CINTA TANPA KATA

CINTA TANPA KATA
Bab Tiga Puluh Tiga. CTK.


__ADS_3

Setelah mandi, Galen dan Diandra sarapan dengan nasi goreng yang tadi di masaknya. Diandra menghangatkan terlebih dahulu.


"Sayang, aku siang mau bertemu papa dan mama. Kamu nggak keberatan aku bertemu orang tuaku tanpa mengajak kamu?" tanya Galen.


"Tentu saja aku nggak keberatan. Itu orang tuamu. Tidak ada yang namanya mantan orang tua. Lebih baik kamu temui. Agar tidak ada lagi kesalahan pahaman. Aku tidak mau nanti dikatakan pemisah antara anak dan orang tua. Walaupun papa dan mama tidak bisa menerima aku, kamu harus tetap berhubungan baik dengan kedua orang tuamu."


"Kamu baik banget, aku akan buat papa dan mama kembali bisa menerima kamu. Aku akan yakinkan jika kamu tidak bohong."


"Terima kasih, Galen. Aku bahagia karena dicintai kamu."


Galen mengecup pipi Diandra yang duduk di sampingnya. Galen tahu saat ini hati Diandra sedang tidak baik-baik saja. Namun, Galen juga tidak bisa memaksa untuk mengajak Diandra. Galen ingin tahu, apa yang akan dibicarakan kedua orang tuanya.


Setelah sarapan Galen berpamitan dengan Diandra. Dikecupnya dahi Diandra.


"Sayang, ingat ya! Jangan buka pintu, siapapun itu yang bertamu. Jangan pergi kemana-mana tanpa aku. Tunggu aku pulang."


"Aku takut, Galen."


"Apa yang kamu takutkan?"


"Aku takut kedua orang tuamu meminta kita berpisah."


"Dengarkan, Sayang. Siapapun yang ingin kita berpisah, aku tak akan mau. Aku hanya ingin bersamamu. Aku ingin kita menua bersama."


"Jangan tinggalkan aku, Galen. Aku takut. Aku tidak memiliki siapa-siapa kecuali kamu." Diandra memeluk Galen erat. Takut berpisah dari suaminya itu.

__ADS_1


"Percayalah, Sayang. Aku nggak akan pernah tinggalkan kamu. Atau kamu mau ikut?" tanya Galen.


"Nggak usah. Papa dan Mama hanya ingin bertemu kamu. Nanti jika aku ikut, mereka tidak jadi bicara denganmu."


"Kamu tau papa dan mama mau bicara denganku?"


"Aku tadi mendengarnya karena telah bangun. Maaf, aku tidak bermaksud menguping."


"Tidak apa, Sayang. Kenapa harus minta maaf? Aku ini suami kamu. Tidak ada yang aku tutupi dari kamu. Begitu juga kamu Seharusnya. Jangan ada kebohongan di dalam rumah tangga kita. Masuklah. Aku pamit." Galen mengecup kembali dahi Diandra. Istrinya itu mencium tangan Galen.


Galen menutup dan mengunci pintu apartemen. Menuju mobilnya Galen mengendarai mobil dengan penuh tanda tanya.


Sampai di perusahaan, Galen langsung menuju ruang kerjanya. Galen kerja dengan pikiran melayang. Dia masih bertanya-tanya, apa yang akan orang tuanya katakan.


Siang hari, saat jam istirahat, Galen pamit dengan sekretarisnya dan meminta wanita itu mengurus semua urusan kantor.


Sampai di halaman restoran, Galen memarkir mobilnya. Galen berjalan memasuki restoran dan langsung menuju ruang VIP tempat biasa keluarganya berkumpul.


Saat membuka pintu, Galsn melihat kedua orang tuanya yang duduk sambil berpelukan.


"Selamat Siang, Papa, Mama," sapa Galen.


"Selamat siang. Duduklah!" ucap Mama.


Galen duduk di sofa yang ada dihadapan kedua orang tuanya. Papa melepaskan pelukannya di bahu Mama. Papa menatap Galen dengan seksama.

__ADS_1


"Apa Diandra bisa kamu temui tadi malam?" tanya Papa.


"Bisa, Pa."


"Syukurlah. Jika wanita itu tidak dapat ditemui, pasti kamu akan menyalahkan kami."


"Apa papa meminta aku datang hanya untuk bicarakan Diandra?" tanya Galen.


"Salah satunya. Namun, yang terpenting dari semua itu, Papa memanggil kamu untuk mengatakan, jika kamu akan memimpin perusahaan kita yang di Singapura."


"Aku? Apa aku udah pantas memimpin dan menjalaninya?" tanya Galen.


"Kamu di sana sambil melanjutkan kuliah agar bisa jadi pemimpin yang baik. Papa akan bantu kamu."


"Boleh, Pa. Namun aku harus mengurus paspor buat Diandra dulu," ucap Galen.


"Diandra biar aja di sini. Kamu di sana hanya dua tahun. Jika Diandra ikut kamu nggak akan konsentrasi kuliah dan bekerja," ucap Papa.


"Diandra di sini. Dengan siapa?"


"Dia masih bisa tetap tinggal di apartemen kamu itu. Papa akan memberikan Diandra uang buat kebutuhannya."


Galen memandangi kedua orang tuanya dengan mata tak berkedip.


...****************...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2