CINTA TANPA KATA

CINTA TANPA KATA
Bab Enam CINTA TANPA KATA


__ADS_3

Jangan terlalu lama menyalahkan dirimu tapi jangan lupakan apa yang telah terjadi. Dengan begitu, kamu bisa membalas kebaikannya. Tak ada gunanya menyesal, Tidak ada gunanya menangisi yang sudah terjadi." (While You Were Sleeping)


Diandra berjalan menuju jendela rumah sakit. Pandangannya jauh entah kemana. Diandra masih belum mengerti, apa maksud pria itu melakukan semua padanya.


Diandra tidak akan pernah lupa dengan wajah pria itu. Dalam setiap tidurnya Diandra selalu bertemu dengan pria itu.


Mungkin, aku memang ditakdirkan untuk tidak memiliki hidup yang bahagia. Rasa sakit mungkin adalah hal yang akan selalu kukenal.Menangis adalah bagaimana hati berbicara, saat bibir tidak bisa menjelaskan rasa sakit yang di rasakan.Aku hanya ingin seseorang untuk memelukku dan berkata bahwa aku berguna, tidak seperti apa yang kupikirkan selama ini.


Air mata jatuh membasahi pipi Diandra. Selama ini Diandra selalu berusaha menjadi wanita baik. Tidak pernah rasanya dia menyakiti hati pria manapun. Namun, kenapa pria itu tega melecehkan dirinya. Merenggut satu-satunya yang paling berharga dalam tubuhnya. Apakah masih ada pria yang mau bersanding dengannya.Itu yang selalu ada dalam pikiran Diandra.


Rasanya aku ingin pergi, jauh ...jauh sekali dari dunia ini yang tampaknya tidak pernah bersahabat denganku. Dari kecil aku ditinggal ayah ibu. Saat mulai remaja keluargaku satu-satunya juga pergi meninggalkan aku. Semua orang pergi, tidak ada yang mau menetap disampingku. Apakah aku memang ditakdirkan untuk sendiri selamanya?


Mengapa aku yang harus mengalami ini? Mengapa engkau “timpahkan” masalah yang berat seperti ini padaku? Aku juga ingin hidup bahagia seperti mereka, hidup dengan keluarga yang utuh. Apakah aku tidak layak dicintai seperti mereka? Apakah aku tidak layak bahagia? Dari miliaran orang di dunia kenapa harus aku? Kenapa Tuhan? Bukannya aku ingin menyalahkan takdir, tapi aku rasa semua yang aku alami ini terlalu berat. Ingin rasanya aku menyerah, Tuhan.

__ADS_1


Diandra menangis terisak. Ingin rasanya dia berteriak. Namun suaranya tidak bisa keluar. Diandra jatuh terduduk di lantai. Diandra lalu membenturkan kepalanya ke dinding.


Galen masuk dan melihat Diandra yang menangis sambil membenturkan kepalanya langsung berlari dan memeluk gadis itu.


"Diandra, sadar! Jangan menyakiti diri sendiri. Tidak ada gunanya. Semua tidak akan kembali seperti dulu lagi."


Diandra memukul dadanya yang terasa sesak. Dia ingin teriak namun suaranya tertahan. Galen memegang erat tangan Diandra agar dia tidak menyakiti tubuhnya lagi. Galen memeluk erat tubuh Diandra.


"Sudah Diandra, jangan sakiti lagi dirimu. Aku nggak kuat melihatnya," ucap Galen dengan air mata yang jatuh di pipi.


"Aku mohon Diandra, kuatlah demi aku. Jika kamu rapuh begini, aku juga tidak kuat."


Diandra menumpahkan semua tangisnya dalam pelukan Galen. Sampai akhirnya Diandra merasa lelah.

__ADS_1


Galen membantu wanita yang sangat dia cintai itu berdiri. Diandra di bantu naik ke ranjang dan di baringkan. Namun, Diandra tidak mau. Dia hanya duduk bersandar di kepala ranjang dengan pandangan kosong.


Galen duduk di tepi ranjang. Di genggam tangan Diandra. Galen lalu menghapus sisa air mata yang masih membasahi pipi Diandra.


"Jangan pernah merasa sendiri. Aku akan ada di sini. Aku akan selalu menemani kamu. Hidup ini terlalu indah untuk kamu tangisi. Aku tau, memang tidak mudah bagimu untuk menerima semua yang terjadi. Namun, bukan berarti kamu harus pasrah dan menyerah. Kamu harus buktikan pada orang yang melecehkan kamu, jika kamu tidak akan diam dan terpuruk. Kamu akan membalas semuanya. Kita akan cari siapa pelakunya dan membalas dengan lebih sakit dari hukuman polisi."


Diandra menganggukan kepalanya. Dia bahagia memiliki sahabat seperti Galen. Pria yang dalam setiap helaan nafas selalu Diandra sebut namanya.


Jenis rasa sakit yang terburuk adalah saat Anda tersenyum hanya untuk menghentikan air mata yang jatuh.Satu-satunya hal yang lebih melelahkan daripada Depresi adalah berpura-pura bahwa Kamu tidak merasakannya.Rasanya seperti ini tidak akan pernah berakhir. Dunia tidak akan berhenti runtuh sampai tidak ada yang tersisa dariku kecuali debu.Saat paling sepi dalam hidup seseorang adalah ketika mereka melihat seluruh dunia mereka runtuh, dan yang bisa mereka lakukan hanyalah menatap kosong. Dan berpura-pura semua baik-baik saja, padahal hatimu sakit.


...****************...


Bersambung.

__ADS_1


Sumber kata-kata kutipan dari Google


__ADS_2