Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
bab 10 Hamil


__ADS_3

Pagi ini Anna sibuk dengan tumpukan buku buku dan melipat bagian bagian yang dianggap Anna penting untuk menjadi sumber rujukan skripsinya  dari selepas subuh Anna berusaha fokus kembali pada skripsinya yang mulai tertunda beberapa hari ini.. tiba tiba ponsel Anna berdering Anna melihat layar bertuliskan Nia lalu Anna pun mengusap tanda hijau itu dan dari seberang sana nia tengah menangis sesenggukan.


“An.. An tolong aku An” ucap Nia tersekat karena tangis yang dalam.


Anna panik mendengar tangisan Nia, selama Anna mengenal Nia dia hampir tidak pernah melihat Nia menangis, Nia adalah sosok yang kuat sejak ditinggal ayahnya Nia jadi tulang punggung keluarga Nia bekerja di salah satu perusahaan penerbitan beruntung di perusahan tersebut mempekerjakan pekerja paruh waktu sehingga Nia bisa kuliah sekaligus bekerja, dan sungguh miris dengan keadaan Nia yang banyak masalah dia dipertemukan laki laki yang sangat posesif seperti mas Dani entah itu cinta atau bukan bagi Anna itu bukan cinta melainkan obsesi, mas Dani sudah lama mengejar ngejar cinta Nia dan Nia selalu menolaknya entah mengapa setelah pengejaran cinta mas Dani selama bertahun tahun akhirnya Nia luluh juga jatuh dalam pelukan mas Dani, setahun awal hubungan mereka mas Dani slalu bersikap manis ke Nia entah apa yang merasuki Dani setelah tahun ke dua mereka berpacaran perangai Dani berubah dia kerap memukuli Nia padahal hanya sebatas salah paham saja , dan Dani selalu akan memelas minta maaf dan seperti itu lagi berulang kali sampai 3 tahun hubungan mereka, selama itu pula Nia sabar dan berlapang dada menerima kembali Dani.


Ditahun ke empat ini mungkin Nia sudah habis batas sabarnya memutuskan untuk berpisah dengan Dani dan Dani benar benar kalut dengan apa yang diputuskan Nia, Nia menghilang bagai ditelah bumi selepas Nia mendatangi Dani dan mengatakan putus Dani hampir gila dibuat Nia.


Dan hari ini tepat sepekan Nia menghilang Nia mengabari Anna, bagai disambar petir di siang bolong Nia mengatakan dia hamil anak Dani, mendadak tubuh Anna bergetar mata Anna membulat mendengar kabar dari Nia.


Diujung sana Nia menangis tersedu sedu


“An aku harus gimana An aku takut” suara Nia meninggi dan tak beraturan.


“Kamu sekarang dimana?aku kesitu sekarang jangan bertindak bodoh” ucap Anna panik.


Akhirnya Nia memberi tahukan keberadaannya kepada Anna, dan Anna secepat kilat melaju ketempat Nia berada tanpa mengatakan kepada teman teman kontrakannya, sejam kemudian Anna akhirnya sampai dirumah Nia, Anna melihat sekeliling rumah Nia ,rumah itu tidak terlalu besar akan tetapi disekelilingnya banyak sawah sawah hijau terhampar sangat memanjakan mata, angin bertiup perlahan sehingga udara siang itu tidak lah terlalu panas, anna melangkahkan kaki ke depan pintu Rumah Nia yang dia huni bersama ibu dan kedua adiknya Anna kemudian mengetuk pintu itu.


Tidak berselang lama pintu itu terbuka dan terlihat wajah Nia yang sembab dan Nia terlihat tirus wajahnya padahal baru sebentar Anna tidak bertemu dengan Nia, begitu melihat Anna Nia sontak berhambur memeluk Anna dan terisak dipelukan Anna dan Anna pun menyambutnya dengan pelukan yang kuat, entahlah perasaan Anna tak karuan dengan kejadian yang menimpa Nia.


Setelah cukup lama mereka berpelukan Nia pun mengajak Anna masuk kedalan rumahnya, rumah yang tidak terlalu luas akan tetapi membuat nyaman bagi yang singgah.


“An..”ucap Nia mengawali pembicaraan mereka.


“Hmm..” balas Anna dengan menatap lekat Nia.


"Sudah berapa bulan usia kandungan kamu Nia?" tanya Anna kemudian.


"Mau 2 bulan An" ucap Nia lirih.


Mata Nia mulai mengembun.


“Aku takut An, sampai saat ini ibuku belum tau keadaanku, ibu dan ke dua adikku sedang ke luar kota mengunjungi pamanku yang sakit keras” jelas Nia.


Anna pun menatap lekat mata sahabatnya seraya meraih tangannya.

__ADS_1


“Kamu harus kuat dengan cobaan ini, jangan melakukan hal bodoh atas apa yang kamu lakukan, jujurlah pada ibumu, aku pastikan ibumu akan memberimu jalan keluar terbaik” ucap Anna meyakinkan nia.


Nia pun terisak “Aku ga tega an dengan ibuku sudah banyak beban yang dipikul ibu, melihat keadaanku sekarang ibu pasti kecewa banget sama aku An”.


Belum Anna menimpali penjelasan Nia  ponsel Anna berdering anna pun meraih ponsel yang ada dalam tasnya dilihat deni memanggil anna hanya menatap dan meletakan ponselnya di meja tepat didepan Anna.


“Angkatlah An siapa tau penting” ujar Nia.


“Biarkan saja kamu jauh lebih penting sekarang buat ak ni” balas Anna.


Tapi Bia tidak enak hati dan memaksa Anna untuk mengangkat panggilan telfonnya , alhasil mau tidak mau Anna pun mengangkatnya.


“Sayang, aku dari kemarin mengirim pesan kenapa kamu belum balas apa kamu sakit?” ucap laki laki diseberang sana yang tak lain adalah Deni.


“Naaf Den aku kemarin agak sibuk belum sempat aku balas” ucap Anna singkat.


Dada Deni berdenyut sakit mendengar penjelasan Anna, selama masih bersama Anna, Anna selalu berkata manja penuh kasih sayang, Anna yang dulu Deni kenal jauh berbeda dengan Anna sekarang ya karena ulahnya yang memberi luka Anna berubah menjadi dingin.


“Sayang aku ke kontrakan ya, aku pengen ketemu kamu, sekalian kita jalan buat makan bareng” ajak Deni.


“Kemana? Dengan siapa?kenapa gak minta


tolong aku buat antar?” cecar Deni secara tidak sadar.


“Maaf Den ini sepertinya aku tidak ada kewajiaban melaporkan itu ke kamu” balas Anna tegas.


Seketika Deni terdiam ya betul dua hari yang lalu Deni mengungkapkan perasaannya kepada Anna dan Anna masih belum menerimanya.


“Baik lah An, semoga kamu menikmati hari harimu, apakah aku boleh menyusulmu?”ucap Deni.


“Den aku lagi ada urusan nanti aku telfon lagi ya bye” ucap Anna menutup panggilan karena merasa tak enak dengan Nia.


Deni pun pasrah dengan perlakuan dingin Anna


Kemudian Anna melangkahkan kakinya mendekati sahabatnya yang sedang menyiapkan minuman untuk Anna.

__ADS_1


“Nia.. istirahatlah jaga kesehatanmu, sekarang kamu tidak sendiri ada bayi dalam kandunganmu, kamu tidak perlu menyiapkan minuman untukku biar nanti aku ambil sendiri, ngomong ngomong kapan ibumu pulang? Apa kamu butuh aku untuk menemani kamu menyampaikan ke ibu?” ucap Anna.


Nia menggeleng.


“aku sudah memikirkan barusan an betuk katamu aku sudah berbuat aku pula Aang akan tanggung jawab dengan diriku, aku akan mengahadapi masalah ini, aku berniat akan menyampaikan sendiri ke ibu tentang masalahku” ucap Nia.


Apapun keputusanmu aku mendukungmu Nia kemudian mereka berdua berpelukan.


Hari menjelang sore Anna berpamitan kepada Nia setelah menguatkan Nia dan Nia pun sudah cukup tenang untuk Anna tinggalkan, Anna pun masuk mobil dan menyalakannya tapi mesin mobilnya enggan untuk menyala, Anna sudah berulang kali mencoba tetap tidak bisa, Anna lupa sudah beberapa bulan ini Anna tidak service mobil karena sibuk dengan masalah masalahnya.


Akhirnya anna menyerah.


“Apa disini ada bengkel Nia? Atau kamu ada kenalan gitu ya bisa memperbaiki mobil?”.


Nia pun berusaha untuk menghubungi orang yang kira kira bisa menolong tapi nihil.


Tiba tiba ponsel Anna berdering terlihat Rian melakukan panggilan dan Anna pun mengangkatnya.


“Hai rian.. kamu memang penyelamatku...”ucap Anna .


Bagaimana kelanjutannya??


Mau lanjut ga nih 😍😍


 


######################################


 


Kalau mau lanjut yuuuk ah vote dulu karya perdana othor ini 😍😍


Salam cinta dari othor yang masih belajar nulis 😘😘😘😘


Salam Sayang Anna ♥️

__ADS_1


__ADS_2