Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 28


__ADS_3

Hari ini dimana hari pertama Dzaky masuk kerja dia dan aulia bangun subuh selesai mereka sholat Dzaky langsung menuju dapur untuk memasak sedangkan Aulia hanya diperbolehkan untuk melihat saja, Dzaky melihat isi kulkas ada bahan sisa di kulkas karena memang mereka belum sempat kepasar lagi, terakhir mereka kepasar bersama ibu dan yang lain akhirnya dia memasak bahan yang ada, akhirnya tersaji lah makanan sederhana yaitu gulai telur rebus, karena hanya ada telur. selanjutnya Dzaky menyapu rumah namun dia tidak sempat untuk mencuci baju. setelah siap Dzaky mengajak Aulia untuk sarapan, selesai sarapan Dzaky menyiapkan potongan buah,susu dan vitamin untuk Aulia.


"bunda ini udah ayah siapin diminum ya sayang, udah siang"


"ia nanti bunda minum sekarang belum bisa masuk habis makan bentar lagi ya,..!ya sana pergi ga lucukan hari pertama kerja terlambat."sebenarnya Aulia kasihan melihat suaminya dia bekerja tapi juga harus sibuk mengurus rumah, tapi memang saran dokter dia belum boleh banyak bergerak hanya boleh beraktifitas yang ringan belum boleh yang berat sampai waktu kontrol 1 Minggu lagi, apalagi Dzaky sangat protektif apa-apa tidak boleh seperti pagi ini dia hanya boleh sholat dan mandi yang lain tidak boleh ia lakukan.


"iya, kamu ga boleh ngapa-ngapain pokoknya habis minum susu istirahat aja nonton,baca buku atau apalah yang tidak banyak bergerak, ayah pergi dulu ya dek jaga bunda baik-baik di dalam, nanti jam istirahat ayah pulang.assalammualaikum,oh ya kalau pengen sesuatu telfon aja ya?". Dzaky melangkah pergi setelah membungkuk mencium dan memeluk perut istrinya yang terakhir mencium kening Aulia.


"iya ayah , waalaikum sallam hati-hati."


Dirumah Aulia yang bosan melihat-lihat pekerjaan apa yang tidak terlalu berat yang bisa ia kerjakan akhirnya dia menemukan sekeranjang pakaian kotor,Aulia masukan kedalam mesin cuci "ini pekerjaan yang tidak berat hanya memasukan pakaian kedalam mesin yang mencuci, membilas dan mengeringkan semua mesin yang mengerjakan jadi ini tidak berat fikirnya," selagi menunggu pakaian selesai ia memutuskan menyiram tanaman, menyapu halaman dan sedikit merapikan halaman dengan menata pot-pot ketempat yang membuat tanaman itu lebih terlihat cantik menurut nya. semua telah dia kerja kan yang terakhir Aulia ingin menjemur pakaian dia mengeluarkan pakaian dan memasukkannya kedalam keranjang langsung mengangkatnya menuju halaman belakang tempat menjemur pakaian,dia lupa kalau tidak boleh banyak bergerak dan ini dia malah mengangkat keranjang pakaian walaupun tidak terlalu berat tapi dia telah banyak melakukan kegiatan yang belum boleh ia lakukan setelah sampai di tempat menjemur pakaian saat menunduk hendak mengambil pakaian dia merasakan nyeri pada bagian perutnya dan dia memutuskan untuk duduk, dia masih berfikir kenapa perutnya sakit padahal dia tidak banyak melakukan aktivitas menurut Aulia, namun menurut penglihatan orang pasti orang akan mengatakan kalau Aulia sudah sangat banyak bergerak apa lagi sampai menggeser pot-pot bunga ditambah lagi mengangkat keranjang yang berisi pakaian. dia hanya memegang perut nya dan langsung mengambil obat penguat kandungan yang disarankan dokter kalau merasakan nyeri pada perut nya.dia terus beristighfar menahan sakit dia berharap sakitnya cepat mereda, setelah sedikit baikan Aulia melanjutkan mejemur pakaian, dia tidak mengetahui kalau Dzaky telah pulang karena tidak ada balasan salam dari istri nya Dzaky langsung masuk mencari keberadaan istrinya, dia langsung menuju halaman belakang setelah tidak menemukan orang yang dia cari di dalam rumah, dibelakang dia melihat Aulia sedang menjemur pakaian.


"bunda,sudah ayah bilang jangan ngapa-ngapain dulu ini malah menjemur pakaian," kata Dzaky marah.


"eh ayah udah pulang,?cuma ngejemur pakaian gak berat sayang,,,"jawab Aulia yang belum menyadari kemarahan Dzaky.


"apanya yang ga berat...!yang bawakin keranjangnya siapa?ha...?"Dzaky mulai membentak,dia marah Aulia tidak mendengar kan perintahnya.

__ADS_1


"ka....kak marah?? " tanya Aulia takut,dia langsung menghentikan aktivitas menjemur pakaian dan langsung mndekati suaminya, karena baru kali ini Dzaky membentaknya selama mereka menikah.


"ia kakak marah karena kamu ga mendengar omongan kakak,kakak sudah bilang jangaaaan melakukan apa...pun" kata Dzaky penuh penekanan mencoba menahan amarahnya melihat Aulia takut.


"aku cuma......"perkataan Aulia terpotong


"jangan bilang cuma ini..!halaman siapa yang membersihkan?, itu didepan yang menata ulang pot-pot bunga siapa?kalau bukan kamu siapa lagi? ha...." nafas Dzaky naik turun menahan marah sekaligus khawatir.


"kamu cuma kakak suruh istirahat bukan untuk melakukan semua ini, nanti kalau kamu udah sehat betul boleh kamu kerjain semua tapi ga sekarang disaat kondisi kamu yang belum pulih pasca pendarahan,apa kamu gak inget pesan dokter?, ini kenapa kakak takut ninggalin kamu sendirian, kamu itu tipe orang yang ga bisa diem."ucap Dzaky yang mulai melemah karena tidak tega melihat Aulia yang takut terhadapnya. Aulia menunduk takut sambil meremas perutnya yang mulai terasa sakit lagi."kenapa? perut kamu sakit?"melihat Aulia yang mendudukan dirinya dikursi sambil memegang perut dengan muka menahan sakit. mereka kalau sedang marah akan menggunakan aku kamu dalam berbicara.


"ia perut kamu sakit?"tanya Dzaky yang tidak mendapatkan jawaban dari istrinya.


"jangan bohong..., kamu harus inget ada anak kita didalam perut kamu kalau kamu bohong takutnya malah kenapa-napa.......! iya,perut kamu sakit?"


"ia sedikit"kata Aulia takut.


"jangan bilang sedikit,kalau sakit bilang sakit jangan bohong"Dzaky masih kesal.

__ADS_1


"iya sakit kenapa?hixs hixs....."Aulia menangis mendapat tekanan dari suaminya dia juga takut kalau kandungannya kenapa-kenapa karena dia yang tak mendengarkan perintah suaminya, ada rasa bersalah di dalam hatinya yang menyepelekan perkataanny.


"ya udah ayo masuk,"Dzaky memapah istrinya untuk masuk kedalam kamar.


" istirahat dek,,,,kamu gak kasian sama anak kita dia belum terlalu kuat di dalam sini sayang....."ucap Dzaky yang tidak tega melihat Aulia menangis ditambah lagi dia dalam kondisi hamil.


"kamu udah makan siang?"Aulia hanya menggeleng. huft Dzaky hanya mengeluarkan nafas kasar untuk menekan amarahnya, sudah siang begini istrinya belum makan.


"adek harus makan demi dia......ayah bukannya tidak mau mengerjakan semua pekerjaan rumah cuma waktunya mepet, ayah harus kerja,ayah fikir nanti sepulang kerja ayah beresin. kamu gak usah mikir macem-macem fikirin aja kandungan bunda,huft biarlah rumah berantakan yang penting kondisi bunda sama adek,,,, ayah ambilin nasi dulu setelah ini minum obat penguat kandungan dan vitaminnya."


Dzaky menyuapi Aulia makan, memberikan vitamin, saat Dzaky memberikan obat penguat kandungan Aulia menolak.


"bunda barusan udah minum yah"


"huft..... berarti bunda tadi udah ngerasain sakit tapi tetap melanjutkan menjemur pakaian, bener-bener kamu dek.ayah sholat dulu." Dzaky menghindari Aulia rasanya dia benar-benar marah dengan istrinya.selesai sholat Dzaky bersiap untuk berangkat kerja.


" ayah ga makan dulu?"tanya Aulia yang melihat Dzaky sudah siap mau berangkat kerja lagi padahal belum makan siang.

__ADS_1


"ga usah ini udah habis jam istirahat nya, jangan lupa itu susunya diminum, assalamualaikum" Dzaky langsung pergi tanpa ciuman.aulia menyadari suaminya menghindarinya, dia merasa sangat bersalah suaminya tak sempat makan karena mengurus dirinya, Aulia pun menangis merutuki kesalahannya .


__ADS_2