Cinta Harusnya Menyatu

Cinta Harusnya Menyatu
Bab 76


__ADS_3

Pagi ini, setelah semua tenda di bongkar dan di kembalikan ke tempat peminjaman yang memang di sediakan oleh kepala desa, khusus untuk warga desa setempat.


Sebelum pulang, Aulia meminta Dzaky mengantarkannya ke pemakaman ibu menggunakan motor. Tidak lupa ul juga berkunjung ke kuburan bapaknya yang tidak jauh dari kuburan ibu.


" Bu, pak...ul pamit pulang, doakan semoga ul dan kak Dzaky selalu harmonis dan di jauhkan dari para pengganggu, juga di lancarkan persalinan ul." Aulia duduk di samping nisan ibunya.


" Bu, pak ... Dzaky berjanji untuk selalu menjaga Aulia. ibu dan bapak yang tenang di sana"


Dzaky membantu Aulia berdiri, dan tak lupa


Mereka pun segera pulang karena akan mengantar kak Firman dan keluarga ke terminal bus.


Kak firman telah di antar oleh keluarga ke terminal bus, mereka pulang menggunakan bus. Setelah kak Firman pulang sekarang giliran Aulia sekeluarga pamit pulang.


" Ul, nanti kalau sudah lahiran kabarin mba, mba usahakan ke sana...."


" Iya mba...."


" Ul, Kakak minta selalu bertukar kabar. Apapun yang terjadi harus kamu kasih tau kakak"


" Iya kak" Aulia berpelukan dengan seluruh keluarga dengan haru.


" Mba...Nanti kalau Adi libur, pasti Adi kesana"


" Iya dek, fokus sama kerjaan. Eh, jangan lupa buat cari istri....."


" Iya, mba...." Adi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, pertanyaan dari mbaknya itu sudah pertanyaan ke sekian kalinya saat dia di sini.


Saat di mobil Sean sibuk ingin ke rumah Kia, dia seperti sangat merindukan adik dari Baim itu.


" Iya nanti kita kesana bang, tapi pulang dulu kasihan bunda sudah sangat kelelahan"


Dzaky melihat Aulia yang terlihat lemas, sudah beberapa kali Aulia muntah. Tidak seperti saat berangkat.


" Apa harus berhenti di rumah sakit nda?"


" Tidak usah yah, cuma butuh meluruskan pinggang"


" Kenapa? pegal pinggangnya?" Dzaky melihat Aulia beberapa kali mengelus pinggangnya.


" Sedikit"


" Sepulang dari sini nanti kita ke rumah sakit ya?"


" Tidak usah yah, ini biasa"


" Biasa juga harus kontrol, apalagi mendekati hpl nda..."


Aulia malas untuk kontrol, karena dia pasti akan dimarahi Dokter Fatma yang memintanya untuk kontrol dan dirawat jika darahnya masih tinggi. Tapi Aulia mengabaikannya, dia merasa tidak ada masalah hanya kakinya saja yang bengkak.


" Ya yah nanti bunda kabari dokter Fatma, kalau bunda akan melakukan pemeriksaan"


" Itu baru istri Soleha, nurut apa kata suami. Ya nggak dek!" ucap Dzaky, tangannya sibuk mengelus perut istrinya sementara tangan satunya sibuk mengendalikan stir mobil.


***


Hari-hari Dzaky dan Aulia lewati dengan bahagia, sambil menunggu tanda-tanda dari bayi cantik mereka yang akan keluar dari kenyamanan yang di rasakannya dalam perut bundanya untuk melihat dunia.


Seperti biasa Dzaky berangkat kerja dengan senyum yang terus mengembang, merasakan perannya sebagai suami dan ayah yang sangat menyenangkan.


" Bunda harus telpon ayah secepatnya kalau sudah merasakan tanda-tanda akan melahirkan"

__ADS_1


" Iya.....ini sudah yang kesekian kalinya ayah ngomong ini!"


" Ayah sebenarnya tidak tenang meninggalkan bunda sendirian di rumah"


" Tidak sendirian ayah....kan ada Abang"


" Bagaimana bisa ayah meninggalkan bunda sama Abang? Abang aja jam segini belum bangun!"


" Hahaha..." Mereka tertawa mengingat orang yang mereka andalkan belum bangun.


Setelah Dzaky pergi, ada orang yang dari tadi mengintai dengan menggenggam erat stir mobilnya, karena emosi.


Orang itu adalah Tara, dia sudah beberapa hari ini selalu mengintai rumah Dzaky. Dan mendapat kenyataan bahwa, orang yang telah mengusik hatinya kembali harmonis dengan pasangannya.


Tara sangat kesal, dia sekarang sudah dalam proses cerai dengan Amira. Beruntung keluarganya tidak mempermasalahkan perceraian itu! karena tau bahwa Amira istrinya tidak bisa memberikan Tara keturunan, dan Tara sangat menginginkan seorang anak.


Walaupun mereka merasa sedih. Mereka juga tidak menyalahkan Amira, karena itu sudah takdir dari yang maha kuasa, malahan mereka merasa kasihan kepada Amira.


Wanita mana yang mau seperti itu, tapi mereka tetap menyayangi Amira yang selalu di anggap bagian dari keluarga mereka.


" Ul, maaf kakak berharap kalian pisah! Kakak sudah mempertaruhkan rumah tangga kakak. Kakak tidak bisa berhenti di sini!" Begitulah yang Tara pikirkan, di setiap pagi berangkat kerja melihat Aulia dan Dzaky bertambah mesra.


" Bunda.....Ayah mana?" Sean berjalan sambil mengucek-ngucek matanya yang masih terasa lengket karena baru bangun tidur.


" Ayah sudah pergi kerja sayang...." Aulia membawa Sean ke dapur, memberikannya segelas air untuk diminumnya dan langsung membawanya untuk mandi.


" Bunda..."


" Ya?"


" Kapan kita kerumah dedek Kia?"


" Iya, tapi jangan bohong ya nda!"


" Iya bang..."


Siang hari Dzaky mendapat pesan dari nomor yang tidak di kenal.


" Kak, bisa kita ketemu?" Dzaky mengabaikan pesan itu.


" Kak Dzaky ada yang mau aku bicarakan" Masih diabaikan Dzaky.


Dan handphone Dzaky berdering dengan nomor yang sama dengan nomor yang mengirim pesan ke Dzaky.


" Hallo assalamualaikum?"


" Waalaikumsalam"


" Kak, maaf mengganggu, ini Amira kak"


" Amira istrinya Tara?"


" Ya, tapi sekarang sudah akan menjadi mantan kak"


" Maksudnya?"


" Mira dengan kak Tara akan berpisah, kami dalam proses sidang cerai kak. Mungkin beberapa Minggu lagi putusan cerai akan keluar"


" Kenapa sampai bisa bercerai?"


" Tujuan Mira menghubungi kak Dzaky untuk bertemu kak Dzaky, ada hal yang harus Mira sampaikan ke kak Dzaky"

__ADS_1


" Tapi, aku masih banyak kerjaan" Setelah mengambil banyak libur Dzaky memang di sibukkan dengan pekerjaan yang banyak tertunda selama tidak masuk.


" Sebentar saja kak. Jam makan siang, Mira tunggu di restoran www" Restoran yang tidak jauh dari tempat kerja Dzaky.


" Em... Baiklah, tapi aku tidak bisa lama"


" Ya, terimakasih kak"


Dzaky segera menghubungi Aulia, karena sebentar lagi masuk jam makan siang, Dzaky terpaksa berbohong masalah pekerjaan. Dzaky sebenarnya berat untuk berbohong tapi Dzaky tidak ingin terjadi kesalahpahaman nantinya


" Bun?"


" Ya yah?"


" Maaf ayah tidak bisa pulang makan siang di rumah, karena masih banyak pekerjaan, kalau terjadi apa-apa segera hubungi ayah"


" Iya yah....."


" Ayah sayang kalian, muach"


" Muach"


Sampai di restoran tempat mereka janjian, Dzaky celingak-celinguk mencari sosok yang membuat janji.


Dari kejauhan Dzaky dapat melihat perempuan berkaca mata hitam yang sedikit berbeda dengan gaya Amira yang di kenalnya, tapi Dzaky yakin itu adalah Amira. Amira pun mengangkat tangannya supaya Dzaky mengetahui keberadaannya.


" Maaf bu Amira, aku tidak bisa lama. Jadi kalau ibu mau mengatakan sesuatu, bisa Bu Amira katakan sekarang" Dzaky to the poin, karena takut ada yang melihat dan menimbulkan fitnah.


" Kak, sebenarnya Mira mau mengatakan kalau kak Tara punya perasaan terhadap Aulia, istri kakak"


" Ya, aku sudah tau" Amira kaget, bagaimana Dzaky bisa setenang ini.


" Mereka dulu pernah berpacaran"


" Ya, aku tau itu. Katakan apa yang sebenarnya mau Bu Amira katakan"


" Kak Dzaky bisa pesan makanan dulu, supaya ketika kita selesai bicara dan jam makan siang habis. Kak Dzaky sudah makan" Dzaky menyetujui saran Amira.


" Sekarang katakan!"


" Mira merasa tidak percaya kalau kak Dzaky tau semua itu, dan membiarkan kak Tara dekat dengan keluarga kak Dzaky"


" Itu masa lalu" Dzaky dengan santainya menjawab sambil memakan pesanannya yang baru waiters sajikan.


" Apakah kak Dzaky tidak pernah berfikir, mereka akan dekat lagi karena mereka pernah punya kenangan bersama?"


" Aku percaya istriku"


" Dan juga kak Tara?"


" Ya"


" Kakak tau, Kak Tara menginginkan keluarga kak Dzaky!" Dzaky menghentikan kegiatan makannya.


" Cepat katakan, apa yang Bu Amira ingin katakan!" Dzaky sudah muak mendengar tentang Tara dan tidak ingin tau yang seharusnya tidak perlu di ketahuinya.


" Kak Tara dan Aulia, Main belakang" maafkan aku Aulia, rasanya tidak pantas kamu bahagia di atas penderitaan ku yang diceraikan kak Tara dan di takdirkan tidak memiliki anak. Kehidupan mu terlalu sempurna!.


Readers, jangan pelit like ya.......


like itu penyemangat author 😁😁😁😘

__ADS_1


__ADS_2