Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 22


__ADS_3

Dzaky dan Aulia masih berada dirumah mama Dzaky beberapa keluarga besar Dzaky datang karena mendengar kabar kalau Dzaky pulang, mereka berkumpul para wanita membuat banyak makanan dan para pria mengobrol di ruang nonton di sana ada sepupu Dzaky yang baru memiliki keluarga baru padahal dia baru menikah 3 bulan yang lalu namun telah memiliki seorang bayi yang pasti mereka sudah hamil duluan, namun ibu muda itu seperti tidak punya malu begitu bangga telah memiliki bayi cantik yang lucu begitu pun ibunya yang merupakan adik dari mama Dzaky Seolah ingin memanasi mama Dzaky dan membuat Aulia merasa tersudut, dia seolah yang disalahkan atas Dzaky yang belum memiliki keturunan, Aulia rasanya ingin menghilang dari tengah-tengah keluarga Dzaky dia berharap Dzaky datang dan mengajaknya jalan-jalan namun itu hanya hayalan Aulia karena Dzaky terlihat sangat menikmati mengobrol dengan keluarga nya sambil menggendong bayi itu Dzaky sangat terlihat sangat menyukai anak kecil terlihat dari bayi yang ia gendong terlihat nyaman di pelukannya.


"bang udah bisa itu, Audy terlihat nyaman dalam gendongan Abang" kata sepupunya.


"doain aja Din, moga kakak mu secepat bisa hamil"balas Dzaky


"udah periksa bang, kalo susah hamil kalo udah periksa bawa ketukang urut bang, aku dulu punya teman susah hamil terus ada yang nyaranin bawa urut kata tukang urutnya peranakannya turun terus urut beberapa kali Alhamdulillah hamil bang, dicoba aja kak".kata sepupu perempuan Dzaky lainnya dari arah dapur.


" kalo urut kakak mu udah coba, cuma mungkin belum cocok aja, katanya kalau berobat itu cocok- cocokan"sambung Dzaky.


"usaha aja terus jangan kasih kendor",kata keluarga Dzaky yang lain.


"padahal kak Aulia ga ngapa-ngapain, ga terlalu capek koq susah juga hamilnya, kalau kalau kak Ita pernah belum dapet keturunan hampir 1 tahun,tapi karena mereka dua-duanya sibuk setelah kak Ita resign Alhamdulillah langsung dikasih kan kak".kata keluarga perempuan Dzaky yang mulutnya julid.


"ya namanya rezeki semua sudah ada yang ngatur, ada saatnya nanti kalian punya anak" kata kakaknya alm papa Dzaky menengahi obrolan yang dirasa menyudutkan istri Dzaky.


obrolan-obrolan soal keturunan terus berlanjut Sampai sore, Aulia hanya menyahut jika ditanya dan selebihnya diam dan mendengarkan perkataan yang terkadang menyakitkan, malam pun berlanjut mereka makan malam bersama masih dengan obrolan ringan yang kali ini tak membahas soal anak karena melihat perubahan sikap Aulia yang terlihat lebih pendiam, dan karena Dzaky meminta pada keluarga nya untuk menjaga perasaan Aulia pada saat Aulia izin untuk membersihkan diri pada sore harinya. makan malam pun selesai Aulia setelah membersihkan sisa makanan ia langsung pamit untuk kekamar istirahat di ikuti oleh dzaky yang melihat istrinya masuk kamar. setelah kepergian Aulia dan Dzaky ada perkataan yang julid terhadap Aulia ada pula yang membela Aulia namanya juga keluarga besar ada yang suka ada pula yang tidak suka kepada Aulia.


Didalam kamar...


"dek ...maafin keluarganya kakak ya, pasti ada perkataan mereka yang menyakiti hati adek, sebenarnya mereka tidak bermaksud hanya saja keinginan mereka untuk melihat kakak punya anak, semoga adek ngerti" ucap Dzaky sambil memeluk Aulia di pinggir tepat tidur .


" ia adek ngerti,adek ga marah cuma adek capek dan istirahat kak, besok kita ngobrol lagi setelah sholat Aulia langsung menaiki tempat tidur sebenarnya ada rasa bersalah Aulia yang belum bisa memberikan keturunan kepada Dzaky, Dzaky sangat membela dirinya di depan keluarga besarnya dan berusaha menenangkan Aulia. sementara Dzaky setelah sholat dia bergabung dengan keluarganya lagi dan meminta maaf karena Aulia istirahat dan tidak bisa bergabung.


keesokan harinya mama Dzaky mengajak Aulia untuk pergi ketukang urut yang dibicarakan sepupu Dzaky, dia tidak menerima penolakan padahal Dzaky mencoba menolak secara halus untuk menjaga perasaan istrinya namun tidak berhasil


"Aulia hari ini kamu ikut mama ya...."


"kemana ma?" tanya Aulia penasaran karena tidak pernah mama mertuanya mengajak ia keluar rumah, setiap berkunjung kesini


"kita ketukang urut yang dibicarakan dini kemaren siapa tau cocok dan kamu bisa langsung hamil".


"ma....ga perlu Aulia udah pernah tapi memang Allah belum ngasih ma,,,," Dzaky tidak terima karena akan menyakiti perasaan istrinya.

__ADS_1


" bang kita coba kan katanya urut cocok-cocokan siapa tau......Abang harusnya mendukung, sebagai manusia bukannya kita harus ikhtiar."


"tapi ma ja........."ucapan Dzaky di potong oleh Aulia yang tidak ingin melihat suaminya bertengkar dengan mama karena hal ini.


"udahlah kak biar Aulia coba bener kata mama siapa tau cocok,"


"nah istri Abang aja setuju, pokok kamu berdoa aja semoga berhasil ayooo Abang mau ikut gak?cepet ganti baju kalian"mereka pun mengikuti kemauan sang mama,.


sekarang mereka telah menuju ketempat yang mama maksud dengan Dzaky yang menjadi supirnya.....sesampainya disana ternyata sudah ada beberapa wanita yang mengantri ada yang diantar ibunya, suaminya bahkan ada yang sendirian.


"ma kayaknya antrian nya panjang besok aja kita kesini lagi"kata Dzaky yang berharap di Iakan oleh mamanya.


"cuma nunggu antrian bang, kalian nunggu udah 6 bulan lebih aja bisa masa ini ga bisa".ucap mama kesal"ayo duduk sini ga panjang cuma 4 orang lagi koq" mereka pun menunggu antrian dengan cemas karena selama antri ada pasien yang berteriak seperti kesakitan dari arah ruang tempat kegiatan mengurut ,Aulia hanya bisa menggenggam tangannya sendiri untuk menghilangkan kecemasan nya Dzaky yang melihat itu langsung menggenggam tangan istrinya untuk menenangkannya sejujurnya ia pun khawatir.antrian mereka pun tiba, mereka bertiga ikut masuk menemani aulia.


" Iki opo permasalahanne?"tanya si Mbah dengan logat jawanya.


"ini lho Mbah menantu saya ini sudah menikah 6 eh hampir tujuh bulan belum hamil-hamil".jawab mama walaupun tak bisa berbahasa Jawa tapi mama mengerti artinya,asalkan bukan bahasa Jawa halus mama ga ngerti.


"ohh Iki bojo ne toh?"tanya Mbah lagi menunjuka Dzaky.


"emmm Mbah tak ndelok sek,buka baju ne cah ayu," namun Aulia hanya diam saja dia sudah takut duluan


"Aulia Mbah nyuruh kamu buka baju..." kata mama yang mengira kalau Aulia tidak mengerti yang si Mbah katakan.aulia masih diam..


"ma jangan dipaksa kalau Aulia ga mau ya udah" kali ini Dzaky yang berbicara karena melihat ketakutan di wajah istrinya.


"oh koe pasti wedih Yo nduk, ngerunguk ke pasien Mbah mau seng njeret-njeret, iku mau peranakan ne turun tenan makakno mesti ekstra di Tarek rahimme Ben neng posisine semula, tapi Yo mesti mbalek Rene mene gak ISO sekali urot soale wes kritis nek tenaga medis seng ngomong."


kali ini Aulia sedikit bingung karena tidak mengerti.


" si Mbah ngomong kalau yang teriak-teriak tadi itu pasien Mbah yang sudah kritis peranakannya jadi mesti ditarik ketempat semula peranakannya.itu artinya, jadi kamu ga perlu takut". kata mama mengartikan perkataan si mbah.


"ayooo...."kata Mbah lagi Aulia pun langsung membuka bajunya, ditemani Dzaky yang memegang tangannya menguatkan. perut Aulia di olesi minyak urut,Mbah melakukan gerakan urut di perut Aulia sedikit meringis Aulia menahan nyeri diperutnya, " aduuuuh Mbah sakiit" kata Aulia

__ADS_1


"Mbah kenapa istri saya Mbah?"tanya Dzaky panik melihat Aulia yang kesakitan.


"Ra Popo,wetenge medon, jadi peranakanne medon jugak tapi ga separah pasien mau diangkat setitik wes kayo semula mene"kata si Mbah sambil tersenyum melihat kekawatiran diwajah Dzaky.


" ga papa bang perut Aulia sedikit turun jadi dibenerin sama si Mbah".kata mama,melihat kondisi anaknya mama menjelaskan tanpa diminta.mbah terus melakukan urut dan tidak lama selesai, Mbah memberikan kamu yang rutin harus diminum Aulia.


"nah wes selesai Iki jamu di ombeh tiap Dino nek ISO Yo isuk isuk bar shubuhan,mugo-mugo Ndang ngisi Yo.....".pesan si Mbah dan hanya mama yang mengaminkan karena hanya dia yang mengerti, setelah memberikan sedikit tips dan terima kasih mereka pulang, sepanjang perjalanan pulang mama menyampaikan apa yang Mbah tadi katakan.


***


setelah kepulangan Aulia dan Dzaky dari tempat mamanya, Dzaky mendapatkan tugas keluar kota untuk 1 Minggu dan selama 1 Minggu itu Aulia menginap di rumah ibunya.


"ul gimana kemaren pulang kerumah mama mertuamu, mereka sehat? ul apakah mamamu sayang sama kamu nak?"sebenarnya sebagai seorang ibu dia memiliki perasaan bahwa hubungan anak dengan mertuanya tidak begitu baik, tapi selama ini Aulia tidak menceritakan yang membenarkan perasaannya maka ibunya menganggap itu perasaan yang tidak mendasar dan dia lihat hubungan Aulia dengan Dzaky terlihat sangat harmonis itu sudah cukup membuatnya senang.


"Alhamdulillah semua keluarga disana sehat dan mereka juga memperlakukan ul dengan sangat baik Bu."


"syukurlah kalau begitu, ul gimana nak udah ada tanda-tanda?"


"tanda-tanda apa Bu?"


" itu perutnya udah isi belum?".


"ohhh udah Bu ....."


"Alhamdulillah nak udah berapa bulan?" ibu langsung memotong perkataan Aulia.


" apanya yang berapa bulan Bu....ini isinya makanan,ul belum hamil"


"ow....."jawab ibu kecewa.mereka pun mengobrol seperti biasa, ul pun sangat kangen melewati hari bersama ibunya.dzaky akan menelpon pada siang dan malam hari, di saat makan siang dan sepulang bekerja.


like


like

__ADS_1


like


__ADS_2