
Sudah satu Minggu ibu dan Adi di rumah Dzaky dan Aulia, sudah satu Minggu pula mereka menikmati masakan ibu yang menambah ***** makan mereka terutama Dzaky. tetapi Dzaky mengimbanginya dengan banyak olah raga dia tidak ingin bentuk tubuhnya berubah gendut dan berlemak. dan mereka juga sudah mengajak ibu dan Adi jalan-jalan di beberapa tempat yang terkenal di kota itu, mereka sangat menikmati kebersamaan mereka, namun disetiap ada pertemuan pasti juga ada perpisahan, hari ini tiba waktunya ibu dan Adi untuk pulang seperti biasa setiap perpisahan pasti ada tangis ketidak relaan untuk melepas kepergian orang yang kita sayangi.
"sudah jangan nangis malu sama dedek bayi". bujuk Dzaky karena melihat istrinya yang tidak berhenti menangis.
"ibu koq cepet banget pulang satu Minggu lagi ya Bu....".Aulia sedang membujuk ibunya padahal mereka sedang menunggu jemputan travel.
" dek, nenek pulang dulu ya....bilangin sama bunda mu bulan depan nenek kesini lagi".ucap ibu yang juga berat untuk meninggalkan putrinya lagi, dia lebih baik berpura-pura menyampaikan pesan lewat calon cucunya sambil mengelus perut Aulia.
" kalau ibu gak pulang yang ngurusin Adi siapa mba? yang masakin Adi siapa?". ucap Adi pura-pura memelas.
"kayak anak SD aja diurusin, kamu itu sudah besar dek! sudah bisa nikah malahan biar gak ada alesan minta diurusin". kata Aulia sambil cemberut
" enak aja nikah, selesaikan dulu kuliah mu!" kata ibu menatap tajam Adi.
"Bu.... jangan marah ke Adi itu kan ide mba ul yang ngomong juga mba ul lagian siapa yang mau nikah Bu...Adi mau punya kerjaan dulu kayak kak Dzaky hehehe". kata Adi sambil menarik turun kan kedua alisnya menatap kak Dzaky.
"sudah itu mobilnya sudah datang". ucap Dzaky melerai perdebatan tak berkesudahan antara mereka.
Ibu dan Adi pun sudah masuk mobil, mobil pun mulai meninggalkan halaman rumah Dzaky yang meninggalkan kesedihan untuk Aulia. Dzaky terus membujuk ibu hamil yang mood nya sangat mudah berubah dan terlalu sensitif.
__ADS_1
****
Beberapa hari terlewati Dzaky selalu mengajak Aulia untuk makan diluar untuk menghilangkan rasa sedih ditinggal ibu pulang.
Setelah berkeliling mencari makanan ringan keinginan Dzaky, akhirnya mereka pulang dan setelah membersihkan diri mereka mengobrol sebelum tidur seperti biasanya.
"dek, sudah puas makannya? capek dek? ayah pijitin atau mau di tengokin?". tanya Dzaky sambil nyengir kearah istrinya sebagai tanda minta persetujuan.
" jangan buat bunda dosa yah.....bunda lagi capeeeek banget, puas makannya! gak salah yah? bukannya malah bunda yang ngikutin seleranya ayah sampai keujung jalan" sambil mencubit pipi suaminya gemas, "pijitin aja ya yah? pegel kakinya."
" siniin kakinya ayah pijitin kaki bunda dulu ya dek? karena sudah nemenin ayah jajan tadi, makasih ya bunda sebagai imbalannya ayah pijitin." Dzaky memijit dengan lihainya seolah telah lulus dari kelas memijit padahal karena setiap hari Aulia selalu meminta pijit pada bagian betis dan kaki yang selalu pegal dan seringnya mengalami kram. Dzaky merupakan suami yang sangat perhatian apalagi kalau Aulia kram saat bangun tidur Dzaky sangat kasian melihat istrinya kesakitan rasanya tidak tega. Aulia sangat menikmati pijatan suaminya sampai dia tertidur. Dzaky sangat senang melihat istrinya tidur nyenyak dan dia pun ikut tertidur disamping istrinya sambil mengelus perut Aulia.
****
" dek, mama udah sampai itu."
"emmm". Aulia hanya mengangguk dan berdehem. dia mengikuti suaminya untuk menyambut mama mertua.
"assalamualaikum"
__ADS_1
"waalaikum sallam ma...." jawab Dzaky semangat " ayo langsung masuk ma pasti capek banget, kenapa ga besok aja berangkatnya ma...biar gak malem kayak gini nyampenya." sambil membawa bawaan sang mama kedalam rumah.
" biar bisa lama disininya bang, mama kan belum pernah kesini untung supirnya tau kalau gak bisa kesasar mama bang!".
" Naufal gak ikut ma?" tanya Aulia sembari menyalami tangan mama mertua nya.
"gak katanya mau camping dia entahlah, sok sibuk capek mama, berapa bulan?" sambil mengelus perut Aulia
" masuk 6 bulan ma"
"sehat-sehat ya dek Oma sudah gak sabar, kamu jangan mengangkat yang berat-berat jangan capek-capek" Aulia sangat senang mendengar perhatian mama mertuanya dia berharap ini merupakan awal yang baik.
Mereka berbincang sambil makan makanan yang di bawa mama sampai lupa waktu.
" sudah-sudah ngobrolnya besok kita sambung lagi kasian calon cucu Oma pasti capek, Oma juga capek dari sekolah gak istirahat langsung berangkat."
"Oma semangat mau main sama adek." kata Dzaky dan mereka pun masuk kedalam kamar untuk istirahat.
like
__ADS_1
like