
Pukul empat sore mereka sudah memasuki kawasan Thamrin yang padat. Hingga akhirnya mobil berbelok ke kompleks sebuah gedung berlantai tujuh, Grand Jakarta Plaza. Plaza ini merupakan salah satu gedung di kawasan superblok, Grand Jakarta Land, bersama empat tower lainnya yang berisi apartemen dan perkantoran.
Edward mengikuti Adrian yang berjalan memasuki plaza dan menuju ke lift. Mereka keluar di lantai lima dan berjalan melewati koridor plaza yang dipenuhi dengan outlet-outlet brand ternama. Hingga akhirnya mereka sampai di depan sebuah outlet berlogo Zafora.
“Ini adalah outlet utama kita, Tuan Edward.” ucap Adrian mempersilahkan pria itu masuk.
Selain sebagai asisten Edward, pria itu juga manager untuk outlet di Grand Jakarta Plaza ini. Beberapa karyawan wanita memakai seragam datang menyambut dan memberi salam kepadanya.
Edward menerima salam mereka dan menyapukan pandangan ke etalase yang dipenuhi produk perawatan kulit dan fashion. Pandangannya berhenti pada baner foto seorang wanita yang menjadi model produk mereka.
“Dua outlet yang lain berada di kawasan selatan dan timur." ucap Adrian.
"Kita beruntung bisa berada di sini, Tuan Edward. Ini adalah kawasan bisnis utama Jakarta. Dari sini anda akan dengan mudah mengakses kawasan Sudirman, Senayan dan Semanggi.” ucap pria itu lagi.
__ADS_1
“Ya.” Edward manggut-manggut tanda setuju.
Setelah melihat outlet, Adrian mengajaknya ke kantor yang berada di tower seberang. Selama bertugas di Indonesia, Edward mendapat hak yang sama dengan yang diterima Mrs. Elena. Ia akan mengunakan satu ruangan kerja dan satu unit apartemen yang dulu ditempati wanita itu.
Kantornya tidak terlalu luas, tapi cukup untuk mengakomodir mobilitas seluruh karyawannya. Begitu masuk, pria itu menemukan area lobi. Di tempat ini terdapat meja resepsionis dan ruang tamu. Ada beberapa foto produk Zafora yang sedang dipamerkan oleh model di dinding. Seorang resepsionis wanita memberi salam kepadanya.
Di samping meja resepsionis ada koridor yang menghubungkan area itu dengan ruang karyawan. Ada 12 unit meja kerja di tempat itu. Di dinding terpajang layar monitor raksasa yang sedang menampilkan berita dari sebuah chanel stasiun tv nasional. Sementara beberapa karyawan menyambutnya ramah dan memberi salam.
Adrian langsung mengajak Edward masuk ke ruangan kerja barunya. Sebuah ruangan yang dibatasi langsung oleh dinding-dinding gedung yang terbuat dari kaca. Di ruangan ini Edward bisa memandang kota Jakarta dari ketinggian 140 meter. Ada sebuah meja kerja dan seperangkat sofa di ruang itu.
Manajemen sengaja memilih kantor, outlet dan apartemen di satu lokasi yang saling terhubung. Hal itu untuk memudahkan pergerakan Edward tanpa harus mengendarai mobil. Mengingat kemacetan kota yang semakin parah. Meskipun begitu, ia tetap mendapat fasilitas mobil jika harus mengunjungi outlet lainnya atau keluar kota.
Tempat terakhir yang diperkenalkan Adrian adalah sebuah apartemen.
__ADS_1
“Ini apartemen anda, Tuan.” ucap Adrian setelah mereka masuk ke dalam.
Pria itu menghidupkan penerang ruangan. Ia pun bergegas ke pantry untuk memeriksa kompor, microwife dan air di wastafel. Semua berfungsi dengan baik. Tak lupa ia juga membuka kulkas untuk melihat isinya.
Apartemen itu cukup luas untuk ditempati berdua. Sebuah pantry sekaligus ruang makan, ruang duduk, serta sebuah kamar tidur dan bathroom. Tampak Tugu Monumen Nasional di kejauhan saat Adrian membuka gordin yang menutupi dinding kaca.
“Sekali lagi saya ucapkan selamat bertugas di Indonesia. Dan selamat beristirahat, Tuan.” ucap Adrian menjabat tangan Edward.
“Terima kasih kembali, Tuan Adrian.” balasnya.
Sebelum pamit, ia menyerahkan id card apartemen dan kunci mobil.
“Oh ya, satu lagi Tuan Edward, cukup panggil saya Adrian saja. Saya sungkan jika anda memanggil saya dengan sebutan ‘Tuan’.”
__ADS_1
Pria di hadapannya tertawa sambil mengangguk. Setelah mengantar Adrian sampai ke pintu., Edward masuk ke ruang kamar. Tanpa memberekan barang-barangnya dulu, ia langsung menghempaskan tubuhnya di atas bedcover untuk menghilangkan penatnya sesaat. Ia harus tampil prima besok di hari pertama bertemu dengan karyawannya.