Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia
Kebahagiaan Yang Sempurna


__ADS_3

Ketika Alice membuka kedua matanya hal pertama yang dirasakannya adalah rasa haus yang sangat hebat. Kerongkongannya terasa begitu kering, tangannya meraba-raba meja sebelah kanan tempat tidurnya, dia ingat sempat meninggalkan segelas air sebelum pergi keruang bersalin, sebelum sempat menggapai gelas, sebuah tangan yang kuat mengangkat bagian atas tubuhnya dan menempelkan gelas pada bibirnya.


Alice meneguk habis seluruh air dalam gelas, rasa hausnya berkurang seketika. Alice memaksa matanya terbuka dan tersenyum tipis ketika dia melihat suaminya, Gara yang membantunya mengambil gelas.


"Sayang..


"Apakah kamu sudah melihat?


"Anak kita?" Mata Alice berbinar-binar ketika membicarakan kedua anaknya.


"Sudah, Aku sudah melihatnya Alice."


"Anak lelaki kita terlihat sepertimu Gara, rambutnya sama sepertimu, Kau tau."


Mata Alice terlihat bengkak, pipinya masih terlihat basah karena air mata. Gara dengan lembut mencium matanya. Dia benar-benar ingin memeluknya dengan erat tetapi tidak bisa.


Alice belum pulih sepenuhnya, dan dia tampak sangat lemah, seakan-akan jika Gara memeluknya tidak hati-hati Alice akan hancur bahkan hanya dengan menyentuhnya, Alice terlihat sangat rapuh.


Membayangkan Alice telah melahirkan kehidupan baru setelah membawanya didalam tubuh kecilnya selama 9 bulan dan bahkan Alice melahirkan dua orang sekaligus adalah hal yang sangat menakjubkan dan sulit dipercaya oleh Gara.


Istrinya selalu cantik di matanya, tetapi hari ini Dia terlihat lebih cantik hatinya.


"Mereka mengatakan matanya seperti milikmu, meskipun kamu belum melihatnya."


"Aku melihatnya hanya sebentar saja.


"Aku bilang pada Bidan, Aku takut karena ini pertama kalinya Aku menyusui, dan karena Aku tidak tahu kapan akan tertidur, saat itu Aku sangat lelah dan mengantuk." Alice tertawa bahagia ketika membayangkan kedua anaknya.


Gara memperhatikan ketika istrinya tertawa lalu berhenti dan mengerutkan kening karena perutnya terasa sakit. Gara mencium pangkal hidung, bibir dan keningnya dengan lembut.

__ADS_1


"Itu sulit, bukan?"


"Saya baik-baik saja." Alice tersenyum.


"Kamu selalu mengatakan kamu baik-baik saja."


"Maksudku Gara, Aku ingin membuktikan cintaku padamu. Jadi meskipun itu tidak mudah, Aku akan melupakan semua rasa sakit itu karena membayangkan Kau akan tersenyum bahagia."


Alice jatuh cinta kepada kedua anaknya, meskipun dia belum melihat mereka dengan jelas. Ada banyak sekali alasan mengapa dia begitu. Salah satunya karena mereka adalah anak Gara, buah hatinya dengan suami yang dia cintai.


"Anak kita sungguh hebat sayang, aku sungguh-sungguh berjuang mengeluarkannya."


Gara menatap Alice tanpa berkata apapun, lalu Gara tersenyum dan menarik tubuh Alice kedalam pelukannya.


"Siapakah nama mereka?" Gara menatap Alice.


"Haruskah kita meminta saran pada Paman dan Kakeknya?" Alice mengernyitkan keningnya.


"Aku ingin mereka berpartisipasi." Alice tertawa memamerkan deretan giginya yang putih dan tidak rapih.


"Terserah padamu." Gara mencium bibir Alice dengan lembut.


"Ah..


"Kau tau.." Gara menatap Alice dengan seksama.


"Mengapa?"


"Kurasa aroma tubuhmu tetap menggodaku."

__ADS_1


"Apakah tidak hilang?"


"Aku rasa tidak.


"Itu sudah tidak penting lagi sekarang.


"Aku akan melindungimu selamanya." Alice terharu mendengar perkataan Gara, dia memeluk tubuh Gara dengan erat meskipun bagian bawah tubuhnya terasa sakit dan perih.


* * *


Setelah menjelang sore, beberapa tamu berdatangan mengunjungi Alice. Alice belum bisa berjalan untuk menyambut para tamu, dia hanya menyapa dengan tersenyum dari tempat tidur.


Mereka bergantian melihat anak kembar yang baru lahir dan merasa takjub dengan parasnya yang begitu mirip dengan Gara.


Raja membantu Alice memilih nama. Nama Eros untuk bayi laki-laki dan Freya untuk bayi perempuan. Alice sangat bahagia mendengar nama kedua anaknya.


Bibi Anna dan Hans berkunjung setelah cukup malam. Mereka ingin lebih leluasa bercengkrama dengan Alice dan kedua anaknya. Bibi Anna dan Hans sudah sangat lama berpisah dengan Alice, terakhir mereka bertemu pada saat Alice dan Gara menikah.


"Ooh... Cucuku yang tampan dan cantik.


"Eros dan Freya adalah nama yang sesuai untuk kalian." Bibi Anna menangis ketika melihat Alice.


Hans tidak kuasa menahan air matanya ketika melihat Alice masih terbaring penuh dengan senyuman diwajahnya. Hans menutupi seluruh wajah dengan kedua tangannya. Dia tidak pernah membayangkan bahwa adiknya yang selama ini dia jaga telah tumbuh dewasa dan bahkan mempunyai keluarga sendiri.


Dari kejauhan, seseorang selalu memperhatikan Alice, bahkan selama Alice sedang dalam proses melahirkan. Lelaki ini tak pernah meninggalkan posisinya untuk waktu yang sangat lama. Dia berdoa dalam hatinya selama Alice berjuang melahirkan anak-anaknya.


Ingin sekali dia menerobos masuk dan memeluk Alice dengan erat. Menumpahkan seluruh perasaannya saat itu juga, namun dia tidak bisa. Gara telah memperingatkannya saat itu. Dia tidak ingin lagi mengganggu kehidupan Alice yang telah sempurna.


Kemampuan Alice yang luar biasa dengan meningkatnya seluruh indranya sepenuhnya telah menghilang bersamaan dengan lahirnya kedua anaknya. Hanya aroma tubuhnya saja yang tetap sama. Darah memang tidak bisa dihilangkan. Ini bukan kutukan juga bukan anugerah. Ini hanyalah takdir yang harus dijalani.

__ADS_1


Kini Alice dan Gara hidup bahagia dengan Eros dan Freya. Eros dan Freya adalah manusia setengah Vampire seperti ibunya. Mereka adalah calon penerus masa depan Gara.


__ADS_2