Cinta Terakhir Anna

Cinta Terakhir Anna
Hak dan Kewajiban


__ADS_3

Sudah satu bulan masalah pernikahan Anna dan Deni belum terselesaikan, sudah satu bulan juga Anna tidak pernah mendengar kabar Dila, Anna berusaha mencari Dila tapi hasilnya Nihil, Deni berusaha memdekati Anna akan tetapi Anna selalu menghindar hal itu terjadi karena Anna merasa tidak nyaman teringat hubungan Deni dan Dila,


Bayang bayang Dila yang sedang hamil membuat Anna merasa marah dan sesak sekalipun Deni sudah ribuan kali meyakinkan Anna, Akan tetapi Anna tetap belum yakin dan percaya begitu saja kepada Deni dan Anna pun akhirnya mengambil keputusan terbaik untuk pernikahannya


Sore itu Anna berdandan cantik menunggu Deni pulang kantor, diliriknya jam didinding sudah mengarah ke pukul 8 malam, tidak berselang lama terdengar suara pujaan hatinya yang terdengar di lantai bawah


Anna kemudian bergegas turun, dan langsung memeluk suaminya


" Wah rejeki suami sholeh nih dapet pelukan dari istri" goda Deni


Anna terkekeh mendengar godaan dari Deni


" Kamu pengen apa sayang? Tumben banget pake acara peluk pelukan" ucap Deni seraya menyisir rambut Anna dengan ibu jarinya


Anna menggeleng dan berucap " Enggak pengen apa apa cuma pengen sayang sayangan aja"


" Serius ni? Ayok ke kamar" ucap Deni semangat dan langsung menggedong Anna menuju ke kamar mereka


Setelah sampai di kamar Deni menidurkan Anna di kasur dan menciumi wajah Anna dengan gemas, Anna pun terkekeh menahan geli,


" Den, mandi dulu sana ah bau" ucap Anna


" Gak mau nanti kamu berubah pikiran" seru Deni sambil menciumi Anna


" Sayang mandi dulu sana, kamu kan baru pulang hmm" ucap Anna sambil mengelus kepala Deni


" Tapi setelah ini apakah aku akan mendapatkan hak aku sebagai seorang suami hmm?" ucap Deni dengan menampakan tatapan sayu


Anna mengangguk dan tersenyum

__ADS_1


" Mandilah, aku sudah menyiapkan air hangat untuk kamu mandi" ucap Anna lembut


" Baiklah tunggu aku ya" ucap Deni sambil berlalu


selepas Deni pergi ke kamar mandi, Anna langsung menitikan air mata, sambil bergumam


" Kuatkan aku ya allah kuatkan aku, semoga keputusan ini adalah keputusan yang tepat, agar aku tidak merasa berdosa atas keegoisan aku"


Tak berselang lama terdengar pintu kamar mandi terbuka, Anna langsung buru buru menyeka air matanya dan seketika memasang senyum terbaiknya


" Aku sudah selesai mandi sayang " ucap Deni dengan suara beratnya


Anna tersenyum dan langsung menangkup muka Deni dan kemudian mengecup bibir suaminya tersebut


Deni merasa Anna sudah siap dan akhirnya malam itu pun terjadi apa yang seharusnya terjadi, Anna menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri yang sudah ter pending lama


Selepas menunaikan kewajibannya Deni masih enggan untuk melepaskan pelukan istri yang dia cintai dengan sepenuh hatinya,


" Aku sudah kenyang begini saya sudah kenyang, cukup kamu diam dan menikmati pelukan hmm" ucap Deni sambil memejamkan matanya


" Den,.. " ucap Anna


" Hmm ada apa sayang" sahut Deni


" Aku boleh ngomong gak?" tanya Anna


" Ya boleh lah, kamu mau minta apa hmm" ucap Deni seraya membuka matanya dan menatap intens manik mata Anna


" Sudah cukup lama aku memikirkan ini Den, aku minta maaf mungkin selama ini aku egois, aku belum sempurna menjadi istri yang baik dan... " ucap Anna dan kemudian dipotong Deni

__ADS_1


" Sssttt udah gak usah membahas yang macam macam, kita bahas masa depan kita saja ya, kamu pengen punya anak berapa nih? " goda Deni


" Justru aku sekarang lagi mau membahas masa depan kita Den, tolong dengarkan aku dulu" ucap Anna


" Aku mau mendengarkan asal kita tidak membahas yang aneh aneh, kalau pembicaraan kita berlanjut masalah Dila lebih baik kita tidur saja" ucap Deni datar


Akhirnya Anna pun diam, dan berusaha melerai pelukan Deni, akan tetapi Deni makin erat memeluk Anna


" Sayang sudah berapa kali aku meyakinkan kamu, sudah mau sebulan lho, kamu bersikap dingin, padahal aku bolak balik menjelaskan ke kamu Dila hamil bukan anak aku titik" ucap Deni


" Kalau kamu seyakin itu lakukan test DNA biar aku tenang Den" seru Anna


Tak terasa air mata lolos begitu saja dari mata Anna, sesak tentu sesak dada Anna karena bagi Anna ini adalah ujian terberat di awal pernikahannya


Anna berusaha untuk tidak meratapi takdir yang Tuhan beri kepada nya


Deni terdiam


" Apa kamu gak berani Den?" tanya Anna


" Tidak, karena aku yakin dia bukan anakku" jawab Deni


" Baik kalau memang dengan test DNA ini membuat kamu puas, dan memperbaiki pernikahan kita, aku akan lakukan" ucap Deni


Anna tidak percaya Deni akan mengabulkan keiinginannya


" Terimakasih sayang" ucap Anna sambil mengecup bibir Deni


" Ini gak gratis, malam ini persiapkan dirimu lagi An, kamu harus memberikan service terbaik untuk suamimu ya, karena sudah mau mengabulkan permintaan mu" sambil tersenyum nakal

__ADS_1


" Mesum" ucap Anna sambil tersenyun malu malu tapi mau


Terimakasih buat para readers yang sudah setia menunggu karyaku yaa ..semoga kalian mengampuni othor yang tidur kelamaan ya 🙏😍🤗 jangan lupa kasih jarinya yaa 🤗 terimaaciiih


__ADS_2