
Hari-hari telah dilewati dengan bahagia oleh pasangan yang tidak bisa dikatakan baru lagi pernikahan mereka telah berjalan 6 bulan, Aulia sudah nampak nyaman dengan lingkungannya berbaur dengan ibu-ibu muda di perumahan dinas yang mereka tempati, mengikuti kegiatan arisan membuat ibu-ibu senior pun tampak akrab dengannya, karena aulia termasuk orang yang mudah bergaul dan tidak sombong, Aulia pun nampak dekat dengan sahabat-sahabat suaminya sering kali Dzaky mengajak sahabat-sahabat nya makan dirumah dan membanggakan masakan istrinya, mereka terlihat sangat harmonis Dimata orang-orang yang mengenal mereka, namun hubungan nya dengan mama mertuanya nampak semakin menjauh di tambah pertanyaan ibu mertuanya yang selalu menanyakan "kamu sudah hamil belum" yang membuat Aulia nampak tidak enak dan merasa tertekan, terakhir dia mendengar percakapan mama dengan Dzaky yang melakukan VC,dzaky yang menghindar saat menerima VC dari mama membuat Aulia curiga dan diam- diam mengikutinya dan dia mendengar mama mertua mengatakan "jangan-jangan istri kamu itu gak bisa punya anak" mendengar itu bagai disambar petir Aulia,dia merasa pernikahannya baru dan mereka pun telah memeriksakan kondisi kesuburan mereka semua normal tidak ada yang salah, dokter pun mengatakan tidak perlu di difikirkan karena pernikahan mereka masih sangat muda,fikiran yang tertekan atau pun stres dapat mengganggu rencana mereka yang ingin segera memiliki momongan, dokter menyarankan mereka untuk lebih santai tidak perlu berfikiran macam-macam. beruntungnya Aulia memiliki suami seperti Dzaky yang tidak menuntut Aulia cepat-cepat hamil, yang dia katakan " sedikasinya aja dek yang penting kita udah usaha dan berdoa sayang, selebihnya Allah yang menentukan" itu kata yang selalu Dzaky ucapkan untuk menenangkan sang istri, yang selalu dituntut oleh mamanya untuk segera hamil, padahal Aulia tahu sendiri keinginan Dzaky untuk memiliki anak sangat besar, setiap selesai memadu kasih Dzaky selalu mengelus perut Aulia entah doa apa yang selalu dia panjatkan yang jelas pasti ada hubungannya dengan keturunan.
sore itu Dzaky dengan terburu-buru masuk kedalam rumah, dengan mengucapkan salam Dzaky langsung masuk dan memanggil- manggil istrinya.
"assalamualaikum aulia.........dek..........kamu dimana?" Dzaky bingung karena telah berkeliling rumah tak jua menemukan istri nya. Dzaky keluar dan berjalan melewati beberapa rumah akhirnya ia melihat istrinya sedang berkumpul dengan ibu-ibu sekitar dibawah pohon mangga yang terlihat lebat buahnya yang tak jauh dari rumah mereka, Aulia yang melihat suaminya pun langsung pamit pulang kepada ibu-ibu yang ada disana dan langsung menghampiri suaminya.
"eh kak udah lama pulangnya? maaf adek ga tau kalau kakak udah pulang,adek diajak ibu-ibu ngerujak dibawah pohon mangganya langsung, Lia lagi ngidam kak dia udah hamil 1 bulan". ada raut wajah yang tak biasa yang Dzaky lihat saat istrinya mengatakan bahwa istri dari temannya itu hamil, temannya baru 1 bulan lebih menikah.
"Alhamdulillah kalau Lia sudah hamil rezekinya dikasih cepat,,, adek jangan terlalu memikirkan nya sayang setiap orang memiliki jalannya masing-masing, percaya aja sama yang diatas mungkin kita masih di kasih waktu buat pacaran, lagian kita baru 6 bulan menikah sayang".mereka ngobrol sambil jalan dan rangkulan menuju kerumah." eh kakak sampe lupa mau ngasih tau besok sore kita pulang kerumah mama, mama minta kita pulang, hari Senin kan tanggal merah".
"ia kak biar adek siapin baju kita".ucap Aulia berlalu masuk kedalam kamar, sebenarnya Aulia sangat berat untuk pulang ketempat mama mertua nya, dia sangat tidak nyaman berada ditengah-tengah keluarga dzaky yang kurang menyukainya, tapi apa boleh buat keluarga Dzaky sekarang sudah menjadi keluarga nya juga. dia akan menekan perasaan yang tak nyaman di hatinya.
__ADS_1
Hari esok pun tiba Dzaky dan Aulia berpamitan dengan ibu dan keluarga lainnya. mereka berangkat dengan mobil yang telah Dzaky beli 2bulan yang lalu di perjalanan mereka sangat menikmati kebersamaan mereka, Dzaky mengendarai mobilnya dengan sangat santai dan sering berhenti untuk sekedar istirahat ataupun menikmati cemilan di tempat mereka berhenti, benar-benar menikmati kebersamaan. pada waktu subuh mereka tiba di rumah mama Dzaky mereka memang sengaja tiba pada subuh hari, kalau malam takut mengganggu tidur penghuni rumah. mama sangat menanti kedatangan anaknya sehingga subuh-subuh mama sudah menyiapkan makanan kesukaan anaknya.setelah mereka sampai dan mengetuk pintu mama langsung mempersilahkan mereka masuk dan langsung membawa mereka ke meja makan supaya mereka bisa langsung makan mama sangat bersemangat mempersiapkan semua.
"mama sendiri yang siapin ini?" tanya Dzaky yang melihat pergelangan tangan yang baru menunjukan jam 6.20 beberapa lauk tersaji diatas meja.
"ia ....emang siapa lagi yang mau masak selain mama? Naufal yang masak!! ya ga mungkin bisa kiamat dunia bang,makanlah yang banyak setelah itu baru istirahat kalian." setelah makan mereka langsung istirahat meluruskan pinggang karena perjalanan yang lumayan jauh membuat pinggang mereka panas dan merekapun tertidur.
Aulia yang merasa gerah akhirnya terbangun dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, dia pun bergegas membersihkan diri dan langsung keluar kamar tanpa membangunkan suaminya yang terlihat sangat nyenyak, karena membawa mobil sendiri Dzaky tidak tertidur sementara Aulia sesekali ia terlelap. keluar kamar Aulia mendapati mama mertua sedang menonton tv Aulia duduk dan mencoba mengajak berbicara.
"dia keluar sama temennya,,, keluarga disana sehat semua?"mama Dzaky menanyakan besannya.
"Alhamdulillah sehat semua ma,,,"dan kembali mereka terdiam lalu terlihat Dzaky keluar kamar dengan keadaan sudah segar dia langsung mendekati dan memeluk mamanya...
__ADS_1
"kamu ini bang udah punya istri masih lendotan aja sama mama,sana peluk istri kamu"
"Abang udah sering peluk Aulia, peluk mama yang udah lama ga"jawab Dzaky sambil tersenyum.
"bisa aja ngejawab, bang udah waktunya kalian program untuk memiliki momongan,kalau memang kalian normal pasti di segerakan selama ini kan kalian cuma periksa tapi belum program".
"maaaa, kita kan udah mengikuti saran dokter walaupun belum program, dokter juga bilang kalau kami ga perlu khawatir karena pernikahan kami juga belum lama ma baru juga 6 bulan."jelas Dzaky sebenarnya pembahasan inilah yang ingin ia hindari karena akan menyakiti perasaan istrinya dan akan menyinggung mamanya.
"mama yang khawatir, mama ini sudah tua....Selvy aja yang baru nikah 2 bulan sudah hamil padahal dia sibuk kerja,,,,mamanya sangat senang nyebarin kabar kalau dia sebentar lagi jadi Oma,"ucap mama kesal, sebenarnya inilah yang menyebabkannya marah karena wanita yang batal menjadi menantunya itu hamil dan membuat mama Selvy yang tadinya sahabatnya namun sekarang hanya sekedar kenal karena konflik perjodohan itu menyombongkan diri karena anaknya bisa lebih dulu hamil dari pada anak mantan sahabatnya itu.
"sabar ma,,,orang memiliki takdirnya masing-masing ma, kalau dia sudah hamil berarti sudah rezekinya, mungkin Allah belum percaya sama kami untuk saat, insyaallah secepatnya mama doain kami terus, karena doa orang tua itu penting" sementara Aulia hanya bisa diam hatinya benar-benar sakit kalau ada orang yang membandingkan kenapa orang lebih dulu bisa hamil sementara dia belum, dia bisa apa..! sementara yang paling menginginkan anak itu adalah dirinya sendiri. Dzaky hanya bisa melihat iba kearah istri nya....
__ADS_1