CINTA TANPA KATA

CINTA TANPA KATA
Bab Empat Puluh Lima. CTK.


__ADS_3

Papa mengajak mama masuk ke kamar untuk beristirahat. Tampaknya mama masih belum bisa percaya dengan apa yang dilakukan Adit.


Tanpa mereka sadari, Adit mendengar semua yang Papa dan Mama bicarakan. Adit masuk ke kamar dan mengambil foto dari laci yang ada dikamarnya. Ternyata foto Diandra sedang di taman.



Adit mengecup foto Diandra itu,sambil bicara sendiri.


"Kamu saat ini sedang hamil. Pasti itu anak kita'kan? Aku akan jadi ayah yang siaga nantinya. Kamu dan bayi kita semoga sehat," ucap Adit dengan foto Diandra.


Adit membaringkan tubuhnya dengan memeluk foto Diandra. Dalam pikiran Adit, Diandra sedang mengandung bayinya.


...----------------...


Di Ruko, Diandra membuka matanya ketika merasakan tubuhnya panas terkena sinar matahari. Galen membuka jendela kamar saat tadi bangun agar sinar matahari pagi masuk menyinari dan menerangi kamar.


Diandra melihat di atas nakas samping tempat tidurnya, telah tersedia lontong sayur dan segelas susu. Diandra tersenyum melihat semua itu.


"Pasti Galen yang telah mempersiapkan segalanya."


Diandra bangun dan membasuh wajah serta menggosok gigi. Diandra menyantap lontong yang di beli suaminya itu sambil menonton.


Setelah sarapan habis, Diandra melanjutkan menonton drama korea. Hingga pukul sepuluh.


Saat Galen naik ke lantai atas, dia melihat istrinya yang menonton sambil rebahan di sofa.


"Selamat siang, Sayang," ucap Galen mengecup dahi istrinya itu.


"Mas Galen bau banget," ucap Diandra sambil menutup hidungnya. Galen hanya tersenyum, tidak marah dikatakan bau sama Diandra.


"Namanya aja kerja bengkel, Sayang. Nanti jika aku telah jadi bos, akan wangi terus."


Diandra bangun dari rebahannya dan memandangi Galen.


"Kamu nggak boleh wangi terus!"

__ADS_1


"Kenapa? Katanya tadi aku bau!"


"Biar aja bau, nggak ada cewek yang mendekat. Kalau wangi terus nanti banyak cewek yang naksir," jawab Diandra. Galen tertawa mendengar jawaban istrinya.


"Jangan takut Sayang, aku nggak akan berpaling dari kamu."


"Kalau ceweknya menggoda kamu terus dan dia cantik?"


"Kamu jauh lebih cantik. Apa lagi saat hamil sekarang,kamu tambah cantik banget. Kamu ibu dari anak-anakku. Dan hanya kamu yang akan menjadi pendampingku hingga menua."


"Gombal banget."


"Itu bukan gombal, Sayang. Namun, ungkapan dari hatiku terdalam. Sayang, apa nanti malam kita jadi ke rumah orang tuaku?"


"Tentu aja jadi, Mas."


"Kamu yakin telah siap? Jika belum, kita tunda aja berkunjungnya."


"Aku udah siap. Apapun sambutan dari mama kamu, aku akan berusaha menerimanya. Aku juga akan menjadi seorang ibu. Pasti sedih banget jika anak kita menjauh dari kita."


"Terserah Mas aja. Mana yang enak buat Mas."


"Kamu yang hamil. Aku pemakan segalanya. Aku ikut selera kamu aja."


"Aku pengin dendeng dan sayur capcai."


"Oke, Ratuku. Akan aku siapkan. Aku ke bawah lagi ya. Ini aku belikan cemilan. Kepalanya masih sering pusing. Masih mual?"


"Hanya sesekali."


" Moga semuanya baik aja. Aku pernah baca, ibu hamil muda sampai nggak mau makan dan di rawat. Aku pasti akan sangat kuatir jika kamu mengalami hal itu," ucap Galen.


"Moga aja aku nggak mengalaminya. Aku yakin bayi ini pintar dan nggak rewel," ucap Diandra sambil mengusap perutnya.


"Rebahanlah lagi. Aku mau kerja. Nanti aku belikan lauk pesanan kamu." Galen mengecup dahi istrinya sebelum pergi.

__ADS_1


Diandra melihat kepergian Galen hingga menghilang dari pandangannya.


Suamiku, semoga seluruh peluh dan tetesan keringat yang engkau keluarkan dalam perjuanganmu mencari nafkah untukku, senantiasa berkah dan dibalas surga. Hanya doa tulus yang bisa kuucapkan. Semoga kerjaanmu mendapatkan berkah dari-Nya. Kau hadir memberi cinta, membawa bahagia, dan memberikan rasa rindu yang tak pernah ada habisnya. Aku tak berharap hubungan yang sementara. Aku mau kau jadi pendamping hidupku untuk selamanya. Aku sudah kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan betapa bahagianya hati ini meskipun hanya teringat senyumanmu.


...****************...


Bersambung


Selamat Pagi semuanya. Awali pagi dengan sarapan ya, jangan awali pagi dengan senyuman, karena mama mencoba mengawali pagi dengan senyuman, jam sepuluh perut tetap lapar. 😂😂💓💓💓💓


Jangan bosan ya jika mama selalu membawakan karya rekomendasi dari teman mama. Siapa tahu ada yang berminat mampir.


Judul : HASRAT CINTA PERTAMA


Nama pena : LYTIE


Blurb:


"Kita cerai!" ucap Dian sambil menyerahkan surat cerai yang sudah ditanda tangan olehnya ke Stefan.


"Kamu tidak perlu memberiku tunjangan dan semua uang ini kukembalikan padamu," lanjut Dian.


Dian membuka lebar tas koper dokumen yang berisi semua uang jajan yang diberikan oleh Stefan setiap bulan. Selama sebelas bulan ini Dian tidak pernah menggunakan satu rupiah pun.


Stefan mengambil pulpen dari atas meja dan menandatangani surat cerai itu tanpa ragu.


"Aku akan meninggalkan Mansion Bramasta," ujar Dian sambil berdiri dari atas kursi.


"Kenapa?" tanya Stefan sambil menatap tajam Dian.


"Belum satu tahun," batin Stefan.


"Karena hatimu bukan milikku. Aku mundur untuk merestui hubunganmu dan Gisel," jawab Dian sambil melangkahkan kaki meninggalkan Stefan.


__ADS_1


__ADS_2