
Sore ini Dzaky dan Aulia bersantai setelah Dzaky membersihkan semua rumah dan mencuci semua baju kotor, Dzaky juga membeli makanan dan buah-buahan dia tidak mau Aulia memasak dia juga tidak mau memasak karena dia sudah capek membereskan rumah dia masih tiduran dipaha Aulia sambil teru mencium, mengelus dan berbisik di perut rata Aulia seakan si jabang bayi sudah bisa mendengar.
"dek,,,kamu mau makan apa? nanti biar dibeliin?"tanya Dzaky kepada perut istrinya
"adek lagi ga mau apa-apa kak,"jawab Aulia.
"eh kakak ga tanya ibu nya ya ... kakak tanya dedek bayi"Dzaky sambil tersenyum menggoda.
"ya adek mana tau yang kakak tanya bukan adek"sambil cemberut.
"hehehe iya ya,adek jangan dipanggil adek lagi lah, bunda aja gimana? kalau masih dipanggil adek jadi bingung dedek di perut adek juga"sambil mendusel perut Aulia.
"eh eh...geli kak..emmm boleh juga ayahhh"jawab Aulia senang.
"ia, ayah......bentar lagi kakak jadi ayah.....udah ga sabar dek, eh bunda.bunda betulan ga mau kasih tau ibu atau mmaa gitu......pasti mereka seneng banget, ini kabar yang paling mereka tunggu. jadi kita yang joging itu adek udah isi kan? untungnya si adek ga kenapa-kenapa padahal cukup jauh,adek kuat ya dek anak pinter ayah...bunda kalau mau sesuatu bilang biar ayah cariin jangan sampai si adek ileran."
"hahaaha ia ayah sayang" ketika mereka sedang asyik ngobrol seputar kehamilan Aulia,terdengar bunyi salam dan ketukan pintu dari arah luar.
"assalamualaikum"
waalaikum sallam.
"siapa kak? kan kita belum ada yang kenal disini."
"ga tau,biar ga penasaran kakak buka dulu, adek tunggu sini aja".....
Dzaky membuka pintu dan dia tersenyum ternyata temannya satu kantor yang kemarin membantunya mendapatkan kontakan yang dia tempati sekarang. temennya datang bersama istri dan anak laki-lakinya yang berusia 2 tahun.
"eh bro masukkkk, eh siganteng sini....sama oom".
anak itupun lansung mau digendong Dzaky karena telah mengenal Dzaky yang beberapa malam nginap dirumahnya sewaktu mencari rumah.
"mana bini lu? maaf gue baru kesini nengokin, soalnya si Baim 2 hari ini sakit jadi ga bisa kemana mana,"
"ia ga apa-apa,hayo masuk....kayak nagih utang aja ga masuk-masuk, istri aku di dalam dia gak boleh banyak gerak" .mereka masuk sambil ngobrol menuju tempat Aulia duduk, didepan tv.
"lho sakit apa bini lu?"
"ga sakit, lagi hamil muda"
__ADS_1
"wahhh......selamat broooo, bentar lagi jadi ayah lu .!" ucap teman dzaki yang bernama Bagas yang ikut gembira mendengarkan kabar kehamilan istri dzaky.karena Dzaky pernah cerita dia sedang menunggu momen ini kehamilan istrinya yang ia tunggu-tunggu yang semoga dapat meluluhkan hati mamanya yang kurang menyukai istrinya.
"Alhamdulillah,makasih bro". mereka duduk lesehan didepan tv Dzaky mengeluarkan minuman dan cemilan.
"kenalin istri aku" mereka saling berjabat tangan dan menyebutkan nama mereka masing-masing.
"Aulia"
"Sinta"
"Bagas, temen kerjanya Dzaky"
"siapa yang ganteng ini ........?"tanya Aulia kepada anak laki-laki kecil yang sibuk makan cemilan yang disuguhkan Dzaky.
"aku Baim Tante"ibunya Baim yang memperkenalkan anaknya yang terlihat tidak mau menjawab pertanyaan Aulia."Baim belum lancar ngmongnya mba Aulia".
"panggil Aulia aja sin kayaknya kita seumuran"
"ia Aulia"
" sakit apa Aulia?maaf baru bisa nengokin kemarin Baim demam jadi ga bisa kemana-mana."
" ia gak papa, cuma sedikit pendarahan koq, harus bedrest".
"Alhamdulillah dua bulan"
" koq bisa pendarahan? kamu kecapean pidahan ? harusnya gaboleh capek-capek"
"kami ga tau kalau Aulia hamil, dia aja ga tau jadi kami kemarin sibuk menanam tanaman untuk mengisi waktu kosong, kalau tau ya gak mungkin ngerjain yang kayak gitu" kali ini Dzaky yang bersuara.
"koq bisa ga tau mas?"tanya Sinta
"karena gak ada tanda-tanda nya sin,"
"kan orang hamil ga haid?sampai bisa dua bulan ga ketahuan".
"keluar darah sedikit aku fikir itu haid, tapi kata dokter itu merupakan salah satu tanda hamil tapi kebanyakan orang ga tau"
"yang penting dedek bayinya gak kenapa-kenapa KY, dulu waktu Sinta hamil Baim, mabok dari usia kandungan 1 bulan mabok parah setiap pagi gak bisa ngapa-ngapain lemes bawaanya sampai di infus dirumah karena takut kekurangan cairan dan gizi, karena baru makan muntah minum pun muntah, untungnya usia 3 bulan ga mabok lagi semua makanan dihajar ga ada pantangan dan dia juga ga ngidam jadi semua masuk."
__ADS_1
"Alhamdulillah ga kenapa-kenapa gas, pendarahan mungkin ngasih tau kalau ada dedeknya diperut Aulia sekarang,kalau gak pasti sampe sekarang belum tau, Sekarang lebih hati-hati, Baim udah mau punya adek belum?"tanya Dzaky
"belum lah KY,kalo liat Sinta hamil apalagi melahirkan rasanya ga tega terus berasa tubuhnya belum pulih betul Baim baru 2 tahun masih butuh perhatian, orang tua kami jauh kalo ada apa-apa itu rasanya repot".
"mas bagas keliatan sayang banget sama Sinta".kata Aulia yang melihat perhatian Bagas ke istrinya.
"Alhamdulillah, mas bagas tipe cowo perhatian buat kita yang jauh dari orang tua ga merasa kesepian apalagi sekarang ada kalian yang sama seperti kami seperti dapet saudara"kata Sinta
"Alhamdulillah ketemu kalian, dan Alhamdulillah juga kak Dzaky selalu ada, perhatian juga, kayak nya mereka tipe laki-laki sayang istri."semuanya tertawa Dzaky mengelus kepala Aulia.
"eh dokter kandungannya siapa Lia?"tanya Sinta
" kemarin pas kerumah sakit di tangani dokter Fatimah orangnya udah ber umur,kayak baik dan keibuan."
"oh....bunda Fatimah kami manggilnya, dulu lahiran Baim sama dia, Alhamdulillah baik aku cocok sama dia, yang lebih penting dia pro ke persalinan normal, jadi gga dikit-dikit operasi sesar, apalagi Baim prosesnya termasuk lama dari kontrasi ke lahiran 2 hari, sabar banget nunggunya kalau dokter lain udah disesar itu, kalau dokter anaknya aku rekomendasikan dokter Arkan, dia masih mudah tapi telaten sama anak-anak."
"ia bener kata Sinta, kemaren pas mau lahiran Baim itu proses nya lama jadi gue minta operasi aja lah udah ga sanggup liat Sinta kesakitan dua hari tapi dijelasin sama bunda Fatimah bahwa lahiran normal recovery nya lebih cepet dan baik buat ibu,yaudah sabar akhirnya Alhamdulillah lancar, dokter Arkan juga cepet tanggap orangnya baru 4bulan dia disini pindahan dari kota kamu deh kayaknya ky?".
"ia, aku ga kenal".
lama mereka berbincang seputar kehamilan dan daerah mereka,akhirnya Bagas dan istri pamit pulang karena ga kerasa udah mau Maghrib baimpun sudah ketiduran. mereka berjanji akan sering berkumpul. sepulangnya tamu mereka,Dzaky bersiap membantu istrinya berganti pakaian dan dia sendiri bersiap untuk sholat.
malam harinya di tempat tidur mereka sempat kan untuk bercerita.
"seneng kenal mereka kak"
"ayahhhhh.....bunda."Dzaky mengingatkan Aulia untuk terbiasa memanggilnya ayah.
"ia ayahhhh, bunda seneng kenal mereka, mereka baanyak ngasih tau yang belum kita tahu"
"ia, ayah awalnya kenal Bagas dari sama-sama kita pelatihan di utus dari kantor itu udah 3 atau 4 tahun yang lalu awal-awal keterima kerja. dari sana kami cocok karena waktu pelatihan nya lama jadi kayak sodara kayak Adit,Doni ,Budi dan Tara. dari awal kerja udah kenal. eh tapi bunda masih ingat sama Tara ga? bunda kan pernah Deket sama dia,"ucap Dzaky cemburu.
"udah deh bahas itu yang lalu biarlah berlalu ayahhhhh sayaaang, tadinya bahas apa jadi arahnya kesana nanti ayah yang kesel sendiri, yang penting ayah lah yang jadi pendamping bunda."
"harus ayah lah ga boleh yang lain,udah ayok tidur udah malem ga baik buat dedek tidurnya malem-malem,muuuach"dzaky sedikit membungkukkan badannya untuk mencium perut Aulia, met istirahat sayang,besok ayah mau bangun pagi masak buat kalian"
"ia ayah terima kasih sayang....."mereka pun memejamkan mata namun fikiran Aulia ntah kenapa malah memikirkan kak Tara yang dulu sangat ia cintai, karena Tara merupakan laki-laki pertama yang masuk dalam hatinya pasti sedikit banyak masih ada rasa yang tersisa untungnya mereka tidak pernah bertemu lagi setelah berpisah, kalau masih bertemu mungkin Aulia sulit untuk melupakan Tara," apasic ul koq mikirin cowo lain, udah ada lelaki sempurna seperti kak Dzaky malah mikirin cowo yang udah lama ga pernah terpikirkan"ucap ul dalam hati tentunya ul memandangi dan mengelus wajah dzaky yang tampan ,Aulia tersenyum merasa sangat dicintai oleh suaminya lama-kelamaan pun dia ikut tertidur bersama suaminya.
like
__ADS_1
like
like