Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 24


__ADS_3

Hari ini Aulia dan Dzaky joging keliling komplek perumahan dinas mereka karena hari ini hari Minggu jadi banyak penghuni komplek yang pergi ada yang liburan ada yang jalan-jalan ada yang pulang kampung mereka melakukan kegiatan bersama keluarga, jadi komplek terlihat sepi.


"aduh kak....."Aulia berhenti sambil memegang perutnya yang terasa nyeri.


"kenapa dek?" Dzaky yang berlari langsung berhenti mendengar rintihan istrinya dan melihat istrinya yang berhenti sambil memegang perutnya dzaky langsung menghampiri istrinya dan memapahnya duduk dibawah pohon.


"kenapa dek sakit lagi perutnya?"


"iya sedikit nyeri kak,mungkin sebentar lagi mau haid"


" kamu kakak lihat akhir-akhir ini sering sakit perut, kita periksa ya dek, kakak khawatir."


"ga usah adek ga mau periksa,ini tu ga apa-apa kak,hayok pulang kak!"


"sini naek kakak gendong"Dzaky telah jongkok menunggu Aulia naek keatas punggung nya.


"hahaha kakak ini ada-ada aja sebentar lagi juga nyampe lagian udah ga sakit lagi koq".


"bener udah ga sakit,?muka adek pucat sayang"Dzaky berdiri dan langsung merangkul istrinya


"ga sakit lagi ayo kita siap-siap kerumah kak bian, kak bian panen ikan dikolamnya kak."


" tapi kamu pucet sayang apa nggak istirahat aja di rumah".


"gak ah adek tu paling suka kalau kumpul keluarga, jadi sayang kalau di lewatkan".


"ayok kita siap-siap"...


setibanya mereka di rumah kak bian semua keluarga sudah berkumpul, Adi Bisma dan kak bian sedang nyemplung kedalam kolam yang airnya tinggal sedikit untuk menangkap ikan. sementara ibu, mba Lita dan alin tengah menyiapkan bumbu untuk memanggang.


"assalamualaikum"waalaikum sallam" jawab mereka.


"wih udah banyak dapet ikannya kak?"tanya Aulia.


"Alhamdulillah, itu sudah 30 kg yang dibawa penjual ikan kali ini banyak hasilnya dek"jawab bian


"kakak mau ikut nyemplung?"tanya aulia yang melihat Dzaky ingin membuka bajunya.


" ia dek boleh ya?"


"gak, ga ada udah mandi juga, lagian da mau selesai kak, ngotorin baju aja, susah itu nyuci bajunya kalo udah masuk kolam mesti ekstra ngebrush nya, liat aj"

__ADS_1


"iya kak kita da mau selesai koq" kata Adi.


" nah KY kamu buat bara apinya aja itu kayunya disamping rumah" sambung bian.


"oke dech..."


merekapun asyik memanggang beberapa ikan besar ada pula yang dibungkus buat dibawa pulang Aulia dan ibu, selebihnya dijual oleh bian.dia mendapatkan lumayan banyak uang setengahnya ia berikan kepada Adi untuk membayar uang kuliah karena selama ini Adi juga banyak membantu bian baik disawah maupun di ladang.


alin dan Bisma sudah menyantap panggangan pertama karena kata Bisma menangkap ikan itu membuat lapar padahal dia hanya main air. ikan panggang pun telah siap untuk dinikmati.


"ikannya manis banget kak"kata Dzaky.


"ia namanya juga ikan seger langsung dipanggang,itu nanti kalian bawa juga yang udah dipanggang jadi Aulia gak sibuk masak buat sore nanti".


" makasih kaaak,kak bian memang the best"kata Aulia senang.


" kamu mah kalo dikasih kemudahan senengnya bukan main ul"kata ibu.


" rezeki ga boleh ditolak Bu...."


mereka sudah tidak pernah membahas dan menanyakan tentang momongan kepada Aulia sebisa mungkin keluarga menjaga perasaan Aulia, anak perempuan kesayangan alm pak Bakri.


***


"assalamualaikum dek"


"waalaikum sallam kak, eh koq udah pulang kak? ada yang ketinggalan?" tanya Aulia heran jam segini suaminya sudah pulang".


" gak ada yang ketinggalan, sini duduk ada yang kakak mau bicarakan".Dzaky menarik Aulia untuk duduk di kursi di belakang rumah karena Aulia masih sibuk menjemur pakaian."dek kakak pindah tugas ga disini lagi ini suratnya udah turun, sebenarnya sudah lama dibicarain sama manajer kakak bahwa kakak akan pindah tugas dalam waktu dekat hanya saja karena suratnya belum turun jadi kakak belum kasih tau adek"kata Dzaky sambil memberikan :amplop cokelat pada istrinya, Aulia membuka dan membaca isi suratnya dan dia langsung diam.


"dek ini bagus untuk karir kerja kakak itu artinya kakak akan mudah naik jabatan"Dzaky menjelaskan karena melihat Aulia masih diam.


"Alhamdulillah kak adek ikut senang, tapi kota ini jauh dari sini, adek bakal jauh dari ibu"ucap Aulia sedih.


"kita bakal sering ngunjungin ibu kalau ada hari libur kita kesini sayang jangan sedih ini kan berita bagus".


"ya namanya jauh dari ibu,yang biasanya Deket kak,"


"kamu kan punya kakak sayang hari Minggu besok kakak kesana dulu buat liat tempat tinggal,kamu tinggal sama ibu ya cuma dua hari udah liat rumah dinasnya kakak pulang"


"ia kak."

__ADS_1


sudah dua hari Dzaky berada dikota tempat ia dipindah tugaskan. dzaky sudah memberitahukan kabar ini kepada mamanya, mama sangat senang dengan kemajuan karir anaknya, mama berjanji setelah Dzaky pindah dia akan menemui Dzaky ditempat yang baru.


Di tempat Aulia..


"ul Dzaky belum pulang?" tanya ibu karena sewaktu mengantar Aulia Dzaky mengatakan hanya dua hari pergi.


"belum ma, mungkin masih ada urusan tadi malem sic bilangnya hari ini pulang kalau ga ada lagi yang diurusin"


" kamu baik-baik disana nanti ya nak, namanya kamu jauh dari keluarga, baik-baik sama orang sana insyaallah kalau pembawaan kita baik kita akan diterima dengan baik juga, selalu nurut kata suami ya nak..!"ibu menasehati walau sebenarnya ia berat berjauhan dengan anak perempuan satu-satunya, tapi anaknya sudah menikah dan sudah seharusnya mengikuti kemanapun Dzaky mengajaknya pergi karena dia suaminya yang berhak atas Aulia .


"ia Bu......."ucap Aulia yang mulai ingin menangis.


"sudah jangan nangis, jangan cengeng kamu itu sudah jadi istri memang harus ikut kemanapun suami mengajakmu,ibu mau tidur ngantuk, kamu juga tidur sana"usir ibu yang sebenarnya masuk kekamar karena ingin menangis dia tidak mungkin menangis di depan anaknya yang manja itu bisa-bisa anaknya berat untuk meninggalkannya, di dalam kamar Aulia menelpon suaminya.


"assalamualaikum kak"


"waalaikum sallam dek, maaf ya dek kakak ga jadi pulang hari ini, ternyata rumah dinasnya sebagain masih direnovasi yang lain sudah ada penghuninya, jadi kakak memutuskan untuk cari kontrakan aja ini baru pulang dari bersih-bersih rumahnya, rumahnya lumayan besar tetangganya pun baik, tadi Kakak di berikan kue sama nasi sama tetangga."


"Alhamdulillah kalau sudah dapat tempat harusnya kita bersihkan sama-sama kak,,"


"biar kakak aja biar ga bolak balik nanti adek capek.adek udah makan?"


" udah kak, jadinya kan kakak bersihin sendiri".


" gak ada temen kakak yang bantuin, ini kakak tidur dirumahnya,"


" besok kakak jadi pulang?"


"iya pagi-pagi kakak berangkatnya"


"yaudah hati-hati besok bawa mobilnya, sekarang kakak istirahat supaya besok ga ngantuk bawa mobil,,,,, assalamualaikum."


" ia dek,waalaikum sallam ".


mereka pun sama-sama langsung tertidur.


like


like


like

__ADS_1


like


__ADS_2