Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 30


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu, Aulia sedang memasak opor ayam dan sambal tempe, pagi-pagi sekali dia sudah pergi ke pasar di antar suaminya karena ini hari Sabtu jadi Dzaky libur, dia tidak akan membiarkan Aulia pergi seorang diri pergi dengannya atau tidak sama sekali itulah ancaman Dzaky, Aulia pun sudah tidak pernah pergi keluar dengan Sinta kalau pun ingin bertemu ya berkunjung kerumahnya! itu aturan Dzaky karena terakhir pergi Aulia lupa waktu yang membuat Dzaky sangat khawatir. sudah hampir 1 bulan ini Aulia memasak sendiri dia sangat senang karena kondisinya sudah stabil janinnya berkembang sesuai dengan usianya. saat sedang memasak Dzaky memeluk istrinya dari belakang sambil mengelus perut yang sudah sedikit membuncit milik istrinya itu kebiasaan baru Dzaky setiap ada kesempatan yaitu mengelus perut Aulia.


"dedek udah mulai besar ya nda?" masih terus mengelus


"Alhamdulillah dedek sehat, ayah minggir dulu.....bunda jadi susah bergeraknya."ucap Aulia karena ruang geraknya terhambat karena tangan Dzaky yang melingkar diperutnya.


"ayah kan cuma pegang dedek nda kasian dedek kepanasan bunda perutnya kedeketan api kompor."


"alesan aja ayah Nic, kalo jauh gimana mau masaknya ayah....lagian gak Deket-deket banget koq! kalau Deket bunda duluan yang kepanasan, sudah dulu bunda mau pindahin lauknya kemangkok". sambil melepas belitan tangan suami diperutnya.


" sini biar ayah aja, emm wanginya dek masakan bunda". Dzaky dengan telaten memindahkan opor dan sambal tempet ketempatnya lalu membawanya ke meja makan, mereka siap untuk makan yang kedua kalinya, karena sewaktu dipasar tadi mereka sudah sarapan nasi uduk Dzaky sangat ingin makan nasi uduk sejak semalam dia selalu mengatakan besok dipasar kita makan nasi uduk ya nda begitulah Dzaky mengingatkan istrinya sebelum tidur.


mereka makan dengan diam menikmati makanan yang ingin dzaky makan, entah kenapa semenjak Aulia hamil begitu banyak makanan yang diinginkan Dzaky mungkin ini yang dinamakan ngidam tapi suaminya yang merasakannya begitulah yang sering Aulia fikirkan. selesai makan Dzaky langsung membereskan piring kotor dan mencucinya. Aulia pindah duduk ke ruangan menonton.


"enak banget masakan bunda dek, ayah sampe kekenyangan"


"gimana gak kenyang tadi kan udah sarapan nasi uduk porsi jumbo ayah dek" mereka mengobrol dengan janin yang masih berada dalam perut Aulia seolah-oleh ia mendengarkan nya.


" gak tau kenapa ayah pengen banget makan nasi uduk nda kemarin dikantin kantor nasi uduknya kurang enak nah di pasar tadi pas di lidah ayah." ucap Dzaky mengingat kejadian di kantor kemarin baru turun dari motor dia langsung berlari menuju kantin untuk memesan nasi uduk sampai teman yang melihatnya heran karena Dzaky terlihat terburu-buru.


"kayaknya ini ayah yang ngidam dech! sudah berapa kali ayah mau makan sesuatu, ini opor ayam ayah yang minta bunda buat masak."


" iya mungkin nda, pengen banget makan opor ayam udah kesampaian enak lagi, ya dek! adek pengen ayah makan opor ayam kan? adek memang anak ayah, bunda yang hamil ayah yang ngidam, adek mau makan apa lagi? bilang aja tapi jangan yang macem-macem ya!" Dzaky sambil mengelus perut istrinya".


"enaknya ayah...."


" oh ya nda apa gak sekarang aja kita kasih tau ibu sama mama tentang kehamilan bunda? pasti mereka seneng banget. kapan kita kontrol kedokter Fatma lagi nda?"


" satu Minggu lagi yah, yaudah kasih tau aja gak papa sudah hampir 4 bulan."


"tunggu ayah ambil hp dulu dikamar". mereka pun menghubungi kedua orang tuanya.


"hallo assalamualaikum Bu"

__ADS_1


"waalaikum sallam, apa kabar nak Dzaky semua sehatkan?" tanya ibu


"Alhamdulillah sehat Bu, ibu dan keluarga disana sehatkan?"


"Alhamdulillah sehat Aulia mana?" Dzaky pun langsung meloudspekerkan hpnya, mereka tidak bisa vc karena Adi sedang tidak dirumah sementara hp ibu hanya bisa digunakan untuk menelpon atau SMS saja.


"assalamualaikum Bu, ul kangen Bu..."ucap ul mulai mewek


"waalaikum sallam nak, ibu juga kangen, nanti kalau Adi libur ibu kesana".ucap ibu menahan tangis karena merindukan putri satu-satunya itu.


"Bu kita mau kasih kabar" kata Dzaky


"kabar apa nak?"


"Bu Alhamdulillah ul sudah hamil sekarang".


"Alhamdulillah... ya Allah. gimana kamu sama kandungan mu sehat?


" Alhamdulillah sehat Bu". kata Aulia dzaky hanya menjadi pendengar untuk dua orang yang sedang melepaskan rasa rindu.


"sudah hampir 4 bulan Bu..."


"koq baru kasih tau ibu sudah jalan 4 bulan?"


"karena 4 bulan ul rasa janinnya sudah kuat dan gak akan buat ibu khawatir".


"yang penting kalian sehat, lagi pengen makan apa nak? biar ibu Minggu depan kesana, Adi libur Minggu depan biar ibu bawain?"


"ul gak ngidam Bu tapi kak Dzaky yang ngidam banyak makanan tiap hari ada aja makanan yang pengen dia makan".


"ya gak papa sama aja, Dzaky kamu pengen ibu bawain apa?"


"emmm kayaknya belum ada Bu, soalnya makanan yang Dzaky mau masih bisa di beli disini tapi nanti kalau Dzaky mau sesuatu yang dari sana Dzaky kasih tau ibu".

__ADS_1


"kamu ini kak!" Dzaky geleng-geleng kepala melihat suaminya yang menginginkan sesuatu dari ibunya.


"hehehe" Dzaky hanya tertawa


"gak papa kalau ada yang diinginkan disini nanti ibu bawain" ucap ibu semangat demi menyambut calon anak Aulia.


mereka Banyak mengobrol seputar kehamilan guna menambah pengetahuan yang terkadang tidak ada di buku panduan untuk ibu hamil. setelah menelepon ibu giliran mama Dzaky yang mereka hubungi.


"assalamualaiku ma,"


"waalaikum sallam bang, tumben nelpon jam segini biasanya selalu sore hari Abang telponnya?"


"Abang mau kasih tau kalau sebentar lagi Abang akan jadi ayah ma".


"ayah? maksud kamu Aulia hamil bang?"


"iya ma Aulia hamil"


"Alhamdulillah sudah berapa Minggu?"ucap mama senang


"sudah hampir 4 bulan ma".


"sudah 4 bulan kamu baru kasih tau mama?" ucap mama kesal.


" iya kami gak mau buat mama khawatir, kalau sudah 4 bulan kami sudah yakin untuk kasih tau mama soalnya di awal kehamilan Aulia sempat pendarahan ma".


"sekarang gimana sudah sehat?"


"Alhamdulillah sudah ma".


" mana Aulia mama mau ngomong sama dia? banyak yang mau mama kasih tau tentang kehamilan kalian jauh dari orang tua harus banyak pengetahuan seputar kehamilan kamu juga bang!."


akhirnya banyak nasehat yang mereka dapatkan dari mama, mulai dari Aulia sampai pengetahuan untuk Dzaky, mama benar-benar senang karena akhirnya dia akan menjadi seorang Oma, dia juga bisa berbicara tentang menantunya yang hamil kepada teman- temannya. mama berjanji akan datang jika hari libur anak sekolah tiba. Dzaky dan Aulia pun sangat senang melihat ibu dan mama senang.

__ADS_1


like


like


__ADS_2