CINTA TANPA KATA

CINTA TANPA KATA
Bab Empat Puluh Enam. CTK.


__ADS_3

Galen mendapat kabar dari Papa-nya jika Mama sedang sakit, sehingga dia dan Diandra datang sore.


Sebelum ke rumah kediaman orang tuanya, Galen dan Diandra membeli kue kesukaan mama.


Galen memasuki halaman rumahnya dengan perasaan gugup. Rasanya telah lama tidak menginjakan kakinya di rumah ini.


"Kamu yakin bisa menerima apapun sikap mama nantinya?"


"Asal ada kamu di sampingku, semuanya pasti akan dapat aku hadapi."


"Aku pasti akan selalu ada di samping kamu, Sayang."


Galen menggandeng tangan Diandra memasuki rumah. Bibi tadi yang membuka pintu.


"Papa dan Mama ada, Bi?" tanya Galen.


"Ada, Den. Di kamar."


"Mama sakit apa,Bi?"


"Sejak Aden tidak di rumah lagi, ibu sering sakit dan mengurung diri di kamar."


"Terima kasih, Bi. Biar saya masuk ke kamar Mama saja."


"Sayang, kita masuk ke kamar Mama!" ajak Galen.


"Masuklah kamu dulu. Siapa tahu Mama ingin bicara berdua denganmu saja."


"Kamu tidak ingin bertemu Mama?" tanya Galen.


"Tentu saja pengin. Aku juga ingin tau kabar Mama."


Saat Diandra dan Galen sedang asyik mengobrol, Papa keluar dari kamar, melihat Galen dan Diandra,.Papa langsung menghampiri mereka. Diandra menyalami dan mencium tangan mertuanya itu.


"Apa kabar kalian? Masuklah, Mama pasti senang melihat kedatangan kalian berdua."


"Iya,Pa."

__ADS_1


Galen dan Diandra mengikuti langkah Papa yang memasuki kamar Mama. Tampak Mama yang terbaring di tempat tidur.


"Ma, lihatlah siapa yang datang," ucap Papa.


Mama yang awalnya tidur miring membelakangi,membalikan badannya. Mama tampak terkejut dan langsung menangis.


Galen dan Diandra mendekati Mama dan memeluknya.


"Maafkan aku,Ma," ucap Galen.


"Mama yang harusnya minta maaf denganmu dan Diandra. Maafkan Mama," ucap Mama.


"Aku juga harus minta maaf, Ma. Semua hanya karena salah paham," ucap Diandra.


"Kalian tidak bersalah. Mama tidak seharusnya langsung menghakimi kamu. Sebaiknya mama mencari tau dulu kebenarannya," gumam Mama, namun masih dapat didengar.


"Jangan diingat itu lagi, Ma. Aku telah melupakan semuanya."


"Terima kasih, Dian. Kamu emang baik. Pantas Galen sangat mencintaimu," ujar Mama.


Mama bangun dan duduk bersandarkan di kepala ranjang. Mama meminta Galen dan Diandra duduk di tepi ranjang itu. Diandra memberikan kue yang dibawanya.


"Tentu saja, Ma."


"Bisa ambilkan mama piring dan sendok. Mama pengin makan kue ini."


"Boleh, Ma."


Diandra berdiri dan berjalan menuju dapur. Mengambil piring dan sendok. Di dapur tidak ada siapapun,karena bibi lagi ke supermarket. Saat Diandra berjalan menuju kamar Mama,langkahnya terhenti karena Adit menghalangi. Diandra kaget karena kehadiran Adit yang tiba-tiba.


"Apa kabar, Dian. Sudah lebih satu bulan tidak bertemu. Kamu tambah cantik aja," ucap Adit.


"Maaf, Bang. Aku mau lewat."


"Apa benar kamu sedang hamil saat ini?"


"Maaf, Bang. Sekali lagi permisi, aku mau lewat."

__ADS_1


"Bagaimana kesehatan dan perkembangan bayi kita?" tanya Adit.


"Maaf, Bang. Jangan berkata begitu. Nanti yang mendengar bisa salah paham."


"Salah paham bagaimana? Itu emang anak kita'kan?"


"Jangan bicara ngawur. Bagai mana bisa kamu berpikir ini anakmu? Ini anak aku dengan Galen. Minggirlah! Jangan sampai aku nekat. Jika sampai detik ini aku tidak memperkarakan kamu, itu semua karena aku menghormati dan mencintai Galen."


"Dalam rahimmu itu anakku, bukan anak Galen. Kamu tidak bisa membohongi aku!" ucap Adit.


"Jangan gila, Bang. Bagaimana bisa kamu berpikir ini anakmu. Ini anakku dan Galen!"


"Karena aku orang pertama yang merebut kesucianmu!" ucap Adit.


Adit mendekati Diandra ingin memegang perutnya. Saat tangannya ingin menyentuh perut Diandra tangannya ditahan seseorang.


"Jangan pernah menyentuh Diandra lagi!" ucap Galen. Diandra yang ketakutan, langsung berjalan mundur.


...****************...


Bersambung


Selamat siang semuanya. Pasti lagi tegang, membacanya. Nantikan terus kelanjutan novel ini.


Mama kembali membawa rekomendasi karya teman. Bisa mampir sambil menunggu novel ini update. Terima kasih.


JUDUL NOVEL MERUBAH NERAKA MENJADI SURGA.


Pernahkah kamu membayangkan, hidupmu yang penuh kebahagiaan dalam sekejap mata berganti lara dan air mata?


Sadisnya, penderitaan yang seperti neraka itu dihadirkan oleh sosok terdekat dalam hati dan hidupmu.


MIRIS. Demikianlah jalan hidup seorang Dara Herlambang yang yatim piatu. Lantas bagaimanakah Dara melalui hari-harinya yang penuh penderitaan dengan kondisi lumpuh dan diasingkan bahkan dipoligami oleh suami yang begitu dicintai?


Akankah ia yang penuh ketidakberdayaan mampu Merubah Neraka Menjadi Surga**?


__ADS_1


Dan karya Teman mama lainnya. Semoga menghibur. Terima kasih.



__ADS_2