
Setelah mengurus surat-surat untuk pernikahannya besok. Galen mengajak Diandra jalan ke salah satu mal.
Galen mengajak Diandra ke arena permainan, agar wanita itu senang dan dapat melupakan trauma pelecehan yang terjadi padanya.
Galen ingin mendengar suara merdu dari Diandra lagi. Suara manja yang selalu membuatnya betah berada di samping Diandra.
Ketika permainan bola basket, Galen memeluk pinggang Diandra dan membiarkan wanita itu melempar bola untuk memasukan ke keranjang.
"Pintar banget calon istriku ini main basket," bisik Galen. Diandra mencubit paha Galen mendengar ucapan pria itu.
"Kenapa marah? Kamu memang calon istri aku," bisik Galen lagi.
Banyak pasang mata memandang iri ke arah mereka. Sepasang pria dan wanita yang ganteng serta cantik.
Puas bermain, Galen mengajak Diandra makan. Setelah makan, mereka pergi nonton. Sambil mengantre tiket masuk, Galen tetap menghubungi Papa dan Mama-nya. Namun belum juga ada jawaban.
Dalam bioskop, Galen memilih duduk di sudut pojok atas. Agar tidak terlihat oleh penghuni lainnya.
"Kenapa duduknya bagian atas sini." Tulis Diandra di ponselnya.
Sebelum ke bioskop tadi, Galen membelikan Diandra ponsel baru. Diandra awalnya tidak mau, namun Galen memaksa. Galen mengatakan jika ini hadiah dari calon suami.
Galen tadi juga bertanya, Mas kawin apa yang Diandra inginkan. Wanita hanya menjawab terserah apa yang mau Galen berikan. Namun, karena mas kawin adalah hak wanita, Galen tetap memaksa Diandra mengatakan keinginannya.
__ADS_1
Diandra memutuskan mas kawinnya hanya berupa uang tunai seratus ribu agar tidak memberatkan Galen.
Galen sebenarnya telah membelikan seperangkat perhiasan untuk mas kawin. Akan dirinya tambah dengan uang tunai 20 juta. Itu akan menjadi kejutan bagi Diandra.
"Agar nanti saat aku memeluk kamu tidak ada yang mengintip," bisik Galen.
Diandra melayangkan cubitan bertubi di lengan Galen, pria itu lalu menangkap tangan Diandra dan mengecupnya.
"Badanku kulitnya pasti akan merah setiap hari karena kamu cubit terus."
"Kamu yang memulai. Meledek aku terus. Film-nya udah mulai. Jangan ganggu lagi." Tulis Diandra.
Film yang dipilih Galen menceritakan tentang perjalanan cinta remaja yang penuh rintangan. Tidak direstui orang tua karena status yang berbeda. Dalam Film itu, akhirnya remaja itu harus berpisah.
Galen mengusap rambut Diandra dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya.
"Itu hanya film. Aku tidak akan meninggalkan kamu jika itu bukan keinginan kamu. Aku akan selalu menjaga kamu. Kita akan bersama hingga menua dan rambut ini memutih."
"Kenapa kita tidak menunggu restu dari orang tuamu saja. Jika memang mereka melarang dan tidak mengizinkan kita menikah, mungkin sakit yang aku rasakan tidak akan separah dan sesakit saat kita telah menikah." Diandra kembali mengetik di ponsel miliknya.
"Aku yakin kedua orang tuaku akan merestui kita. Jika menunggu kedua orang tuaku, entah kapan mereka kembali. Aku ingin melindungi kamu. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku jika terjadi sesuatu dengan kamu," ucap Galen dan mengecup dahi Diandra.
Setelah film habis Diandra dan Galen pulang menuju rumah kediaman orang tuanya Galen. Dia akan mengambil baju dan keperluan lainnya.
__ADS_1
"Kita akan ke rumah aku dulu. Mengambil baju dan kebutuhan lainnya. Setelah menikah pagi, kita akan menginap di hotel sampai papa dan mama pulang."
Galen melajukan mobilnya menuju rumah kedua orang tuanya. Setengah jam perjalanan sampailah di rumah kediamannya.
Diandra memandangi dengan takjub rumah kediaman orang tua Galen yang sangat mewah. Galen mengajak Diandra keluar dari mobil. Diandra berjalan mengikuti langkah Galen masuk ke rumahnya.
...****************...
Bersambung
Selamat sore. Mama bawa rekomendasi novel teman. Terima kasih.
JUDUL NOVEL MANTAN SUAMI POSESIF
Blurb
Ave Calista adalah seorang single parent dari putra kecilnya yang bernama Aldo berusia 5 tahun. Bekerja menjadi WO milik ibunya di salah satu kota terbesar di USA, New York. Pengalaman masa lalu yang buruk dengan mantan suaminya membuat Ave tidak ingin menikah lagi. Tapi bagaimana kalau dia di tunjuk sebagai WO salah seorang pebisnis wanita dan yang lebih sialnya calon suaminya itu adalah sang mantan suami?
"Austin!! jangan gila!!" seru Ave.
"Hahaha, Ave, kau yang gila! bahkan kau menyembunyikan Aldo dari Ayahnya sendiri!"
Apakah Ave akan membuat pesta pernikahan mantan suaminya dengan wanita lain, sedangkan sang mantan masih tetap mengejarnya dan selalu bersikap posesif?
__ADS_1