
"Anna papah sudah menyiapkan pernikahanmu dengan Deni” ucap laki laki paruh baya diujung sana.
Deg...
“Pah apa maksud papah bicara seperti itu” ucap Anna kaget.
Mata Anna membulat jujur Anna kaget karena papah menghubungi Anna pagi pagi hanya untuk mengatakan supaya Anna segera menikah dengan Deni.
“Jangan membantah perintah papah, papah sudah tau semua kesalahan Deni tapi ini semua bukan mutlak kesalahannya, tugas kamu hanya menuruti perintah papah, tidak ada masalah kan? bukannya kamu juga mencintai dia karena kalian sudah pacaran lumayan lama maka alangkah baiknya segera menikah tidak usah ditunda tunda papah akan mengurus semuanya agar bulan depan kalian menikah, oya masalah kuliahmu ambilah cuti urus hari ini gampang nanti dilanjut setelah menikah toh juga tinggal skripsi” jelas papah Adi yaitu papah nya Anna.
Anna adalah anak tunggal dari keluarga Adi Wirawan seorang pejabat ternama di kotanya sekalipun Anna anak tunggal dengan latar belakang orang tuanya yang kaya dan terpandang Anna tidak pernah menggunakan harta orang tuanya semaunya Anna lebih suka bekerja keras untuk kesenangan dirinya, dan Anna termasuk anak yang sangat patuh kepada orang tuanya termasuk ke papahnya yang sangat dia sayangi, apapun kemauan papahnya Anna slalu menuruti.
“Pah .. maafin Anna apa tidak bisa dibicarakan dulu” tawar Anna kepada papahnya.
“An kamu tahu kan apapun pilihan orangtua pasti itu yang terbaik, kamu tidak usah khawatir terhadap ayahnya Deni pak Indra Wibowo, Beliau sudah setuju Deni anaknya menikah denganmu An, nanti papah jelaskan kalau kamu pulang kerumah untuk persiapan pernikahan, papah minta hari ini kamu urus cuti kuliahmu agar semakin cepat kamu pulang, papah kasih waktu sepekan untuk mengurus semuanya dan papah gak mau dibantah apapun alasannya anna paham kan sayang?”.
Anna terdiam tidak terasa mata Anna berembun butiram butiran bening tidak bisa ditahan Anna dan mengalir sendiri membasahi pipi Anna.
“An kamu dengar papah kan?” ulang papah Adi.
“iya pah” ucap Anna.
“Ini baru anak papah, ya sudah papah tunggu kamu dirumah ya nak” dan papah Adi pun menutup sambungan telfonnya.
Anna terduduk lemas mungkin jika ini terjadi 2 tahun yang lalu mungkin Anna akan bersorak sorai dan langsung mentraktir temen temennya dan sesegera mungkin melesat ke kampus untuk mengurus cuti.
Tapi ini sekarang ya sekarang dimana cinta Anna ke Deni sudah terkikis dimana sebagian hati Anna sudah ada buat Rian.
Anna terisak entah apa yang harus Anna lakukan sekarang... kenapa cinta selalu tidak berpihak kepadanya kenapa cinta tidak pernah datang diwaktu yang tepat.
Tak sadar sudah 2 jam Anna menangis matanya sembab, ponsel Anna pun berdering Anna menatap nanar ponselnya yang bertuliskan nama Deni, rasanya Anna ingin menghabisi dia .. dulu dia yang menghancurkan cintanya dan sekarang pun berulang lagi.
Anna pun mengusap tanda hijau yang ada dilayar ponselnya.
“Ada apa kamu telfon? Apa kamu sudah puas sekarang menghancurkan aku?” ucap Anna terisak.
Mungkin dulu pada saat melepaskan Deni masih ada cinta dihatinya bukan masih tapi banyak cinta untuk Deni sampai sampai kesalahan Deni tertutupi dan Anna tidak bisa marah bahkan memaki laki laki itu.
Tapi entah kenapa sekarang rasanya Anna tidak bisa meredam amarahnya Anna ingin meluapkan semuanya kepada Deni.
Mendengar Anna berkata kasar dan marah Deni kaget dan tercengang karena selama ini Deni mengenal Anna tidak pernah menunjukan amarah bahkan kesalahan besar yang Deni lakukan pun Anna tidak pernah marah bahkan Anna lah yang minta maaf.
“An kamu marah kepadaku?” ucap Deni lembut.
“Ya aku marah bukan bukan bukan Cuma marah aku benci sangat benci kamu Deni” ucap Anna berteriak.
__ADS_1
“An aku ke kontrakan sekarang ya, aku jelaskan semua ya sayang” ucap Deni menenangkan Anna.
Dan Anna seketika menutup telfonnya dan membantingnya sungguh Anna sangat marah sangat benci dengan keadan ini.
Anna menangis keras dan berteriak yang akhirnya mengundang teman temannya langsung mendatangi kamar Anna, teman teman Anna sangat kaget dengan keadaan Anna karena Anna tidak pernah seperti ini sebelumnya mereka bingung harus apa karena tidak tahu Anna seperti ini karena apa semampu mereka menenangkan Anna, Deby dan mb Mita terus menerus menenangkan Anna.
Selang setengah jam deni datang dengan nafas tersengal sengal karena datang secepatnya, teman teman Anna kaget melihat Deni datang dan seketika itu Deby mendorong dada Deni.
“Apa yang kamu lakukan pada teman
kami” teriak Deby sambil mendorong dada Deni.
Sorot mata Deby dan mb Mita berubah menjadi kebencian terhadap Deni.
Deni tertunduk lesu.
“Aku aku akan menikahi anna karena aku meminta papahku untuk merestuinya, awalnya papahku masih menetang, Aku tidak tau kenapa tiba tiba papahku langsung menyetujui bahkan harus secepatnya pernikahan dilangsungkan, karena papah Anna juga sudah setuju papah Anna dari dulu memang sudah menyukaiku bahkan kesalahanku pun dimata papah Adi tidak ada karena saking sayangnya papah Adi kepadaku” jelas Deni.
Anna langsung berhenti menangis dan menatap tajam Deni.
“Aku gak akan menikah denganmu Den” ucap Anna.
“Andai saja kamu dulu tidak membuangku mungkin kabar ini saangat membahagiakan buat kita, inget Den sesuatu yang kamu anggap sampah dan sudah dibuang jangan kamu ambil lagi” ucap Anna dengan nada suara meninggi.
“An aku mohon aku mohon aku minta maaf An kita perbaiki lewat pernikahan kita hmm aku gak sanggup an harus kehilangan kamu untuk yang ke dua kali” ucap Deni.
Tiba tiba kepala Anna terasa berat dan pandangan mata Anna berputar putar dan saat itu juga Anna pingsan.
Deni dan teman teman Anna panik langsung membawa Anna ke rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit Anna dilarikan ke IGD di salah satu rumah sakit terkenal di kota itu dan rumah sakit itu adalah tempat dimana Rian bekerja.
Dkter pun menyarankan Anna untuk dirawat karena sudah satu jam Anna belum siuman,..dengan setia Deni duduk disamping Anna dan mengelus pipi Anna, pipi yang dulu sering Deni sentuh dengan lembut ketika Anna bersikap manja kepadanya.
Deni mengenang dulu Anna sangat manja kepadanya karena selisih usia yang yang terpaut 3 tahun menjadikan Deni terlihat lebih dewasa dan Anna dulu merasa nyaman ketika Deni memanjakan nya, dan pernah terjadi pada saat Deni ada jadwal kuliah atau urusan bisnisnya dan harus meninggalkan Anna , pasti Anna akan terus merajuk dan Deni sangat menyukai kalau Anna merajuk manja kepadanya yang akhirnya Deni membatalkan semuanya demi menuruti pujaan hatinya.
Tapi itu semua tinggal kenangan karena yang deni lihat sekarang Anna tidak menginginkannya bahkan Anna menolak serta menyuruhnya menjauh dari hidup Anna
Sungguh sesak dada Deni sekarang andai saja waktu bisa diulang deni akan berusaha menguatkan ikatan cintanya dengan Anna.
Tiba tiba ada gerakan dari jari jari Anna yang sedari tadi Deni genggam.
Anna mulai mengerjapkan matanya dan netra nya beradu pandang dengan sosok laki laki yang dulu pernah dia cinta akan tetapi sekarang Anna sangat membencinya.
Anna tersadar karena sedari tadi Deni menggenggam tangannya dan reflek Anna menarik tangannya dari genggaman Deni
__ADS_1
Melihat Anna tersadar teman teman Anna mendekat.
“Alhamdulilah An kamu sudah sadar” ucap mb Mita kepada Anna.
“Kamu pingsan hampir dua jam An” ucap Deby dengan cemas.
“Apa yang kamu rasakan sekarang An?” ucap Deni lembut.
Anna tersenyum kepada teman teman temannya.
Dan menjawab pertanyaan Deni.
“Yang aku rasakan sekarang sakit disini” sambil menunjuk dadanya.
“Dan aku ingin kamu pergi dari sini karena kamulah yang membuat sakit ini” ucap Anna terisak kembali.
“An ...Anna sudah sudah hemm kamu istirahatlah jangan mikir apa apa dulu oke sebentar lagi papahmu datang maaf An aku panik tadi jadi otomatis aku langsung hubungin orang tua kamu” ucap mb Mita menyesal.
“Gak papa mbak terimakasih teman teman aku sudah bolak balik merepotkan kalian” ucap Anna.
Teman temannya pun menggeleng tanda bahwa Anna sama sekali tidak merepotkan mereka.
Sorot mata Deni nanar melihat penolakan Anna, mb Mita pun dengan sopan meminta Deni untuk pulang dulu agar Anna tenang, dan Deni pun menuruti perintah mb Mita, Deni rencana akan pulang ke kontrakan Anna sekalian mengambil semua kebutuhan Anna, dan tiba tiba tangan Deni di tarik Dila.
“Den aku ikut, aku bantu kamu menyiapkan kebutuhan Anna” ucap Dila lembut.
Dan memberikan senyuman kepada Deni
Dan Deni pun tidak menolaknya karena yang tau semua kebutuhan Anna adalah dila jadi ini akan memudahkan Deni untuk menyiapkan bawaan Anna dan Deni bisa secepatnya datang kembali ke rumah sakit.
Akhirnya mereka pun pamit dan pulang ke kontrakan Anna....
.............................................................................
Halow halow readers Anna yang Anna sayangi giman gimana nih masih banyak kurangnya yaa novelnya 😕 harap maklum ya readers tercinta othor masih belajaran semoga kedepan bisa lebih baik
Terimakasih yang uda baca novel perdana othor dan makasih banget yang uda vote n like
Jangan lupa ya dukung karya perdana othor dengan like n vote 🤗😘
Salam sayang dari Anna♥️
__ADS_1