
Satu bulan telah berlalu. Galen sudah memulai usahanya. Galen membeli dua ruko buat usahanya. Satu bengkel mobil dan satu bengkel motor.
Galen juga menjual berbagai aksesori mobil dan motor. Semua uang hasil penjualan apartemen dan tabungannya habis terpakai buat modal usaha.
Di ruko yang satu digunakan untuk tempat tinggal karyawan yang masih lajang. Ruko satu buat Galen dan Diandra.
Pagi hari ini, Galen melihat Diandra yang tidak seperti biasa. Wanita itu masih nyaman dengan selimutnya.
Biasanya Diandra sudah bangun dan masak untuk sarapan Galen dan tiga karyawan yang tinggal di Ruko sebelah.
Galen mengecup dahi Diandra agar istrinya itu bangun. Setelah beberapa kali mengecup Diandra tidak juga membuka matanya, Galen mengecup kedua pipi Diandra berulang kali.
Diandra membuka matanya dan cemberut dengan suaminya itu. Galen jadi gemas dan mengecup bibirnya.
"Kenapa belum bangun? Apa ada yang sakit?" tanya Galen memeluk istrinya itu.
"Aku malas bangun. Kepalaku pusing dan badan terasa lemas," jawab Diandra pelan.
"Kamu sakit?" tanya Galen kuatir.
"Tapi badanku nggak panas. Hanya malas dan sedikit pusing aja."
"Kalau gitu tidur aja. Nanti aku beli sarapan di warung depan. Kamu mau aku beli apa?" tanya Galen.
"Aku nggak mau apa-apa. Mau tidur aja. Peluk ...," ucap Diandra manja.
Galen tersenyum melihat istrinya itu. Kenapa tiga hari ini istrinya begitu manja dan ingin selalu dipeluk.
Seperti kemarin, Diandra tidak malu memeluk Galen di depan karyawannya. Padahal biasanya jika Galen memeluk, Diandra akan malu.
__ADS_1
Galen memeluk pinggang istrinya untuk merapatkan tubuh mereka. Galen mengecup seluruh bagian di wajah istrinya yang cantik. Rasa cintanya pada Diandra makin hari semakin bertambah.
"Kenapa istriku ini sekarang manja banget, sih," ucap Galen. Diandra makin membenamkan kepalanya ke dada bidang suaminya. Diandra mengecup dada Galen membuat suaminya itu geli.
"Jangan lama-lama mengecupnya, nanti ada yang bangun. Ini udah pagi. Anak-anak di ruko sebelah pasti udah ada yang bangun dan akan membuka bengkel. Bisa-bisa aku telat buka bengkel nantinya."
Diandra melepaskan pelukannya dan cemberut. Galen jadi tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
"Sini aku peluk lagi, Sayang. Jangan ngambek. Aku kirim pesan untuk karyawan yang lain membuka bengkel dulu dan beli sarapan sendiri. Baru aku temani kamu tidur sebentar lagi," ucap Galen.
Galen mengambil ponselnya dan mengirim pesan dengan salah satu karyawannya. Setelah itu Galen kembali memeluk istrinya. Diandra tampak tersenyum dan kembali menenggelamkan kepalanya ke dada suaminya itu.
"Sayang, nanti kita ke dokter aja ya. Katanya kepala kamu sering pusing. Aku takut kamu sakit lagi. Apa ada yang kamu pikirkan," ucap Galen sambil mengecup pucuk kepala Diandra.
"Aku hanya ingin pelukan denganmu terus. Aku nggak mau jauh."
Tingkah istrinya sangat aneh. Biasanya Diandra tidak pernah sejujur ini kalau dia ingin selalu dekat. Diandra akan malu mengatakan ingin di peluk atau di manja. Namun, seminggu ini Diandra memang terlihat sangat manja. Dimana Galen duduk, Diandra akan selalu mengikuti sambil memeluknya.
"Bukan itu maksud aku!" ucap Diandra cemberut.
"Terus, gimana Sayang?"
"Aku mau pelukan gini lebih lama."
"Kalau pelukan terus, kapan sarapan, kapan kerja, kapan makan siangnya?" tanya Galen.
"Kalau tidak mau pelukan, ya udah. Sana aja. Kerja. Sarapan! Aku mau tidur. Lagi malas, dan kepala aku pusing." Diandra melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya.
Galen lalu memeluk istrinya dari belakang. Dan mengecup kepalanya.
__ADS_1
"Jangan ngambek. Aku cuma bercanda. Kalau kamu pusing, tidur aja. Aku beli sarapan. Lihat kerjaan sebentar setelah itu temani kamu tidur. Tapi sore harus ke dokter. Jangan dibiarkan penyakit. Walau hanya pusing, itu tetap harus diperiksa." Galen memeluk sambil mngusap perut istrinya.
"Sayang, kamu bulan ini tidak datang bulan ya?" tanya Galen. Pria itu ingat tanggal datang bulan Diandra karena istrinya akan sakit perut jika datang bulan.
"Belum," jawab Diandra.
"Apa kamu hamil?" bisik Galen.
Diandra membalikkan badan menghadap suaminya itu dan memandang dengan penuh tanda tanya.
"Apakah mungkin aku hamil?" tanya Diandra.
Galen langsung memeluk istrinya dan mengecup seluruh bagian di wajah istrinya berulang kali. Galen berharap itu semua benar.
...****************...
Bonus visual.
Galen.
Diandra
Bersambung.
Terima kasih untuk semua pembaca setia CINTA TANPA KATA. 😘😘😘
__ADS_1