Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia
Reuni Yang Tidak Menyenangkan


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Alice. Kent mengetahui dengan jelas bahwa Alice tidak akan pernah memilihnya, tapi Kent selalu berharap dalam hatinya Alice akan melihatnya suatu hari nanti.


Kent ingin sekali menemui Alice, mengucapkan selamat padanya, dan ikut merasa bahagia meskipun memang hatinya terluka. Namun, kakinya seperti membatu, dia tidak bisa melangkah sedikitpun, meskipun Istana Kerajaan tepat didepan matanya.


"Harusnya Aku tetap dirumah saja.


"Siapa yang akan menyambut mahluk sepertiku." Dia mengamati seluruh tubuhnya yang tidak seperti orang lain.


Saat Kent telah membulatkan tekad untuk menemui Alice, sebuah mobil mewah melintas tepat didepannya. Terlihat Alice dan Gara duduk dibelakang tersenyum penuh kebahagiaan.


"Sekarang Aku benar-benar seperti orang bodoh."


Kent membalikkan tubuhnya, dia sudah tidak ada kepentingan lagi disini, namun seseorang menarik punggungnya dari belakang.


"Kau pasti Kent, Werewolf yang sering dibicarakan oleh Alice."


Tubuh Kent seketika waspada, dia mengamati dengan seksama seorang pria tampan yang berdiri tepat didepannya.


"Dan Kau, siapa Kau?"


"Ah, maafkaan Aku karena belum memperkenalkan diri..


"Aku William, adik dari Gara dan Eric."


"Ah, Kau adiknya vampire busuk itu?"


"Vampire busuk?


"Ah, maksudmu Kakakku Gara?


"Benar sekali, Aku adiknya.


"Apakah Kau ingin menemui Alice?".


Kent tidak menjawabnya, dia pura-pura tidak mendengarkan pertanyaan William.


"Kau terlambat Kent, Alice baru saja pergi dengan Gara."


"Ya memang, dan Aku melihat mereka barusan.


"Lalu..


"Apa yang Kau inginkan?" Kent tetap waspada.


"Sebenarnya Aku sudah bertanya pada Ayah mengenai mu."


"Maksudmu?"


"Apakah Kau tau, hanya Kau mahluk setengah Srigala yang hidup seperti ini?"


"Aku tidak mengerti maksud perkataanmu."


"Aku hanya ingin Kau tau bahwa kau sama seperti Alice, jika teori yang Aku teliti benar."


Kent sudah terpancing ketika William menyebutkan nama Alice, tentu saja dia ingin tau lebih jelasnya lagi.


"Alice? Mengapa? Katakan padaku!"


"Tentu saja Kau ingin tau,


"Ikutlah denganku."


Tanpa merasa curiga sedikitpun Kent mengikuti William dengan patuh.


"Kau bisa mengikuti dengan cepat?


"Aku harap Srigala dapat mengimbangi kecepatan kami."


"Apakah kau menghinaku? Serigala lebih cepat dari penghisap darah seperti kalian."


William berlari sangat cepat, hingga hampir tak terlihat, namun Kent dengan cepat menyesuaikannya. William tiba didepan pintu kamarnya, dia membuka pintu dan membiarkan Kent masuk. Setelah itu dia membuat 'Shield' dan mengunci pintu agar tidak ada seorangpun yang masuk.


"Dimana kita?"


"Ini kamarku, kemarilah." William berdiri diatas sebuah lingkaran, dia mengucapkan sesuatu dan tiba-tiba lantai yang Kent pijak bergetar sangat hebat, bunyinya sangat keras, Kent menutup telinganya yang sensitif dengan kedua tangannya.


Lantai terbelah, terlihat anak tangga menuju ke lantai bawah tanah, William menunjuk Kent agar berjalan kedalam sana, Kent sedikit ragu, namun lagi-lagi William membujuknya dengan menyabut nama Alice.


"Ayolah, Kau ingin tau Alice kan?"


"Ah Kau sialan!"


Kent berjalan perlahan menuruni anak tangga yang curam dan suasana yang sangat gelap. William menghidupkan obor yang menggantung sepanjang anak tangga.


"Apa kau yakin disini tidak ada Monster?" Kent menatap William.

__ADS_1


"Apa kau bercanda?" William tidak menghiraukan perkataan Kent.


Kent tertawa terbahak-bahak ketika mengulang pertanyaan itu dikepalanya.


"Waah, Aku tidak tau akan ada hal seperti ini." Mata Kent berbinar ketika melihat padang rumput hijau yang ada didepan matanya.


"Nikmatilah tempat ini, sampai Aku datang kembali." Kent membuat 'Barrier' yang akan menahan Kent didalam.


"Hei!


"Hei!


"Apa yang Kau lakukan?"


"Tinggalah disini, hingga Aku tau harus berbuat apa."


"Kau gila?


"Aku hanya ingin bertemu Alice!"


"Kau akan menemuinya."


"Lalu katakan terlebih dulu apa hubunganku dengan Alice!"


"Ah, Aku hampir lupa.


"Ayahku memberikan darahnya pada ibumu, sehingga kau dapat terlahir."


"Maksudmu?"


"Kau bisa selamat karena darah Ayahku.


"Tidak ada Werewolf didunia ini yang sepertimu, tentu saja hanya Kau sendiri yang berbeda."


"Ah..


"Aku mengerti." Kent terdiam beberapa saat, lalu dia meneruskan perkataannya dengan santai.


"Ku ucapkan terimakasih pada Ayahmu karena telah membantu Ibuku!


"Seharusnya dia juga membantunya saat Ayahku yang gila menyerang Ibuku yang tidak bersalah!"


"Aku tidak tau tentang hal itu, tapi akan kusampaikan terimakasih mu.


"Hei!


"Hei William, buka penghalang ini!


"Oh astaga..." Kent terduduk lemas ketika William tidak berbalik sedikitpun.


Dia tidak tau harus melakukan apa sekarang, sudah puluhan kali Kent menendang 'Barrier' itu bahkan dia membantingkan tubuhnya sendiri, namun tidak ada yang terjadi. 'Barrier' tidak terlihat, namun Kent bisa menyentuhnya, seperti kaca tapi bergelombang.


Tubuh Kent terlalu lelah untuk bangkit berdiri, dia tidur terlentang dibawah sinar matahari yang hangat.


"Mungkin tempat ini tidak terlalu buruk." Kent tetap berpikir positif dalam keadaan ini.


"Setidaknya, anak itu tidak membiarkan Aku kelaparan." Mata Kent tertuju pada puluhan ekor Rusa yang sedang merumput dikejauhan.


"Aku akan bersenang-senang sebentar." Lalu Kent berlari dengan kencang bagai seekor hewan buas yang kelaparan.


Kent bertahan hidup selama beberapa hari, dia sudah mulai bosan menjelajahi tempat ini. Padang rumput yang tidak terbatas, dan selalu siang hari, namun dengan matahari yang hangat.


"Aku tidak tau sudah berapa lama waktu yang Aku habiskan ditempat ini.


"Waktuku seperti tidak berjalan.


"Tidak kusangka, Aku akan merindukan Bulan.


"Sungguh ironis."


Kent telah menghabiskan makan siangnya, dia berjalan mendekati 'Barrier' ini ketiga kalinya hari ini Kent memandang 'Barrier' penuh harap. Namun, sama seperti sebelumnya, tidak ada seorangpun yang datang.


"Apakah bocah itu telah melupakan Ku?


"Astaga, sungguh malang nasibku.


"Aku ingin sekali bertemu Alice..


"Sudahkah dia kembali?


"Apakah dia bahagia?


"Aku akan bertanya banyak hal padanya jika bertemu nanti."


Kent berbaring terlentang tepat didepan 'Barrier' yang dibuat oleh William, dia memejamkan matanya dan tertidur pulas.

__ADS_1


Hingga sebuah suara membuat matanya terbuka.


"Halo Kent.."


Seketika Kent bangkit berdiri dan berjalan ke arah William, dia menarik kerah baju William dengan kasar.


"Kau!


"Kau setan kecil!


"Beraninya mengurungku disini!"


William mencoba melepaskan cengkraman tangan Kent yang kuat di kerah bajunya.


"Tenanglah,


"Kau akan menemui Alice secepatnya."


Lagi dan lagi Kent tidak bisa berkutik ketika William menyebutkan lagi nama Alice.


"Ah, baiklah.." Seketika Kent melepaskan cengkeramannya.


William berjalan menaiki anak tangga, dan Kent mengikutinya dengan patuh.


"Tunggulah disini, Aku akan memanggil Alice kesini, tapi ingatlah, jangan pergi kemanapun dari ruangan ini, atau Kau akan terluka."


"Baiklah, Aku akan diam disini.


"Sebaiknya kau cepat."


William pergi meninggalkan Kent didalam kamarnya, tidak lupa dia memasang 'Barrier' dia tidak mau Kent mengambil keputusan yang bodoh.


Dengan cepat William pergi mencari Alice, dia tidak tau apakah efek ramuan yang diminum Alice akan bertahan sampai kapan.


"Semoga Aku belum terlambat."


William berlari menuju kamar Gara, tepat pada saat itu terdengar teriakan dari dalam kamarnya.


"Gara...


"Gara...


"Ini Aku, William..


"Buka pintunya!"


Pintu kamar Gara seketika terbuka, terlihat Gara sedang menggoyangkan tubuh Alice yang kaku.


"Apa yang Kau lakukan Gara!"


"Aku tidak tau..


"Alice.."


William melihat leher Alice, terdapat bekas gigitan taring Gara, darah segar masih menetes dari lehernya.


"Astaga Gara!


"Apa Kau gila?!


"Ah, Kau tidak waras!


"Apa yang Kau lakukan pada Alice?"


"Aku..


"Aku hanya menghisap sedikit darahnya, sama seperti biasa.." Gara merasa frustasi melihat Alice yang dingin dan beku.


"Apa yang terjadi Will!


"Oh, astaga aku tidak tau!"


"Bawalah Alice kekamarku..


"Sekarang!"


Dengan cepat Gara menggendong tubuh Alice yang kecil kekamar William.


Pintu terbuka, Gara segera masuk dan menurunkan Alice ditempat tidur William, namun dia sangat terkejut ketika melihat Kent berdiri tepat dibelakangnya, begitupun Kent sangat terkejut melihat Gara, lebih terkejut lagi melihat Alice yang tidak bergerak sejak dia masuk.


Tanpa basa-basi Kent melangkah mendekati Gara dan meninjunya dengan kuat tepat dirahangnya.


'Bukk!!!'


Darah segar menetes dibibir Gara.

__ADS_1


__ADS_2