
Diandra menenggelamkan kepalanya di dada bidang Galen. Diandra memeluk erat tubuh suaminya itu.
"Bagaimana jika ternyata abang Adit masih menyimpan marah dan dendam dengan kamu?" tanya Diandra pelan.
"Maksud kamu apa, Dian?"
"Aku ingin mengatakan suatu kebenaran. Aku harap kamu bisa terima ini dan tidak menganggap aku menyebarkan berita bohong."
"Kebenaran tentang apa, Dian?"
"Abang Adit itu masih menyimpan dendam denganmu. Dia masih belum bisa terima kematian Tasya. Sehingga tega menyakiti orang yang tidak bersalah demi membalas sakit hatinya."
"Kamu tahu dari mana? Kenapa bisa menyimpulkan begitu?"
"Aku tau semuanya, Galen. Abang Adit itu perlu di bawa ke psikiater, agar dia sadar jika kematian Tasya murni kecelakaan, dan bukan salahmu apa lagi aku," ucap Diandra sedikit penuh emosi.
"Maksud kamu apa,Dian? Katakan aja dengan jelas!" ujar Galen.
Galen bangun dari tidurnya dan duduk bersandarkan kepala ranjang. Diandra ikut bangun dan duduk di samping Galen.
Diandra menggenggam tangan Galen dan menarik napas dalam. Diandra membutuhkan keberanian yang berlipat untuk mengatakan kebenarannya.
Diandra takut Galen meninggalkan dirinya setelah tau kenyataan ini. Namun, Diandra juga tidak bisa menyembunyikan kebenaran ini selamanya.
"Aku harap kejujuran ini tidak membuat kamu berubah denganku."
"Kejujuran apa?"
__ADS_1
"Yang melecehkan aku itu abang Adit," gumam Diandra. Namun suaranya tetap membuat Galen kaget.
"A-apa ... Bang Adit yang telah melakukan pelecehan padamu?" tanya Galen dengan suara gemetar.
"Galen, maafkan aku. Bukannya aku ingin menutupi semua ini. Aku masih takut mengatakannya karena aku tak ingin kamu kecewa. Aku sangat menyayangi kamu. Aku tak mau kamu terbebani dengan semua ini."
Galen berdiri dari duduknya. Dia menarik rambut frustrasi. Tanpa di duga, Galen meninju dinding kamar itu dengan keras sehingga darah segar mengalir dari jari tangannya.
Diandra turun dari ranjang dan mendekati Galen. Memeluk tubuh suaminya itu dari belakang.
Diandra menangis di punggung suaminya. Ini yang paling ditakutkan Diandra, jika Galen merasa sangat bersalah atas perbuatan yang dilakukan abang-nya.
"Jangan menyakiti dirimu, Galen. Aku sudah ikhlas menerimanya. Aku mengatakan semua ini karena tidak ingin berbohong. Aku ingin kamu tau siapa pelakunya. Bukan malah menyakiti dirimu."
Diandra menarik tangan Galen dan melihatnya. Darah segar masih mengalir dari baku tangannya.
Galen menangkup wajah Diandra dengan kedua tangannya. Dengan air mata yang terus mengalir dari sudut matanya, Galen bicara terbata.
"Kenapa harus abangku yang melakukan itu? Apa salahmu? Kenapa Abang Adit tega membalas sakit hatinya padamu?"
Diandra kembali memeluk tubuh Galen. Tubuh pria itu luruh jatuh ke lantai. Diandra berlutut dihadapan Galen.
"Aku juga tidak mengerti. Kenapa aku yang menjadi sasaran dendam bang Adit. Aku mengatakan semua ini karena takut Bang Adit melakukan hal yang lain lagi."
"Kenapa Bang Adit tidak membunuh aku saja jika memang dia masih dendam atas kematian Tasya?"
"Tidak, Abang Adit juga tidak boleh melakukan itu denganmu. Jika Abang Adit menyakiti kamu, aku nggak akan terima," ucap Diandra.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan dengan Abang Adit?" tanya Galen.
Galen berdiri dan menuju lemari. Mengganti pakaiannya. Diandra melihat itu dengan rasa ketakutan.
"Kamu mau kemana?" tanya Diandra dengan memeluk Galen.
"Abang Adit harus di beri pelajaran. Jika selama ini aku mengalah saja, tidak untuk kali ini. Aku udah katakan, tidak boleh ada yang menyakiti orang yang aku cintai," ucap Galen dengan mata menyala menahan marah.
"Aku ikut. Aku harus dampingi kamu. Aku nggak mau sendiri terjadi denganmu."
"Kamu di rumah saja. Aku akan buat perhitungan antara pria bukan saudara lagi."
"Aku tidak izinkan kamu pergi jika tanpa aku. Jika kamu tetap pergi, saat kamu kembali aku sudah tidak ada di sini lagi. Aku juga akan pergi."
"Gantilah pakaianmu!" ujar Galen.
Diandra berganti pakaian dan setelah itu mereka berdua masuk ke mobil menuju rumah kediaman kedua orang tua Galen.
...****************...
Bersambung.
Selamat pagi semuanya. Tetap setia'kan menunggu kehadiran novel ini. Apakah yang akan Galen lakukan terhadap Adit? Jangan lupa terus nantikan novel ini. Terima kasih.
Sementara menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama dibawah ini.
__ADS_1