Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 63


__ADS_3

Sore ini setelah menyelesaikan semua administrasi, Dzaky membawa Sean untuk pulang. Dokter Arkan dan Rayyan menghantarkan Sean sampai ke parkiran karena Rayyan tidak ingin Sean pulang dia masih ingin bermain dengan Sean.


" Besok kalau papa Rayyan libur ajak main kerumah Sean ya sayang?" Kata Aulia.


Rayyan hanya diam.


" Ia, Rayyan akan main ketempat Sean" Jawab Dokter Arkan karena Rayyan hanya diam.


" Kami pamit ya Dok, terimakasih atas semuanya"


" Sama-sama, Sean jangan capek-capek"


" Ia Dok, da da... Rayyan" Kata Sean.


" Sean" Panggil Rayyan. " Ray mau bunda Sean"


Membuat yang mendengar bingung, tidak mengerti maksud Rayyan.


" Maksud Rayyan apa nak?" Tanya Dokter Arkan.


" Ray mau mama seperti bunda Sean yang selalu ada pa...."


Semua terdiam mereka mengerti maksud Rayyan sekarang.


" Emm papa akan meluangkan waktu besok, kita akan pergi ketempat bermain ok?" Rayyan menggeleng.


" Rayyan mau bundanya Sean" Rayyan menangis.


" Sayang, bundanya Sean mau pulang, Sean mau istirahat nak, sama ayah saja ya?" Rayyan tetap menggeleng dan menangis.


Ternyata Rayyan sangat merindukan sosok mama yang ada di rumah, setelah kepergian sang nenek dia hanya di tinggal di rumah bersama pengasuh bahkan sang mama sering tidak pulang kerumah.


" Maaf" Kata itu yang terucap oleh Dokter Arkan, jujur ada penyesalan di dalam dirinya karena terlalu sibuk dan mengabaikan anaknya. Dia memeluk anaknya erat.


" Bunda pulang dulu ya nak? Besok Rayyan boleh ajak papa ke rumah Sean" Kata Aulia, tak lupa Aulia memberikan kecupan dan pelukan hangat untuk Rayyan.


" Ia bunda" akhirnya Rayyan membiarkan Sean pulang dengan janji papanya akan mengajaknya besok ke rumah Sean.


Di dalam mobil Sean tertidur dengan nyenyak.


" Terimakasih bunda" Kata Dzaky sambil menggenggam erat tangan istrinya.


" Untuk" Tanya Aulia bingung.


" Karena sudah jadi bunda yang baik dan selalu ada untuk kami"


" Itu sudah kewajiban bunda yah"


" Tapi banyak seorang istri dan ibu yang melupakan kewajibannya, Makanya ayah dulu mencari istri yang mau tinggal di rumah seperti bunda"


" Itu karena bunda memang nggak ada pekerjaan yah"


" Tapi bunda mau nurut sama ayah, itu sudah cukup"


" Ayah juga sudah menjadi ayah yang baik, terimakasih sudah mau menerima semua kekurangan dalam diri bunda..."


**


Keesokan harinya rumah Dzaky ramai dengan kedatangan beberapa rekan kerja Dzaky termasuk Bagas dan Sinta.


" Alhamdulillah bang Sean sudah sembuh" Kata Sinta.


" Ia, dia termasuk anak yang nggak sulit untuk makan jadi pemulihannya cepat" Kata Aulia.


Semua bercanda gurau di jam istirahat kerja. Tidak berapa lama terdengar salam dan ternyata itu Dokter Arkan dan Rayyan.


" Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam" Jawab mereka bersamaan.


" Eh Rayyan sini Abang kenalin sama temen Abang dan Adik cantik" Semua tertawa mendengar Sean berbicara.


" Maaf mengganggu, Rayyan sudah tidak sabar mau ke sini"

__ADS_1


" Enggak apa-apa Dok"


" Ternyata Dokter sudah punya anak?" Tanya Sinta yang tidak pernah melihat anaknya Dokter Arkan selama menjadi pasiennya. Kedua anak Sinta sudah menjadi langganan Dokter Arkan.


" Ia, dia di kota xxx selama ini tinggal bersama mamanya"


" Oh... istri Dokter di sana? Kenapa nggak di bawa kesini aja Dok?" Sinta memang Selalu kepo orangnya.


" Istri saya juga seorang Dokter di sana" Jawab Dokter arkan dengan senyuman.


" Oh..."


Tak berapa lama setelah Dokter Arkan tiba semua rekan kerja Dzaky pamit karena jam makan siang sudah habis. Termasuk dengan Dzaky dia juga harus berangkat kerja dan meminta maaf kepada Dokter Arkan karena tidak bisa menemaninya.


" Ya....Adik cantik pulang" Begitulah panggilan Sean ke adik Baim yang bernama Kia.


" Kan sekarang sudah ada Ray"


" Ia, cuma Sean suka sama adik cantik" Membuat Aulia yang mendengar hanya bisa menggelengkan kepala.


" Maaf mba Aulia, saya tidak enak karena sudah mengganggu dan saya juga tidak enak di sini karena mas Dzaky sudah berangkat kerja"


" Suami saya mengerti, lagi pula kita tidak hanya berdua ada anak-anak, dan Dokter di teras jadi tidak ada yang perlu di takutkan"


Dari kejauhan Aulia dapat melihat Tara yang berjalan menuju kerumahnya.


" Assalamualaikum ul"


" Waalaikumsalam" Jawab Dokter dan Aulia.


" Maaf kemarin nggak ikut jemput Sean pulang"


" Enggak apa-apa kak, tadi semua pada kemari kakak ketinggalan ya?"


" Tadi ada kerjaan ul" Alasan Tara padahal memang sengaja menunggu semua pulang tapi ternyata Aulia masih ada tamu.


" Oh ya kak Tara ini kenalin Dokter Arkan, Dokternya Sean kemarin"


" Arkan"


" Papa......" Sean keluar karena mendengar suara Tara.


" Eh gantengnya papa sudah sembuh?"


" Sudah dong, ini kenalin temennya Abang"


Tara hanya tersenyum.


" Ya sudah karena Sean sudah sembuh papa pulang dulu ya..."


" Ok"


" Ul kakak pulang dulu, Dok"


" Papa sean?" Tanya Dokter penasaran.


" Oh...itu temen deketnya ayah Sean, sudah seperti keluarga" Dokter Arkan mengangguk.


***


Setelah hari itu Rayyan tidak pernah lagi ke rumah dan ternyata dia sudah di jemput mamanya.


Kandungan Aulia sudah memasuki usia 6 bulan dan hari ini ibu Aulia datang untuk melihat anaknya yang sedang hamil dan juga untuk melihat cucunya.


" Ul seneng banget ibu ke sini, ul sudah kangen banget" Kita Aulia saat ibunya baru menduduki sofa di depan tv.


" Ibu juga, itu ada titipan kakak bian dan istrinya, Adi juga mengirimkan mainan untuk Sean dia tidak bisa ke sini karena masih sibuk"


Dzaky membawa banyak kardus ke dapur.


" Banyak banget bu?"


" Gimana kandungan mu ul?"

__ADS_1


" Alhamdulillah sehat Bu"


" Sudah gerak-gerak Bu" Kata Dzaky sambil mengelus perut istrinya yang sudah nampak besar.


" Itu tandanya sehat, Sean mana?"


" Lagi tidur Bu...."


" Padahal ibu kangen banget, kalau di telfon Sean itu sangat lucu dan menggemaskan"


" Ia, Sean memang suka ngomong kayak bundanya" Kata Dzaky.


Pagi harinya ibu sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk semua, tadi malam dia tidur dengan Sean.


" Ibu koq sudah bangun?" Tanya Aulia.


" Ia, ibu senang masakin kamu, siapa tau nanti ibu nggak bisa melakukan ini semua"


" Ibu jangan bilang gitu..." Kata Aulia memeluk erat ibunya.


" Pagi-pagi sudah pelukan aja, ayah juga mau dong...." Kata Dzaky.


" Ih ayah, ayah kan sudah sering"


" Iya deh.... mentang-mentang ada ibu ayah di cuekin" Kata Dzaky bercanda. " Wah ini ibu masak enak, Dzaky jadi laper"


" Makan aja langsung, ibu masak memang buat kalian"


" Nenek......." Sean berlari memeluk neneknya. " Abang cariin nenek, Abang pikir nenek sudah pulang"


" Nenek lama di sini, nenek mau main sama Sean"


" Hore....Asik...." Teriak Sean.


Mereka pun senang melihat tingkah Sean. Setelah sarapan Dzaky langsung pergi kerja.


" Bu? Aulia senang ibu di sini" Aulia bermanja dengan ibunya.


" Ibu juga, sudah lama ibu mau kesini tapi belum ada waktu, kamu sama Dzaky baik-baik saja kan?"


" Ia Alhamdulillah Bu, kak Dzaky suami dan ayah yang sangat sempurna"


" Ibu percaya, ibu bisa melihat cinta dan sayang di matanya untuk kalian. Ibu hanya ingin berpesan, jaga dia jangan sampai melukai hatinya karena hanya dia tempat pertama untukmu bersandar setelah ibu tiada"


" Ibu jangan ngomong seperti itu, ibu akan bersama ul sampai tua"


" Ibu ini sudah tua ul, tidak selamanya bisa menemanimu"


" Kalau ibu pergi tidak lama ul juga akan ikut ibu pergi"


" Terus anak kamu?"


" Kan ada ayahnya yang selalu ada, kak Dzaky itu ayah terbaik Bu, jadi ul nggak akan khawatir meninggalkan anak-anak bersamanya"


" Kamu ini...." ibu memeluk erat kepala Aulia yang sedang bersandar kepada-nya.


" Bunda....ini neneknya abang!"


" Ini juga ibunya Bunda bang..."


" Bukan nenek abang!"


" iya nenek Abang, ibu bunda" Kata Aulia menggoda anaknya.


" Bunda......"


Ibu dan anak itu rebutan memeluk perempuan yang sudah terlihat tua dimakan usia.


like


like


like

__ADS_1


__ADS_2