
Kent menidurkan Alice dengan lembut. Secara harfiah seorang Werewolf atau Manusia Serigala mempunyai sikap yang kasar dan beringas. Insting hewannya lebih kuat atau lebih menonjol dari pada instingnya sebagai manusia.
Namun ketika melihat Alice ada sesuatu yang berbeda. Dia tidak ingin mahluk mungil ini hancur dalam cengkraman lengannya yang besar dan kuat.
Auuuuuuuuuung
Auuung
Grrrr
Terdengar lolongan Werewolf dari kejauhan, malam bulan purnama telah berlalu beberapa jam yang lalu, semua Werewolf telah berubah menjadi manusia lagi kecuali Kent, badannya tetap seperti itu karena Kent adalah seorang Werewolf tidak murni atau setengah Werewolf.
Kent tinggal seorang diri, dia tinggal di kedalaman hutan, rumahnya berada diantara beberapa pohon. Cukup sulit menemukan rumah Kent karena letaknya yang tidak strategis.
Kent tidak memakan manusia, dia hanya memakan hewan. Setiap hari selalu sama baginya, tak ada kawan dan tak ada lawan, namun malam itu berbeda.
Setiap bulan purnama Kent keluar dari rumahnya, entah kenapa dia ingin berkeliling hutan, dan saat itu Dia tidak sengaja melihat sesuatu yang aneh. Seorang gadis kecil dengan gaun yang berantakan sedang berlari menghindari seorang Werewolf besar.
Kent dengan cepat menghampirinya, tidak sengaja Kent memukul bagian belakang kepalanya begitu keras sehingga Alice tidak sadarkan diri.
Sinar matahari yang hangat membuat Alice terbangun, tercium aroma masakan dari dalam rumah, udara pagi itu sangat sejuk sehingga Alice lupa dimana dia berada.
Alice menguap dengan lebar, dia tidak sadar Kent tengah memperhatikannya dari dapur. Kent tersenyum, lalu dia menghampiri Alice.
"Kau sudah sadar?" tanya Kent.
"Haaaah, Kamu, Kamu siapa?" Tanya Alice bingung.
Alice seperti terkena amnesia pagi, dia bingung apa yang terjadi saat malam, setelah beberapa saat Alice ingat kejadian yang dialaminya bersama Kent. Refleks Alice menutup kakinya yang terbuka.
Kent hanya tertawa kecil.
"Apa yang kau sembunyikan gadis kecil? aku sudah melihat semuanya semalam." Kent tertawa.
Muka Alice merona, wajahnya semerah tomat sekarang.
Kent kembali ke dapur, dia membawa sepiring daging rusa dan sebuah minuman untuk Alice.
"Makanlah Nona, atau Kau akan tertidur kembali." Kent menyerahkan makanan untuk Alice.
Alice menerima makanan itu, dia memang sangat lapar, namun terlalu malu untuk mengeluh.
"Terimakasih.." jawab Alice pelan.
Dengan lahap Alice memakan makanan yang diberikan Kent, entah itu makanan atau racun Alice tidak sempat untuk berpikir, dia lebih memilih memakan semua makanan itu dari pada harus berdebat.
__ADS_1
Makanan itu terasa enak dilidahnya, Alice melihat sekeliling, dia tidak tahu dimana sekarang berada. Alice melihat kebawah rumah, sangat jauh untuk turun.
Pemandangan disini sangat indah, dia tidak menyangka hutan yang begitu menakutkan dan gelap saat malam, bisa seindah ini pada siang hari.
Hutan ini begitu hijau, dengan cahaya matahari yang bersembunyi hanya seberkas cahaya yang masuk.
Terdengar suara air yang mengalir dari kejauhan. Alice keluar menuju beranda, dia bisa melihat semuanya dari atas, ada sungai dan banyak bunga serta rumput-rumput yang bertebaran.
Kupu-kupu terbang diatas air, capung bermain bersama capung lainnya diudara, ikan yang berwarna-warni berenang didasar sungai. Semua yang Alice lihat sangat indah dan berlawanan dengan keadaan saat malam hari.
Tidak lama kemudian Alice teringat dengan Bibi Anna, dia tidak sanggup membayangkan betapa khawatir nya Bibi Anna dirumah. Alice masuk kedalam rumah dan mencari Kent.
"Haloo,
"Hallooo,
"Hallooo ada seseorang didalam?" Alice berteriak.
Kent keluar dari sebuah ruangan dan melihat Alice yang sedang mencarinya.
"Panggil Aku Kent." Ucap Kent datar.
Alice terkejut melihat Kent sudah berdiri dibelakangnya.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Kent tanpa melihat wajah Alice.
Alice ragu-ragu untuk bertanya, namun dia memutuskan untuk bertanya karena ingin melihat Bibinya baik-baik saja.
"Mm, Kent.. bisakah kau mengantarku pulang?" Tanya Alice.
Kent terdiam.
Dia melihat Alice, memperhatikan wajahnya dengan hati-hati, Kent membuang nafas berat.
"Siapa namamu?" tanya Kent tanpa menjawab pertanyaan Alice.
"Apakah kau akan mengantarkan Aku pulang saat Kau tau namaku?" Tanya Alice.
Kent kembali terdiam.
Kent pergi tanpa mengatakan apapun.
Alice bingung dan menyusul Kent kedalam.
Kent turun kebawah, membawa kayu bakar dan membelahnya dengan kapak. Alice menunggu diatas karena dia tidak bisa turun sendiri.
__ADS_1
*Brak
Brak
Brak*
Suara kayu yang dibelah kapak membuat telinga Alice sakit, refleks Alice menutup telinganya, Kent yang melihat Alice menghentikan aktivitas nya.
Kent naik keatas, dia menggendong Alice yang duduk di dahan pohon.
"Lepas Kent, lepaskan..!" Alice meminta dengan kesal.
Namun Kent pura-pura tidak mendengar apapun. Kent membawa Alice kekamarnya dan menyuruh Alice duduk dikursi. Alice mematuhinya dengan cepat, dia tidak ingin membuat Kent marah.
"Siapa namamu?" Kent bertanya lagi.
Kali ini Alice mengatakan namanya dengan cepat.
"Alice.." Jawab Alice.
Kent melihat Alice, ini kali pertama Kent melihat sesosok wanita sedekat itu, instingnya berkata bahwa Kent tidak boleh membiarkan Alice pergi, namun saat melihat Alice yang merasa sedih, dia tidak ingin membuat Alice menangis dari pada mengikuti instingnya sendiri.
"Alice mengapa kau ingin cepat pulang? apakah aku memperlakukan mu dengan buruk? " Tanya Kent.
"Bukan begitu, aku takut Bibiku mengkhawatirkan ku Kent.." Jawab Alice.
"Apakah kau tidak mempunyai Hp?" Tanya Kent.
"Aku meninggalkannya didalam kereta kuda semalam. Tidak bisakah kau mengantarku pulang?" Alice memohon.
Kent ingin menahan Alice sedikit lebih lama, tidak.
Sebenarnya Kent ingin Alice berada disini selamanya, dia tidak ingin Alice pergi meninggalkan nya sendiri.
Dengan hati-hati Kent menjawab pertanyaan Alice.
"Alice.. kau tinggal dimana?" Tanya Kent.
"Aku tinggal di Mansion Mawar." Jawab Alice.
"Baiklah, kau tunggu disini, aku akan memberitahu mereka kau baik-baik saja bersamaku." Jawab Kent.
"Tapi Kent aku ingin pulang..!"
Tanpa menjawab Alice, Kent loncat dari rumahnya dan pergi menghilang. Sedangkan Alice tidak bisa pergi kemanapun, dia merasa sedih dan kesepian.
__ADS_1