Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 25


__ADS_3

Hari ini Dzaky dan aulia pindah ke kediaman mereka yang baru, ada beberapa orang yang ikut mengantar mereka, didalam mobil yang dikendarai dzaki, ada aulia, ibu, Adi dan keluarga Kak bian. kak firman hanya menelpon untuk memberi semangat kepada adek perempuan satu-satunya. sementara dibelakang ada mobil yang dikendarai Adit, Doni dan 2 teman baru mereka yang belum lama pindah tapi sudah sangat dekat. perjalanan memakan waktu 6 jam dengan sesekali berhenti sampailah mereka di rumah yang lumayan besar yang sudah terisi perabotan, karena Dzaky mengontrak rumah yang telah lengkap isinya, pemilik rumahnya menempati rumah peninggalan orang tuanya jadi seluruh barang masih lengkap di dalamnya. di sana sudah menunggu teman Dzaky yang membantu mendapatkan rumah kontrakan ini.


"wah mba luas rumahnya, tempatnya enak"kata Adi yang baru memasuki rumah.mereka semua pun turun sambil melihat-lihat keadaan sekitar


"ul kamu bisa nanem taneman disini,halamannya luas"kata ibu.


"sudah sini istirahat dulu, pasti semua pada capek"kata Dzaky, ibu pun menurunkan semua makanan yang tadi di siapkan ya dirumah berupa cemilan, kerena mereka tadi sudah makan pada saat berhenti istirahat di restoran. mereka pun banyak mengobrol.


"kita sedih KY kamu pindah, dari awal kita da sama-sama satu persatu pindah dari Budi, Tara sekarang kamu" ucap Doni yang merasa kehilangan.


" ia KY, koq jadi sedih gini, kita jadi ga bisa makan gratis lagi....."kata Adit sambil memasang wajah sedih.


"dasar aku kirain beneran sedih eh ga taunya karena ga ada tempat makan gratis"kata Dzaky sambil tersenyum dia tau Adit memang suka becanda. yang lain pun ikut tertawa. mereka pun mengobrol sampai malam, sementara para wanita sudah tertidur pulas dalam satu kamar. mama Dzaky belum bisa datang karena belum libur anak sekolah kalau liburan tiba dia berjanji akan datang. esok harinya rombongan Adit pamit pulang karena besoknya mereka akan bekerja. sementara ibu dan yang lain memutuskan untuk pulang besoknya....mereka sangat bahagia pergi kepasar bersama, memasak bersama penuh canda tawa apalagi Bisma dan alin membuat rumah Dzaky dan aulia ramai. mereka pun menanam bunga dan sedikit merapikan halaman rumah. tak terasa hari kepulangan mereka tiba Aulia sejak pagi sudah tak bersemangat karena baru kali ini dia berjauhan dengan sanak saudara. keluarga yang lain pun nampak sedih apalagi alin yang sudah menangis sejak pagi karena harus berpisah dengan tantenya, mereka sangat dekat bahkan alin sering menginap di rumah Aulia.


"kamu baik-baik di sini ya nak"ucap ibu sambil menahan tangis.


"KY kakak titip adek kakak ya...kalau dia bandel jewer aja telinga nya"kata bang bian mencoba mencairkan suasana haru ini. dan yang lain pun tersenyum, di detik-detik terakhir mereka akan menaiki mobil travel tangisan mereka semua pecah Aulia dan ibu tak bisa lagi menahan air mata mereka pun berpelukan lagi sambil menangis sesenggukan membuat yang melihat ikut bersedih. setelah kepulangan keluarga Aulia rumah itu terlihat sangat sepi canda tawa yang baru beberapa menit ada sekarang tidak ada suara hanya suara tangisan Aulia yang masih terdengar. Dzaky hanya memeluk sang istri seolah bisa merasakan kesedihan istrinya sambil mengelus punggungnya supaya bisa meredakan kesedihannya


Hari ini Dzaky dan Aulia membersihkan halaman belakang mereka berencana menanam tanaman seperti cabe, tomat dan bayam dengan bibit yang mereka beli dipasar tadi, Dzaky sengaja menyibukkan istrinya agar tidak sedih karena setelah kepergian keluarganya Aulia terlihat lebih murung dan banyak diam. Dzaky memang belum masuk bekerja 3 hari lagi baru masuk kerja sengaja demi menemani istrinya. saat sedang menanam tanaman Aulia memegang perutnya yang terasa nyeri dia langsung duduk diteras belakang Dzaky yang melihat itu langsung menghampiri istrinya.


"kenapa sakit perutnya?"tanya Dzaky panik

__ADS_1


"ia sedikit nyeri kak" jawab Aulia menahan sakit dibagian bawah perut nya.


"kita ke rumah sakit aja dek, muka kamu pucat sayang"


" ga papa paling kecapean kak"


" ya udah kamu istirahat biar kakak yang lanjutin"Dzaky pun membantu Aulia membersihkan diri dan merebahkannya di atas kasur, Aulia istirahat sementara Dzaky melanjutkan yang tadi Aulia kerjakan yaitu menanam bibit tanaman.


Di kamar...


"ya Allah koq sakit banget ssssttt". ucapnya pada dirinya "ini kenapa ya Allah semoga ga ada apa-apa"sambung Aulia yang khawatir takut rahimnya bermasalah. setelah menyelesaikan pekerjaannya Dzaky membersihkan diri dan langsung menyusul istrinya, dia dapat melihat istrinya sedang meringkuk menahan sakit.


"dek,......masih sakit? ayo kita ke rumah sakit aja lah, ga tega kakak liat kamu kayak gini"


"dek masih sakit ayo kita kerumah sakit"Dzaky bangun dan langsung mengambil jaket beserta jilbab Sorong untuk istrinya dan memakaikannya. saat mengangkat Aulia Dzaky kaget karena ada darah di baju bagian belakang Aulia di semakin panik.


"dek darah...kenapa ga bangunin kakak sic kalau udah ga tahan, ini ada darah di baju kamu."ucap Dzaky semakin panik sambil menggendong Aulia dan memasukkannya kedalam mobil, sepanjang perjalanan Aulia hanya meremasi baju daster yang ia kenakan sesampainya di rumah sakit Aulia segera di tangani, Dzaky menunggu di depan ruangan dia ingin menghubungi keluarganya namun dia lupa membawa hp sangking paniknya, tak berapa lama suster keluar dan memanggil Dzaky untuk masuk keruangan dimana istrinya di periksa.


"suaminy?"tanya sang dokter yang sudah berumur namun masih terlihat cantik.


"ia dok,kenapa dengan istri saya?"masih panik

__ADS_1


" istri bapak pendarahan,"


" maksudnya pendarahan? istri saya sakit apa?" tambah panik


" istri bapak hamil..."


"apa hamil!!" terkejut dan langsung memotong perkataan dokter.


"ia apa bapak tidak tau? tapi Alhamdulillah janinnya masih bisa dipertahankan namun istri bapak harus bedrest,, untuk lebih jelasnya nanti kita akan bawa istri bapak ke dokter obgyn, sekarang istri bapak sudah tidur kami sudah menyuntikkan obat tidur, karena hari sudah malam besok kita akan memeriksa kan kondisi kandungan istri bapak, ada pertanyaan pak?" dokter menyadarkan Dzaky dari keterkejutan mendengar istrinya hamil.


"Alhamdulillah ya Allah" ucap Dzaky sambil sujud syukur.


" oh tidak ada dok"


" sekarang kita akan pindahkan istri bapak keruang perawatan, silahkan bapak urus ruangan apa yang akan di ambil di bagian depan suster akan mengantar bapak,saya permisi dulu". Dzaky langsung mengambil kamar VIP untuk istrinya selesai memindahkan istrinya dan suster pamit undur diri, Dzaky langsung mendekati ranjang istrinya dia memegang tangan istrinya dan langsung menangis bahagia.


" terima kasih ya Allah atas semua yang telah engkau berikan dan akhirnya engkau menghadirkan dia di dalam rahim istri hamba ya Allah..."ucap Adit sambil menangis " hamba akan berusaha menjaga titipan mu, sayang sekarang kamu hamil.......kamu pasti senang banget ini hal yang paling kamu nanti, terima kasih sudah mengandung anak kakak dek,,,, kamu baik-baik di dalam ya sayang ayah bunda sangat menantikan kehadiran mu,,,," di ciuminya perut Aulia masih sambil menangis.


like


like

__ADS_1


like


like


__ADS_2