CINTA TANPA KATA

CINTA TANPA KATA
Bab Tiga Puluh Enam. CTK.


__ADS_3

Adit membuka kotak kue ulang tahun pesanan mama untuk Galen. Pria itu menyalakan lilin.


"Kita rayakan saja walau tanpa Galen, Ma," ucap Adit.


"Adit, kenapa Galen ngotot jika kamu pelaku pelecehan terhadap Diandra? Apa ada yang kamu sembunyikan dari Papa dan Mama?"


"Aku?" tunjuk Adit pada dirinya.


"Mama ingin kamu jujur, apa benar yang dituduhkan Diandra itu?"


"Apa menurut Mama aku bisa tega melakukan itu?" tanya Adit.


"Jangan memberikan pertanyaan yang kami tidak tahu jawabannya! Sekarang katakan jika tuduhan Galen dan Diandra itu salah," ucap Papa.


"Sudahlah, Pa. Aku udah katakan tidak mau membicarakan itu lagi. Sudah cukup pembahasannya!"


Adit berdiri dari duduknya dan meninggalkan Papa dan Mama. Mama memeluk Papa dan menangis.


"Aku takut jika tuduhan Galen itu benar,Pa. Apa yang harus kita lakukan untuk menghilangkan keraguan dihati. Selama ini Galen tidak pernah berbohong."


"Sudahlah, Ma. Mari kita pulang. Semoga semua tuduhan Galen salah," ucap Papa.


...----------------...

__ADS_1


Di dalam kamar Galen mengajak Diandra mengobrol.


"Sayang, aku berencana menjual apartemen ini dan membeli sebuah rumah mungil. Apa kamu keberatan?" tanya Galen.


"Semua terserah kamu, aku mengikut aja apa yang akan kamu lakukan."


"Aku juga akan membuka usaha untuk biaya hidup kita. Maafkan aku Sayang jika belum bisa memberikan kebahagiaan padamu."


"Kamu nggak akan bekerja diperusahaan milik Papa lagi?"


"Mulai besok aku akan resign. Kamu nggak apa jika nanti kita akan hidup secara sederhana saja."


"Kenapa kamu tanyakan itu. Aku ini telah terbiasa hidup sederhana, bahkan kekurangan. Apakah semua karena aku?" tanya Diandra.


"Kamu itu tidak pintar berbohong. Aku tau semua pasti karena kamu lebih membela aku," ucap Diandra.


"Galen, cobalah kamu pikirkan lagi keputusan yang telah kamu ambil. Aku rela kamu tinggalkan jika itu emang yang terbaik untukmu."


"Cinta itu tak harus memiliki. Cinta itu akan hadir disetiap hati seseorang, sekecil apapun itu. Dan cinta itu sebuah keikhlasan agar orang yang kita cintai merasa bahagia & nyaman walau dia tak bersama kita," ucap Diandra lagi.


"Apa kamu pikir aku akan bisa bahagia tanpa kamu?" tanya Galen.


"Aku merasa bersalah karena telah memisahkan kamu dan keluargamu."

__ADS_1


"Apakah kamu bisa bahagia tanpa aku? Jika aku tidak bisa, karena kebahagiaan aku saat bersama kamu. Bagaimana aku bisa menghadapi dunia tanpamu? Bagaimana aku bisa menghadapi setiap hari esok tanpamu? Bagaimana aku bisa hidup satu hari lagi tanpa cintamu?" tanya Galen beruntun. Galen merubah duduknya menghadap Diandra.


"Dian, membayangkan hidup tanpamu adalah sesuatu yang mustahil, kamu membuatku lengkap dan aku ingin kamu tahu bahwa kamu berarti segalanya bagiku.Bahkan di kehidupanku selanjutnya, aku masih ingin memiliki cintamu. Ketidak hadiranmu dalam hidupku saat ini membuatku kehilangan lebih dari yang bisa dipikirkan siapa pun."


"Maafkan aku, Galen. Aku sangat mencintaimu. Namun, aku takut kehadiran aku di samping kamu hanyalah penghalang kebahagiaan. Kamu jadi berpisah dari keluarga."


"Dian, aku ingin kita berjuang bersama. Buktikan pada kedua orang tuaku jika kita ini benar. Aku juga bisa hidup walau tanpa harta orang tua. Kamu mau membantu aku'kan? Kita buktikan pada dunia kita ini bahagia, kita saling mencintai walau dalam keadaan apapun," ucap Galen.


"Baiklah, Galen. Aku akan terus mendampingi kamu dalam keadaan apa pun. Kita akan bangkit dan buktikan pada semua jika kamu bisa sukses di manapun kamu berada. Apa rencana kamu setelah resign dari perusahaan."


"Aku akan menjual apartemen ini, kita beli rumah yang sederhana. Sisa dari beli rumah, kita gunakan buat usaha. Aku ingin membuka usaha bengkel motor dan mobil. Aku memiliki banyak teman ahli mesin. Aku akan mengajak mereka bekerja sama. Apakah kamu setuju?" tanya Galen.


"Aku akan ikuti semua yang kamu lakukan. Aku dukung semua keputusan kamu, karena hanya dukungan yang dapat aku berikan."


"Terima kasih Sayang. Dukungan dari kamu bagiku itu sudah lebih dari cukup."


Galen dan Diandra diskusi di daerah mana nanti mereka akan membuka usaha. Galen ingin sedikit jauh dari kota tapi penduduk yang cukup ramai.


Besok Galen akan mencari daerah yang potensial untuk membuka usaha. Apartemen akan dijual secepatnya.


...****************...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2