CINTA TANPA KATA

CINTA TANPA KATA
Bab Tiga Puluh Tujuh. CTK.


__ADS_3

Galen memasuki gedung perusahaan milik orang tuanya bersama Diandra. Pria itu langsung menuju ruang kerjanya dengan menggandeng tangan Diandra.


Semua karyawan memandangi Galen dengan hati bertanya. Selama ini mereka tahu jika atasan mereka masih sendiri. Karyawan wanita tampak menatap iri ke arah Diandra.


Selama menjadi atasan, Galen terkenal ramah dan baik dengan karyawannya. Tidak pernah sekalipun Galen berkata kasar.


"Galen, lepaskan tanganmu. Semua karyawan memandang. Aku malu," bisik Diandra.


"Nggak perlu malu. Kamu itu harusnya bangga karena kamu pemenang hatiku. Pasti mereka memandangi karena iri dengan kecantikan kamu."


"Mereka semua juga cantik. Jika aku tau karyawan kamu banyak yang cantik, pasti cemburu."


"Mulai besok karyawan aku cowok semua. Hanya ada satu karyawan cewek, dan sangat cantik, untuk di kasir," ucap Galen.


"Karyawan cewek untuk di kasir?" tanya Diandra.


"Iya, aku sangat mencintai karyawan itu. Makanya harus ikut kemana aku pergi. Termasuk ikut kerja."


Galen dan Diandra telah masuk ke ruang kerja nya. Semua masih tampak sama.


"Jangan cemberut. Karyawan itu kamu. Aku mau kamu bekerja, biar bisa denganmu terus," ucap Galen dengan mencubit hidung Diandra pelan.


Diandra tersenyum mendengar ucapan suaminya itu. Dengan cekatan Diandra mbantu Galen membereskan barang-barang milik Galen.


Di perusahaan utama, Papa Galen sedang memanggil salah satu orang kepercayaannya.

__ADS_1


"Selamat siang, Pak."


"Selamat Siang, silakan duduk!" perintah Papa Galen.


"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya pria yang bernama Antoni.


"Saya ingin kamu ikuti kemana perginya anak saya yang bernama Adit. Kamu juga harus selidiki latar belakang seorang wanita bernama Diandra."


"Baik, Pak. Apa ada lagi yang bisa saya bantu."


"Ini yang terpenting harus kamu selidiki."


"Apa itu, Pak?" tanya Antoni.


"Kamu selidiki kejadian tanggal ... malam harinya Adit anak saya berada di mana dan apa yang dilakukan di malam itu."


"Aku ingin kamu selidiki dari taman kota hingga ke kost Diandra, ada kejadian apa malam itu."


"Baik, Pak?:


"Siang ini kamu cari tau tentang Diandra dulu. Pada tanggal ... apakah wanita itu benar di rawat. Apa penyebab di rawat?"


"Baik, Pak."


"Oke. Hanya itu yang perlu saya katakan. Saya harap kamu bisa cepat dapatkan semua yang diperintahkan."

__ADS_1


"Baik, Pak. Saya pamit. Menuju rumah sakit langsung."


"Apa yang kamu dapatkan segera beritau saya?"


"Baik, Pak."


Antoni meninggalkan ruang kerja Papa Galen. Setelah orang kepercayaannya pergi, Papa Galen kembali termenung.


Papa Galen mulai mencurigai Adit karena kemarin dapat kabar dari seseorang jika Galen berada di rumah sakit bersama seorang wanita.


Sahabatnya itu mengatakan jika Galen menjaga seorang wanita cantik korban pelecehan. Namun, wanita itu mencabut laporan karena takut jika keluarga pelaku tidak bisa terima dan membuat Diandra makin tertekan.


...----------------...


Adit menatap langit kamarnya dengan mata menerawang entah kemana. Pikirannya terasa kosong.


"Apakah aku keterlaluan jika membalas sakit hatiku pada Galen, dengan melecehkan Diandra. Aku hanya ingin Galen merasakan sakit seperti yang pernah aku rasakan," gumam Adit pada diri sendiri.


Adit mengambil foto Tasya dan memeluknya erat."Tasya, katakan padaku. Apakah tindakan aku dengan Diandra itu salah. Aku nggak tau bagaimana cara membalas sakit hatiku lagi, hanya melalui Diandra aku bisa membalasnya," ucap Adit pada diri sendiri


Dendam menjadi hal yang manusiawi, namun bila dilakukan secara berlebihan maka hal tersebut menjadi hal yang tidak baik, bahkan menjadi salah satu penyakit gangguan jiwa bila dilakukan secara berlebihan.


"Balas dendam tidak layak untukmu. Jika kamu berkonsentrasi pada balas dendam, kamu akan menjaga luka-luka itu tetap segar, yang seharusnya bisa disembuhkan." (Adeline Yen Mah)


...****************...

__ADS_1


Bersambung


Kutipan dari Google


__ADS_2