CINTA TANPA KATA

CINTA TANPA KATA
Bab Lima Puluh Enam. CTK.


__ADS_3

Galen mengendarai mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi, sambil menyetir sesekali melirik ke samping. Tampak Diandra yang menahan sakit.


Galen segera memarkir mobil begitu sampai di rumah sakit. Galen menggendong Diandra menuju ruang persalinan setelah bertanya dengan petugas informasi. Dokter langsung memeriksa keadaan Diandra. Setelah dirasanya cukup pemeriksaan,Dokter lalu menemui Galen.


"Bagaimana istri saya, Dokter?" tanya Galen.


"Ibu Diandra sepertinya akan melahirkan. Saat ini udah pembukaan tiga," jawab Dokter itu.


"Apa itu pembukaan tiga, Dok?" tanya Galen lagi.


"Pembukaan adalah proses membukanya leher rahim atau serviks per sentimeter (cm) sebagai jalur lahir bayi saat persalinan atau melahirkan.


Pembukaan umumnya dialami oleh ibu yang hendak melahirkan dengan jenis persalinan berupa melahirkan normal.


Proses pembukaan atau yang juga dikenal dengan nama dilatasi menjadi salah satu cara bagi dokter kandungan atau bidan untuk melacak waktu saat ibu melahirkan.


Proses pembukaan persalinan biasa dihitung dengan angka 1-10.


Namun, jangka waktu dari terbukanya serviks hingga tiba waktunya melahirkan dapat berbeda pada setiap ibu hamil." Dokter menjelaskan dengan Galen.


"Berapa lama lagi istri saya hingga sampai pembukaan sepuluh dan siap untuk melahirkan?" tanya Galen lagi.


"Antara pembukaan tiga kesepuluh lamanya hingga lima jam. Tapi bisa lebih cepat."


"Apa? jadi istri saya akan merasakan sakit hingga lima jam," ucap Galen kaget


"Itukan paling lama, Pak Galen. Bisa juga lebih cepat."


"Apa yang harus dilakukan agar cepat pembukaan cepat untuk melahirkan?"


"Banyak Pak. Seperti berdiri dan berjalan pelan, mandi air hangat, stimulasi p*yud*r* dan berhubungan badan."


"Berhubungan badan?"


"Iya, Pak. Itu dapat mempercepat pembukaan jalan rahim."


"Kalau stimulasi p*yud*ra itu bagaimana, Dok?"


"Bapak dapat menstimulasi dengan mer*ngs*ng put*ng susu Ibu."


"Baiklah Dok, terima kasih."

__ADS_1


"Satu jam lagi saya akan kembali untuk memeriksa. Saat ini saya harus membantu persalinan ibu yang lain. Jika ada yang Bapak butuhkan dan perlukan, Bapak bisa minta bantuan perawat atau bidan."


"Terima kasih, Dok."


Galen masuk ke ruang persalinan di mana Diandra sedang berbaring. Galen mengusap pinggang Diandra yang tidur miring.


"Sayang, mana yang terasa sakit? tanya Galen melihat Diandra terus meringis.


"Semuanya, Mas. Badan, pinggul,semuanya sakit," ucap Diandra.


"Apa yang harus aku lakukan untuk mengurangi sakitmu,Sayang?"


"Nggak ada. Mas temani aja aku," ucap Diandra. Diandra bangun dan berjalan mondar mandir di ruangan seperti yang dianjurkan Dokter tadi dengannya.


"Mama dan Papa sedang dalam perjalanan. Tadi aku menelpon mereka."


Dindra tak menjawab ucapan Galen,dia menunduk dan meletakkan kepalanya di atas tempat tidur sambil memegang pinggangnya. Galen mengusap pinggang hingga punggung Diandra. Tanpa terasa air matanya mengalir melihat Diandra yang menahan rasa sakit.


Ya Tuhan, apakah begitu sakitnya yang dirasakan wanita setiap akan melahirkan. Jika bisa sakit itu dipindahkan, aku rela menanggungnya.


"Sayang, mandi dulu dengan air hangat ya. Dokter bilang itu bisa membuat kamu tenang dan akan dapat membantu cepatnya pembukaan," ujar Galen.


"Iya, Mas."


Galen memijat p*ayud*ar* dan menarik serta membersihkan p*uti*ngnya untuk menstimulasi.


Setelah beberapa menit, Galen membalut tubuh Diandra dengan handuk dan memakaikan bajunya.Galen menyuapi Diandra makan. Walau awalnya menolak, Galen merayunya dan menyuapi dengan sabar.


"Aku nggak lapar, Mas. Udah makannya."


"Biar kamu ada tenaganya, Sayang."


"Mas, udah. Aku nggak mau lagi," ucap Diandra dengan terisak.


Diandra kembali berjalan keliling ruangan, sesekali ia berhenti. Ia memegang kedua tangan Galen sebagai tumpuan saat ia berdiri.


"Bagaimana kalau kamu caesar aja, Sayang?"


"Aku nggak mau, Mas. Aku mau lahiran normal. Mas, maafkan aku jika aku banyak salah," ucap Diandra menunduk dengan tangan kiri memegang pinggang dan tangan kanannya menggenggam tangan Galen.


"Kamu nggak ada salah, Sayang."

__ADS_1


"Mas, doakan aku dapat melahirkan secara lancar."


"Tanpa kamu minta aku selalu mendoakan yang terbaik buatmu, Sayang."


Terdengar suara pintu di buka.Dokter masuk dan meminta Diandra berbaring.Dokter lalu memeriksa pembukaan.


"Ini udah pembukaan delapan. Kita siap siap lagi ya, Bu. Ibu coba tidur miring ke kiri agar mempercepat pembukaan hingga sepuluh. Saya dan perawat akan menyiapkan semuanya dulu."


Dokter dibantu perawat serta bidan lalu menyiapkan tempat tidur buat Diandra melahirkan.


Mama yang baru sampai di rumah sakit langsung masuk ke ruang bersalin. Dokter mengatakan hanya boleh ditemani satu orang saat melahirkan. Sehingga mama hanya bisa menunggu di luar ruangan. Diandra saat ini telah siap untuk melahirkan.


"Nanti jika telah pembukaan sepuluh baru Ibu mulai mengejan, saya akan hitung nanti Bu. Dihitungan ketiga ibu baru mulai mengesan," ucap Dokter.


Dokter kembali memeriksa setelah setengah jam untuk melihat pembukaan, dan ia mengatakan jika saat ini pembukaan jalan rahim telah lengkap.


Galen berdiri di samping Diandra dengan wajah yang sangat pucat. Dia takut terjadi sesuatu dengan istrinya itu.


"Sekarang kita mulai ya Bu. Hitungan ketiga baru Ibu mengejan. Tarik nafas,jangan tegang.Santai aja. Satu ... dua ... tiga ... dorong, Bu," ucap Dokter dengan Diandra.


Diandra menarik nafas dalam sebelum mencoba mengejan. Dia menggenggam erat tangan Galen. Setelah mencoba mendorong dengan mengejan kuat bayi belum tampak keluar.


"Kita ulangi sekali lagi ya,Bu. Kembali tarik nafas dan jangan tegang.Satu,dua,tiga, dorong Bu," ucap Dokter.


Kembali Diandra menarik nafasnya dan mengejan. Galen hanya terdiam dengan wajah yang sangat pucat melihat perjuangan Diandra melahirkan putranya.


Akhirnya terdengar suara tangisan bayi. Galen memandangi tanpa kedip saat kepala bayi keluar dari rahim Diandra.


Terdengar suara tangisan bayi. Galen langsung sujud syukur setelah mendengar tangisan anaknya.


"Pak Galen, Selamat ... bayi Bapak laki-laki, sangat sehat. Setelah bayi Bapak dibersihkan, bapak bisa mengadzani."


"Baik, Dok." Hanya itu yang dapat Galen ucapkan.Dia mengusap kepala Diandra dan mengecup dahinya.


"Terima kasih, sayang. Karena mau berjuang buat melahirkan putra kita"


"Iya, mas. Terima kasih juga karena telah menemani aku," ucap Diandra lemah.


Perawat lalu meminta izin Galen untuk membersihkan tubuh Diandra.


...****************...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2