Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 41


__ADS_3

Setelah bayinya kenyang Dzaky meletakkan bayinya kembali ke dalam box bayi. Mereka berencana akan menelpon ibu, memberikan kabar bahagia ini.


" Assalamualaikum mba? " Adi yang mengangkat video call dari hand phone Aulia.


" Waalaikumsalam di, kamu gimana kabarnya dek sudah sehat? Tanya Aulia yang tak langsung menyampaikan kabar gembira kelahiran anaknya.


" Alhamdulillah mba, sudah sehat tinggal lemesnya lagi."


" Ibu mana dek? "


" Itu lagi nyapu mba, Bu......telpon dari mba Aulia." Ibu dengan cepat menghampiri Adi yang berada di ruang tv.


" Assalamualaikum ul, kamu gimana nak sudah ada tanda-tanda belum? Ibu koq kefikiran kamu terus dari semalam sampai gak bisa tidur." Cerocos ibu yang menghawatirkan anaknya tanpa melihat dimana Aulia berada.


" Waalaikumsalam Bu, Alhamdulillah Bu, Aulia sudah melahirkan jam 3 subuh tadi."


" Alhamdulillah ul, bagaimana nak siapa yang nemenin kamu disana? Tadinya ibu mau berangkat kemarin tapi si Adi masih lemes." Ibu memang sudah ada firasat yang selalu memikirkan Aulia yang jauh dari keluarga.


" Aulia sudah baik-baik saja Bu, bayinya laki-laki sangat tampan Bu." Dzaky menjelaskan dan membawa hp nya untuk menampilkan bayinya.


" kak, bayinya koq sudah besar gitu?" Tanya Adi yang ikut melihat bayi mba nya.


" Alhamdulillah bayinya lahir dengan berat 4700gram di." Kata Dzaky.


" MasyaAllah..... besar bener bayinya Aulia, apa nggak susah lahirnya nak?".


" Alhamdulillah lancar Bu" Jawab Aulia yang tidak mau membuat ibunya khawatir kalau tau bagaimana proses persalinannya yang hampir merenggut nyawanya.


" Besok ibu akan kesana nak." Ibu sangat bersemangat.


" ia Bu," Ibu memberi banyak nasehat untuk Aulia terutama mengenai makanan supaya Aksinya melimpah.

__ADS_1


Tidak lupa Aulia juga memberi kabar kakak-kakaknya, Dan mereka berjanji akan datang melihat keponakan baru mereka.


Aulia dan Dzaky juga langsung menelepon sang mama, mama sangat senang mendengar berita kelahiran cucu pertamanya dan akan datang 2 Minggu lagi karena harus mengatur waktu mengajar yang belum libur sekolah.


" Mereka sangat senang nda."


" Alhamdulillah yah" tiba-tiba


oek oek bayi mereka menangis. " Yah coba lihat dedek yah, siapa tau dia rek."


Dzaky pun Segera memeriksa sang bayi.


" Nggak nda, adek gak buang air, mungkin adek haus nda."


" Coba bawa kesini yah, biar bunda susui."


" Masa iya dek haus lagi? belum ada 2 jam mau Nene* lagi."


Dan benar setelah Aulia menyusui bayinya, bayinya langsung diam dan menghisap dengan rakusnya.


" Minum lah yang banyak dek, badan adek besar pasti butuh ASI yang Banyak."


Malam ini Mereka lewati dengan suasana baru yaitu mengurus bayi mereka dengan sedikit bantuan suster. Melewati malam dengan begadang karena hampir di dua jam sekali bayi mereka bangun meminta ASI.


" Ayah kalau mau tidur, tidur aja seharian ayah nggak tidur."


"Rasanya mata ayah nggak mengantuk nda, pengen lihat dedek terus, adek bukan kayak bayi baru lahir ya nda? kayak bayi yang sudah berumur 2 bulan. Rasanya ayah belum percaya sudah menjadi ayah."


" Iya ya yah, ayah sudah ada nama buat adek bayinya?"


" Sudah nda Arsean Athallah, Bunda suka?"

__ADS_1


" Bunda suka yah, panggilannya Sean?"


"iya nda, bunda harus makan lagi ya?"


" Dari tadi bunda makan terus yah, bisa-bisa gendut ni badan."


" Bundakan sedang menyusui sayang, biar kalian sehat dan Sean cepet besar." Dzaky sibuk menyuapi Aulia makan setelah bayi mereka tidur kembali tetapi masih dalam gendongan Aulia.


" Bunda tau? sampai sekarang ayah masih takjub bagaimana bayi sebesar ini bisa keluar dari perut bunda."


" Tadinya bunda berfikir sudah ingin menyerah karena Sean tak kunjung keluar tapi setelah Sean lahir rasanya bunda lupa dengan rasa sakitnya." Masih terus memandang bayi mereka.


" Ayah janji tidak akan pernah menyakiti bunda, kalau sampai ayah menyakiti bunda ayah akan terima hukumannya."


" Bunda percaya ayah tidak mungkin menyakiti bunda, karena ayah adalah suami terbaik yang ada dimuka bumi ini."


" Kita akan terus seperti ini saling sayang dan saling mencintai."


" Besok nenek datang Sean, ada yang bantuin ayah nak! ayah merupakan ayah siaga yang selalu menjaga kita."


" Sudah sini Sean ayah tidurkan lagi, Sudah jam 10 bunda harus banyak istirahat supaya lukanya juga cepat sembuh."


" Ayo sini yah tidur di samping bunda, koq ayah malah senyum-senyum."


" Cuma tidur aja kan?".


" Lah memangnya ayah mau ngapain? Ingat puasa yah!"


" he he he iya iya."


Mereka pun tertidur dengan nyenyak tetapi tetap bangun setiap mendengar tangisan bayi.

__ADS_1


like


like


__ADS_2