Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia
Masa Kehamilan


__ADS_3

"Kemari Kent, masuklah.." Alice menarik tangan Kent kedalam kamarnya. Dia mengikutinya dengan patuh.


"Lin, kau boleh pergi.."


"Aku akan berbicara dengan Kent."


"Tapi Ma'am.."


"Tidak apa-apa, pergilah.." Kemudian Lin pergi meninggalkan Alice dan Kent.


"Kau jahat sekali!


"Tidak hadir di pernikahanku!" Alice memukul dada Kent dengan kuat.


"Maafkan Aku Alice.


"Aku datang sedikit terlambat." Kent tersenyum dan tidak menunjukan penyesalannya.


"Seharusnya kau datang lebih awal,


"Dasar bodoh." Alice berjalan ke tempat tidurnya dan berbaring.


Kent melihat Alice berjalan, langkahnya sangat lambat sekali seperti boneka dengan perut yang besar.


"Kau terlihat lucu Alice.." Kent mengacak-acak rambut Alice dengan lembut.


"Maksudmu?


"Aku seperti badut begitu?"


"Tidak, tidak..


"Lebih seperti boneka." Kent memamerkan giginya yang tajam.


"Ha...


"Sekarang semua orang meledeku, mereka tidak tau betapa kejinya aku." Alice menyilang kan kedua tangannya didada.


"Yaa..


"Kau memang keji Alice, kau menikah dengan orang lain."


"Kent..


"Apa kau ingin membuatku kesal???"


"Tidak, tidak Ma'am, maafkan aku.." Kent menggenggam tangan Alice dan mencium punggung tangannya dengan lembut.


"Aku merindukanmu.." Dia berucap pelan ditelinga Alice.


Kedua pipi Alice memerah, refleks Alice mendorong tubuh Kent menjauh.


"Jangan terlalu dekat Kent.


"Kau bisa menyebabkan ku terkena serangan panik."


"Aku hanya merindukanmu..


"Kau juga pasti merindukanku.."


"Tolong jangan terlalu percaya diri Kent." Alice tertawa terbahak-bahak.


* * *


Sementara itu, setelah Lin meninggalkan Alice dan Kent, dia pergi menemui Gara diruang kerjanya.


"Apa yang Kau lakukan disini?


"Bagaimana dengan istriku?"


"Maaf Tuan Muda,


"Namun Ma'am ingin saya meninggalkannya."


"Mengapa?" Gara masih melihat-lihat beberapa dokumen diatas mejanya.


"Ada seorang tamu Tuan Muda."


"Siapa yang mengunjunginya?"


"Kalo tidak salah, dia bernama Kent." Seketika dokumen yang dipegangnya terjatuh. Dengan terburu-buru Gara meninggalkan ruang kerjanya, Lin yang tidak tau apa-apa hanya mengikuti Gara dari belakang.


'Braak!!'

__ADS_1


Gara menendang pintu kamarnya dengan keras, Alice dan Kent yang sedang duduk begitu terkejut mendengar suara pintu yang terbanting keras.


"Gara.." Alice memperhatikan Gara yang berlari kearahnya dengan cepat. Seketika Kent berdiri dari tempat duduknya.


Gara menarik tubuh Alice dan memeluknya dengan erat.


"Kau baik-baik saja Alice?" Gara menatap wajah Alice.


"Tentu saja.


"Apa yang terjadi?" Alice tampak bingung melihat Gara terburu-buru menemuinya.


"Lin mengatakan padaku bahwa anjing busuk itu menemuimu." Gara menatap jijik Kent yang berdiri tepat didepannya.


"Oh astaga, apa kau mengkhawatirkan ku Gara?


"Aku sangat tersanjung." Kent mengangkat kedua bahunya.


"Diam kau anjing."


"Oh ayolah Gara..


"Aku hanya bertemu dengan Kent."


"Justru itu Alice,


"Aku tidak mau kau hanya berduaan dengannya."


"Apa kau tidak percaya padaku?" Alice menatap tajam Gara.


"Aku percaya padamu sayang,


"Anjing ini yang tidak aku percayai."


Kent tertawa terbahak-bahak mendengar percakapan Alice dan Gara.


"Oh ayolah kawan


"Aku tidak suka mengusik wanita hamil." Kent mengedipkan sebelah matanya.


"Kau membuatku jijik,


"Kau sudah melihat Alice.


"Gara..


"Biarkan Kent menemaniku sebentar lagi..


"Aku mohon.."


"Alice..


"Apakah keberadaanku disini tidak cukup?"


"TUAN MUDA GARA. APAKAH KAU TIDAK MENDENGAR KEINGINANKU?" Alice memandang Gara dengan tatapan tajam.


Semua orang yang berada disana terkejut, bulu kuduk mereka berdiri termasuk Gara.


"Ah..


"Iya sayang..


"Kent akan menemanimu.." Gara mencoba tersenyum, takut istrinya akan marah dan meledak.


"Oh astaga, sekarang Aku tau betapa kejinya dirimu Alice.."


"Sungguh?


"Memang apa yang terjadi?" Alice mengangkat kedua bahunya.


Emosi ibu hamil memang tidak dapat dikontrol, bahkan oleh suaminya sendiri.


"Tidak ada apa-apa sayang..." Gara melepaskan pelukannya dengan enggan.


"Apakah ada hal lain yang kau inginkan?"


"Jika memang kau bertanya sayang.


"Aku ingin Bibi Ann dan Hans menemuiku setiap hari.


"Aku ingin Kent sesekali mengunjungiku."


Kent tidak bisa menyembunyikan senyumannya ketika mendengar permintaan Alice.

__ADS_1


"Bagaimana Gara?" Alice tersenyum penuh harapan.


"Ah..


"Baiklah nyonya Gara..


"Jika itu yang Ma'am inginkan, maka akan terpenuhi."


"Terimakasih suamiku tersayang." Alice mencium bibir Gara dengan lembut.


"Hentikanlah, kalian membuatku mual." Kent membuang muka.


Setelah percakapan itu, beberapa hari kemudian Bibi Anna dan Hans secara rutin mengunjungi Alice, sedangkan Kent hanya datang di akhir pekan, itupun dengan syarat Gara akan berada disamping Alice saat Kent datang menemuinya.


Semakin lama perut Alice semakin besar, dia selalu bercermin untuk melihat seluruh tubuhnya yang sudah berubah.


Pada bulan pertama sampai bulan ketiga tidak terlihat perubahan pada tubuh Alice, namun hanya perutnya yang kelihatan lebih buncit.


Kemudian pada bulan keempat Alice sudah mulai bisa merasakan detak jantung bayi yang ada didalam perutnya, Gara sangat bahagia ketika menempelkan telinganya keatas perut Alice. Dia selalu berteriak 'Waw' Alice tertawa terbahak-bahak mendengarnya.


Alice akan memanggil semua orang saat bayi dalam perutnya bergerak, semua orang bergantian ingin menyentuhnya termasuk Yang Mulia Raja.


Setiap hari dokter Reina datang untuk memeriksa kandungan Alice, karena tubuh Alice spesial maka Gara menginjinkan dokter Reina selalu bersama-sama dengan Alice dimanapun Alice berada, Gara tidak mau mengambil resiko apapun.


Selama masa kehamilan, Gara tidak boleh berhubungan suami istri dengan Alice dan tidak boleh menghisap darah Alice.


Namun Alice setiap hari menghisap darah Gara, karena itulah Gara harus minum darah hewan setiap hari untuk menggantikan darahnya.


Selain menghisap darah Gara, Alice juga makan 6 kali sehari belum termasuk cemilan. Contohnya Siang ini, dia makan 3 buah roti, 3 gelas susu hangat, satu piring daging kambing, 1 piring sayuran dan 1 mangkuk sup iga.


"Alice, kau yakin bayi itu sanggup memakan semua ini?"


Alice tidak menjawab pertanyaan Gara, dia melempar sendok yang dia pegang tepat diwajah Gara. Semua orang yang melihat terus mengingat momen ini dan tidak ada seorangpun yang akan bertanya lagi hal yang sama. Gara menghilangkan pertanyaan itu dari dalam kepalanya, selamanya.


Terkadang Alice meminta hal yang tidak masuk akal. Saat Gara sedang sibuk diruang kerjanya, Alice berjalan masuk kedalam dan duduk diatas mejanya.


"Sayang..


"Bisakah kau membawakan Aku buah durian?"


Bisakah dibayangkan, durian itu buah musiman, tentu saja dimusim dingin seperti ini buah itu tidak akan muncul.


Gara bingung harus menjawab apa, dia hanya diam dan tersenyum.


"Apakah tidak bisa?


"Kau mengatakan padaku bahwa aku bisa mendapatkan semua keinginanku." Alice cemberut.


Setelah malam itu, Alice terus menanyakan buah durian pada Gara dan setiap orang yang mengunjunginya.


Karena itulah Gara membuat Greenhouse dan menanam setiap jenis buah dan memberikannya pupuk sihir agar bisa tumbuh cepat.


Sekarang usia kandungan Alice sudah 32 Minggu. Tubuh Alice sudah sepenuhnya berubah. Perut dan payudaranya membesar. Gara sangat senang melihat perubahan tubuh Alice.


Sore itu Gara sedang membaca buku diatas tempat tidur, Alice baru selesai mandi dan mengenakan pakaian tidurnya. Aroma tubuh Alice semakin menguat dan menggoda Gara dengan lihainya. Alice berbaring disebelahnya, dia tidak tau betapa berat cobaan yang harus Gara hadapi saat ini.


Tangan Gara seakan berkhianat. Perlahan tangannya membelai rambut Alice yang masih basah, lalu menciumnya helai demi helai. Semakin dekat dengan tubuh Alice, Gara semakin tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.


"Sayang..


"Apa yang kau lakukan?"


Alice terkejut melihat Gara yang sedang memandangnya dari belakang.


"Tidak bisakah sayang?


"Malam ini saja..." Gara memohon dengan sangat, dan Gara tau, Alice tidak bisa menolaknya.


"Ah, Gara..


"Kau membuatku lupa dengan semua ucapan Reina..


"Jangan melihatku seperti itu.


"Aku lemah.."


Dengan cepat Gara menarik wajah Alice mendekat, Gara membelai pipi Alice yang lembut dan sedikit chubby, menggigitnya dengan gemas dan mencium bibirnya dengan cepat, Aroma tubuh Alice membuatnya mabuk dan kehilangan seluruh kontrol tubuhnya.


Payudara Alice yang bengkak menempel dengan erat pada dadanya yang bidang. Puncak payudara Alice mengeras dan menggesek kemejanya yang lembut.


Mata Alice terpejam menikmati setiap kenikmatan yang Gara berikan. Tangan Gara menjelajahi setiap inci tubuhnya, bibirnya mencium setiap bagian tubuhnya, Alice sudah tidak sanggup lagi menahan seluruh gairah dalam tubuhnya.


'Hnng

__ADS_1


'Gaara...


__ADS_2