Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia
Perempuan Licik


__ADS_3

Setelah mengantar Alice pulang, Gara meminta prajurit untuk membawa CCTV yang ada didekat butik tempat penyerangan Alice.


Kemudian Gara memanggil seorang Jenderal. Gara meminta jenderal untuk memberikannya daftar vampir-vampir yang perlu dimusnahkan.


Beberapa saat kemudian prajurit tersebut membawa rekaman CCTV yang menampilkan penyerangan terhadap Alice. Namun ternyata mereka tidak berada dalam daftar vampir yang harus dimusnahkan.


Akhirnya Gara meminta Jenderal untuk melakukan pencarian terhadap vampir yang harus dimusnahkan dan Gara akan ikut serta memusnahkan vampir-vampir tersebut.


Pencarian berakhir keesokan harinya. Mereka menemukan ratusan vampir yang bersembunyi di fasilitas-fasilitas umum.


Gara membawa mereka semua ke istana, dan membakarnya di halaman belakang kastil.


Tidak beruntung, seorang vampire berhasil menyerang Gara, taring vampire tersebut berhasil menembus lengan sebelah kanan Gara. Dean yang melihat hal tersebut merasa khawatir dan menyarakan Gara memanggil Violet.


Saat penyerangan terjadi kebetulan Luca berada disana, dia merasa beruntung melihat Gara dalam kondisi terluka.


"Tuan Muda.. haruskah saya memanggil Nona Alice?" Tanya Dean saat Gara sudah berada diruangannya.


Gara tidak mengatakan apapun. Dalam hatinya ingin sekali dia melihat Alice saat itu juga. Namun Gara khawatir Alice akan terluka saat bersamanya.


"Tuan Muda.. Luka anda Tuan Muda.." Dean melihat luka Gara mengeluarkan darah.


"Hmm.. Panggil Alice,


tidak, panggil Violet ." Ucap Gara.


Dean langsung pergi meninggalkan Gara setelah Gara memberikan perintah.


Di luar Luca mendengar Gara berbicara sangat jelas dengan Dean. Luca menyusun rencana.


Luca mencari Violet, dia menemukan nya sebelum Dean.


"Violet.. kau terlihat semanis madu sayang.." Luca membelai pipi Violet.


"Tuan Muda Luca.. saya merasa terhormat.." Violet menjawab dengan hormat.


"Apakah Kau menginginkan Gara?" Tanya Luca.


Dengan mata yang berbinar Violet mengangguk.


Luca tidak perlu bertanya lagi tentang keinginan Violet.


Kemudian Luca memberikan Violet sebuah ramuan.


"Minumlah..." Perintah Luca.


Dengan cepat dan tanpa bertanya Violet meminum ramuan itu, dia tersenyum licik.


Waktu berlalu begitu cepat, matahari sudah terbenam, burung-burung terbang berkelompok pulang kerumahnya.


Dean menemukan Violet tengah berbelanja dipusat perkotaan. setelah melihat Dean, Violet merasa sangat bahagia. Melihat Dean berarti bertemu dengan Gara, begitu pikirnya. Violet sudah 2 kali menemui Gara bulan ini.


Tok tok tok


"Tuan muda, Saya membawa Violet." Dean mengetuk pintu dan membawa Violet masuk.


Gara sedang berbaring ditempat tidurnya, bajunya terbuka dan Gara terlihat lelah.


"Yang mulia... Apa yang terjadi? " Violet berlari dan memeluk Gara dengan manja.


Gara tidak mengatakan apapun.


Setelah melihat Violet bersama Gara, Dean pergi meninggalkan ruangan Gara.


Violet kemudian melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Violet membuka bajunya dengan perlahan.


Menampakan Payudaranya yang indah.


Lalu Violet melepaskan pakaian bawahnya sehingga tidak ada sehelai benangpun diatas tubuhnya.


Gara tidak menunjukan ekspresi apapun. Wajahnya tetap datar, namun Gara memperlihatkan taringnya.


Gara hanya membutuhkan darah Violet, bukan tubuhnya. Dia terpaksa karena tidak ingin menemui Alice dalam kondisi terluka.


Kemudian Gara menarik Violet ketempat tidurnya dan menghujamkan taring dilehernya. Gara menghisap darahnya dengan kuat.


Violet menjerit.


"Aaahhh..


"Yang muliaaa....


"Aaaaah


Tanpa sadar Gara menghisap payudara Violet.


"Aaaaaaah


"Enggggh


Tiba-tiba pintu kamar Gara terbuka..


Brak


Alice berdiri disana seorang diri. Dia melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat.


Air mata menggenang di pelupuk matanya, Alice menahan emosinya. Dia menutup pintu dan berlari.


Gara terkejut melihat Alice berdiri dibelakang pintu kamarnya, dia turun dari tempat tidar dan mengejar Alice, namun.. violet menahan tangannya.


Gara tidak peduli dengan lukanya, namun Gara tidak mampu untuk melepaskan tangan Violet, Violet mengambil kesempatan itu untuk merayu Gara, Dia menjilati tubuh Gara, mencium Gara dan membawanya kembali ke tempat tidur.


Gara tidak bisa berkutik saat Violet melakukan hal tersebut. Hatinya ingin pergi mengejar Alice, namun tubuhnya tidak bisa melakukan penolakan.


Gara mencium Violet dengan penuh nafsu, dia menghisap leher Violet lagi dan lagi. Mencium dan menghisap payudaranya dengan kuat.


"Tuan mudaaa..."


"Aaahh..."


"Hmmpppp..."


"Ahhh.....'


Violet mulai meracau tidak jelas.


Gara menjilat seluruh tubuh Violet, Violet merasa bahagia. Menjadi perempuan Gara adalah hal yang sangat diinginkannya.


"Nhgggh...


"Aaah...


Violet tertawa bahagia. Gara merasa jijik dengan apa yang telah dilakukannya, dia mencoba melawan dirinya sendiri.


Gara menancapkan taring dilengan kanannya, kemudian menghisap darahnya sendiri.


Tawa Violet berhenti, dia mulai menggoda Gara lagi, Violet membuka pakaian bawah Gara, dia membelai badan Gara, namun yang terjadi adalah Gara menepis tangan itu dengan jijik. Membanting Violet ke dinding kamar dan memanggil Dean.


Braaak..!

__ADS_1


"DEAN!!"


Violet meringis kesakitan, seluruh tubuhnya terasa remuk, dia tidak menyangka Gara akan sadar dan membanting nya seperti itu.


Violet seperti diterbangkan keawan kemudian dijatuhkan kenereka disaat bersamaan.


Dean berlari dengan cepat keruangan Gara.


"Aku tidak ingin melihat mahluk menjijikan ini lagi!" Mata Gara memancarkan kemarahan.


Dean tidak bertanya apapun, kemudian Dean menarik Violet dari ruangan Gara dengan paksa.


Gara mengeluarkan kelelawarnya untuk mencari Alice.


Alice berlari masuk kedalam hutan, dia menangis, dia berteriak melampiaskan kekesalannya, dia merasa bodoh.


Alice teringat kembali kata-kata manis yang Gara ucapkan padanya, Alice merasa jijik. Dia tidak mau lagi melihat Gara.


Alice duduk diatas sebuah batang pohon. Dia memeluk lututnya, dan menangis tersedu-sedu.


Terdengar suara langkah kaki mendekat kearah Alice. Namun Alice tidak menyadarinya. Sebuah tangan menutup kedua mata Alice. Alice menjerit terkejut.


"Aaaa..."


Kemudian tangan itu melepaskan kedua mata Alice. Alice mendorongnya menjauh.


"Jangan mendekat! Jangan mendekat!!!" Alice menjerit.


"Alice... gadis kecil... ini aku...!" Alice mengingat suara disebelahnya.


"Kent.. Kent..


"Kaulah ituu?" Tanya Alice.


Kent mendekat dan memeluknya dengan erat. Dia mencium kening Alice.


Alice balas memeluknya.


"Apa yang kau lakukan disini? ini sudah malam Alice." Kent mengingatkan.


"Aku ..


Alice ragu-ragu menjawab.


"Aku sedang olahraga, kau tau? sekarang sedang tren olahraga malam. Kau pasti tidak tau kan?" Jawab Alice mencoba mengalihkan perhatiannya.


Kent pura-pura percaya dengan kata-kata Alice, sebenarnya Kent bisa mendengarkan detak jantung Alice, dia tau kapan Alice berkata jujur dan kapan Alice berkata bohong.


"Kau mau Aku gendong?? " Tanya Kent.


"Bisakah aku?" Alice menjawab.


Dengan cepet Kent mengangkat Alice ke punggungnya, dan Kent mulai berlari.


"Kau tau, kau seperti tas kecil. Berapa Berat badanmu?" Tanya Kent.


"Apakah kau tau Kent, menanyakan berat badan pada seorang gadis adalah hal yang tabu!!" Jawab Alice.


"Kau hanyalah seorang gadis kecil dimataku." Kent tertawa.


Kemudian Alice mendengus kesal.


* * *


Gara mendengar suara jeritan Alice dari dalam hutan, dia berlari dengan sangat cepat kearah suara Alice.

__ADS_1


Namun Gara tidak menemukan siapapun, dia hanya mencium Aroma tubuh Alice dan Aroma Anjing busuk berada ditempat yang sama.


Gara mencoba mengikuti aroma tubuh Alice, namun ternyata lukanya masih berdarah. Dengan enggan dia kembali ke istana. Dia akan mencari Alice setelah lukanya menutup.


__ADS_2