yang tajam.


"Bisakah kau bermurah hati memberikan sedikit darahmu untuk ku sayang?" Tanya Gara memohon.


Alice tersenyum, dia memeluk Gara dengan lembut.


"Minumlah sebanyak yang kau mau.. tapi sisakan untukku, aku masih harus hidup." Alice tertawa pelan.


Gara membaringkan tubuh Alice diatas tempat tidurnya. Gara memegang pergelangan tangan Alice dengan lembut, menciumnya, menjilatinya, kemudian menanamkan kedua taring dipergelangan tangannya.


Ahhhhhh


Alice menjerit

__ADS_1


Gara menghisap darah dengan lembut, dia tidak mau lebih menyakiti Alice lagi..


Nnggg...


Alice melihat wajah Gara saat dia menghisap darahnya.


Badannya terasa panas, dia memejamkan matanya. Dia merasakan sensasi aneh yang terjadi dengan tubuhnya.


Tubuh Alice bergetar, Gara berhenti menghisap tangan Alice, dia menjilat bekas gigitannya.


Nnggg


Haah


Garaaa


Gara melihat Alice dan mencium bibirnya dengan penuh Gairah, darah Alice membuatnya bergelora dan membangkitkan hasratnya.


Alice tidak menolak ciuman Gara, dia membuka mulutnya, membiarkan Gara menjelajahi bibir dan mulutnya. Menghisap lidahnya penuh gairah, Alice mencoba mengimbangi ciuman Gara. Lidah Alice menjilat gigi Gara dan menelan cairan yang masuk kedalam mulutnya.


Tangan Gara membelai lembut payudara Alice yang sudah tegang, sensasi dingin membuatnya bergetar. Gara dengan pelan mencium dada Alice.


Hmm


Mmmmh


Garaa..


Alice mengerang lembut, tangan Alice mencoba menahan tangan Gara yang terus mencoba melepaskan pakaiannya.


Gara berhenti mencoba membuka baju Alice, dia mencium Alice lagi.


Semakin lama Alice semakin susah mengimbangi Gara.


Dia susah bernafas,


Hmmp Garaa


cukuup..


Alice mencoba menghentikan Gara.


Gara berhenti, dia melihat Alice sudah sangat berantakan. Raut wajah Gara terlihat kecewa dan Alice menyadarinya. Setelah berhasil mengatur nafasnya Alice memeluk Gara dengan lembut. Satu pelukan yang diberikan oleh Alice membuat Gara terlihat lebih baik.


"Apakah kita tidak akan melakukannya?" tanya Gara memelas.


Alice bingung dengan perkataannya.


Tidak lama kemudian muka Alice memerah.


"Apa yang kau bicarakan? aku tidak akan melakukan apapun sampai aku menikah..! " Jawab Alice serius.

__ADS_1


Gara tertawa mendengar jawaban Alice. Dia memeluk Alice dengan lembut.


__ADS_2