CINTA TANPA KATA

CINTA TANPA KATA
Bab Lima Puluh Tujuh. CTK.


__ADS_3

Diandra telah dipindahkan ke ruang inap. Galen menyuapi istrinya makan. Saat ini bayinya mereka sedang di gendong mama dan papa secara bergantian.


Tampak raut bahagia dari wajah kedua mertuanya Diandra itu. Senyum semringah selalu mereka berikan.


"Siapa nama cucu Mama yang tampan ini?" tanya mama.


"Ruri Nalendra Baldev, dengan nama panggilan Lendra," jawab Diandra.


"Apa ada artinya nama cucu papa ini?"


"Artinya anak laki-laki yang kuat, berharga seperti batu zamrud, dan selalu hidup dalam kemasyhuran,Pa. Aku memberi nama itu dengan harapan dia menjadi seperti arti namanya."


"Ganteng banget, Pa. Mama rasanya ingin menggendongnya terus." Mama kembali mengecup pipi cucunya.



"Ma, letakkan aja di tempat tidur. Jangan digendong terus. Nanti anaknya jadi manja banget," ucap Galen.


"Betul yang mas Galen katakan, Ma. Aku pernah baca, anak bayi kalau sering di gendong nanti dia manja, maunya di gendong terus nantinya."


"Kalau emang dia maunya di gendong terus, biar mama yang gendong.Mama selalu siap menimangnya."


"Emang mama tidak capek kalau gendong Lendra terus. Nanti mama mau makan tak bisa karena Lendra maunya dalam gendongannya mama aja."


"Buat cucu Mama, tidak ada kata capek."

__ADS_1


...----------------...


Tiga hari telah berlalu. Hari ini Diandra kembali ke rumah. Mama dan Papa meminta Diandra untuk tinggal bersama mereka hingga Lendra berusia dua bulan agar Mama bisa membantu menjaganya. Namun, Diandra lebih memilih tinggal di rumahnya.


Tengah malam Galen mendengar suara tangisan bayinya. Galen bangun dan mencoba menidurkan Lendra kembali. Namun,bukannya tidur, Lendra malah makin kencang menangis.


Diandra membuka matanya mendengar suara tangis bayinya. Dia melihat Galen yang mencoba menenangkan buah hati mereka. Diandra bangun dan duduk bersandar kepala tempat tidur.


"Mas, bawa Lendra sini. Biar aku susu'kan," ucap Diandra.


Galen kaget mendengar suara istrinya dan mendekati tempat tidur. Galen memberikan Lendra ke pangkuan Diandra.


"Maaf, aku udah berusaha membuatnya tidur lagi. Tapi bukannya tidur, malah makin keras suara tangisnya."


Galen duduk di samping Diandra dan memandangi anaknya yang sedang di susu Diandra.


"Sayang, rasanya baru kemarin aku mengenal kamu. Baru kemarin menikahi kamu, sekarang aku telah menjadi ayah dan kamu telah menjadi bunda."


"Aku juga terkadang tidak percaya, jika telah menikah dan memiliki anak dari kamu, Mas. Awal pertemuan, dan aku tau siapa kamu, aku telah membuang rasa sukaku denganmu. Karena rasanya mustahil kita dapat bersatu."


"Jadi, dari awal kita dekat kamu udah suka denganku."


"Iya, Mas. Namun, semua aku tepis karena rasanya tidak mungkin kamu suka dengan gadis miskin seperti aku. Aku juga merasa tidak mungkin kita dapat bersatu karena status kita yang jauh berbeda."


"Aku dari awal kenalan juga telah mencintai kamu. Aku menyimpan rasa itu karena aku kurang percaya diri. Banyak pria yang mendekati kamu. Makanya aku memendam semua perasaanku denganmu."

__ADS_1


"Mas, aku bahagia banget pada akhirnya aku tau jika cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Apa lagi kamu ternyata mencintai aku lebih dari yang aku tau. Kamu memberikan semua yang tidak pernah aku dapatkan."


Galen memeluk Diandra dan mengecup pucuk kepala istrinya itu. Lendra telah tertidur kembali. Galen membaringkan kembali Lendra ke tempat tidurnya.


Setelah itu, Galen naik kembali ke ranjang dan memeluk Diandra lagi.


"Pernikahan yang sukses bukanlah saat aku bisa menjalani hidup dengan damai bersamamu Sayang, melainkan saat aku tidak dapat menjalani hidup dengan damai tanpamu.Hari ini, kemarin, dan seterusnya, aku akan selalu bahagia dan berterima kasih kepadamu. Kamu adalah sumber kebahagiaanku," ujar Galen.


"Hatiku adalah yang paling beruntung dan paling bahagia di alam semesta karena kamu hidup di dalamnya. Tidak ada kata yang dapat menjelaskan betapa aku bersyukur menjadi penerima cinta dan dukunganmu.Ketika aku mengatakan aku mencintaimu, aku tidak mengatakannya dengan santai. Aku mengatakannya untuk mengingatkanmu bahwa kamu adalah segalanya bagiku, dan hal terbaik yang pernah terjadi padaku dalam hidup," ucap Diandra dan memberikan senyumnya.


"Aku ingin hidup denganmu hingga kita menua."


...----------------...


Jika kamu tak memiliki alasan ketika mencintai seseorang, maka kamu tak akan memiliki alasan berhenti mencintainya. Cinta sesungguhnya tidak memerlukan alasan. Cinta itu perasaan dalam hati yang tidak bisa dilukiskan lewat kata-kata yang diciptakan manusia. Aku mencintaimu tanpa tahu kenapa atau di mana atau dari mana itu berasal. Aku hanya mencintaimu tanpa masalah atau kebanggaan. Aku mencintaimu seperti ini karena aku hanya merasa sangat nyaman saat tanganmu ada di dadaku dan saat kau tertidur. Cinta sesungguhnya tak butuh uangkapan kata. CINTA TANPA KATA.


...****************...


END


Selamat pagi semuanya. Akhirnya novel CINTA TANPA KATA tamat. Mama akan memberikan bonchap jika ada waktu. Terima kasih atas dukungannya selama ini.


Lope-lope sekebon buat semuanya. 💓💓💓


Kata kata kutipan diambil dari Google

__ADS_1


__ADS_2