
Jam sudah hampir menunjukkan pukul 7 tapi Dzaky belum juga menampakkan batang hidungnya, Aulia berfikir karena marah suaminya belum mau pulang, Aulia khawatir dan juga sedih memikirkan kemana suaminya pergi, tak ada kabar atau pesan di hpnya, dia sudah menghubungi Bagas teman suaminya yang dirasa pasti dia tau keberadaan suaminya sekarang namun Bagas mengatakan kalau pukul 4 lewat tadi mereka sudah pulang kerja Bagas langsung pulang kerumah, Dzaky pun tidak mengatakan kalau dia akan pergi kemana.! karena setau Bagas biasanya temannya itu akan langsung pulang tidak pernah mampir kemanapun sepulang kerja. setelah menghubungi bagas pikiran Aulia semakin kacau, membuat perutnya terasa nyeri akibat banyak berfikir. tak berapa lama terdengar salam dari luar Aulia langsung berlari membukakan pintu, yang ia yakin itu adalah suara suaminya. Aulia langsung memeluk sang suami setelah dia melihatnya di depan pintu.
"maaf....maaf....jangan marah lagi kak..! adek gak akan ngulangin lagi, adek ga akan buat kakak marah lagi,kakak jang pergi lagi!"hixs hixs cerocos Aulia tanpa jeda.
"yang marah siapa bunda.....ayah beli ini."menunjukan barang belanjaannya yang penuh di tangan kiri dan kanannya."ayo masuk dulu nanti ayah jelasin." mereka pun langsung menuju dapur Dzaky langsung meletakan kantung belanjaannya dibawah.
"ayah mandi dulu ya, oh ya ayah tadi beli bakso pengen banget makan bakso, bunda pindahin kemangkok ya,!barang belanjaan biar ayah yang susun jangan coba-coba membantah.!"dzaky memperingati istrinya.
" oke ayah,siap.!" selagi Dzaky membersihkan diri Aulia sudah menyiapkan 2 mangkok bakso. setelah siap Dzaky langsung menghampiri istrinya yang sedang duduk manis memperhatikan semangkuk bakso yang asapnya masih mengepul.
"kok belum dimakan sayang?"
" bunda nunggu ayah biar makannya bareng, bunda tadi telfon ayah tapi hpnya ga aktif, kirain bunda ayah masih marah" ucap Aulia sambil memakan baksonya.
"maaf bikin bunda khawatir, hp ayah mati lupa dicas tadi siang"
"ayah kemana aja? mas Bagas aja ga tau ayah pergi kemana."
"ayah tadi ga sengaja kepasar, dalam perjalanan pulang baru inget kalau isi kulkas kosong, langsung aja belok kepasar fikir ayah kepasar cuma sebentar ternyata kepasar sambil mikir mau beli apa jadi lama sampe masuk waktu magrib sekalian aja ayah mampir ke masjid dulu"
"ow lain kali harus kasih kabar apalagi tadi siang ayah pergi dalam keadaan marah."
"iya maaf" mata Dzaky tak sengaja melihat botol obat penguat kandungan di sudut meja.
"perut bunda masih sakit?" sambil mendekat kearah Aulia langsung memegang perut istrinya.
"cuma sakit sedikit yah, sekarang udah gak karena udah ada ayah". peluk Aulia erat suaminya
"maaf ya dek buat bunda kefikiran jadi sakit perut besok kalau ayah perginya pasti ayah kabarin bunda dulu."ucap Dzaky sambil menciumi perut istrinya.
"janji ya yah?"ucap Aulia manja. jujur dia sangat merindukan suaminya kehamilan ini membuat dia ingin selalu dekat dengan suaminya.
__ADS_1
***
Waktu pun berlalu Dzaky dan istrinya telah saling mengenal dengan para teman kerja suaminya beserta istrinya, Aulia telah mengikuti beberapa kegiatan yang di laksanakan ibu-ibu yang suaminya bekerja di BUMN wilayah tersebut, namun memang Aulia tidak sedekat Dangan ibu-ibu di kampungnya terdahulu karena ia tidak tinggal di perumahan dinas tersebut dikontraknya pun Aulia tidak banyak kenal dengan tetangga hanya beberapa saja di karenakan rumahnya dengan rumah lainnya jaraknya lumayan jauh. Aulia hanya dekat dengan Sinta istri Bagas namun Sinta tinggal dilingkungan rumah dinas yang jaraknya lumayan jauh.
Hari ini Aulia dan sinta janjian untuk jalan-jalan, setelah kontrol kedokter kandungan, Aulia dinyatakan keadaan janinnya sudah kuat dan tidak bermasalah sudah bisaa beraktivitas seperti semula tapi harus dijaga kandungannya dan tidak boleh melakukan kegiatan yang berbahaya, dia tetaplah seorang ibu hamil yang masih harus menjaga semuanya. mereka telah meminta izin kepada suami mereka dan Alhamdulillah diperbolehkan asal jangan pulang terlalu lama, jangan capek-capek dan jangan makan sembarang aturan itu khususnya buat Aulia dan tibalah mereka di sebuah mall di kota tersebut Sinta yang mendorong stroller dengan Baim di dalamnya disebelahnya Aulia yang terlihat santai dengan pasmina berwarna pink di padukan dengan tunik berwarna navy yang belum memperlihatkan kehamilannya dan celana hitam. sementara Sinta menggunakan kulot putih, baju berwarna tosca dan hijab hitam, Baim terlihat cool dengan kaos berkera dipadukan dengan celana jeans pendek sepatu kets.
"kita makan di restoran itu aja yuk Aulia? disitu makanannya enak-enak pasti kamu suka". ajak Sinta yang memang sudah banyak tau tentang kota ini.
"ayok, kebetulan aku sudah lapar Baim juga pasti lapar kan sayang!".Aulia melihat kearah stroller untuk meminta persetujuan Baim hanya mengangguk. mereka mencari tempat duduk dekat dengan kaca dan juga dekat dengan area permainan anak-anak yang dipersiapkan oleh pihak restoran bagi pengunjung yang membawa anak kecil.
"kamu sering kesini sin?"
"lumayan sering sebulan 3 atau 4 kali kesini, tempatnya enak makanannya juga enak dan ada tempat bermain untuk anak-anak".jelas Sinta, merekapun memesan makanan.
" kamu sudah diajak mas Dzaky jalan-jalan Lia?"
"belum sint, baru pindah aku baru hamil, pendarahan terus harus bedrest jadi belum sempat kemana-mana kak Dzaky itu over protective menurut aku serba gak boleh". Aulia yang merasa ruang geraknya terbatas semenjak mengetahui bahwa dia hamil tapi dia sadar itu untuk dirinya dan baby.
"baru masuk 3 bulan, orang tua kami belum ada yang tau kami belum memberitahukan kehamilan ini kepada mereka."
"lho koq belum di kasih tahu ? bukannya mereka akan sangat senang dengan berita ini."
"ia tapi kami telah memutuskan untuk kasih kabar ini saat kehamilan ku masuk 4 bulan, supaya kami sudah yakin dengan kondisinya yang baik-baik saja jadi tidak membuat mereka khawatir, karena ini berita yang ditunggu-tunggu kami takut membuat mereka kecewa".
"ia lah kalian pasti tau yang terbaik" pesanan mereka pun tiba mereka menikmati quality time mereka.
"repot gak ngurus Baim sendirian sin?"
"Alhamdulillah enggak, Baim gak rewel dia tipe anak yang mudah diatur selain itu mas Bagas merupakan suami dan ayah yang siaga, kamu tau pertama kami menikah kami pisah aku di kampung ku bekerja sebagai pegawai bank swasta dan dia disini aku berat untuk melepas pekerjaan ku gak mudah mendapatkannya tapi semenjak dinyatakan aku hamil mau tak mau aku harus ikut, mas Bagas gak mau aku jauh darinya akupun begitu mungkin karena bawaan bayi hee". cerita Sinta mengingat awal perjalanan rumah tangganya
"ia kelihatan kalau mas Bagas itu sayang istri dan anaknya".
__ADS_1
"sepertinya mas Bagas dan mas Dzaky hampir sama, waktu mas Dzaky nginep dua malam dirumah buat mencari kontrakan dia sering cerita tentang kamu dari ceritanya kayaknya dia sayang banget sama kamu." mereka pun bercerita dan berkeliling toko membeli beberapa keperluan.
tak terasa hari hampir Maghrib mereka pun bergegas untuk pulang, Sinta yang membawa mobil mengantarkan Aulia pulang terlebih dahulu setelah nya dia langsung pulang takut di marahi Bagas karena pulang terlalu sore.
"assalamualaikum" ucap Aulia takut-takut
"waalaikum sallam, jam berapa ini nda? kamu itu lagi hamil pulang mendekati Maghrib gak baik" kata Dzaky sedikit kesal
"maaf yah tadi asyik lihat-lihat sampe lupa waktu" Aulia langsung mendekati Dzaky dan sedikit merayunya untuk meredakan kekesalan suaminya
" sudah peluk-peluknya cepet mandi, pake air hangat yang di termos gak baik mandi air dingin."
"ia sayang..."
Setelah sholat berjamaah mereka duduk santai di depan tv.
"beli apa aja dedek sayang" sambil mengelus perut Aulia
"cuma beli beberapa daster yah".
"beli yang banyak juga gak apa-apa perut bunda bakal membesar gak boleh pake baju yang sempit kasian dedeknya"
"ia nanti beli lagi barengan ayah ya?"
"ia bareng ayah aja nanti kalau sama Sinta lupa waktu lagi kamu".
"sekali kali ayah......kan gak tiap hari"
"ia sayang" sambil menciumi perut Aulia dan tangannya ntah kemana-mana mereka pindah kekamar dan berakhir dengan adegan panas yang membuat ranjang bergoyang.
like
__ADS_1
like