
Suara sepatu itu terdengar kian dekat, Aulia langsung menjauh dari Tara.
Saat suara sepatu itu berhenti di depan pintu terdengar suara
" Assalamualaikum." Mereka masih diam.
" Assalamualaikum pak tara? " Panggil suara itu lagi dan ternyata itu Bobby supir kantor yang memanggilnya.
" Waalaikumsalam." jawab mereka bersamaan.
" Ada apa bob?".
" Ini ada telepon dari Bu Amira menanyakan keberadaan bapak."
Aulia dan Tara langsung terdiam takut Amira salah faham.
" Mana?" ulur tara tangannya meminta hp si sopir. karena ternyata hpnya lowbat.
" Sudah mati pak."
" Jadi kenapa kamu kesini?" Tanya Tara kesal karena sempat takut yang datang adalah Dzaky.
" cuma mau kasih tau pak."
🌸Flasback
Bobby melihat hpnya yang berbunyi dan tertulis nama Bu boss. Tanpa menunggu lama Bobby langsung menerima panggilan itu.
" Assalamualaikum Bu."
" Waalaikumsalam, Bob bapak mana? saya hubungi hpnya mati."
( Waduh jawab apa ini, apa bapak selingkuh sama istrinya pak dzaky sampai hpnya di matikan?) Bobby berbicara dalam hati.
" Bob! Bapak mana? kamu ditanya koq diem aja?"
" Oh Anu...itu...Bapak masih di pertemuan, saya nunggu di parkiran Bu."
" Oh... nanti kalau bapak sudah selesai meetingnya tolong beliin, Nanti saya SMS ke kamu. Belinya di mall aja."
" Iya Bu.."
( Mau beli di mall! ini aja sudah mau nyampe rumah. Ah kasih tau bapak ajalah.)
Setelah selesai telponan, Bobby memutuskan untuk memberitahukan kepada Tara isi telepon Bu Amira.
Bobby melangkah menuju rumah Dzaky, sampai di depan pintu dia melihat Sean sedang main sendiri.
( Lho itu Sean, pak Tara di mana? atau jangan-jangan! ah salam aja dulu)
🌸 Flashback off
" Kasih tau kalau istri saya telfon?"
" Bukan, kasih tau kalau ibu nitip beberapa barang dan belinya itu di mall"
" Beli di mall? apa kamu nggak bilang kalau kita sudah mau sampai? kalau kita ke mall lagi lumayan jauh Bob."
__ADS_1
" Saya bilang kalau bapak masih meeting."
" Kamu nggak bilang kalau saya di rumah Dzaky?"
( eh busyet pak Tara bisa-bisanya saya disuruh bilang dia lagi di rumah pak Dzaky. walaupun mereka sahabat bukan berarti pak Tara bisa datang sewaktu pak dzaky tidak ada! apalagi yang jelas pak Dzaky masih kerja, itu artinya ibu tau kalau pak Tara sama Bu Aulia ada.....)
" Kamu lagi mikir apa bob? sekarang bilang kalau sebentar lagi kita akan sampai rumah...Tunggu apalagi koq malah diem!."
" Iya pak."
" Pak Tara sebaiknya bapak pulang." Kata Aulia kembali formal karena ada bawahan Tara.
Tara pun beranjak dari duduknya mendekati Sean.
" Papa pulang dulu." Tara mencium Sean dan memeluknya.
( Walaupun pak Tara menginginkan seorang anak dan menganggap Sean seperti anaknya sendiri, nggak seharusnya pak Tara menganggap Bu Aulia seperti istrinya juga) suara hati Bobby.
" Ayo Bobby kita pulang." namun sebelum pergi Tara berkata" kalau masih sakit telepon kakak nanti kakak antar ke rumah sakit."
Dan itu masih bisa Bobby dengar walaupun jarak lumayan jauh.
( Apalagi ini! nggak mungkin kalau nggak ada hubungan. " kakak antar ke rumah Sakit!" lah pak Dzaky kan ada buat apa pak Tara yang antar) Bobby geleng-geleng kepala dengan pemikirannya.
sesampainya di rumah Tara.
" lho koq sudah pulang kak? pesenan Amira mana?"
" memangnya Bobby nggak bilang kalau kami sebentar lagi sampai rumah?"
" Nggak, Bobby bilang..."
" Yaudah nanti biar Bobby Amira suruh balik lagi."
" Nggak usah, Bobby juga capek. Lagian Bobby itu supir kantor bukan suruhan kamu Mira."
Deg
Belum pernah Tara mengatakan hal seperti ini sebelumnya.
Membuat Amira sedih merasa Tara tidak memperdulikannya lagi.
***
Setelah seminggu kejadian Tara kerumah dan menyatakan cintanya ke Aulia, dia sudah jarang kerumah dan jarang mengajak Sean pergi.
Pagi ini Aulia muntah-muntah dan tidak bertenaga untuk melakukan apapun membuat Dzaky khawatir.
" Bun, Ayo kita kerumah sakit cepet ganti baju." Perintah Dzaky yang sudah cemas melihat kondisi istrinya.
Aulia hanya mengangguk dan bersiap untuk mengganti pakaiannya. Tapi belum juga melangkah Aulia sudah jatuh pingsan di depan kamar mandi yang berada di dalam kamar mereka.
" Bunda! bunda.." panggil Dzaky sambil menggoyangkan bahu istrinya.
" Ya Allah bunda dari kemarin ayah suruh ke rumah sakit selalu nolak." Kata Dzaky sambil mengganti baju istrinya dan mengangkatnya menuju mobil.
Saat hendak menjalankan mobil Dzaky bteringat dengan Sean anaknya.
__ADS_1
" Kok bisa lupa sama Sean sic! Bisa-bisa dia nangis kejer kalau tau nggak ada orang dirumah." kata Dzaky sambil menuju kamar anaknya, terlihat Sean yang masih tertidur nyenyak. Dzaky memutuskan menggendong Sean menuju mobil.
Sampai dirumah sakit Dzaky meminta suster membawa ranjang untuk istrinya yang pingsan sementara Dzaky menggendong sean.
Setelah di periksa oleh dokter Dzaky masuk masih dengan menggendong Sean.
" Ada apa dengan istri saya dok?"
" Nggak apa-apa pak, istri bapak hamil. Untuk lebih jelas usia kandungannya bapak langsung ke dokter obgyn. saya langsung kasih rujukan kesana sambil menunggu dokter datang bapak bisa temani ibu di sini, nanti suster akan memberitahukan kalau dokter kandungannya sudah datang. saya pamit."
Dzaky hanya diam tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya. walaupun ucapan terimakasih. Dia terlalu kaget sekaligus senang mendengar berita ini.
Dzaky langsung mendekati ranjang istrinya dan menggenggam tanggannya setetes air mata lolos jatuh ke pipinya.
Menunggu cukup lama akhirnya Aulia sadar.
" Yah?"
" Iya sayang? masih pusing kepalanya?"
" Sedikit, kita di Rumah sakit?"
" Iya kamu pingsan."
" Sean mana yah?"
" Main sama suster di depan, masih kecil aja dia sudah bisa memikat banyak cewe nda.." kata Dzaky sambil tersenyum mengingat tadi para suster yang ingin menjemput Aulia menggoda dan memuji Sean setelah melihat Aulia belum sadar.
" Ada-ada aja." Aulia tersenyum mendengar cerita suaminya.
" Tunggu ayah panggil suster dulu."
Di perjalanan menuju ruangan dokter obgyn, Aulia di dorong di atas kursi roda sementara Sean di gendong oleh suster yang berebutan ingin menggendongnya.
" Kita mau kemana yah?"
" Rahasia nanti kamu akan tau kita kemana."
Aulia melihat papan yang bertuliskan Dokter kandungan diatas pintu. Aulia masih ingat ini ruangan dokter Fatma.
" Ngapain ke dokter kandungan yah..Kan bunda sudah bilang kita programnya setelah satu tahun."
Namun Dzaky hanya diam.
Saat tiba di dalam ruangan, Dokter Fatma telah menyambut mereka dengan senyuman.
" Assalamualaikum pak Dzaky dan Bu Aulia? apa sudah ada kabar gembira? " Dokter Fatma langsung meminta Aulia untuk naik keatas ranjang.
" Waalaikumsalam Bu, Alhamdulillah." Kata Dzaky sementara Aulia masih bingung.
" kita lihat ini usianya sudah 4 Minggu pak Bu. Alhamdulillah semua sehat. Ada keluhan bu?"
" Istri saya pusing dan muntah setiap pagi." Dzaky menjawab
" Oh itu biasa untuk ibu hamil, itu namanya morning sicnees."
" Tapi di kehamilan pertama istri saya tidak mengalaminya Bu dokter."
__ADS_1
" Setiap kehamilan beda-beda pak dzaky."