Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
Roti


__ADS_3

" Ck.. Rian kamu bikin kaget aja " Anna berusaha menutupi rona wajahnya lantaran melihat wajah tampan Rian


" Kenapa sih harus selalu liat Rian ..aaaah godaan banget apalagi disaat seperti sekarang " batin Anna


" Hai bumil pagi pagi jangan suka marah marah ntar cantiknya ilang lho " goda Rian


Pagi ini Rian memakai celana jeans dan kemeja putih yang di gulung sampai siku semakin menambah kadar ketampanannya


Tiba tiba datang seorang kurir memecahkan akal Anna yang mulai tidak waras karena melihat ketampanan Rian


" Maaf apakah saya bisa bertemu dengan mbak Anna? " tanya mas kurir


" Ah ya saya sendiri, ada apa ya mas? " jawab Anna


" Ini ada hadiah dari toko roti yang di ujung sana, mereka baru buka dan untuk mengenalkan produknya mereka membagi bagikan roti ke tetangga terdekat" jelas mas kurir


" Owh begitu, " Anna mengangguk angguk paham


Selepas mas kurir pergi Anna bergumam


" jarak antara toko roti dengan toko bunga milik bibinya lumayan jauh, berapa banyak roti ya mereka bagi ya, apa gak rugi tuh apalagi ini rotinya sangat banyak dan terlihat enak enak" Anna terlihat berfikir sembari mengetuk ngetuk jarinya ke dagunya


Rian terlihat gemas melihatnya, sekalipun Anna sedang hamil besar, dimata Rian Anna masih terlihat cantik bahkan semakin cantik


Ingin rasanya Rian memeluk dan mengelus wajah putih Anna, dan menciuminya


Rian pun menampik pikiran kotornya, mengingat Anna adalah istri orang

__ADS_1


Melihat tingkah aneh Rian, Anna pun bereaksi


" Rian kenapa kamu " terlihat ekspresi Anna yang semakin menggemaskan saat bertanya reflek Rian menangkup wajah Anna


Sesaat mereka saling pandang, begitu dalam sorot mata Rian seolah olah menembus kedalam isi hati Anna


Anna merasa bergejolak, sungguh ini godaan terberat Anna, jujur Anna tidak bisa memungkiri hati kalau dia masih menyukai Rian, selama ini karena Anna berusaha menepis rasa, karena sudah menikah


" Ehm.." terdengar deheman yang mengejutkan mereka


Seketika tangan Rian terlepas dari wajah Anna, terlihat rona merah diwajah Anna


Bibi sari berusaha menetralkan suasana


" An apa itu " bibi sari menunjuk kotak yang Anna pegang


" Ah ini .. Roti bi, katanya toko roti diujung sana baru buka makanya buat pengenalan bagi bagi roti gratis ke tetangga terdekat " jelas Anna


" Mungkin yang punya orangnya dermawan " canda Rian


" Ayo kalian masuk dulu bibi sudah bikin teh panas, pas banget ada roti buat teman tehn nya " seraya menarik tangan rian juga Anna


Sebenernya bibi Sari bisa merasakan kalau dua orang yang berada disisinya ini saling mencintai, akan tetapi bibi sari tidak akan menanyakan selagi Anna belum bercerita


****************


Ditempat terpisah, terlihat seorang pria tampan dengan stelan jas yang berwana hitam menampilkan sorot mata yang berapi api, dia terus memandangi ponselnya dengan sesekali mengeratkan giginya, pria itu terlihat sangat marah mengingat istri yang dia cintai bersama pria lain yang lebih tepatnya mantan pacarnya

__ADS_1


" Sial.. Kenapa harus ada Rian disana aaaaaah shhhtttt" umpatnya


" Ck.. Caramu kuno, kalau kamu masih sepertu itu gimana mau mendapatkan istrimu lagi, apalagi jelas jelasan didepannya ada laki laki yang sangat dia cintai " goda norman


" Diam kamu.. aku lagi gak mood meladeni candaan kamu yang gak mutu " ucap Deni tanpa melepas pandangannya dari layar ponselnya


" Den, kamu itu seorang CEO lho .. CEO dari perusahaan besar, kalau kerjaanmu hanya mantengin layar ponsel terus lama lama bisnismu hancur " ucap norman serius


Deni menghela nafasnya, berusaha mengatur emosinya, bagaimanapun juga apa yang disampaikan Norman itu betul


akhirnya Deni pun meletakan ponsel miliknya dan menatap Norman


" Ya sudah mana berkas berkas yang perlu aku tanda tangani " ucap Deni


Norman pun beranjak dari kursinya dan meletakan berkas yang dari tadi dia bawa


Deni membelalakan kedua matanya


" Kamu gila apa, masa aku harus menanda tangani berkas sebanyak ini? Kamu mau jari jari aku putus? " suara Deni meninggi mengingat berkas yang Norman serahkan menjulang tinggi


" Kamu mikir gak, sudah berapa lama kamu abai terhadap pekerjaanmu " jelas Norman ketus


Akhirnya Deni pun pasrah , karena lagi lagi memang ini kesalahannya,


Sejak ditinggal Anna Deni sama sekali tidak peduli dengan apapun, jangankan masalah perusahaan, mengurus diri saja Deni enggan


" Selamat menikmati kertas dan tinta Den " goda Norman dan segera berlari menuju pintu

__ADS_1


" Sial Normaaaaaaaaaaaaaan "


maaf yaa baru up lagi.... Biar othor semangat nge up ayoo dong like n komennya yaaa💖🤗


__ADS_2