Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia
Pengorbanan Lin


__ADS_3

"Alice.." Raja turun dari singgasana dan berjalan ke arah Alice. Beliau menepuk pundak Alice cukup kencang sehingga tubuhnya sedikit terhuyung kedepan.


"Kau terlihat sangat pucat, apakah kau baik-baik saja?" Semua orang memandang Alice dan Yang Mulia Raja.


"Saya baik-baik saja Yang Mulia.."


"Baiklah.." Kemudian Raja berjalan ke arah Laura, Laura masih menangis, mukanya terlihat bengkak.


"Laura.."


Laura melihat Raja dan menghapus air matanya.


"Apakah kau benar-benar hamil?"


Raut wajah Laura seketika pucat, bibirnya bergetar.


"Saya..


"Saya benar-benar hamil Yang Mulia!!


"Untuk apa saya berbohong?


"Perempuan itu benar-benar mendorong Saya!


"Anak Saya..


"Anak Saya Yang Mulia..


Laura kembali menangis.


"Baiklah, aku tidak tau siapa yang berbohong disini, tapi untuk saat ini Alice menjadi tersangka kasus pembunuh calon pangeran."


Semua orang yang hadir tampak puas, kecuali Gara, William dan Eric.


Alice tidak menunjukan ekspresi apapun, memang sangat sulit untuknya terbebas dari prasangka, dia tidak punya bukti selain dirinya, adapun Lin, dia tidak terlihat disana, meskipun memang dia selalu ada disamping Alice.


Beberapa penjaga berjalan ke arah Alice, namun dengan cepat Gara menghalanginya.


"Menjauhlah dari Alice!"


Satu kalimat keluar dari mulut Gara, tidak ada satupun yang berani menentang. Mereka berjalan menjauh.


"Alice, kau baik-baik saja?"


"Terimakasih, aku baik-baik saja Gara."


"Ayah!


"Kau tidak mempercayai Alice?"


Raja kembali duduk di singgasana nya.


"Gara, anakku..


"Aku, percaya pada Alice.


"Namun, apa yang bisa aku lakukan jika tidak ada bukti yang bisa menyelamatkan Alice?


"Aku disini sebagai Rajamu, bukan sebagai Ayahmu."


Gara hendak memotong pembicaraan Raja, namun dengan cepat Alice melarangnya.


"Gara..


"Sudahlah.." Alice mencoba tersenyum.


"Jadi keputusan sidang hari ini bahwa Lady Alice bersalah karena menghilangkan nyawa dan menyakiti Putri Laura, sehingga hukuman untuk Alice adalah penguncian seumur hidup dibawah tanah."


Semua orang puas dengan keputusan Raja, raut bahagia terpancar dari wajah Laura, seketika tangisannya surut dan berganti dengan senyum penuh kebahagiaan.


William dan Eric menunduk lesu, mereka tidak tau lagi harus bagaimana menyelamatkan Alice. Gara menggenggam erat tangan Alice, air mata menumpuk dipelupuk matanya, pelukan erat Gara ditubuhnya membuat semua perisai yang telah dibuat Alice hancur berkeping-keping, air matanya jatuh membasahi pipinya.


"Gaara..


"Aku


"Aku tidak melakukannya..

__ADS_1


Uuuuh


Huuuu


"Aku akan menggunakan semua cara Alice.


"Percayalah!"


Beberapa penjaga mencoba memisahkan Alice dan Gara, mereka menarik tangan Alice dengan paksa.


"Jika kalian menyakitinya, aku tidak akan membiarkan kalian bernafas saat kita bertemu lagi."


Mereka sangat ketakutan mendengar ancaman Gara, kemudian dengan perlahan menarik tangan Alice. Saat Alice akan dibawa keluar dari Aula, seseorang berteriak dari tempat duduk.


"Saya keberatan!"


Semua orang memandang seorang pria dengan pakaian hitam dan sebuah kain hitam menutupi mukanya.


"Liin.." Alice hampir melonjak kedepan karena terlalu bahagia melihat Lin.


"Siapakah dirimu?" Raja berbicara kepada Lin.


"Kemarilah.."


Lin berjalan kearah singgasana Raja, dia berlutut dan mencium kaki Raja.


"Berdirilah.." Lin berdiri dan menatap seluruh orang yang berada disana.


"Apa yang ingin kau sampaikan?"


"Yang Mulia..


"Nama saya Lin, Saya adalah seorang ninja dengan kemampuan sihir terbaik. Maafkan Saya karena tidak bisa melepas kain ini."


Raja mengangguk mendengar penjelasan Lin.


"Saya adalah pengawal Lady Alice, sudah beberapa haru sejak Saya bertugas mengawal Lady Alice, semuanya berawal dari penyerangan yang telah dilakukan seseorang, sehingga Tuan Muda Gara meminta Saya untuk secara langsung mengawal Lady Alice kemanapun beliau pergi."


Wajah Laura menegang ketika Lin mengatakan penyerangan pada Alice, dia tidak mau mendengar perkataan Lin lebih banyak lagi.


"Seperti yang kalian ketahui, Saya adalah seorang Ninja Sihir yang mana Saya tidak dapat menunjukkan diri didepan siapapun, namun Lady Alice dengan mudah dapat melihat Saya, meskipun saya sudah memakai sihir tingkat tinggi."


"Tepat sekali Yang Mulia.."


"Jika kalian semua tidak percaya, maka saya akan menghilang saat ini juga." dan tepat setelah Lin berbicara demikian dia menghilang.


"Dia betul-betul menghilang."


"Alice dapatkah kau melihatnya?" Yang Mulia Raja menatap Alice.


"Tentu saja Yang Mulia.."


"Dimanakah dia?"


Alice menunjuk ke depan Yang Mulia Raja.


"Lin tepat berada didepan muka anda Yang Mulia."


Semua orang tertawa, mereka tidak melihat siapapun, Raja bingung. Namun sedetik kemudian Lin memperlihatkan dirinya, dan tentu saja Alice benar, dia berada tepat didepan hidung Raja.


"Oh Astaga!!" Raja terkejut melihat Lin depan matanya.


"Alice, kau benar-benar bisa melihat nya?"


"Benar Yang Mulia.."


"Pasti mereka bekerja sama Yang Mulia!!" Laura berteriak histeris.


"Mereka tidak suka dengan saya! mereka ingin saya pergi!" Laura kembali menangis.


"Namun Alice, bagaimana caramu membuktikan bahwa kau tau Laura tidak hamil?"


"Saya melihatnya sendiri Yang Mulia, perutnya berisi asap hitam."


"Bohong!


"Dia berbohong Yang Mulia!!

__ADS_1


"Dasar perempuan Licik!!


"Kau sengaja membunuh anakku!


"Karena kau tidak bisa memberikan keturunan pada Tuan Muda Gara!!


"Kau iri karena aku bisa!"


Tubuh Alice bergetar mendengar kata-kata Laura, dia sangat tau dengan jelas bahwa dia tidak bisa hamil, dan mungkin sangat mengecewakan Gara, tapi dia ingin percaya bahwa Gara akan mencintainya bagaimanapun kondisinya.


"Hmm..


"Lin.. semua hal itu memang sedikit membantu, namun tetap saja itu semua bisa dimanipulasi."


"Ayah!"


Gara menatap tajam Yang Mulia Raja.


"Yang Mulia..


"Maafkan kelancangan Saya, namun Saya akan membuktikan bahwa Lady Alice tidak bersalah."


"Dalam sihir, kita bisa melakukan apa saja, termasuk mengulang kejadian dalam bentuk visual, namun membutuhkan pengorbanan."


Semua orang mendengarkan dengan tenang apa yang dikatakan oleh Lin, namun tidak dengan Alice.


Alice menatap tajam Lin, kemudian bergantian melihat Gara.


"Gara, apa yang akan Lin lakukan?" Alice ***-remas tangannya.


"Dia akan melakukan sesuatu yang memang harus dia lakukan Alice."


Lin menatap Alice, dia tersenyum.


Baginya, Alice sudah seperti tuannya sendiri. Dan dia tidak ragu untuk melakukan pengorbankan kecil yang akan membebaskan Alice dari segala tuduhan yang mengarah padanya. Hal ini sudah dia persiapkan sejak awal jika memang Alice tetap dinyatakan bersalah.


Suasana aula sidang sangat hening, tidak ada satupun yang berbicara, mereka menatap ke arah Lin dan mengikuti setiap pergerakan nya.


Dengan gerakan yang cepat dan hampir tak terlihat, Lin mengambil sebilah pedang yang sangat tajam dari bagian belakang kakinya, lalu dengan gerakan yang sangat cepat Lin memotong tangan kanannya. Darah segar mengalir dari tangannya yang sudah terpisah, semua orang yang melihat menganga tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi.


Alice yang melihat dengan jelas menjerit, kakinya lemas, dia terjatuh, namun Gara dengan cepat menggendong nya.


Setiap tetesan darahnya yang keluar menguap keudara dan menampilkan kejadian kemarin dengan sangat jelas.


Semua orang menahan nafas ketika Laura dengan sengaja menjatuhkan dirinya dan Alice dengan cepat berlari lalu berteriak mencari bantuan.


Alice menangis, dia merasa buruk karena Lin telah melakukan semua itu untuk menyelamatkan nya.


Alice mencoba berdiri dan berjalan terhuyung-huyung ke arah Lin. Dia memeluk Lin dengan erat, air matanya menetes dan membasahi pundak Lin.


Lin yang merasa tidak pantas dengan perlakuan Alice menatap Gara, Gara tidak memperlihatkan ekspresi apapun, wajahnya cenderung datar, dan Lin sangat tidak menyukainya.


"Kau bodoh!


"Mengapa kau melakukan ini Lin!!"


Alice menangis menatap tangan Lin yang tidak lagi sempurna.


"Saya baik-baik saja Ma'am,


"Ma'am..


"Maafkan ketidaksopanan Saya, namun..


"Bisakah anda melepaskan Saya?


"Tuan Muda Gara akan membunuh Saya jika anda lebih lama lagi berada dalam pelukan Saya."


Alice dengan cepat melepaskan pelukannya.


"Maafkan aku..


"Aku hanya sangat terkejut dan


"Aku merasa sangat bersalah.."


"Tidak Ma'am, ini murni keinginan Saya.

__ADS_1


"Saya akan baik-baik saja, dan tetap ninja terhebat."


Lin tersenyum dengan tulus.


__ADS_2