Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia
Kegelapan Yang Dingin


__ADS_3

Tes Tes Tes


Terdengar suara tetesan air dari kejauhan. Sunyi sekali, suara binatang pun tidak terdengar. Udara terasa pengap, tidak ada seberkas cahaya pun yang terlihat.


Badan Alice terasa perih, terdapat luka baru dipelipis dan pahanya. Badannya terasa pegal dan sakit, seseorang memukul lehernya saat Alice sedang bersembunyi. Alice tidak lagi yakin itu manusia atau hewan atau mahluk apapun.


Alice memegang kepalanya, dahinya terasa berdenyut, pelipisnya basah oleh darah namun karena keadaan gelap Alice tidak mengetahuinya.


Alice meraba-raba tempat yang ia duduki, tempat itu sangat kasar dan basah, temboknya terasa keras seperti batu yang sangat besar, tetesan air jatuh ke tangannya, dia melihat ke atas namun percuma, tak terlihat apapun. Dia mulai ketakutan, jantungnya berdegup kencang, dia baru menyadari bahwa dia dalam keadaan bahaya. Dia mencoba tenang dan mengatur nafasnya.


Alice mencoba mengingat kejadian yang terjadi sebelum Alice diculik ketempat ini.


Saat itu Alice sedang berada dalam kereta kuda yang akan membawanya pulang.


Namun ditengah perjalanan kereta menabrak sesuatu.


Alice mengintip dari jendela, namun percuma karena keadaan diluar gelap Alice tidak dapat melihat apapun. Alice duduk dengan tenang menunggu kusir kereta kembali, namun kusir tersebut tidak pernah terdengar lagi suaranya.


Karena penasaran Alice membuka pintu dan keluar dari kereta kuda dengan perlahan.


Alice mencoba mencari sumber cahaya dari kereta kuda, dia berjalan perlahan memutari kereta kuda. Dan terlonjak kaget saat melihat seseorang telah memakan kusir kereta dengan lahapnya. Beruntung orang tersebut belum melihat kedatangan Alice. Alice membekap mulutnya dengan sangat kuat.


Auuuuuung..


Ouuuuung..


Grrr....


Sinar bulan menerangi jalanan dan terlihat sangat jelas seorang manusia namun terlihat seperti hewan Serigala. Matanya memancarkan kebuasan yang telah dilakukannya selama ini.


Alice mundur perlahan..


Krak..


Sialnya, Alice malah menginjak sebuah ranting.


Serigala itu memutar tubuhnya dan melihat seorang gadis sedang membekap mulutnya sendiri.


Dengan cepat Alice berlari masuk kedalam hutan. Kakinya sangat sakit karena sepatunya terlepas. Bajunya membuatnya susah berlari. Alice mengikat rambutnya dengan asal karena menutupi penglihatannya ketika berlari.


Hutan sangat gelap, hanya cahaya bulan yang membantu menerangi penglihatan Alice. Alice mencoba bersembunyi dibalik pohon yang sangat besar, jantungnya terasa akan meledak, dia menahan nafasnya agar tidak terdengar oleh manusia serigala itu.


Grrrr


Grrrrr


Grrrrtt

__ADS_1


Auuuuuung


Auuuuuuuuuung


Suaranya membuat bulu kuduk Alice berdiri, dia menahan nafasnya lagi, suasana sangat mencekam, awan gelap menutupi cahaya bulan sehingga hutan terlihat sangat gelap.


Dingin..


Alice merasa kedinginan, Dia meninggalkan Jas Gara didalam kereta Kuda. Alice mengingat Gara, Air mata menetes dari matanya, dia menyesali tindakannya yang bodoh, seandainya Gara mengantarnya pulang, pasti hal ini tidak akan terjadi pada dirinya.


Kaki Alice terasa perih, dia berlari sangat kencang tanpa alas kaki sehingga beberapa ranting tajam menembus kulit kakinya yang tipis.


Namun Alice tidak mempedulikan hal tersebut, sekarang Alice lebih takut manusia Serigala itu akan menemukannya dan entahlah apa yang akan terjadi selanjutnya, Alice tidak mau memikirkannya.


Grrr..


Grr..


Grrr..


Suara nafas Manusia Srigala tepat berada dibelakang kepalanya, sebelum Alice melihat kebelakang dia terlebih dahulu hilang kesadaran. Seseorang menepuk lehernya dari belakang dengan keras.


Itulah semua hal yang masih Alice ingat. Sekarang dia berada ditempat ini. Hatinya sangat sedih, dia menangis merasa kesal dan bodoh. Benar dia menyesali tindakannya terhadap Gara.


Srak


Srak


Srak


Seseorang membawa sebuah lilin yang menyala, Alice dapat melihat wajah orang tersebut.


Rambutnya hitam, terdapat dua telinga hewan di kepalanya, warna matanya kuning seperti hewan buas, namun dia memiliki wajah seperti manusia, bahkan terlihat tampan. Kuku tangannya seperti cakar yang sangat besar dan siap menerkam apapun.


Alice sudah tidak tau lagi dia hidup dimana. Semua hal yang terjadi membuat Alice merasa seperti sedang bermimpi.


"Kau sudah bangun?" Dia bertanya dengan kasar.


Alice masih bingung dan hanya diam menatap pria aneh itu.


"Apakah kau tuli manusia? " Tanyanya lagi dengan keras.


"Aah.. Aku, Aku baik-baik saja." Alice menjawab dengan ketakutan.


"Apa yang sedang Kau lakukan didalam hutan? Apa yang sebenarnya kau pikirkan gadis kecil? Kau tau ini malam apa?" Alice hanya menggelengkan kepalanya.


Pria itu terlihat kesal.

__ADS_1


"Ini malam bulan purnama bodoh!!" jawabnya keras.


Alice hanya diam tidak menjawab apapun, dia merasa semua ini mimpi, tentang vampire dan manusia Srigala, semua itu hanyalah dongeng yang ia baca dibuku ketika masih kecil.


Pria itu mendekati Alice yang sedang melamun, dia melihat kening Alice terluka, dengan cepat dia menjilatinya.


"Aah.." Alice kaget dengan tindakan pria aneh itu.


"Apa.. apa yang kau lakukan?" tanya Alice curiga.


"Aku hanya membersihkan lukamu, kau tau.. lidahku bisa mengobati luka apapun asal tidak terlalu dalam." ucapnya bersungguh-sungguh.


"Kau hanya mengambil kesempatan!" Jawab Alice kesal.


Pria itu merasa kesal karena Alice meragukan kemampuannya, dia pergi meninggalkan Alice.


"Dasar mesum, dia pasti hanya mengarang semua hal itu, mana ada kemampuan seperti itu." Alice bergumam.


Namun kemudian Alice tidak merasakan perih lagi pada keningnya, dia meraba lukanya dan benar saja, dia tidak menemukan luka apapun, kemudian dengan cepat Alice merasa bersalah.


Alice melihat sebuah jendela dipojok sebelah kanan, dia merangkak menuju jendela itu, terlihat cahaya remang-remang dari kejauhan, seperti cahaya lampu.


Pahanya terasa panas, darah mengalir cukup deras, lama-kelamaan Alice merasa tubuhnya sangat lemas, dia tidak sadarkan diri.


Kent masuk lagi kedalam Gua untuk melihat gadis itu, dia tidak mendengar suara apapun, terlihat seseorang terkulai lemas didekat jendela. Kent berlari dan menggendong tubuh Alice keluar.


Kent masuk kerumahnya, kemudian membaringkan Alice ditempat tidurnya, dia memberi Alice minum.


Uuhk


Uuhk


Alice terbangun.


"Hei, kau tadi baik-baik saja, apa yang terjadi dengan semangatmu ketika berlari tadi?" Tanya Kent.


Alice mengerang kesakitan, terlihat darah mengalir dari paha Alice, dengan cepat Kent menjilati lukanya.


"Heiii..!"


Nggg..


"Sudah hentikan... Aaaah.."


Alice menjerit ketika lidah Kent mendekati paha atasnya. Kent berdiri, menatap Alice yang terbaring lemah, dia melihat wajah Alice lebih dekat mengendus aroma tubuh Alice, tangannya membelai lembut rambut Alice yang berantakan, lidahnya menjilati mulut Alice dengan lembut dan mulai masuk kedalam mulutnya.


Alice tidak bisa mendorong Kent, dia tidak punya kekuatan yang tersisa, Alice hanya diam saat Kent menghisap mulut Alice dengan kasar, menjelajahi bagian dalam mulut Alice yang lembut dengan lidahnya.

__ADS_1


Hmm


Setelah puas mencium Alice Kent tersadar dan melihat Alice telah tertidur pulas, Alice begitu kelelahan sehingga Alice tidak sadar telah jatuh tertidur saat Kent menciumnya.


__ADS_2