CINTA TANPA KATA

CINTA TANPA KATA
Bab Empat Puluh Tiga. CTK.


__ADS_3

Senyum tampak terus terkembang dari bibir Galen. Tampak sekali jika dirinya sedang berbahagia. Tangannya tidak mau lepas dari genggaman tangan Diandra.


Menunggu di kursi dekat apotik sampai namanya di panggil, Galen terus saja mengecup tangan istrinya.


"Udah, Mas.Malu. Nanti dilihat orang."


"Emang kenapa? Aku mengecup tangan istriku sendiri bukan istri orang!"


"Idih,Mas ini. Walau aku istrinya Mas Galen, tetap aja malu dilihat orang. Kalau di kamar Mas mau lakuin apa saja, terserah."


"Betul ya, aku boleh lakukan apa saja nanti di kamar," ucap Galen dengan tersenyum jail.


"Iya," ujar Diandra.


Saat nama Diandra di panggil, Galen langsung berdiri mengambil obat yang tadi telah diresepkan Dokter. Setelah melakukan pembayaran, Galen mengajak Diandra pergi meninggalkan rumah sakit.


Sampai di Ruko, Galen langsung mengajak Diandra naik ke lantai atas. Sampai di kamar, Galen berlutut dihadapan Diandra yang duduk di sofa.


"Sayang, terima kasih karena kamu telah memberikan hadiah terindah yang tiada bandingannya. Terima kasih telah menjadikanku bukan hanya seorang suami untuk istrinya. Namun, juga seorang ayah untuk calon buah hati. Tak ada kata yang bisa kuucapkan selain terimakasih. Calon ibu untuk anakku."


"Suamiku, terima kasih kamu selalu memberikan yang terbaik untuk membahagiaanku dan anak-anakmu. Hatiku mengandung semua kebahagiaan di dunia karena kamu adalah cinta dalam hidupku, suamiku, dan sahabat terbaikku.Kamu adalah sahabat dan kekasihku, dan aku tidak tahu sisi mana darimu yang paling aku nikmati.Dulu kamu telah membuatku jatuh cinta, dari awal pertemuan kita tapi kini setelah kamu menjadi suamiku aku jatuh cinta padamu setiap saat dan berkali-kali."


Galen mengecup tangan Diandra yang berada dalam genggamannya.

__ADS_1


"Kelak akan ada seorang bocah kecil yang akan memanggilku Ayah. Kebahagiaan itu tidak dapat dilihat oleh apapun. Hanya karena kamu, aku bisa mewujudkannya. Terima kasih istriku. Akan kujaga Kamu dan sesuatu yang ada di rahimmu dengan sepenuh hati. karena kalian berdualah alasanku berjuang. Tak masalah seberapa lelahnya hari-hariku. Asal bisa mendengar suara tangisannya suatu hari nanti. Selamat mengandung sayangku."


Galen mengecup perut Diandra dan menggendongnya. Diandra diletakan dengan perlahan di atas tempat tidur.


"Aku rasanya ingin berbagi kebahagiaan ini dengan Papa dan Mama."


"Datanglah ke rumah orang tuamu. Pasti dia akan bahagia menerima kehadiran kamu."


"Aku tidak akan mau datang tanpa kamu, Sayang. Jika kedua orang tuaku telah bisa menerima kamu, dan meminta maaf atas kesalahan mereka, baru aku akan pulang."


"Jangan begitu, seharusnya kamu tetap datangi atau menghubungi mereka, berusaha terus meyakinkan jika kita tidak bersalah."


"Aku nggak bisa. Bukankah mereka yang memutuskan dan menginginkan aku pergi."


"Jika mereka belum bisa memaafkan aku, kamu sendiri aja yang datang.Aku nggak apa-apa," ucap Diandra lagi.


"Itu yang tidak bisa aku terima Sayang. Jika ingin aku kembali, mereka harus menerima kamu juga."


"Memaafkan orang apa lagi kedua orangtuamu, atas apa yang mereka lakukan atau katakan kepada kita memang tidak mudah karena membutuhkan hati yang seluas samudra serta ketulusan hati untuk melakukannya.Namun, hal tersebut dapat menghindarkanmu dari sifat benci dan dendam, yang hanya akan merusak diri sendiri dalam hidup. Apa bedanya kamu dengan abang Adit yang menyimpan dendam," ujar Diandra.


Galen memandangi langit kamarnya. Pikirannya melayang menembus hingga ke awan.


Perkataan Diandra memang benar. Apa bedanya aku dan abang Adit jika msnyimpan dendam.

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


Selamat pagi semuanya. Semoga semua berada dalam lindungan Tuhan.


Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama dibawah ini.


JUDUL NOVEL : MAFIA PSIKOPAT JATUH CINTA.


David adalah seorang psycophath yang sangat kejam dan suka menyiksa para korbannya hingga berakhir dengan kematian yang mengerikan.


Karen adalah seorang sekretaris yang sangat cantik, baik hati dan tidak bisa melihat orang menderita.


David dan Karen dipertemukan dengan sifat yang bertolak belakang. Apakah mereka akan bersatu?


Silahkan baca di novelku yang ke 22;km?



Terima kasih


Sebagian kutipan dari Google

__ADS_1


__ADS_2