
" Rian " ucap Anna kaget
Terlihat senyum manis rian, senyum yang dulu pernah sangat dirindukan Anna setiap harinya
Dulu ketika Anna mempunyai masalah berat Rian lah yang slalu Anna cari, karena bagi Anna Rian adalah sosok yg hangat dan lembut
karakter Rian dan Deni sangatlah jauh berbeda, Rian yang dewasa dan bijak sedangkan Deni keras kepala dan egois serta ambisius
Makanya dulu Anna tidak sulit untuk langsung jatuh cinta pada Rian
Sejak menikah dengan Deni Anna sudah mengubur dalam dalam rasa cintanya kepada Rian walaupun sangat berat, karena waktu Anna baru menikah dengan Deni, Anna sedang di puncak jatuh cinta kepada Rian
" Ehmmm sudah bengongny? Kaya liat oppa oppa korea aja, dilap ilernya tu " goda Rian
Anna jadi salah tingkah mendengar godaan Rian
" Kamu kenapa bisa sampe kesini?" Tanya Anna
Rian tersenyum mendengar pertanyaan Anna
" Harusnya aku yang tanya, kenapa bumil cantik sendirian berada disini?" goda Rian lagi
akhirnya mereka pun bertukar cerita Anna menceritakan yang terjadi dalam kehidupannya, sungguh Rian merasa iba dengan apa yang dialami Anna, dalam hati Rian sangat menyesali kenapa dulu usahanya untuk merebut Anna dari Deni kurang maksimal, ...
" Oh jadi kamu lagi ada ada tugas disini ya?" Anna bersungut sungut mendengarkan penjelasan Rian
" Aku tinggal tidak jauh dari sini An, kalau kamu butuh apa apa bisa hubungi aku, nomer ku tidak berubah kok " jelas Rian
Anna terkekeh mendengar penjelasan Rian, karena bagi Anna sangat menggelitik, harusnya ucapan itu buat Rian karena Rian pendatang baru, karena baru saja tadi pagi Rian sampai di kota kecil ini
" Dokter ganteng makan malam disini saja ya, bibi sudah masak banyak nih " ucap bibi sari yang tadi sempat berkenalan dengan Rian
" Makasih bi jadi merepotkan bibi nih " balas Rian
" Bibi malah seneng kalau kedatangan tamu dok, karena rumah ini jadi rame dan hangat apalagi yang datang dokter ganteng " goda bibi sari
Akhirnya Rian pun ikut makan malam bersama dengan Anna dan bibi Sari,
__ADS_1
Rian terlihat sangat lahap memakan masakan bibi Sari
" Dok pelan pelan makannya, gak ada yang mau minta kok " ucap bibi Sari dan diikuti tawa Anna
Bibi sari sangat senang melihat Anna begitu ceria, karena sejak datang Anna selalu murung, tentu saja wajar adanya Anna sedih dan murung karena masalah yang Anna hadapi sangat berat pernikahannya dengan Deni diujung tanduk
Rian jadi canggung karena godaan bibi Sari
" Maaf dok, bibi cuma bercanda, habiskan aja dok gak papa saya seneng malah, dokter kalau mau tiap hari makan disini saja biar rame, mau ya ya mau ya dok?" bibi Sari sedikit memaksa Rian
Bibi sari terlihat menyukai Rian, karena Rian ramah dan hangat, apalagi melihat perubahan yang ada didiri Anna sejak bertemu Rian, bibi Sari semakin ingin mendekatkan Rian dengan Anna
" Emm apakah boleh bi?" tanya Rian lirih
" Tentu tentu saja dok boleh banget, nanti tiao hari kesini saja mau pagi siang malam kesini terus juga gak papa" ucap bibi Sari
Rian tersenyum manis mendengar perkataan bibi Sari
Sungguh Rian sangat senang karena disambut baik oleh bibi Sari dan selain itu juga karena Rian bisa leluasa setiao hari bertemu dengan Anna
" Andai saja kita bertemu lagi seperti ini kamu sudah bercerai dari Deni, aku akan merebut kembali hatimu An, sayangnya kamu masih berstatus istri Deni " gumam Rian
...****************...
Berbeda dengan nasib Rian, Deni masih dalam keadaan yang terburuk, Deni sudah tidak ada ambisi untuk hidup, kerjaan dia sehari hari hanya menatap foto Anna dan menangisinya
Tiba tiba suara pintu dibuka
" Deni mau sampai kapan kamu lemah seperti ini nak " ucap papah indra
Deni tidak bergeming dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh papah indra
Jujur sebagai seorang ayah pastinya papah indra merasa iba dengan keadaan Deni, selama ini papah indra selalu memberikah apa yang Deni mau termasuk akal akalan menikahkan Deni dengan Anna,
Memang papah indra dan papah adi ada perjanjian masalah hutang, dan Deni menumpanginya agar bisa menikah dengan Anna
" Den apa kamu sudah menyuruh orang untuk mencari Anna?" tanya papah indra
__ADS_1
Deni hanya mengangguk
" Den kalau kamu benar benar mencintai Anna bangkitlah nak tubuhmu butuh energi untuk berfikir bagaimana caranya bisa menemukan Anna, papah akan bantu kamu mencari Anna Den, tapi untuk bagian menjelaskan ke Anna maaf papah gak bisa bantu ya nak " papah Indra berusaha menenangkan Deni
Seketika Deni merasa tubuhnya segar kembalu, mungkin karena papahnya tadi akan memberikan bantuan untuk mencari keberadaan Anna
" Benarkah papah akan membantuku menemukan Anna?" tanya Deni
" Hmm papah akan bantu kamu, sekarang uruslah diri kamu sendiri, jangan terlihat payah seperti ini, papah mengajarimu menjadi laki laki yang kuat apapun masalah yang kamu hadapi kuatlah jangan pernah menyerah seperti ini, ini tidak menyelesaikan masalah " ujar papah Indra dengan penuh penekanan
Deni pun mengangguk dan segera melaksanakan titah papah Indra
...****************...
Keesokan harinya
" Akhirnya aku menemukanmu sayang " gumam Deni dengan wajah berseri
" Kamu puas sekarang? Papah sudah menemukan dimana Anna, papah sudah menepati janji, sekarang yang perlu kamu lakukan jangan mendekat dulu, awasi Anna, dia masih terluka karenamu " ucap papah Indra seraya menatap mata Deni
" Pah, jadi maksud papah aku gak boleh menemui Anna?" Deni mencoba mengatur nafasnya yang agak sesak karena emosi
" Itu kalau kamu tidak ingin kehilangan dia, awasi Anna bantu Anna apabila dia butuh bantuan tapi.. Jangan sampai terlihat oleh Anna, paham?" titah Papah Adi
" Anna akan menghindarimu bahan mungkin lebih jauh lagi apabila kamu langsung menemuinya sekarang, nanti papah bantu bikin strategi biar Anna luluh kembali kepadamu, tapi sebentar papah jadi penasaran, apakah benar anak yang dilahirkan oleh Nadia itu anakmu hah?" tanya papah Indra penuh selidik
" Pah... Papah seperti tidak mengenalku, jangan bercanda pah, dari awal papah menjodohkan ku dengan Nadia, aku sama sekali tidak pernah tertarik dengan nya, begitu juga dengan Nadia, dia... " Deni tidak melanjutkan kata katanya...
" Dia kenapa? Hamil oleh laki laki lain maksudmu? Ah sial ... masa aku menjodohkan anakku dengan wanita tidak baik baik seperti itu " ucap papah Indra geram
" Pah, Nadia bukan wanita seperti itu, Nadia melakukannya atas dasar cinta, Dia.. Sangat mencintai kekasihny, akan tetapi ayahnya memaksa dia untuk meninggalkan kekasihnya itu hanya karena beda kelas..." jelas Deni
" Aku merasa kasihan kepadanya, makanya aku menutupi kehamilan Nadia, dia berulang kali mencoba bunuh diri, dan masih untung aku slalu menggagalkannya " lanjut Deni
Papah Indra manggut manggut dan berkata " Itu kenapa akhirnya kamu merawar Nadia dan anaknya?"
" Iya pah, akhirnya aku mengorbankan hubunganku dengan Anna, padahal aku teramat sangat mencintainya " terlihat mata Deni mulai berembun ..
__ADS_1
Sungguh perjuangan cinta babang Deni berat ya readers ..
Jangan lupa yaa vote nya 🤗😍 like n komen dong biar othor makin semangat 😍🤗