Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 66


__ADS_3

Aulia sedang asyik memasak di dapur, dia hanya menggunakan pakaian dinas Ibu rumah tangga, yaitu daster yang sangat nyaman di gunakan, terutama untuk Aulia yang sedang hamil besar. Gerah sering menyapa tanpa mengenal waktu, Aulia memasak tanpa menggunakan hijabnya karena hanya ada dia dan Sean di rumah.


Saat asyik mengaduk sayur Aulia di kejutkan dengan tangan yang menyentuh perut besarnya. Aulia langsung berbalik dan bertambah terkejut ketika melihat siapa yang mengelus perutnya.


" Kak Tara!" Bentak Aulia dan langsung berlari ke kamar untuk menggunakan hijabnya


Ternyata Tara ingin bertemu Aulia, Sepanjang malam dia memandangi foto USG bayi Aulia dan pagi ini dia berniat untuk memberikan foto USG itu karena semakin lama dia melihatnya semakin Tara menginginkan seorang bayi. Tiba di rumah Aulia dan sudah beberapa kali memanggil tidak juga ada yang membukakan pintu, Tara memutuskan untuk lewat pintu samping yang langsung menuju pintu belakang yang berdekatan dengan dapur. Berdiri di depan pintu Tara dapat melihat jelas Aulia dengan perut buncitnya dan tanpa hijab sedang menghadap kompor, entah apa yang sedang di masaknya tidak terlihat jelas. Tara langsung perlahan mendekati Aulia, entah setan dari mana Tara mendekatkan tangannya kearah perut Aulia. Aulia yang kaget langsung berteriak lari menuju ke kamarnya.


Tak lama Aulia keluar sudah menggunakan hijab.


" Kak Tara! jangan melewati batasan kakak!" Ucap Aulia marah.


" Maafkan kakak ul, kakak tidak bermaksud untuk melecehkan kamu. Kakak hanya ingin menyentuh perut kamu, ul" Ucap Tara merasa bersalah.


" Maksud kakak apa? menyentuh perut Aulia?" Aulia masih marah.


" Tidak bermaksud apa-apa ul, hanya ingin merasakan pergerakan bayi mu" Tara langsung mengeluarkan foto hasil USG itu dari kantong bajunya dan memberikannya ke Aulia.


Aulia pun langsung mengambil foto itu.


" Kenapa ada sama kakak?"


" Kemarin saat membayar, suster menyerahkan itu. kakak lupa untuk memberikannya"


" Kakak sengajakan mengambilnya?".


" Terserah apa yang kamu fikirkan, tapi kakak benar-benar lupa memberikannya, Maaf"


" Kenapa kakak ke sini?"


" Ingin menyerahkan hasil USG itu, hanya itu, ul! kakak tidak punya maksud lain"


"Sekarang sudah kan? Sebaiknya Kakak pulang. Sebelum ada yang melihat dan menimbulkan fitnah, apalagi Sean belum bangun hanya ada kita berdua"


" Baiklah" Tara hendak keluar namun dia berbalik. " Bolehkah sekali lagi kakak menyentuh perut mu ul?" Dengan muka memelas Tara mengeluarkan isi hatinya, jujur saat tadi menyentuh perut Aulia dan merasakan pergerakan dari bayi Aulia. Ada perasaan haru dan hangat merasuk hatinya.


Lama terdiam, sebenarnya Aulia ingin menolak permintaan Tara tapi melihat wajah Tara. Membuat hati Aulia merasa kasihan, akhirnya Aulia mengiyakan permintaan Tara.


" Em...boleh, janji hanya sebentar?"


" iya ul, Kakak janji hanya sebentar" Ucap Tara semangat dan langsung mendekati Aulia.


Memandang sebentar wajah Aulia, Tara sempat ragu. Aulia yang melihat keraguan di wajah Tara, mengangguk memberikan kode bahwa Tara boleh menyentuh perutnya.


Mendapatkan kode dari Aulia, Tara langsung menyentuh perut Aulia. Tara menangis haru merasakan pergerakan yang lebih kencang di banding dengan sentuhan yang tadi dilakukannya tanpa izin.

__ADS_1


Melihat Tara yang menangis, Aulia juga ikut terharu membayangkan Tara yang belum pernah mempunyai anak bisa merasakan hal ini.


" Ul dia bergerak" Ucap Tara antusias mengikuti pergerakan bayi dalam perut Aulia.


" Ia kak, sudah 6 bulan. Jadi bayi sudah aktif bergerak" Jelas Aulia.


" Seandainya ini anak kakak, betapa bahagianya kakak ul" Sekarang Tara sudah menangis sesenggukan.


Aulia hanya diam, yang janjinya hanya sebentar. Sudah lebih dari lima menit Tara menikmati setiap pergerakan bayi Aulia. Aulia tidak enak ingin menghentikan aktivitas Tara yang masih menikmati, apa yang sedang dilakukannya.


" Dek....Ini papa....Yang sehat ya di dalam. Papa sudah tidak sabar untuk bertemu adek, papa......" ucapan Tara terpotong.


Dan tiba-tiba.....


Bugh


bugh


bugh


Dzaky yang mempercepat kepulangannya, ingin memberikan kejutan kepada istrinya. Tapi malah Dzaky yang mendapat kejutan dari istri dan sahabatnya.


Dzaky yang ingin mengucapkan salam terhenti saat melihat Tara sedang memegang perut istrinya, di tambah lagi saat Dzaky mendengar kata-kata terakhir Tara. Emosi Dzaky pecah dan langsung memberikan bogem mentah ke sahabatnya itu tanpa aba-aba.


Aulia yang melihat itu kaget dan segera mendekati suaminya.


" Brengs** kamu Tar!" Ucap Dzaky marah.


" Ayah bunda bisa jelasin! ayah salah faham!"


" Kamu ya.....! Aku pikir kamu wanita yang tidak akan pernah mengkhianati cinta, tapi aku salah!" Dzaky melepas paksa lengannya yang di pegang Aulia.


" Ayah, ayah salah faham! Kak Tara jelasin ke kak Dzaky bahwa apa yang di lihatnya bukan seperti apa yang ada di fikirannya" Ucap Aulia memburu sambil setengah ngos-ngosan karena sedang hamil.


Tara hanya diam saja dia seperti tidak berniat menjelaskan semua kesalahan yang terjadi.


" Kak Tara! tolong Kakak jelasin!" Bentak Aulia.


Dzaky kembali memukuli Tara, Tara tidak membalas membuat wajahnya babak belur.


" Ayah! Kak Tara bisa mati!" Aulia memperingati suaminya, karena melihat keadaan Tara yang sudah berlumuran darah.


" Pergi! Breng**" Ucap Dzaky sambil mendorong Tara sampai membentur tiang pintu dapur.


Tara langsung pergi sambil memegangi wajahnya yang penuh darah dan terasa sangat sakit, meninggalkan Aulia yang terlihat begitu sedih.

__ADS_1


" Yah..." Aulia mendekati suaminya dan ingin menyentuh tangannya, namun di tepis oleh Dzaky.


" Yah, ayah salah faham!" Aulia mencoba ingin menjelaskan.


" Heh... Salah faham? kamu bilang salah faham? Aku mendengar semua yang laki-laki berengse* itu katakan"


" Kak Tara hanya ingin merasakan menjadi seorang ayah, maka dari itu kak Tara ingin menyentuh perut bunda, yah"


" Merasakan menjadi seorang ayah? dengan menganggap istri sahabatnya seperti istrinya, itu yang kamu maksud? Hah" Teriak Dzaky.


" Bukan yah....Kak Tara....."


" Jangan-jangan bayi itu anak si breng** itu?"


" Ayah jangan kelewatan!"


" Kelewatan? Apa menyentuh perut istri orang lain itu tidak kelewatan?"


" Yah duduk dulu, ayah itu sedang emosi jadi tidak bisa mendengar dengan baik ucapan bunda" Ucap Aulia yang sudah menangis.


" Siapa yang tidak emosi, pulang kerja capek. Melihat istrinya sedang bermesraan dengan laki-laki lain! Jangan-jangan, sudah lama kalian bermain di belakang ku?"


" Ayah jangan begitu, bunda tidak pernah mengkhianati ayah! Bunda bersumpah"


" Siapa yang tahu! Tara setiap hari ke sini di saat aku tidak di rumah!"


" Ayah sendiri yang membolehkan Kak Tara keluar masuk rumah, walaupun tanpa ada ayah di rumah. Bunda sudah pernah menyatakan keberatan dengan hal itu, yah! Tapi ayah tidak mempermasalahkannya"


" Karena aku tidak mempermasalahkannya, kamu bisa seenaknya bermain di belakang ku. Mengkhianati kepercayaan ku?"


" Ayah, bunda tidak pernah mengkhianati ayah. Percaya bunda yah"


Terdengar Sean menangis melihat pertengkaran orang tuanya, karena selama pernikahan mereka baru kali ini Dzaky marah dan membentak Aulia"


Dzaky langsung pergi masuk ke dalam kamar, menutup pintu dengan kencang. Membuat Sean menangis semakin kencang.


" Sudah jangan nangis"


" Abang takut.....nda. Ayah kenapa nda?" Tanya Sean sambil menangis kencang.


" Ayah sedang capek sayang, lagi tidak mau di ganggu. Ayo Abang mandi terus makan" Ucap Aulia sambil menhan tangis.


Aulia tidak menyangka, perbuatannya yang mengasihani Tara berbuah permasalahan dalam rumah tangganya. Aulia juga sangat kecewa karena Tara sama sekali tidak menjelaskan kejadian yang sebenarnya ke Dzaky, pergi begitu saja. Seolah membenarkan semua yang terjadi.


like

__ADS_1


like


like


__ADS_2