Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 35


__ADS_3

Hari ini Aulia kedatangan tamu, Sinta dan Baim datang berkunjung karena sudah lama tak melihat Aulia Baim kangen ingin bertemu dengannya. Mereka mengobrol di halaman belakang yang terasa sejuk di pagi menjelang siang hari.


" Lia perut kamu koq kelihatannya besar sekali ya?." tanya Sinta sambil mengelus perut Aulia di ikuti Baim yang juga mengelus perutnya.


" ia kata dokter baby-nya besar sin, tadinya aku sama kak Dzaky juga sempat khawatir melihat perut aku besar tapi setelah kita periksa Alhamdulillah semua normal."


"ia soalnya kalau hamil anak pertama perut kita kecil aku waktu hamil Baim perutnya kecil banget sampai mas Bagas khawatir baby-nya gak berkembang, kurang gizilah maklum hamil pertama jadi suka paranoid tapi ya setelah periksa Alhamdulillah normal, nih keluarnya jadi gendut gini." sambil mencubit pipi anaknya.


" ma...akiiiiit, eh ma adek ayinya gelak gelak nih!" ucap Baim dengan gaya bicara yang belum lancar.


" iya adek bayinya mau main sama Baim." kata Aulia


" yeeey aim unya Eman aluuu." ucap Baim senang dia masih asyik memegang perut Aulia sekarang memeluk perut Aulia.


" nih sudah boleh dikasih Adik sin!." kata Aulia sambil memeluk Baim menyamping karena terhalang perut besarnya


" nantilah aku masih menikmati Baim yang lagi aktif- aktifnya, kalau perut sudah besar kayak kamu mana bisa lari-larian ya." jelas Sinta


" ia sin, aku setuju puas- puasin sayangin Baim dulu."


" kamu sudah lama gak arisan ya Lia?"


" ia, masuk tujuh bulan aku sudah gak masuk arisan, baik arisan ibu-ibu kantor maupun arisan wilayah sini males sudah gak bisa banyak gerak sin!"


" oh ya perlengkapan babynya sudah dibeli yang kurang-kurang kemarin yang belum sempat kita beli?"


" sudah, kakak-kakak ipar, ibu sama mama mertua sudah mengirimkan perlengkapan yang kurang, mereka tau aku disini sendiri dan hamil aku besar jadi semua mereka yang kirim."


" Alhamdulillah kamu punya keluarga yang care dan perhatian walaupun jauh kalau aku mereka semua biasa aja."


" semua harus disyukuri sin, kadang yang nampak dari luar gak sama dengan yang di dirasakan ". Aulia tersenyum terpaksa mengingat mama mertuanya.


" iya Aulia betul kata kamu."


mereka pun bercengkrama sampai tak terasa waktu telah menjelang sore dan ternyata Bagas datang menjemput istrinya.


"assalamualaikum"


"waalaikum sallam, eh papa koq kesini?" tanya Sinta melihat suaminya masuk bersama Dzaky.


" papa pulang kalian gak ada jadi papa nebeng sama Dzaky, papa gak bawa kendaraan karena tau mama pasti bawa motor."


" hehe iya mama lupa waktu Baim Sama mama sampai makan dan istirahat disini".


" kalian kalau kumpul gak inget suami." kata Dzaky


" kan sudah lama gak ketemu yah, ayah bunda ajakin alesan aja....."


" bukan alesan kalau Sinta yang kerumah bunda capek bisa istirahat tapi kalau bunda yang kesana ....." ucapan Dzaky terpotong


" ya istirahat juga lah mas, masa iya Sinta gak ngebolehin Aulia istirahat kalau capek." ucap Sinta sewot dengan perkataan suami Aulia.


" iya tapi ....."

__ADS_1


" sudahlah bro lo terlalu mengekang Aulia biarlah dia main kerumah, dia juga bosen dirumah kali ! butuh refreshing juga." kata Bagas membela istrinya.


" iya iya weekend kita jalan oke."


" oke." jawab mereka kompak termasuk Aulia yang sangat semangat Dzaky yang melihat istrinya senang pun merasa sadar kalau semenjak hamil dia tak memperbolehkan istrinya pergi kalau tidak dengannya dan mereka tidak pernah keluar rumah dengan alasan menghawatirkan kehamilan Aulia dia takut Aulia capek.


"Oce aim itut ya pa?"


" ya iyalah sayang....." jawab Bagas sambil mengangkat anaknya tinggi-tinggi. " ayo ma pulang.


Bagas dan Sinta pun pamit pulang karena hari semakin sore.


****


Weekend pun tiba hari yang mereka rencanakan untuk pergi ke suatu tempat guna menghilangkan bosan dan suntuk saat bekerja. mereka piknik didekat danau yang tak begitu jauh dari rumah mereka hanya menempuh perjalanan hampir 1 jam setengah dengan menggunakan kendaraan masing-masing, tadinya mereka akan menggunakan 1 kendaraan saja tetapi mengingat Baim yang sangat aktif di takutkan akan melukai kandungan Aulia akhirnya mereka membawa mobil masing-masing.


Sampailah di sebuah danau besar yang indah sejuk dan bersih mereka menggelar tikar di bawah pohon besar dan mengeluarkan barang bawaan mereka. ternyata bukan hanya mereka yang berada disana banyak keluarga yang juga piknik bersantai disana.


"wahhh tempatnya indah dan sejuk ya sin".


"iya, kamu pasti baru pertama kesini?."


"iya lah sin kak Dzaky gak pernah bawa aku keluar." ucap Aulia sambil cemberut


" kita pindah kesini kan bunda langsung hamil dan sedikit bermasalah jadi belum sempat nda..." sambil merapikan tempat yang akan mereka duduki.


" sudah yang penting sudah disini, harus dinikmati jangan cemberut lagi Aulia, nanti bayi kamu ikut sedih." kata Bagas.


" dia gak boleh banyak makan karbohidrat sin baby-nya sudah besar, kata dokter karena rencana lahiran normal bayinya gak boleh terlalu besar kasian Aulia lahiran nanti." Dzaky yang menjelaskan


" owww berapa memang berat bayinya lia?"


"2,6 kg"


" baru masuk 8 ya? aku gak inget juga berapa beratnya Baim di kehamilan segitu lupa! yang penting ikutin aja kata dokter dia yang lebih tau dan pengalaman."


"ia.." mereka pun sangat menikmati picnik ini terutama Baim yang sudah berlari kesana kemari karena Baim sengaja membawa bola dari rumah. Aulia dan Dzaky hanya memperhatikan keluarga kecil itu.


" dek, besok kalau dedek lahir kita juga pasti seperti itu" ucap Dzaky yang sedang tidur berbantal paha Aulia yang sedang bersandar di pohon besar itu.


" iya ya yah! sudah gak sabar nunggu dedek lahir."


" terutama ayah, eh dia gerak nda! pasti dia setuju dengan ucapan ayah, ya kan dek?." sambil terus memutar-mutarkan tangannya diatas perut Aulia menikmati setiap pergerakan calon bayi mereka.


"aduuhh" rintih Aulia yang merasakan bagian bawah perutnya sedikit sakit


" kenapa nda?" tanya Dzaky panik melihat istrinya.


"gak apa-apa yah cuma ngerasa keteken aja di bagian bawah."


" itulah kenapa ayah takut ngajak bunda jalan-jalan ,takut sakit, ini pasti karena kelamaan duduk tadi" masih dengan wajah panik. Bagas dan Sinta yang melihat kepanikan Dzaky langsung menghampiri mereka.


"kenapa Aulia?" tanya Sinta

__ADS_1


" ini aulia perutnya sakit." jelas dzaki dengan kepanikannya


"enggak tadi perut bagian bawah aku kayak ketekan sakit gitu, tapi sekarang sudah enggak sakit koq."


" jangan bohong sayang!" kata Dzaky masih panik


" itu biasa mas Dzaky, aku dulu juga gitu tapi waktu kehamilan masuk 9 bulan, ini mungkin karena bayinya besar jadi 8 bulan sudah merasakan itu sering bolak balik kamar mandi kalau malam iya kan?"tanya Sinta yang telah pernah merasakan apa yang dirasakan Aulia sekarang.


"iya sin."


"koq aku gak pernah tau kalau kamu sering bolak-balik kamar mandi nda?.


"iya elo kan kalau tidur, tidur mati. mana tau bini elu bolak balik kamar mandi" ejek Bagas


" sompret kamu." kata Bagas yang tidak terima di ejek Bagas


"gak apa-apa, rileks aja kalau merasakan itu tarik nafas buang nafas itu meredakan rasa nyerinya, ikut senam hamilkan?"


" iya ikut."


"nikmatin aja prosesnya, mas Dzaky jangan panik gitu Aulia juga ikut panik nanti tambah sakit perutnya."


"iya sin maklum baru tau".cengir Dzaky.


Setelah hari terlihat mulai gelap mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing sebelum Magrib, mereka sangat menikmati weekend kali ini, Baim sampai tertidur.


Sesampainya dirumah bersih-bersih dan melakukan kewajiban mereka, mereka bersiap untuk tidur karena kelelahan padahal tidak melakukan apa-apa. pada tengah malam Dzaky sengaja untuk tidur tidak terlalu nyenyak dia mengingat perkataan Sinta kalau ibu hamil besar akan sering bolak-balik ke kamar mandi dan benar saja Aulia bangun untuk kekamar mandi, Dzaky bangun mengantar Aulia takut Aulia terpleset atau terjatuh. hampir 4 kali dia mengantar Aulia bolak balik kemar mandi.


"ya Allah bunda jadi selama ini bunda kayak gini bolak-balik kekamar mandi nggak bangunin ayah?" tanya Dzaky menyesal karena tidak menemani istrinya ke kamar mandi.


" iya ayah, lagian kamar mandinya di dalam kamar buat apa bangunin ayah, ayah sudah capek kerja cuma ke kamar mandi minta di temenin kan gak lucu." Aulia biasa saja


" kalau bunda jatuh atau nggak sengaja terpleset dan ayah nggak denger bisa bahaya sayanggg."


"Alhamdulillah gak kenapa-kenapa ayah, percaya ayah itu sudah jadi calon ayah dan suami yang siaga."


"maafin ayah ya dek"


"nggak apa-apa ayah, biasa kalau hamil besar kayak yang Sinta bilang yah adek bayi menekan kandung kemih jadi bawaannya pengen pipis terus."


" pokoknya ayah gak mau tau kalau ke kamar mandi harus bangunin ayah oke."


"iya...


ayah... ayok tidur sebentar lagi subuh besok ayah harus kerja." dan mereka pun kembali tidur dengan Dzaky memeluk Aulia....


like


like


like


"

__ADS_1


__ADS_2